Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
248 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah sebagai Ekoenzim (Pupuk Organik Cair)
ABSTRACT
Fruit peel waste is an organic waste material which is solid waste which, if left untreated, can cause an unpleasant odor and disrupt the comfort of the surrounding environment. Many people have used waste from fruit peels, such as making compost or organic fertilizer and so on. One use of waste from fruit peels is to use it by making ecoenzymes. The enzymes produced from fermentation are a waste management method that utilizes kitchen scraps to produce something very useful. Ecoenzymes can be used as multifunctional liquids and their applications include households, agriculture, animal husbandry, and even in the health sector. The fruit peel waste used in this research was pineapple, papaya, orange, mango and watermelon. The aim of this activity is to improve the skills of farming groups in making ecoenzymes by using pineapple, papaya, orange, mango and watermelon peels which are applied to mustard plants as liquid fertilizer. The result of this activity is that the training participants have relatively the same perception and understanding and are able to independently make ecoenzymes and apply them to soil, plants and the environment in general.
Keywords: Ecoenzymes, pineapple, papaya, orange, mango, watermelonLimbah kulit buah merupakan bahan sisa yang bersifat organik merupakan sampah padat yang jika dibiarkan dapat menimbulkan bau tidak sedap dan dapat menggangu kenyamanan lingkungan sekitar. Pemanfaatan limbah dari kulit buah sudah banyak yang dilakukan seperti membuat kompos atau pupuk organik danlain sebagainya. Salah satu pemanfaatan limbah dari kulit buah adalah dengan memanfaatkannya dengan membuat ekoenzim. Enzim yang dihasilkan dari fermentasi ini adalah salah satu cara manajemen limbah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat. Ekoenzim dapat dijadikan cairan multifungsi dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian, peternakan, dan bahkan pada bidang kesehatan. Limbah kulit buah yang digunakan dalam peneltian ini adalah nanas, papaya, jeruk, mangga dan semangka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kelompok tani/petani dalam pembuatan ekoenzim dengan memanfaatkan kulit buah nanas, papaya, jeruk, mangga dan semangka yang diaplikasikan pada tanaman chaisim sebagai pupuk cair. Hasil dari kegiatan ini adalah sebanyak 25 peserta pelatihan terdapat 10 orang pria dan 15 orang perempuan memiliki tingakat persepsi dan pemahaman yang relatif sama. Hasil kegiatan juga menunjukkan peserta mampu secara mandiri untuk membuat ekoenzim dan mengaplikasikan pada tanah, tanaman dan lingkungan secara umum. Rekomendasi dari kegiatan ini perlu dilanjutkan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi ekoenzim.
Kata kunci: Ekoenzim, nanas, pepaya, jeruk, mangga, semangk
Identification of Potential Weeds as Refugia Plants On Upland Rice (Oryza sativa L.) at Jembayan Kutai Kartanegara
An experiment to study the potential weed as refugia on upland rice was done at Jembayan, Kutai Kartanegara, from October up to December. Species Asystasia gangetica, Synedrela nodiflora, Lantana camara and Cyperus iria were identified as the dominant weeds over the area, but only A. gangetica and S. nodiflora was choosen because of they adequate of the potential criteria as refugia. The experimental design used was Complete Randomized Design, consisted of nine repetitions and three treatments, namely p0 = without refugia/control, p1= Synedrella nodiflora, p2 = Asystasia gangetica. The Least Significant Difference (LSD 5%) was used to compare the averages between two treatments and Pearson Correlation Analysis was used to seen of the two insects population. This study showed that the two weeds can be used as refugia with the results of insect abundance obtained were significantly different in insects pest, and also insect natural enemies. The order of natural enemy insects obtained include the orders Araneae, Hymenoptera, Coleoptera, and Odonata. 
