Bina Manfaat Ilmu: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
74 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA KONSEP KESEBANGUNAN DI SMP NEGERI 4 JAKARTA KELAS IX 3 SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2014/2015)
Sebagian besar guru SMP Negeri 4 Jakarta didalam proses belajar mengajar matematika biasanyamenggunakan metode ekspositori artinya guru ceramah, memberi contoh soal dan mengerjakansoal yang pada dasarnya tidak memberikan motivasi kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa terutama pada konsep Kesebangunan secarakooperatif dengan kelompok yang heterogen melalui model pembelajaran Student TeamsAchievement Divisions (STAD). Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas IX/3 SMPNegeri 4 Jakarta Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan subjek penelitian sebanyak 33siswa terdiri dari 16 Laki-laki dan 17 perempuan.Metode yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas model Jhon Elliot yang terdiri dari 2 siklusyang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data meliputi meliputi tes tertulis, lembar obsrevasi,panduan wawancaraHasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I aktifitas siswa yang positifsebesar 63,6% sedangkan yang negatif sebesar 37,4% dan pada siklus II siswa yang positif 90,9% danyang negatif sebesar 9,1% . Prosentase sikap siswa terhadap kegiatan belajar dengan model STADberdasarkan angket : siswa setuju pada siklus I sebesar 67% dan pada siklus II sebesar 88% danbanyaknya siswa yang tuntas di siklus I sebanyak 19 orang meningkat menjadi 29 orang di siklus II.Nilai rata- rata pada siklus I sebesar 65,3 meningkat menjadi 83,8 pada siklus II. Respon siswasetelah mengikuti pembelajaran STAD sangat baik hal ini di buktikan dengan hasil angket yangmenunjukan bahwa aktifitas siswa meningkat dan aktifitas siswa menjadi sangat baik serta siswamenjadi senang mengikuti pelajaran matematika dimana siswa mampu mengemukakan pendapat.Pada siklus I siswa masih merasa canggung dengan pembelajaran metode STAD, sedangkan padasiklus II siswa mulai tertarik dengan adanya dinamika kelompok dalam pembelajaran.Dengan demikian penelitian tindakan kelas yang dilakukan telah berhasil meningkatkan PrestasiBelajar belajar matematika siswa di kelas IX/3 SMP Negeri 4 Jakarta pada Konsep kesebangunanKata kunci : (Student Teams Achievement Divisions) (STAD), Pembelajaran Matematika,Prestasibelaja
ANALISIS KORELASI LINGKUNGAN KERJA PADA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN LABUHANBATU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemetaan Lingkungan Kerja di Badan Penelitian danPengembangan Kabupaten Labuhanbatu. Studi ini memberikan saran dan masukan bagi OrganisasiPerangkat Daerah (OPD) dan instansi lainnya dalam usaha peningkatan motivasi kerja pegawai.Responden peneliti diambil sebanyak 19 orang dari seluruh jumlah pegawai yang bekerja di BadanPenelitian dan Pengembangan Kabupaten Labuhanbatu. Melalui Analisis data kuantitatif yangdilakukan melalui kuisioner. Studi ini menyimpulkan ada korelasi antar waktu bekerja dengankerjasama; Kepemimpinan dengan tambahan penghasilan pegawai; Waktu bekerja denganlingkungan kerja dan kepemimpinan dengan kerjasama. Studi ini menggaris bawahi pentingnyamembangun semangat bekerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas di kantor.Kata kunci: Kepemimpinan, Kerjasama, Motivasi
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PROBLEM POSING PADA SISWA KELAS VIII-D. JAKARTA: SMPN 244 JAKARTA
