Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Spectrum Handoff pada Teknologi Dynamic Spectrum Access and Sharing untuk Radio Kognitif
Salah satu teknik dalam dynamic spectrum access and sharing yang diimplementasikan pada sistem radio kognitif adalah spektrum handoff. Spektrum handoff merupakan salah satu dari tiga bagian penting dalam teknologi radio kognitif selain spektrum sensing dan spektrum management. Spektrum handoff biasa juga disebut spektrum mobility yang menunjukkan bahwa penggunaan spektrum untuk melakukan transmisi dalam teknologi radio kognitif dapat berpindah-pindah. metode spektrum handoff dapat dibagimenjadi dua macam, yaitu metode spektrum handoff proaktif dan reaktif. Dimana proaktif berarti kanal yang akan ditempati berikutnya telah di-reserve terlebih dahulu dan reaktif berarti kanal dicari ketika dibutuhkan. Model yang digunakan adalah sistem antrian preemptive resume priority M/G/1. Dengan melakukan variasi pada nilai trafik pengguna didapat penggunaan spektrum handoff dapat mengurangi delay pengguna sekunder hingga50% bergantung dari trafik pengguna primer
Studi Proses Ekstraksi Mineral Tembaga Menggunakan Gelombang Mikro Dengan Variasi Waktu Radiasi Dan Jenis Reduktor
Sebuah material tembaga yang berjenis chalcopyrite dengan metode ekstraksi telah selesai dilakukan. Bahan dasar A yang digunakan adalah chalcopyrite(CuFeS2 ), silika (SiO2) serta arang dan briket kokas sebagai reduktor yang disinari gelombang mikro dengan variasi waktu radiasi 40 menit, 50 menit dan 60 menit. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui mekanisme proses ekstraksi mineral tembaga dengan penggunaan gelombang mikro dan untuk mengetahui waktu radiasi dan jenis reduktor yang optimal terhadap peningkatan kandungan tembaga. Studi dilakukan dengan pengujian XRF, SEM, serta XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kandungan Cu yang optimal didapat pada waktu radiasi selama 60 menit dengan menggunakan reduktor arang. Secara umum, semakin lama waktu radiasi dan semakin rendah nilai kalori dari reduktor maka % Wt Cu yang didapat semakin tinggi dengan nilai maksimum 3,53 Cal/gr. Hasil analisis XRD menunjukkan pada semua variasi waktu radiasi senyawa yang terbentuk adalah Cu dan CuS2 yang menandakan bahwa proses ekstraksi berjalan belum begitu sempurna.. Kata Kunci—chalcopyrite, ekstraksi, reduktor,gelombang mikro
Analisa Pengaruh Luasan Scratch Permukaan Terhadap Laju Korosi pada Pelat Baja A36 dengan Variasi Sistem Pengelasan
Pada umumnya jenis pengelasan yang dilakukan di galangan kapal adalah jenis pengelasan SMAW,FCAW,dan GMAW. Masalah yang sering terjadi di lapangan adalah timbulnya goresan pada pelat saat peluncuran kapal secara memanjang (End Launching). Goresan tersebut sangat mempengaruhi lapisan cat pada pelat yang tergores khususnya di sambungan las serta dapat mempercepat laju korosi yang terjadi pada daerah lasan tersebut yaitu weld metal, HAZ, dan base metal. Dan dalam penelitian ini, akan dilakukan pengujian untuk mengetahui laju korosi terhadap material BKI Grade A36 yang telah diberikan perlakuan pengelasan SMAW,GMAW dan FCAW dengan variasi letak dan luasan scratch pada pelat karena dengan luasan scratch yang berbeda – beda akan menghasilkan nilai laju korosi yang berbeda juga. Dari data hasil perhitungan laju korosi tersebut didapat kesimpulan bahwa semakin besar luasan yang dibuat maka laju korosi akan semakin besar. Pengelasan FCAW lebih baik dibandingkan dengan pengelasan lainnya ditinjau dari nilai laju korosi (mmpy). Daerah pengelasan yang terjadi korosi paling besar terletak di HAZ
Evaluasi Lokasi Pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak
Pelabuhan baru akan direncanakan oleh pemerintah kota sebagai antisipasi melonjaknya tingkat kedatangan kapal yang diterima Pelabuhan Tanjung Perak di tahun mendatang. Terdapat 6 lokasi yang salah satunya akan dikembangkan oleh pemerintah sebagai pelabuhan diantaranya adalah di Teluk Lamong, Socah Madura, Tanjung Bumi Madura, Tanjung Bulupandan Madura, Gresik Selatan, dan Gresik Utara. Tugas Akhir ini bertujuan untuk membuktikan indikasi adanya stagnasi di Pelabuhan Tanjung Perak dengan cara melakukan peramalan (forecasting) kemudian mengevaluasi manakah dari keenam lokasi tersebut yang sangat tepat dan cocok untuk menampung limpahan kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak dengan cara menganalisa satu persatu lokasi tersebut dari sudut pandang pemilik barang, dengan menghitung transport cost dari beberapa pelabuhan kandidat tersebut. Sehingga diperoleh suatu lokasi alternatif pengembangan pelabuhan dengan pertimbangan transport cost yang paling minimum menuju lokasi-lokasi industri. Evaluasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah untuk menetapkan lokasi pelabuhan yang tepat dari sisi kacamata ekonomi
Pembuatan Nitroselulosa dari Kapas (Gossypium Sp.) dan Kapuk (Ceiba Pentandra) Melalui Reaksi Nitrasi
Saat ini pemanfaatan kapas dan kapuk masih terbatas penggunaannya dan seiring dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini penggunaan kapas dan kapuk mulai sering banyak yang ditinggalkan. Oleh karena hal tersebut perlu dipikirkan kembali penggunaan kapas dan kapuk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis yang lebih tinggi, diantaranya memanfaatkannya untuk pembuatan nitroselulosa. Tulisan ini menerangkan tentang pengaruh bahan baku selulosa pada proses pembuatan nitroselulosa dari bahan selulosa kapas dan kapuk dengan reaksi nitrasi, yang kedua pengaruh waktu reaksi, suhu reaksi, dan komposisi larutan asam terhadap kualitas nitroselulosa yang dihasilkan, dan yang ketiga perbandingan kualitas nitroselulosa yang dihasilkan dari selulosa kapas dan dari selulosa kapuk. Pada penelitian ini dibagi dalam dua tahapan yaitu tahap pembuatan nitroselulosa dan tahap pengujian ratio %nitroselulosa yang diperoleh dan kandungan gugus nitro dalam nitroselulosa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah diketahui bahwa bahan baku selulosa kapas menghasilkan % rasio nitroselulosa produk lebih besar apabila dibandingkan dengan % rasio yang dihasilkan oleh bahan baku selulosa kapuk. %Rasio nitroselulosa dari bahan kapas adalah 20-50%, sedangkan untuk bahan kapuk adalah 6-30%. Untuk menghasilkan gugus nitro yang paling banyak, pada variabel kapas diperlukan waktu reaksi 30 menit, suhu reaksi 15OC, dan komposisi campuran asam H2SO4 60 ml dan HNO3 45 ml. Sedangkan untuk variabel kapuk, untuk menghasilkan gugus nitro yang paling banyak, pada variabel kapas diperlukan waktu reaksi 60 menit, suhu reaksi 5OC, dan komposisi campuran asam H2SO4 60 ml dan HNO3 30 ml
Implementasi Kontroler P-PI Kaskade untuk Meningkatkan Keakuratan Mesin Bubut CNC
Beberapa industri manufaktur skala kecil menengah masih menggunakan mesin bubut konvensional dalam pengerjaan benda kerja karena tingginya biaya operasional yang dibutuhkan untuk sebuah mesin bubut CNC (Computer Numerical Control). Mesin bubut konvensional memiliki kelemahan yaitu ketidakpastian dan ketergantungan hasil produksi pada operator sehingga menyebabkan mesin ini tidak memiliki efisiensi dan produktifitas tinggi. Kualitas benda kerja yang dihasilkan beragam karena keakuratan saat tracking lintasan tidak dapat dicapai dengan baik seperti pada mesin CNC. Kelemahan ini dapat diatasi dengan cara retrofit dengan menambahkan CNC sebagai pusat kontrol sehingga mesin bubut konvensional dapat bekerja secara otomatis selayaknya mesin CNC. Keakuratan saat tracking lintasan ditingkatkan dengan menggunakan kontroler P-PI kaskade sehingga kualitas benda kerja yang dihasilkan menjadi lebih baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan kontroler P-PI kaskade hasil desain dinilai lebih baik daripada kontroler P-PI kaskade hasil auto-tuning. Tingkat presisi mengalami peningkatan dengan nilai error steady state sebesar 0,88% pada Motor X dan 3,97% pada Motor Z. Error saat tracking lintasan juga lebih kecil dengan nilai indeks IAE sebesar 65.458 pulse pada Motor X dan 82.202 pulse pada Motor
