Bina Manfaat Ilmu: Jurnal Pendidikan
Not a member yet
74 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK KELAS VIII MELALUI KONSELING EKLEKTIK DENGAN PERILAKU ATTENDING DI SMP NEGERI 231 JAKARTA
Kedisiplinan merupakan kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku individu yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Guru Bimbingan Konseling mempunyai tanggungjawab terhadap kedisiplinan peserta didik. Konseling eklektik dengan menerapkan teknik perilaku attending merupakan keterampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengekspresikan atau mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran, perasaan ataupun tingkah lakunya. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 231 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kuantitatif (mixed methods research design), dan jenis Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Pada pra siklus dihasilkan skor observasi 13 artinya kedisiplinan peserta didik rendah. Pada siklus I di peroleh skor 28 artinya kedisiplinan peserta didik sedang. Konseling eklektik dengan perilaku attending dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik sedikit demi sedikit. Pada siklus II diperoleh skor 37 artinya kedisiplinan peserta didik sangat tinggi. Konseling eklektik dengan perilaku attending dapat meningkatkan kedisiplinan peserta didik, separti siswa dapat berangkat dan pulang sekolah tepat waktu, dan siswa sudah mentaati peraturan sekolah, serta mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan disipli
METODE INKUIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI NEGARA BERKEMBANG DAN MAJU BAGI SISWA KELAS IX-1 SMP NEGERI 177 JAKARTA SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2016/2017
Rendahnya mutu dan kualitas pendidikan menjadikan guru dianggap sebagai komponen yang paling berpengaruh karena perannya dalam mendidik dan membina anak didik di lingkungan pendidikan formal. Hal ini tersebut berarti bahwa guru harus berupaya untuk meningkatkan sikap profesionalismenya secara teguh, sehingga guru dapat menjdai pioner utama dalam keberhasilan pendidikan. Guru dituntut untuk lebih bersikap profesional yang senantiasa berusaha mengembangkan kegiatan belajar-mengajar. Pengembangan kegiatan belajar-mengajar tersebut dapat terlihat melalui keterampilan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasi oleh guru adalaha keterampilan memilih dan menentukan metode pembelajaran. Penggunaan metode yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar akan menyebabkan siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar dituntut agar antara guru dan siswa terjadi interaksi yang efektif. Jika dalam kegiatan kegiatan pembelajaran siswa tidak aktif, maka kegiatan pembelajaran tersebut tidak akan berlangsung dengan lancar dan akibatnya siswa tidak mampu menguasi materi yang disampaikan guru dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran menjadi dasar pokok keberhasilan aktifitas belajar mengajar. Salah satu metode belajar yang bisa mendukung adalah kegiatan pengajaran berbasis inkuiri. Pembelajaran inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam pembelajaran ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan pengajaran berbasis inkuiri memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (62,50%), siklus II (85,00%), siklus III (100%)
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA STANDAR KOMPETENSI SEGI TIGA DAN SEGI EMPAT DENGAN METODE STAD BAGI SISWA KELAS VII1 DI SMP NEGERI 53 JAKARTA UTARA
Penelitiaan ini bertujuan meningkatkan hasil belajar Matematika melalui bimbingan belajar siswa.Metode yang digunakan adalah kooperatif tipe Stad, yang diharapkan agar siswa termotivasi dalam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar baik secara pribadi maupun kelompok.Kelompok belajar yang menjadi sasaran penelitian adalah siswa kelas VII 1 SMPN 53 Jakarta sebanyak 34 siswa.Penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus dan satu siklus terdiri dari dua pertemuan.Tiap pertemuan ada empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Instrumen yang digunakan adalah tes tulis, angket dan lembar observasi.Pada tiap siklus siswa membntuk 7 kelompoksesuai bidang datar yang diamati dan dibahas di kelompok sebelum dipresentasikan. Dari siklus I hasil belajar menunjukan nilai rata-rata siswa 7,0 sedangkan siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 7,8. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukan adanya kesesuaian belajar dengan kelompok tipe Stad dan dapat meningkatkan hasil belajar sisw
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengalikan Bilangan cacah dengan Menggunakan Metode Perkalian Untuk Siswa Kelas II SDN.Setia Asih 05 Tahun 2017/2018
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengalikan Bilangan cacah dengan Menggunakan Metode Perkalian Untuk Siswa Kelas II SDN Setia Asih 05 Tahun 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar perkalian melalui media corong perkalian. Yang di laksanakan di SDN Setia Asih 05 Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi. Dengan subyek siswa sebanyak 24 anak yang terdiri dari murid laki-laki 13 dan 11 murid perempuan. Metode yang di gunakan adalah permainan dan demontrasi kelas dengan rancangan tindakan siklus model Jhon Elliot. Dengan empat tahapan yaitu, Perencanaan, tindakan, pelaksanaan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar soal, dengan keberhasilan pada siklus I 29,2% ada peningkatan pada siklus ke II yaitu 62,5% maka adanya kenaikan 50%. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus dimana setiap siklusnya empat kali tahapan, tahapan pertama yaitu merencanakan dan menyiapkan media yang akan digunakan, tahapan ke dua tindakan kemudian melaksanakan pembelajaran dan terakhir mengadakan refleksi untuk mengetahui keberhasilan siswa. Dari pembelajaran menggunakan media corong berhitung, maka ada peningkatan sekitar 50%. Oleh karena itu maka media ini cukup berhasil untuk pembelajaran matematika. Kata Kunci : Perkalian bilangan cacah, corong perkalia