oai:ojs.jurnal.lpksaricitrasurya.com:article/3Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris peningkatanhasil belajar Matematika tentang penguasaan konsep soal cerita materi kubusdan balok pada siswa kelas VIII-D SMP N 244 Jakarta Kelurahan CilincingKecamatan Cilincing Jakarta Utara melalui metode problem posing.Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 244 Jakartadengan subjek penelitian siswa SMP N 244 kelas VIII-D semester 2 (genap) tahunpelajaran 2017/2018.Problem posing adalah kegiatan perumusan soal atau masalah olehpeserta didik. Peserta didik hanya diberikan situasi tertentu sebagai stimulusdalam merumuskan soal/masalah. Berkaitan dengan situasi yang dipergunakandalam kegiatan perumusan masalah/soal dalam pembelajaran matematika, soaldapat dibangun melalui beberapa bentuk, antara lain gambar, bendamanipulatif, permainan, teorema/konsep, alat peraga, soal, dan solusi dari soal.Problem posing dapat juga dibedakan menjadi dua macam situasi atau konteks,yaitu konteks formal bisa dalam bentuk simbol (kalimat matematika) atau dalamkelimat verbal, dan kontek informal berupa permainan dalam gambar ataukalimat tanpa tujuan khusus.Berdasarkan deskripsi hasil pengamatan dan evaluasi siklus di atasmenunjukkan bahwa pemberian tindakan pembelajaran Matematika denganmenggunakan metode problem posing sudah dapat meningkatkan hasil belajarmatematika secara signifikan walaupun masih ada 3 orang siswa yang belummencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) materi bangun ruang sisi datar(kubus dan Balok ). Oleh karena itu, tindakan perbaikan tidak akan dilaksanakanpada siklus berikutnya. Hal ini disebabkan kurangnya waktu dan dana yangdimiliki peneliti.Kata Kunci : Belajar, Hasil Belajar Matematika dan Metode Problem Posin
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK PADA SISWA KELAS VI SDN PULOGEBANG 05
Metode diskusi kelompok dalam pembelajaran pendidikan pendidikan Kewarganegaraandapat meningkatkan motivasi siswa di Kelas VI SDN Pulogebang 05, Jakarta Timur. Ketertibansiswa dalam pembelajaran pendidikan kewaganegaraan dengan metode diskusi kelompokdapat melibatkan kemampuan intelektual, sosial dan emosional secara terpadu sehinggamemunculkan potensi siswa merangsang berpikir analisis, mampu bekerja sama, sertamampu memecahkan masalah secara bersama dalam kelompok diskusi. Siswa lebihmenikmati pembelajaran dan mengikuti pelajaran dengan penuh semangat dan antusiasserta gembira, serta motivasi yang diharapkan bisa tercapi. Pembelajaran melalui metodediskusi kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar PKn. Hal ini dapat dilihat dengananalisis siklus I dengan pengamatan motivasi siswa sebesar 84,79% dan pengamatan motivasibelajar siklus II ini melampaui target yang ditentukan yaitu metode diskusi kelompok mampumeningkatkan memotivasi belajar PKn di Kelas VI SDN Pulogebang 05, Jakarta Timur. Melaluipembelajaran ini tidak hanya motivasi belajar yang meningkat tetapi juga siswa mampubekerja sama dalam kelompok sehingga memiliki sikap positif tahapan pembelajaran PKn.Peningkatan motivasi belajar PKn melalui metode diskusi kelompok ini ditunjukkan dengansemangat dan kerja sama berdiskusi kelompok belajar pendidikan kewarganegaraan di KelasVI SDN Pulogebang 05, Jakarta Timur.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pendidikan Kewarganegaraan, Metode Diskusi Kelompo
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN SISI LENGKUNG MELALUI METODE INQUIRY PADA SISWA KELAS IX-D SMP NEGERI 30 JAKARTA UTARA
The main obstacle in mathematics learning is the selection of less precise learning method. Lessonsthat use only conventional methods tend to be boring and less interesting because they tend to goone way without actively involving students. As a result the learning outcomes are less satisfactory(under KKM). All potential students also can not develop optimally with the use of learning methodsthat are not in accordance with the needs and characteristics of students. Based on the abovebackground, the authors provide the formulation of the problem as follows: "Whether the applicationof Inquiry learning model can improve the learning outcomes of mathematics of building curved sidespace (BRSL) for students of class IX-D SMP Negeri 30 North Jakarta. The purpose of this studyauthors are: 1) To determine whether the method of inquiry can improve the quality of mathematicslearning. 2) To find out whether the inquiry method can improve the quality of mathematics learningmore enjoyable for students. 