Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Not a member yet
    4139 research outputs found

    Studi Penggunaan Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) sebagai Subtitusi Tulangan Baja Konvensional pada Model Bangunan Gedung 8 Lantai

    Get PDF
    Dalam dua dekade terakhir, tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) telah banyak digunakan sebagai pengganti tulangan baja konvensional pada perkuatan struktur beton. Tulangan GFRP memiliki kelebihan yakni kuat tarik yang tinggi, berat jenis yang relatif ringan dan durabilitas yang baik terhadap korosi. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Canada, China, Jepang, dan Jerman telah membuat pedoman dan berhasil dalam mengaplikasikan tulangan GFRP sebagai perkuatan pada struktur bangunannya. Di Indonesia, Standar Nasional Indonesia (SNI) baru mengeluarkan peraturan terkait panduan perancangan dan pelaksanaan beton struktural bertulangan batang serat berpolimer yang diatur dalam SNI 8970:2021. Dengan adanya SNI tersebut dan menimbang kelebihan GFRP, maka diperlukan persiapan dan studi untuk membuktikan kelayakan penerapan teknologi perkuatan tulangan GFRP di Indonesia. Pada studi ini, dilakukan komparasi desain elemen struktur beton dengan perkuatan tulangan baja dan tulangan GFRP dari aspek batas kekuatan, aspek batas kelayakan, dan efisiensi pada model bangunan gedung 8 lantai dengan pembebanan dan dimensi profil elemen struktur yang sama. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari penggunaan tulangan GFRP sebagai subtitusi tulangan baja konvensional untuk perkuatan pada elemen struktur beton. Dari hasil komparasi disimpulkan bahwa meskipun tulangan GFRP memiliki kuat tarik yang lebih tinggi sampai 2 kali dan berat jenis yang lebih rendah sampai 4 kali dibanding tulangan baja, akan tetapi penggunaan tulangan baja masih lebih efisien hingga 41% aspek kebutuhan panjang total tulangan dan 64% biaya total material tulangan dibandingkan dengan penggunaan tulangan GFRP. Namun pada aspek berat total tulangan, struktur bertulangan GFRP lebih efisien sampai 61% dibanding struktur bertulangan baja. Mayoritas desain elemen struktur beton terkontrol oleh batas kelayakan khususnya lebar retak dibandingkan kontrol batas kekuatan. Syarat detailing pada tulangan GFRP juga lebih kritis dibandingkan dengan detailing pada tulangan baja. Hal tersebut yang mengakibatkan tulangan GFRP tidak lebih efisien dibandingkan tulangan baja sebagai perkuatan pada struktur beton

    Aplikasi Metoda Arsitektur Inklusif pada Ruang Ekspresi Seni bagi Penyandang Disabilitas

    Get PDF
    Arsitektur merupakan satu hal yang muncul dari sebuah kebutuhan manusia, namun faktanya masih banyak fasilitas yang belum terpenuhi khususnya bagi penyandang disabilitas. Dalam kehidupan bermasyarakat, penyandang disabilitas kerap dianggap berbeda dan tidak sederajat dengan non-disabilitas karena keterbatasannya. Sehingga sangat sulit untuk mendapatkan apresiasi atas apa yang mereka lakukan tanpa didasari rasa iba. Oleh karena itu, seni diangkat sebagai media bagi penyandang disabilitas untuk mengekspresikan diri dan emosinya melalui cara yang berbeda-beda sesuai dengan jenis disabilitasnya. Ada tiga aktivitas penting dalam implementasinya, yaitu ekspresi, interaksi dan apresiasi. Arsitektur inklusif hadir sebagai metoda dalam melihat suatu ruang sebagai sistem yang dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan khusus penyandang disabilitas tanpa harus memisahkannya dengan non-disabilitas. Tujuannya adalah untuk menyatukan penyandang disabilitas dengan non-disabilitas kedalam satu ruang dimana mereka saling berinteraksi satu sama lain. Rancangan menggunakan konsep Kacamata yang artinya bertukar perspektif. Dengan dibantu oleh prinsip-prinsip Universal Design, konsep diwujudkan dalam bentuk pengalaman yang berkaitan dengan indera manusia. Rancangan ini adalah wujud sebuah inklusi untuk memfasilitasi penyandang disabilitas dalam mengekspresikan dirinya hingga pada akhirnya dapat diapresiasi oleh non-disabilitas

    Pengaruh Teknik Modulasi terhadap Penerimaan Daya pada Sistem Transfer Daya Nirkabel Frekuensi Radio berbasis Software-Defined Radio

