Portal E-Journal Universitas Khairun
Not a member yet
248 research outputs found
Sort by
INOVASI GURU KELAS DALAM MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD NEGERI 1 GEMIA KECAMATAN PATANI UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi guru kelas dalam mengembangkan bahan ajar IPS berbasis kearifan lokal di SD Negeri 1 Gemia Kecamatan Patani Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas dan siswa, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas melakukan inovasi dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, seperti budaya, adat istiadat, dan potensi lingkungan sekitar, ke dalam bahan ajar IPS. Pengembangan bahan ajar tersebut membuat pembelajaran lebih kontekstual, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, inovasi ini mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal, serta memperkuat karakter sosial siswa. Kendala yang dihadapi guru antara lain keterbatasan referensi dan waktu, namun dapat diatasi melalui kreativitas guru dan pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Dengan demikian, inovasi guru kelas dalam mengembangkan bahan ajar IPS berbasis kearifan lokal berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar
PERAN GURU KELAS DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI DEMOKRASI MELALUI MATERI IPS DI SD NEGERI 4 WEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri 4 Weda. Nilai-nilai demokrasi seperti kebebasan berpendapat, tanggung jawab, musyawarah, dan kesetaraan perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu menjadi warga negara yang demokratis. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas memainkan peran sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi ke dalam materi IPS. Guru mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, menghargai pendapat teman, dan mengambil keputusan secara bersama. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan karakter siswa yang beragam, guru tetap berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi secara konsisten. Dengan demikian, pembelajaran IPS menjadi sarana efektif dalam pembentukan sikap demokratis pada sisw
Edukasi Ecopreneurship dan Praktik Pembuatan Lulur Organik Beras Ketan Hitam di SMA N 9 Samarinda
Ecopreneurship, or environment-based entrepreneurship, offers a strategic approach to thematic training aimed at fostering environmental awareness and entrepreneurial skills. This study presents a training program conducted at SMA Negeri 9 Samarinda, which introduced high school students to ecopreneurship through the development of an organik body scrub made from black glutinous rice. The program consisted of two core components: (1) theoretical instruction on organik products and ecopreneurship concepts, and (2) hands-on practice in creating the body scrub. Effectiveness was assessed through pre- and post-training evaluations, which revealed a significant increase in student knowledge—from an average pre-test score of 64.11 to a post-test average of 78.75. Students exhibited strong engagement and active participation throughout the sessions. They also developed and presented simple promotional posters for their products, promoting soft skills such as public speaking and creative visual design. This initiative demonstrates the potential of ecopreneurship education to inspire interest in environmental sustainability and creative entrepreneurship among youthKewirausahaan berbasis lingkungan (ecopreneurship) merupakan salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk pelatihan tematik di berbagai kalangan. Pelatihan ecopreneurship melalui edukasi pembuatan lulur beras ketan hitam diberikan kepada siswa SMA Negeri 9 Samarinda. Siswa SMA sebagai generasi muda dikenalkan terhadap konsep ecopreneurship sedari dini untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan serta menumbuhkan jiwa berwirausaha. Pelatihan terbagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu pemaparan materi tentang produk organik dan konsep ecopreneurship, serta edukasi pembuatan lulur organik berbahan dasar beras ketan hitam. Bentuk evaluasi kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait materi yang disampaikan berdasarkan nilai pre-test dan post-test siswa. Rata-rata nilai pretest adalah sebesar 64.11 lalu mengalami peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai rata-rata postest yaitu 78.75. Pada kegiatan ini terlihat adanya antusiasme siswa dalam mengikuti pemaparan materi dan berperan aktif dalam praktik. Siswa didampingi oleh tim pelaksana dan dibantu oleh mahasiswa dalam melakukan praktik pembuatan lulur organik dari beras ketan hitam. Selain itu, siswa juga diberi kesempatan untuk membuat poster sederhana tentang produk yang telah dibuat dan mempresentasikannya. Hal tersebut melatih softskill peserta berupa keterampilan berbicara di depan umum dan kreativitas dalam membuat desain visual suatu produk. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik minat siswa terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan wirausaha kreatif