3) To find out whether the inquiry method can create a conducivesituation that encourages students to achieve more / get maximum learning outcomes. In conclusion,after classroom action research was conducted: 1) Inquiry method can improve mathematicslearning outcomes in grade IX-D students of SMP Negeri 30 Kecamatan Koja. This is evident from thevalue of mathematics learning outcomes of learners who increase in each cycle (cycle I = 7.25, cycle II= 7,925). In cycle II get higher value than the value of KKM mathematics subjects and includes verygood criteria. 2) Inquiry method in accordance with the needs and characteristics of students of classIX-D SMP Negeri 30 Jakarta are energetic and active. This is evident from the average value ofstudent activity that increases in each cycle.Keywords: Mathematics Learning Outcomes, Inquiry Method
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN DESAIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KOTA TANGERANG SELATAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh (1) Iklim Organisasi, (2) Desain Kerja, (3)Produktivitas Pegawai Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Penelitian dilakukan denganmenggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif-kausal dengan menggunakan analisisjalur. Populasi target adalah seluruh pegawai Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan berjumlah112. Penelitian ini menggunakan sampel 88 yang ditentukan dengan rumus Slovin. Hal inimenunjukkan: pertama, ada efek positif antara iklim organisasi dan produktivitas. Kedua, ada efekpositif antara desain kerja dan produktivitas. Ketiga, ada pengaruh positif antara iklim organisasidan desain kerja.Keywords: organizational climate, job design, and productivity.Kata Kunci: Iklim Organisasi, Desain Kerja, Produktivita
PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGERTAHUAN SOSIAL MELALUI MODEL MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VIII.C SMP NEGERI 200 JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswakelas VIII.C SMP Negeri 200 Jakarta khususnya pada standar kompetensi sistemperekonomian Indonesia melaui penerapan model pembelajaran Make A Match.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksakandalam dua siklus dengan tiga pertemuan melalui tahapan perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian mengguanakan lembarobservasi dan lembar test kepada siswa setelah pelaksanaan silkus satu danperlakuan model pada akhir siklus dua. Objek tindakan yang terlihat dalampenelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII.C SMP Negeri 200 Jakartapada semester dua tahun pelajaran 2013 – 2014 selama bulan Januari – Junitahun 2014. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik meningkatdari siklus satu ke siklus dua. Peningkatan tersebut berkonsentrasi dan perhatiansecara penuh pada penjelasan guru dari 71% menjadi 86%. Persiapan pesertadidik juga meningkat ada peningkatan mempersiapkan diri untuk menghadapimateri pembelajaran dari 71% menjadi 94%. Diketahui juga adanya peningkatanpeserta didik yang aktif mencari sumber belajar dan Make A Match dari 63%menjadi 71%. Kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan guru jugameningkat yaitu dari 43% menjadi 71%. Dan berdasarkan hasil pretest danpostest dari siklus satu ke siklus dua yaitu dari skor 1910 menjadi 2500 dan dari2570 menjadi 3150. Ketuntasan belajar siswa otomatis meningkat dari 20%menjadi 43% dan dari 46% menjadi 86%.Kata Kunci: Hasil Belajar, Model Make A Match, Sistem Perekonomia