Optimizing Sustainable Dryland Management for the Development of Shallots Through the Application of Good Agricultural Practices
Shallot are one of the leading commodities in Central Sulawesi because shallot are the raw material for making fried onion which are widely cultivated by people in the Palu Valley. The development of shallot in Central Sulawesi often faces problems, namely: limited availability of fertile land, implementation of cultivation systems that are not yet optimal because they do not follow good agricultural practice standards for dryland shallot cultivation and pest and disease attacks. The research aims to determine the soil processing system and effective fertilizer dosage as a reference in implementing good agricultural practices for the Palu Valley variety of shallot in dryland. The research was carried out at the shallot planting center in Sigi Regency using a Split Plot Design. The main plot is the height of the bed which consists of 3 levels, namely: S1 = 10 cm, S2 = 20 cm, and S3 = 30 cm. The subplot is the fertilizer dose which consists of 3 levels, namely: P0 = no fertilizer, P1 = inorganic fertilizer according to recommendations, P2 = organic fertilizer according to recommendations. The observation variables are the growth and yield of shallot. The research results showed that the height of the bed and the type of fertilizer applied had a significant effect on the growth and yield of shallot in all parameters except the number of shallot tillers. The 20 cm bed height treatment produced higher fresh weight per plant and yield per hectare compared to other bed heights, while the inorganic fertilizer type produced higher fresh weight per plant and yield per hectare compared to other types of fertilizer but was not significantly different from organic fertilizer
UPACARA PERKAWINAN ADAT PADA ORANG TERNATE (Studi Kasus: Di Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate)
Manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa memiliki naluri untuk berhubungan dengan tujuan untuk menghasilkan pergaulan yang dinamakan interaksi sosial. Meskipun demikian dalam suatu masyarakat selalu ditemui berbagai kemajuan, seperti perbedaan adat istiadat yang dimiliki satu sama lainnya. Sala satunya upacara perkawinan adat pada orang Ternate yang juga masi dilestarikan di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate.Hasil penelitian menunjukan bahwa Bentuk-bentuk perkawinan adat orang Ternate yang telah di tinggalkan oleh para leluhur mereka terdahulu telah menjadi prioritas utama dalam melakukan kegiatan perkawinan. Dengan tujuan untuk selaluh mengingat budaya dan dapat dijalankan dalam kehidupan khsusnya masyarakat asli Ternate. Selain itu, prosesi upacara perkawinan adat orang Ternate banyak terdapat makna-makna yang tersimpan didalamnya yang juga mengandung nilai budaya berbau religious yaitu: bagaimana ketika kedua mempelai menjalankan rumahtangga dalam pernikahannya sesuai dengan tuntunan agama.Disarankan kepada generasi muda dan generasi yang akan datang agar selalu menjaga dan melestarikan adanya budaya dalam perkawinan adat orang Ternate. Dan khusunya masyarakat Kelurahan Rua untuk mempertahankannya, Serta diharapkan kepada masyarakat asli orang Ternate untuk tidak berpengaru dengan budaya dari luar, mengingat sekarang ini semakin menjadi-jadi dan juga menjadi fenomena besar, yang nantinya akan menghilangkan budaya tersebut. 