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Pembelajaran Berbantuan Komputer Pada Siswa Kelas Ix-A Smp Negeri 116 Jakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan bahwa hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 116 Jakarta pada ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas yang bila dibandingkan dengan mata pelajaran lain masih rendah, yaitu rata-rata kurang dari 60. Pemahaman siswa terhadap soal pemecahan masalah matematika pun masih sangat rendah. Rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya guru masih menggunakan metode konvensional serta dominasi guru dalam proses pembelajaran. Meskipun alat peraga dan media lain telah mulai banyak dimanfaatkan, namun penggunaannya cenderung didemonstrasikan oleh guru, bukan siswa. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi pasif dan lebih banyak menunggu sajian dari guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan serta kemampuan matematikanya. Dengan demikian proses pembelajaran menjadi kurang bermakna dan menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Sehubungan dengan permasalahan di atas, melalui penelitian ini diharapkan memperoleh cara yang tepat untuk perbaikan kualitas pembelajaran matematika di SMP Negeri 116 Jakarta dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui penerapan pembelajaran berbantuan komputer dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 116 Jakarta, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna sehingga hasil belajar matematika siswa dapat meningkat, yaitu mencapai rata-rata 71. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-A sebanyak 36 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus dimana setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pembelajaran pada siklus I difokuskan pada materi tentang Kesebangunan dan siklus II difokuskan pada materi Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan pembelajaran berbanuan komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbantuan komputer dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-A semester ganjil tahun pelajaran 2017/ 2018. Hal ini terbukti dari perolehan hasil belajar siswa yang terus meningkat. Dari 36 orang siswa hasil tes awal (pre-test) yang mencapai nilai KKM hanya 16,67%, sedangkan yang diharapkan adalah 75% siswa mencapai KKM (nilai 71). Pada siklus I, banyak siswa yang mencapai nilai KKM menjadi 69,44%. Pada siklus II, hasil belajar siswa mengalami peningkatan dimana banyak siswa yang mencapai nilai KKM meningkat menjadi 91,67%.Kata Kunci: Matematika, Hasil belajar, Pembelajaran berbantuan kompute
Analisis Langkah-Langkah Penyelesaian Soal Matematika Tipe High Order Thinking Skill (HOTS) Bentuk Pilihan Ganda
Soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Merupakan level kemampuan berpikir tingkat tinggi karena harus mampu mengingat, memahami, menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural serta memiliki logika dan penalaran yang tinggi untuk memecahkan masalah kontekstual. Untuk dapat menyelesaikan soal HOTS dengan tepat diperlukan langkah-langkah yang tepat. Tanpa langkah yang tepat maka akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan jawaban dan bahkan jawaban dari pertanyaan akan menjadi bias, tidak sesuai dengan pertanyaan. Artikel ini berisi hasil kajian berbagai literatur yang memberikan deskripsi tentang bagaimana langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan soal HOTS model pilihan ganda. Dengan langkah yang tepat maka menyelesaikan soal akan lebih terarah dan dapat memperoleh jawaban yang tepat. Kata kunci: Soal HOTS, langkah-langkah, kemampuan berpikir
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Kegiatan Belajar Mengajar Kurikulum 2013 Dengan Gerakan Literasi Sekolah
Esensi gerakan Literasi sekolah adalah sebuah kegiatan untuk meningkatan budaya baca siswa baik nonmateri pelajaran maupun materi pelajaran, yang melibatkan warga sekolah peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, komite, akademisi, tokoh masyarakat, alumni, dan para pelaku dunia usaha.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif yaitu untuk memahami Gerakan Literasi Sekolah ( di SMP N 244 Jakarta ). Strategi Gerakan Literasi Sekolah kepala sekolah SMP N 244 Jakarta dalam meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar menggunakan kurikulum 2013.Kata kunci: Strategi Kepala Sekolah, Gerakan Literasi Sekolah, Kualitas KB
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR