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Model pembelajarankarakter berbasis Al-Qur’an ini mengusung teori IntegralCharacter Teosentris sebagai upaya menggali potensi peserta didik agarmenjadi manusia yang beriman dan bertakwa serta memiliki akhlak mulia.Teori Integral Character Teosentris memiliki kesamaan denganteori The schoolof British Empiricism yang digagas olehJohn Locke dan Teori Konvergensidalam pendidikan yang dipelopori oleh William Stern. Tetapi teori IntegralCharacter Teosentris berbeda pandangan denganteori Nativisme yangi dikenaldalam ilmu pendidikan sebagai Pesemisme Paedagogis yangdipeloporioleh Arthur Schopenhauer. Teori Nativisme disebut pula dengan biologisme,karena mementingkan kehidupan individu saja, tanpa memperhatikanpengaruh-pengaruh dari luar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode R & D.Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Temuanbaru dari penelitian ini adalah memberikan alternatif dan pengembanganyang semula 18 nilai karakter versi Kemendikbud diperluas agar aspek yangbelum tersentuh dapat diaplikasikan sebagai upaya mencetak generasi yangberakhlak mulia dan berkarakter. Karakter utama yang diabadikan dalam AlQur’an,terutama pada nilai karakter; menebar salam, ikhlas, sabar,menghargai waktu, syukurdan istighfar dapat diaplikasikan pada setiappertemuan matapelajaran.Sintak atau langkah-langkah model pembelajaran berkarakter dengan nilainilaikarakter Qur’ani adalah sebagai berikut; (1) Salam pembuka (nilaikarakter menebar salam), (2) Membaca Basmalah (nilai karakter ikhlas), (3)Membaca QS. Al-‘Ashr (nilai karakter sabar dan menghargai waktu), (4)Kegiatan inti pembelajaran, (5) Evaluasi inti pembelajaran, (6) Penutup;ucapan hamdalah (nilai karakter syukur) dan doa kafaratul majelis (nilaikarakter taubat).Kata kunci: Model Pembelajaran, Karakter Qur’an
AKURASI METODE CONCORDANCE BERDASARKAN PANJANG TES DAN UKURAN SAMPEL
his research was aimed to examine the accuracy of concordancemethod on linear method, and equipercentile method. The accuracy of thosetwo concordance methods is revealed through the average score of the rootmean square deviation (RMSD) base on test length of 20 or 30 and sample size of100 and 150. This research used two sets of test instrument, namely the FinalExamination of Chemistry, in which each was developed by SMPN 223 JakartaTimur and SMPN 196 Jakarta Timur. Both of these two sets of test instrumentwere developed based on different construct on its indicator. The method usedwas an experimental method. Random Sampling with replacement techniquewith 20 replication was used. Research hypotheses were tested by using analysisof twoway anova (ANAVA). The study concluded that: (1) there was difference inthe average score of the RMSD between the linear methods and equipercentilemethod when viewed statistically and no difference in the average score of theRMSD between sample size, and (2) viewed empirically, the difference of theaverage score of the RMSD of the three concordance methods was not large ontest length 20 or 30 and sample size 100 or 150. The average score of RMSDwhen perceived by the linear method is 0,749; 0,747; 0,825; 0,809, and whenperceived by the equipercentile methodis is 1,051; 0,965; 1,105; 1,103 (sequenceon test length 20 or 30 and sample size 100 or 150). This indicated that linearmethod was more accurate compared to equipercentile method.Keywords: accuracy, concordance method, linear method, equipercentilemetho
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE MONTESSORI DI TK KIDEA KELAPA GADING JAKARTA UTARA
Latar belakang yang menjadi permasalahan adalah penggunaan metode Montessori di TK KIDEAdapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak usia 5-6 tahun dengan baik.Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif dengan mengambillatar pada anak kelompok B TK KIDEA Kelapa Gading Kec: Kelapa Gading Kelurahan : Kelapa gadingJakarta Utara. Penelitian ini menggunakan 3 siklus dan dalam setiap siklusnya terdiri dari tahapan –tahapan kegiatan yang meliputi 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi dan 4). refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Montessori yang telah dilaksanakanterbukti dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Kemampuan anak dalam berbahasaInggris pada pra siklus sebesar 20%, siklus 1 sebesar 55%, meningkat ke siklus 2 sebesar 88%.Kata kunci: Kemampuan Berbahasa Inggris, Metode Montessori, Anak Usia 5-6 TK KIDE