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN DOSEN PEMBIMBING DAN PENGUJI SKRIPSI MENGGUNAKAN METODE MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS (MFEP) (STUDI KASUS: PRODI MATEMATIKA UNKHAIR)
In the Mathematics Study Program of Khairun University, the determination of supervisors and examiners is appointed directly by the Study Program Coordinator, meaning that direct appointment can make decisions less appropriate and not optimal. Because it does not fully meet the criteria as a supervisor and examiner in accordance with the student\u27s title. To solve these problems, appropriate solutions are needed, taking into account the specifications of lecturers in accordance with the criteria of prospective supervisors and examiners using a decision support system. The decision-making method used in this study is the Multifactor Evaluation Processes (MFEP) method. The MFEP method was chosen because it is able to choose the best alternative from a number of alternatives by using the Weighting System in decision making. The system created can produce recommendations for supervisors and thesis examiners based on the ranking carried out, where some alternatives that have the highest value from all alternatives sorted will become supervisors and thesis examiners.Pada Program Studi Matematika Universitas Khairun penentuan dosen pembimbing dan penguji nya ditunjuk langsung oleh Koordinator Program Studi, artinya penunjukan secara langsung dapat membuat keputusan menjadi kurang tepat dan tidak optimal. Karena tidak sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai dosen pembimbing dan penguji yang sesuai dengan judul mahasiswa. Untuk memecahkan masalah tersebut dibutuhkan solusi yang tepat, dengan memperhitungkan spesifikasi dosen yang sesuai dengan kriteria calon dosen pembimbing dan penguji menggunakan sistem pendukung keputusan. Metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Multifactor Evaluation Prosess (MFEP). Metode MFEP dipilih karena mampu memilih alternatif terbaik dari sejumlah alternatif dengan menggunakan Weighting System dalam pengambilan keputusan. Sistem yang dibuat dapat menghasilkan rekomendasi dosen pembimbing dan penguji skripsi berdasarkan perangkingan yang dilakukan, dimana beberapa alternatif yang memiliki nilai tertinggi dari keseluruham alternatif yang di urutkan akan menjadi dosen pembimbing dan penguji skripsi
Aktifitas Antihiperglikemia Ekstrak Etanol Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Diabetes mellitus merupakan kondisi yang disebabkan karena tingginya kadar glukosa pada darah. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan terapi yang efektif dan efisien, namun penggunaan obat antidiabetes dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Daging pala dapat menjadi kandidat untuk terapi antidiabetes karena mengandung senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemik ekstrak etanol daging buah pala pada tikus putih. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium menggunakan tanaman ekstrak etanol daging buah pala dengan subjek penelitian tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Metformin 500mg), kelompok ekstrak etanol daging buah pala dosis 100, 200 dan 300 mg/kgBB. Penelitian ini menggunakan model tikus diabetes yang diinduksi pakan tinggi karbohidrat yang diberikan selama 28 hari, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ekstrak daging buah pala selama 7 hari. Kadar gula darah diukur pada hari ke 0, 3, 5 dan 7 pasca pemberian ekstrak. Data yang diperoleh kemudian diukur menggunakan ONE-WAY ANOVA. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa kelompok Ekstrak Daging Buah Pala (EDBP) memiliki efek antihiperglikemia yang signifikan pada dosis 100 mg/kgBB dengan nilai penurunan gula darah yang mirip dengan efek kontrol positif (Metformin) dengan P=0,021 (P<0,05)
Evaluasi dan Identifikasi Senyawa Pada Simplisia Akar Telang Biru (Clitoria ternatea) dengan Mengamati Parameter Spesifik dan Non-spesifik
ABSTRAK
Bunga telang biru sejak dulu telah banyak di percayai sebagai pengobatan alamiah seluruh masyarakat dunia perlu di ketahui bahwa khasiat pada bunga telang biru bukan hanya terletak pada kelopak bunga dan daunnya saja, namun pada akarnya juga mempunyai beberapa senyawa aktif seperti flavonoid , alkoloid dan saponin yang dapat memberikan efek terapi bagi tubuh jika di olah sebagai bentuk sedian obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa simplisia dalam akar tanaman telang biru (Clitoria ternatea), dengan mengevaluasi parameter spesifik dan non-spesifik. Metode yang digunakan meliputi klasifikasi selama pembuatan simplisia, analisis makroskopis, dan mikroskopis, serta pengukuran susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, dan jumlah ekstrak yang larut dalam air serta etanol. Hasil menunjukkan bahwa akar telang biru memiliki karakteristik berwarna cream, bentuk sedikit kasar , tidak ada rasa namun sedikit pahit dengan nyaman aroma khas earthy atau herba kayu . jumlah kadar air dalam simplesia di dapatkan 4,66% dan ekstrak 20,06% yang dimana pengujian ini berguna untuk minimalisir pertumbuhan jamur maupun miikroba. Kadar abu total di peroleh hasil 0,194% serta kadar sari larut air dan etanol masing - masing 16,4% dan 17,1% , hasil ini menunjukan keberadaan senyawa polar dan nonpolar, serta pada scrining fitokimia di peroleh hasil positif pada senyawa alkaloid, saponin dan juga flavonoid namun negatif pada senyawa tanin, yang mengidentifikasi bahwa akar telang biru dapat memberikan potensi anti-inflamasi dalam pengobatan herba