Hubungan Kerapatan Mangrove dengan Kepadatan Gastropoda di Pulau Donrotu, Desa Sidangoli Dehe, Kecamatan Jailolo Selatan
Kerapatan mangrove dapat mempengaruhi struktur komunitas biota yang hidup di dalamnya. Kepadatan gastropoda memiliki hubungan yang sangat erat dengan kerapatan mangrove. Semakin tinggi kerapatan mangrove, maka semakin tinggi pula kepadatan gastropoda yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis mangrove dan gastropoda, menentukan kerapatan mangrove dan kepadatan gastropoda hutan mangrove serta menentukan hubunga kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe Kecamatan Jilolo Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember-Desember 2024 di Pulau Donrotu Desa Sidangoli Dehe Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Pengamatan jenis mangrove dan gastrpoda dilakukan secara bersaman pada saat air surut menggunakan metode garis transek yang ditarik secara horizontal sebanyak 3 buah berdasarkan zonasi mangrove (depan, tengah, belakang) dengan panjang masing-masing lintasan 50 m dan setiap lintasan ditempatkan 10 buah plot berukuran 10 x 10 m. Hasil penelitian diperoleh Komposisi jenis mangrove yang diperoleh sebanyak 7 jenis (Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum, Scyphiphora hydrophylacea). Komposisi jenis gastropoda sebanyak 13 jenis (Terebralia palustris, Terebralia sulcata, Turbo intercostalis, Turbo breneus, Nerita squamulata, Nerita nigrita, Littoraria scabra, Littoraria glabrata, Monodonta, Mitra paupercula, Mitra coronata, Chicoreus capucinus). Kerapatan jenis mangrove tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa dan terendah pada jenis Scyphiphora hydrophyllacea. Kepadatan jenis gastropoda tertinggi terdapat pada jenis Littoraria scabra dan terendah pada jenis Nerita squamulata. Kerapatan mangrove memiliki hubungan positif yang sangat kuat dengan kepadatan gastropoda
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI PADA DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA (DPPKB) KOTA TERNATE
Teknologi infomasi mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi terutama di bidang komputer telah memberikan kemudahan bagi manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Komputer menjadi salah satu alat dalam membantu pekerjaan manusia. Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan teknis dan operasional, pembinaan, fasilitasi, advokasi dan sosialisasi pelaksanaan pengendalian penduduk, keluarga sejahtera dan keluarga berencana. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perancangan Sistem Informasi Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate dapat dilakukan dengan mengunakan bahasa pemrograman PHP. Pembuatan sistem infromasi mengunakan metode prototype sebagai metode pengembenganya. Dengan menggunakan penerapan metode prototype dalam pembuatan sistem informasi pemasangan alat kontrasepsi pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate menghasilkan perancangan secara cepat dan memberikan kepuasan secara lebih kepada pengguna karena pengembangan sistem ini sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan pengguna
SISTEM INFORMASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KELURAHAN KASTELA KECAMATAN PULAU TERNATE BERBASIS WEB
Kantor Kelurahan Kastela yaitu Kantor yang melakukan beberapa kegiatan untuk menyelenggarakan urusan kegiatan pemerintahan, seperti pemberdayaan dan pelayanan terhadap masyarakat. Pada Kantor Kelurahan Kastela, pelayanan administrasi kependudukan adalah hal yang penting dalam sebuah instansi pemerintahan kelurahan. Permasalahan yang terjadi salah satunya adalah pembuatan surat permohonan persyaratan administrasi kependudukan yang dalam pengerjaannya masih lambatnya manajemen pembuatan surat dan kurang baiknya pendataan dan informasi mengenai administrasi kependudukan sehingga berdampak pada pelayanan yang kurang maksimal terhadap pelayanan. Sistem informasi ini menggunakan metode pengembangan sistem prototype yang dimulai dari pengumpulan data-data dengan cara wawancara atau observasi berdasarkan kebutuhan sistem terhadap perangkat lunak yang dibuat agar sistem yang dibangun sesuai dengan keinginan pengguna.. Hasil penelitian sistem informasi pelayanan administrasi ini menunjukkan bahwa sistem informasi kependudukan telah memenuhi segi fungsional, dimana sistem yang dirancang dan dikembangkan sesuai dengan fungsi-fungsi yang berjalan dan sesuai yang diharapkan dan tidak adanya error yang terjadi di dalam sistem. Sehingga sistem informasi kependudukan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dalam mengelola data penduduk.