    No full text
    Wireless Power Transfer (WPT) merupakan teknik pengisian daya tanpa kabel sebagai hubungan fisik. Terdapat penelitian yang sedang berlangsung pada Proyek Kolaborasi Pusat ITS berjudul “Wahana Nirawak: Aspek Keamanan Data, Pengisian Enerji, dan Desain Antena 26 GHz” mengenai sistem WPT berupa pesawat nirawak (drone) yang mengisi daya node-node yang sulit dijangkau pada JSN. Gelombang RF ditransmisikan kemudian disearahkan menjadi gelombang DC pada sisi penerima, sehingga dinamakan RF WPT. Diduga PAPR sinyal memengaruhi efisiensi penerimaan daya pada sistem WPT, terutama pada transmisi sinyal multitone. Sehingga penelitian ini mengamati tentang pengaruh teknik modulasi yang digunakan terhadap kinerja penerimaan daya pada sistem WPT, dengan sinyal pemodulasi tone tunggal dan jamak. Dengan memodelkan pemancar menggunakan SDR HackRF One dan penerima menggunakan rectenna, teknik modulasi divariasikan melalui pemrograman pada software GNU Radio. Modulasi yang dikaji meliputi: AM, FM, 2-tone, 4-tone, dan tanpa modulasi, dengan frekuensi pembawa 2.45 GHz. Metode penelitian adalah eksperimen, memisahkan pemancar dan penerima pada jarak tertentu dengan komunikasi line-of-sight, kemudian diambil data berupa Daya Terima RF, Output Tegangan DC, dan Efisiensi Konversi Daya RF-to-DC. Apabila dievaluasi dari segi efisiensi konversi daya, teknik modulasi 4-tone merupakan yang paling efisien dengan η_(RF-DC) mencapai 80.34% pada jarak 40 cm. Pada 60 hingga 120 cm, nilai efisiensi dari kelima teknik modulasi mengalami penurunan yang signifikan menjadi 1~10%. Semakin tinggi PAPR maka efisiensi konversi juga naik, dengan membandingkan PAPR dari modulasi AM 1-tone, 2-tone, dan 4-tone

    Integrasi Data pada Aplikasi Desktop

    Get PDF
    Penggunaan basis data sudah semakin luas dan banyak. Banyaknya data tersebut memerlukan suatu jembatan yang dapat menjadi penghubung antar basis data. Basis data yang banyak digunakan tidak hanya berasal dari satu platform, sehingga dibutuhkan integrasi data yang dapat memudahkan basis data dapat saling bertukar informasi. Penelitian ini membuat desain middleware integrasi data yang mampu mengintegrasikan data yang berada pada basis data yang heterogen, yaitu MySQL, PostgreSQL, dan SQLite. Pembuatan integrasi ini dibangun pada aplikasi middleware yang menjadi penghubung antara pengguna dari sisi client dengan basis data. sDari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa dengan bantuan socket yang menghubungkan antara client dan middleware, client dapat terhubung dengan ketiga basis data melalui middleware dan dapat menjadi backup satu sama lain

    Penerapan Metode Rare Event Weighted Logistic Regression untuk Kasus Data Imbalanced (Studi Kasus : Jenis Perceraian di Kabupaten Bojonegoro)

    Get PDF
    Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang angka perceraian tertinggi di Indonesia beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019, jumlah kasus perceraian di Jawa Timur meningkat sebesar 6.052 kasus dari tahun sebelumnya dan menyumbang 21,6% perceraian di Indonesia. Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu penyumbang tingginya angka perceraian di Jawa Timur. Perceraian menurut kasusnya dibagi menjadi dua yaitu cerai gugat dan cerai talak sehingga salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi faktor signifikan penyebab perceraian adalah metode regresi logistik. Akan tetapi, kasus perceraian di Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 merupakan data imbalanced dengan perbandingan cerai gugat dan cerai talak adalah 71,4% dan 28,6% sehingga pada penelitian ini digunakan metode pengembangan regresi logistik untuk data imbalanced yaitu Rare Event Weighted Logistic Regression (RE-WLR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia penggugat atau pemohon dan tergugat atau termohon ketika menikah, pekerjaan penggugat atau permohon dan tergugat atau termohon, serta sebab perceraian berpengaruh signifikan terhadap jenis perceraian di Kabupaten Bojonegoro dengan nilai ketepatan klasifikasi AUC yang dihasilkan sebesar 85,2% dan termasuk dalam Good Classification