Pemodelan dan Simulasi untuk Meningkatkan Market Share Kartu Prabayar dengan Pendekatan Sistem Dinamik (Studi Kasus PT. Telekomunikasi Selular)
PT Telekomunikasi Seluler adalah perusahaan GSM pertama di Indonesia yang memiliki 2 produk prabayar, yaitu simPATI dan Kartu AS. Sebagai market leader yang memiliki market share sebesar 47,8% pada tahun 2010, tentunya perusahaan harus bisa memprediksi pangsa pasar beberapa tahun kedepan dengan didasarkan pada perkembangan dunia telekomunikasi yang semakin pesat, menuntut setiap perusahaan bersaing dalam menciptakan inovasi terhadap produk mereka. Setelah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor.: 08/Per/M.KOMINFO/02/2006 mulai diberlakukan, dampak yang terjadi adalah penurunan tarif besar-besaran dan terjadi peningkatan jumlah pengguna kartu prabayar. Saat ini, sebagai market leader dari perusahaan telekomunikasi GSM, Telkomsel berupaya untuk tetap bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan market share sebagai operator utama yang diminati masyarakat seiring dengan semakin gencarnya promosi, bonus, dan inovasi dari pesaing. Penggunaan model simulasi sistem dinamik ini akan membantu memecahkan masalah tersebut melalui beberapa skenariosasi yang dilakukan pada model. Hasil dari tugas akhir ini berupa dokumen hasil peramalan menggunakan sistem dinamik untuk mengetahui pengaruh faktor dalam peningkatan market share beberapa tahun kedepan untuk kartu prabayar melalui melalui hasil skenariosasi dari sistem yang diusulkan
Perancangan Boardgame Sebagai Media Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Anak SD Kelas 1
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan cukup penting karena erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat sekolah dasar kelas 1, untuk memudahkan siswa dalam memahami materi yang ada, biasanya para pengajar melakukan pendekatan langsung dengan menunjukkan benda yang nyata. Namun terkadang tidak semua materi dapat disampaikan melalui pendekatan tersebut, misalnya saja pada materi mengenal benda langit serta gerak benda. Para guru tentunya akan merasa kesulitan untuk menunjukkan benda-benda tersebut secara langsung. Untuk memudahkan siswa dalam memahami materi yang ada, dibutuhkan sebuah media pendamping yang mampu membantu memudahkan serta menarik perhatian mereka untuk belajar. Dibutuhkan media pembelajaran yang dapat mencangkup 3 aspek yaitu visual (gambar), audio (diskusi), dan kinestetik (meragakan) dengan cara berkelompok dan didukung suasana yang menyenangkan, untuk membentuk pembelajaran yang efektif. Berdasarkan hasil studi terhadap beberapa pakar, hasil literatur, serta fokus grup diperoleh hasil bahwa boardgame merupakan media yang sesuai yang mampu mencangkup ketiga aspek modalitas belajar tersebut.
Pemodelan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kurs, dan Harga Minyak Dunia dengan Pendekatan Vector Autoregressive
Vector autoregressive (VAR) merupakan salah satu analisis time series multivariate dimana dapat digunakan dalam memprediksi variabel dan berguna untuk menilai keterkaitan antara variabel. Tahapan-tahapan dalam metode VAR meliputi tahap identifikasi, estimasi parameter, dan cek diagnosa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indek Harga Saham Gabungan (IHSG), kurs, dan harga minyak dunia pada periode 2011-2012. Dari hasil analisis didapatkan model VAR yang sesuai adalah VAR(4,1,0) dengan nilai AIC terkecil sebesar 15,7437. Selain itu hasil MAPE dan RMSE pada ketiga variabel yaitu variabel IHSG sebesar 1,85 dan 88,076; variabel kurs sebesar 0,89 dan 84,9237; sedangkan variabel harga minyak dunia sebesar 0,83 dan 0,009694