Bahasa merupakan alat komunikasi yang selalu di gunakan setiap hari, namun kenyataannyadi SDN Segara Makmur bahwa pelajaran Bahasa Indonesia banyak sekali kendalanyakhususnya bercerita, hambatan tersebuat berasal dari siswa tersebut. Siswa masih sulit untukbercerita. Guru harus dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk lebih menyenangi matapelajaran Bahasa Indonesia. Hanya mencapai 44,7% saja siswa dapat melakukan kemampuanberbicara di kelas VI pada semester dua SDN Segara Makmur 03 dan memahami maka untukmeningkatkan kompetensi siswa dalam bercerita perlu menggunakan media yang dapatmenarik minat belajar siswa mengenai bercerita, maka perlunya digunakan media kartubergambar agar hasil belajar siswa lebih optimal.Metode yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas model Jhon Elliot yang terdiri dari2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan danrefleksi. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data meliputi tes dan non tes, berupauraian dan obsrevasi.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar di atas KKM dari Pra-siklus sebanyak 17orang dengan rata-rata 73,8. Pada Siklus I dengan hasil belajar di atas KKM ada peningkatanmenjadi 23 orang dengan rata-rata 74,4 ada peningkatan sekitar 6 orang atau sekitar 15,8 %.Pada siklus ke II Rata-rata hasil belajar di atas KKM sebanyak 34 orang dengan rata-rata 77,2ada peningkatan 11orang ada peningkatan sekitar 29%. Pembelajaran dengan menggunakankartu bergambar pada materi berbicara dapat meningkatkan kemampuan berbicara.Pembelajaran dengan menggunakankartu bergambar pada materi berbicara dapatmembantu siswa berlatih berbicara di depan umum.Kata kunci: kartu bergambar, kemampuan berbicara sisw
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Melalui Penerapan Pendekatan Concrete-Representational-Abstract (CRA)
Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas IX-C SMP Negeri 152 Jakarta melalui penerapan pendekatan Concrete-Representational-Abstract (CRA). Berdasarkan hasil observasi di kelas IX-C SMP Negeri 152 Jakarta, menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa rendah, sehingga perlu ditingkatkan. Penerapan pendekatan Concrete-Representational-Abstract (CRA) dapat menjadi alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas. Terdapat tiga tahap pada pendekatan CRA. Tahap pertama yaitu concrete. Guru dan siswa memegang alat peraga. Guru menjelaskan unsur-unsur bangun ruang sisi lengkung, siswa mengamati penjelasan guru, dan menunjukkannya pula pada alat peraga yang dipegang. Tahap kedua yaitu representational. Siswa menggunting setiap bagian dari alat peraga dan menjadikannya jaring-jaring. Selanjutnya jaring-jaring bangun ruang tersebut ditempel pada kertas dan siswa menuliskan unsur-unsurnya. Tahap ketiga yaitu abstract. Siswa berdiskusi bersama kelompoknya untuk menyelesaikan kegiatan yang terdapat pada LKS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan pembelajaran pada setiap siklus dilakukan dengan menerapkan pendekatan CRA. Terdapat enam subjek penelitian yaitu dua siswa yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata, dua siswa memiliki kemampuan akademik rata-rata, dan dua siswa memiliki kemampuan akademik di bawah rata-rata. Siswa diberikan tes akhir siklus untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan Agustus sampai bulan September 2017 di kelas IX-C SMP Negeri 152 Jakarta tahun ajaran 2017-2018. Siswa di kelas IX-C berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CRA dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Hal tersebut berdasarkan pada peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemahaman konsep matematika selama tiga siklus. Rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas IX-C pada siklus I yaitu 59,31 meningkat pada siklus II menjadi 77,48 dan meningkat kembali pada siklus III menjadi 87,76. Pada siklus I hanya 19,44% siswa yang mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), pada siklus II meningkat menjadi 77,78% dan pada siklus III meningkat menjadi 88,89%
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMA YANIIC (YAYASAN NURWULAN IQRA ISLAMIC CENTRE) JAKARTA UTARA
Esensi kepemimpinan adalah kepengikutan (followership), yaitu kemauan bawahan untukmengikuti keinginan pemimpinnya. Kepala sekolah berperan sebagai kekuatan sentral yangmenjadi penggerak kehidupan sekolah, memahami tugas dan fungsinya demi keberhasilansekolah serta memiliki kepedulian. Kenyataan di lapangan, kepala sekolah belum banyak yangberimprovisasi menampilkan kepiawaiannya. Asumsi rendahnya mutu kepala sekolahdisebabkan oleh ketidaktransparan perekrutan kepala sekolah, kurangnya forum peningkatanmutu kepala sekolah, kedisiplinan serta rendahnya motivasi. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif yaitu untukmemahami perkembangan guru. Strategi kepemimpinan kepala sekolah SMA YANIIC(Yayasan Nurwulan Iqra Islamic Centre) Jakarta Utara dalam meningkatkan kinerja gurumenunjukkan kepemimpinannya dengan gaya demokratis, tidak gegabah dalam bersikap danmengambil keputusan, selalu bermusyawarah. Strategi yang dilakukan kepala sekolah dalammeningkatkan kinerja guru yaitu dengan pembinaan disiplin, menjadi teladan bagi guru danpeserta didik, mengadakan seminar dan pelatihan, bekerja sama dengan lembaga pendidikanlain, mendatangkan para ahli, memberi kesempatan kepada guru untuk saling mengadakansupervisi, menyediakan dan mengoptimalkan sarana dan perlengkapan pendidikan.Pemberian motivasi kepada guru, kerja sama yang harmonis, melibatkan guru dalam setiapkegiatan, berusaha untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan guru dalam menjalankantugasnya, pemberian penghargaan kepada guru untuk meningkatkan kinerja, memberikanrasa aman di sekolah, damai, menerapkan prinsip kekeluargaan yang didasari niat ibadah.Kata kunci: Strategi Kepala Sekolah, Kinerja Gur