    Perencanaan Geometrik Jalan Rel Kereta Cepat Surabaya-Banyuwangi

    Get PDF
    Perkembangan kereta api didunia sudah sangat pesat dapat dilihat dengan berkembangnya kereta cepat yang dapat mencapai kecepatan lebih dari dua ratus km/jam. Namun perkembangan kereta cepat di Indonesia untuk saat ini hanya perencanaan kereta cepat Jakarta-Bandung. Untuk rute Surabaya-Banyuwangi belum memiliki rencana pengembangan kereta cepat, hal ini dikarenakan perencanaan kereta cepat memiliki kecepatan yang tinggi, yang dalam hal ini mempengaruhi radius dari lengkung horizontal dan lengkung vertikal jalur kereta. Selain itu pengalokasian ruang untuk pengoperasian kereta cepat yang berbeda harus disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Peraturan terkait kereta cepat di Indonesia untuk saat ini belum ada, sehingga pembangunan kereta cepat harus menggunakan peraturan dari negara luar. Oleh karena itu diperlukan studi untuk merencanakan kereta cepat Surabaya-Banyuwangi. Dalam penelitian ini dilakukan pemilihan peraturan untuk perencanaan kereta cepat di Indonesia, pemilihan trase, dan perencanaan geometrik. Metode yang digunakan adalah perbandingan peraturan kereta cepat dari negara China (Code for Design of High-speed Railway, TB10621-2009), Swedia (Spårgeometrihandboken: Track geometry handbook, BVF 586.41, BVH 586.40), dan Jerman (Netzinfrastruktur Technik entwerfen; Linienführung (Net Infrastructure Technical Draft; Alignment, 900.0110). Perencanaan geometrik yang dilakukan adalah perhitungan alinyemen horizontal dan alinyemen vertical,sesuai dengan spesifikasi kereta cepat CRH1A/B/E. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemilihan peraturan dari China (Code for Design of High-speed Railway, TB10621-2009). Trase kereta cepat Surabaya-Banyuwangi mebentang sepanjang 269,703 km dan melalui 3 stasiun.. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kereta cepat di provinsi Jawa Timur

    Studi Eksperimen Efek Penempatan Dinding di Samping Sudu Returning Terhadap Kinerja Turbin Angin Savonius Pada Jarak G/D=1,0018

    Get PDF
    Seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan terbatasnya ketersediaan energi tidak terbarukan, maka pentingnya beralih ke energi baru terbarukan (EBT). Salah satu potensi energi baru terbarukan yang ada di Indonesia adalah energi angin. Pemasangan turbin angin Savonius pada gedung di perkotaan diharapkan mampu memanfaatkan aliran angin yang bebas hambatan dan meningkatkan peran energi baru terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan menempatkan sudu returning turbin angin Savonius di samping model dinding bangunan dengan rasio jarak antara pusat turbin dan dinding terhadap diameter sudu turbin (G/D) sebesar 1,0018 dan variasi kecepatan angin yang digunakan sebesar 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 m/s. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan model dinding di samping returning blade turbin angin Savonius pada jarak G/D = 1,0018 tidak efektif dalam meningkatkan nilai Coefficient of Power dan Coefficient of Moment pada semua kecepatan. Selain itu, penempatan model dinding di samping returning blade turbin angin Savonius pada jarak G/D = 1,0018 efektif dalam meningkatkan kemampuan self-starting turbin pada kecepatan 5 dan 6 m/s yang ditunjukkan oleh peningkatan Koefisien Torsi Statis minimum (CTsmin)

    Analisis Penjadwalan Kegiatan Pengerukan pada Proyek Pembangunan Pelabuhan Bias Munjul

    Get PDF
    Kerusakan CSD Galileo menyebabkan pihak kontraktor menghentikan kerja sama dengan Sub-contractor A dan digantikan dengan Sub-contractor B menggunakan CSD Julong untuk melakukan pengerukan alur pelayaran dan kolam fast boat Pelabuhan Bias Munjul. Pengerukan dengan CSD Julong dilakukan dari Sta. 625 sampai Sta. 0 dan area fast boat. Dikarenakan terjadi penggantian kapal keruk diperlukan penjadwalan untuk kegiatan pengerukan CSD Julong agar sesuai dengan perencanaan awal dan meminimalisir keterlambatan yang memengaruhi keseluruhan proyek pembangunan Pelabuhan Bias Munjul. Metode Critical Path Method (CPM) cukup sering digunakan berbagai proyek, metode tersebut akan dibandingkan dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) yang pengembangan dari metode Critical Path Method. Namun metode CCPM menghilangkan safety times dari keseluruhan durasi pekerjaan dan dikendalikan dengan buffer management. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan terhadap network planning, durasi dan biaya total pekerjaan. Perhitungan waktu buffer menggunakan metode root square mean error method (RSEM). Dalam melakukan analisis penjadwalan dilakukan perhitungan secara manual dan menggunakan software Microsoft Project. Diperoleh penjadwalan dengan metode Critical Path Method (CPM) dapat diselesaikan selama 239 hari. Sedangkan metode Critical Chain Project Management (CCPM) dapat diselesaikan selama 231 hari, dengan penambahan waktu buffer selama 12 hari. Metode CCPM menghasilkan perencanaan penjadwalan dengan durasi lebih cepat 8 hari dibandingkan metode CPM