Penerapan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) pada Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau
Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan di Indonesia. Hal ini menghasilkan luasan perkebunan kelapa sawit semakin meningkat. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia diwajibkan melakukan sertifikasi ISPO dan RSPO untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan. Salah satu prinsip yang harus dilakukan yaitu pengelolaan lingkungan hidup, sumberdaya alam, dan keanekaragaman hayati pada kawasan lindung atau areal konservasi tinggi (NKT). NKT merupakan salah satu instrument penilaian sertifikasi ISPO maupun RSPO. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis penerapan NKT dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilakukan pada 7 perusahaan kelapa sawit Provinsi Riau dengan metode wawancara terpadu, analisis dokumen, dan melihat langsung di lapangan dengan melakukan inventarisasi potensi NKT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2016, 6 dari 7 perusahaan telah melakukan kajian NKT, sedangkan satu diantaranya dilakukan penilaian NKT pada tahun 2017. Jenis NKT yang ditemukan yaitu NKT 1.2, NKT 1.3, NKT 4.1, NKT 4.2, NKT 4.3, NKT 5, dan NKT 6. Hasil pengamatan di lapangan sudah terdapat papan informasi pada beberapa NKT dan pengayaan jenis tumbuhan. Jenis NKT pada dokumen dan inventarisasi di lapangan menunjukkan hasil yang hampir sepadan. Hasil inventarisasi mamalia dan burung terdapat perbedaan karena pengambilan data pada tahun yang berbeda. Terdapat beberapa NKT 4 (sempadan sungai) masih ditanami kelapa sawit. Pengelolaan yang dilakukan pada areal sempadan sungai yaitu tidak dilakukan penanaman kembali kelapa sawit, pengayaan jenis tumbuhan lokal, dan tidak menggunakan pupuk kimia
Pelatihan Kewirausahaan untuk Anak-anak Putus Sekolah di Kelurahan Sango
Training on making patterned bags has been carried out to provide knowledge and entrepreneurial skills for school dropouts in Sango Village. The main goal of this training is to equip participants with the ability to design, manufacture, and market unique and creative bag products. The methods used include theoretical learning, bag making practices, and simple marketing training. The results showed that the participants were enthusiastic and actively participated in each stage of the training. They are able to master the basic techniques of making bags, starting from design design, patterns, cutting, sewing, to finishing. In addition, the briefing related to simple marketing strategies has helped participants understand how to market and sell their bag products effectively. Overall, this training has had a positive impact on participants in acquiring new skills, developing creativity, and preparing themselves to become creative entrepreneurs. However, continuous assistance and support are needed, such as providing business capital assistance or wider marketing access, so that participants can develop their businesses optimally. Other recommendations include advanced training, collaboration with related parties, provision of supporting facilities, and periodic evaluation and monitoring of participants\u27 business developments
Pelatihan Pembuatan Silase dari Rumput Gajah untuk Pakan Ternak Kambing di Kampus IV Unkhair di Dusun Bangko
This community service activity aims to enhance the knowledge and skills of goat farmers in Dusun Bangko regarding the production of silage from elephant grass. The training was conducted over two days and attended by 30 farmers. The methods employed included presentations, discussions, and hands-on practice. Evaluation results showed a significant increase in participants\u27 knowledge and skills, with an average improvement of 40% based on pre-test and post-test assessments. This program positively impacts the understanding of feed processing, which is expected to improve productivity and the welfare of farmers. It is hoped that this activity will be followed by ongoing assistance and broader socialization regarding the benefits of silage to enhance feed quality within the community