SOSIALISASI PENGUATAN BUDAYA KESELAMATAN BERLAYAR
Keselamatan pelayaran merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas maritim, terutama bagi masyarakat pesisir dan nelayan tradisional yang masih bergantung pada transportasi laut sebagai sarana mobilisasi dan sumber penghidupan. Namun, rendahnya literasi keselamatan, minimnya penggunaan alat pelindung diri, serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur navigasi dan mitigasi risiko sering menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan laut. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan masyarakat pesisir dalam menerapkan standar keselamatan berlayar serta membangun budaya sadar keselamatan (safety culture) yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi penggunaan alat keselamatan (life jacket, radio, AIS, GPS), serta simulasi evakuasi dan pertolongan pertama di laut. Peserta kegiatan terdiri dari nelayan, pelaku transportasi laut, aparat desa, dan masyarakat pesisir. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi lapangan, serta penilaian praktik simulasi keselamatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami regulasi pelayaran, membaca informasi cuaca maritim, dan menggunakan alat keselamatan secara benar. Selain itu, terdapat perubahan sikap dan perilaku peserta menjadi lebih sadar akan pentingnya keselamatan, terlihat dari meningkatnya komitmen dalam menerapkan standar keselamatan sebelum berlayar. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal terbentuknya budaya keselamatan pelayaran yang berkelanjutan.
Kata Kunci : Keselamatan Berlayar, Budaya Keselamatan, Sosialisasi, Masyarakat Pesisir, Transportasi Laut
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI PETERNAK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS BAHAN LOKAL DI DESA LAMPERMAI
This community service program aims to enhance the capacity of farmer-breeders in producing locally based liquid organic fertilizer (LOF) from organic waste materials in Lampermai Village, Aceh Besar District. The primary issues faced by the community include limited utilization of livestock waste and a strong reliance on chemical fertilizers, which contributes to increased production costs and reduced long-term soil quality. The program was implemented through several stages: awareness campaigns, hands-on demonstrations of LOF production using livestock manure and local bio-resources, technical mentoring, and evaluation of participants’ engagement and skill improvement. The results indicated a significant increase in participants’ knowledge regarding organic fertilizer production and their practical ability to adopt the technology in their farming and livestock management practices. Additionally, the utilization of locally available materials was considered cost-effective and environmentally friendly, supporting the sustainability of local agricultural production systems. This activity is expected to contribute to improved agricultural productivity, reduced waste generation, and strengthened autonomy of farmer-breeders in fulfilling production inputs sustainably
STRATEGI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 6 KOTA TERNATE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis Project-Based Learning (PjBL) dalam Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 6 Kota Ternate. Fokus penelitian mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru IPS dengan memanfaatkan model PjBL untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berjalan efektif karena guru mampu merancang projek yang relevan dengan konteks lokal, mendorong kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pembelajaran berbasis projek memberikan pengalaman belajar bermakna sehingga meningkatkan motivasi serta keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara komprehensif melalui asesmen formatif, sumatif, dan penilaian kinerja. Secara keseluruhan, strategi pembelajaran IPS berbasis PjBL dalam Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 6 Kota Ternate memberikan dampak positif terhadap kualitas proses dan hasil belajar siswa
MANAJEMEN GURU IPS DALAM PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 6 KOTA TERNATE
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen guru IPS dalam pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 6 Kota Ternate yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru IPS, kepala sekolah, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen guru IPS dalam pembelajaran telah berjalan cukup baik. Pada tahap perencanaan, guru menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Pada tahap pelaksanaan, guru menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan peserta didik. Sementara itu, evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana prasarana dan perbedaan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru serta dukungan fasilitas sekolah untuk menunjang efektivitas pembelajaran IPS