    Kajian Perkuatan Struktur Rumah Sakit RKZ Surabaya Menggunakan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) Sheets

    Get PDF
    Kejadian gempa sering sekali terjadi di Indonesia karena posisi Indonesia yang menempati zona tektonik sangat aktif. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan terhadap desain struktur yang ada untuk mencegah terjadinya kerugian material dan korban jiwa. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan evaluasi kapasitas struktur terhadap SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 untuk mengetahui kebutuhan perkuatan struktur agar memenuhi standar bangunan terbaru. Perkuatan tersebut dapat meningkatkan kekuatan pada bangunan beton bertulang. Salah satu metode perkuatan yang banyak digunakan dalam dua dekade terakhir ini adalah memberi selubung pada elemen struktur beton menggunakan material Fiber Reinforced Polymer (FRP). FRP adalah material yang memiliki kuat tarik yang tinggi, ringan, tidak cepat karat, dan mudah dalam pelaksanaannnya di lapangan. Dari segi kekuatan, FRP dapat meningkatkan kapasitas lentur dari elemen struktur. Jenis FRP yang sering digunakan dalam perkuatan struktur beton antara lain adalah Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) dan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP). GFRP adalah serat polimer yang terbuat dari matriks plastik diperkuat oleh serat halus dari kaca. GFRP merupakan jenis FRP yang relatif lebih murah dibanding jenis FRP lainnya. Rumah Sakit RKZ Surabaya merupakan salah satu rumah sakit yang terletak di Kota Surabaya dengan total lantai sebanyak 8. Pada tugas akhir ini akan dilakukan evaluasi kekuatan struktur menggunakan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 pada Rumah Sakit RKZ Surabaya. Dari hasil evaluasi respon gempa didapatkan struktur eksisting masih mampu ditambah sebanyak 2 lantai. Dengan penambahan 2 lantai, didapatkan 52 balok membutuhkan perkuatan lentur, 68 balok membutuhkan perkuatan geser, 13 kolom membutuhkan perkuatan aksial – lentur, dan 210 kolom membutuhkan perkuatan geser dari total sebanyak 400 kolom dan 400 balok

    Perumusan Faktor-faktor Penyediaan Perumahan Formal di Surabaya dari Aspek Lahan Kebijakan

    Get PDF
    Dalam mewujudkan permukiman perkotaan berkelanjutan, permasalahan utama yang dihadapi secara umum di Indonesia dan di Kota Surabaya secara khusus adalah ketimpangan antara penyediaan dan permintaan. Telah banyak kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, namun secara fakta masih belum optimal. Pada penelitian ini akan dicari tahu sejauh mana pengaruh faktor penyediaan perumahan guna mengetahui kebijakan dan program perumahan di Kota Surabaya sudah efektif diterapkan atau sebaliknya.Guna mengetahui hal tersebut, identifikasi bentuk kebijakan dan program penyediaan perumahan di Kota Surabaya dianalisis menggunakan analisis konten yang bersumber dari literatur dan wawancara stakeholder. Sedangkan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor penyediaan perumahan di kota surabaya dilakukan menggunakan metode ekonometri berupa regresi linier berganda yang bersumber dari hasil kuesioner responden, data NPOP (Nilai Perolehan Objek Pajak) Kota Surabaya, dan data NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) PBB Kota Surabaya. Hasil berdasarkan model regresi menunjukkan, kenaikan harga rumah, luas bangunan, pajak properti, dan mengikuti program KPR/Insentif BPHTB 10%/ Insentif PPN DTP 50% mempercepat durasi penyediaan lahan. Sedangkan kenaikan luas tanah, prosentase kenaikan nilai lahan, nilai lahan, dan mengikuti program insentif BPHTB 25% justru memperlambat durasi penyediaan perumahan

    3,823

    full texts

    4,139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