Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Implementasi Budaya Mataraman-Nganjuk pada Interior Ruang Tunggu Penumpang Terminal Bus Anjuk Ladang
Secara awam, terminal dapat dikategorikan sebagai salah satu ruang layanan publik dan merupakan komponen sistem pengadaan moda yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian secara temporer bagi angkutan umum untuk mengangkut atau menurunkan penumpang serta barang ke tempat tujuan final serta berfungsi menjadi sistem kendali, tempat pengawasan, pengaturan, dan pengelolaan arus jalur penumpang dan/atau kargo. Terminal Bus Anjuk Ladang adalah terminal penumpang tipe B dan merupakan terminal utama terbesar di Kabupaten Nganjuk. Setelah pengelolaan terminal dialihkan kembali kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan telah selesai renovasi pada tahun 2018, desain eksterior maupun interior terminal menjadi semakin modern. Namun desain ini juga memiliki kekurangan, yaitu minimnya identitas yang diterapkan pada desain interior. Terutama pada ruang tunggu penumpang di terminal yang memiliki peran krusial dalam ruang pelayanan publik ini, memiliki alur sirkulasi yang kurang jelas dan desain yang umum.Penulis memperoleh data-data yang diperlukan untuk mendukung perancangan dengan menerapkan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif. Untuk penyelesaian permasalahan, penulis merancang desain interior pada ruang tunggu terminal dengan pengaplikasian budaya Mataraman-Nganjuk. Dengan mengimplementasi kebudayaan lokal Mataraman yang merupakan sejarah terbentuknya Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menjadi identitas lingkungan
Perancangan Pusat Kegiatan Lanjut Usia dengan Pendekatan Biofilik dan Inklusi di Kota Malang
Keadaan kesepian yang dialami lansia adalah keadaan orang lanjut usia merasa sendiri, merasa seperti terisolasi, seperti tidak memiliki seorangpun untuk dijadikan pelarian karena ditinggal anak yang sudah berkeluarga dan terisolasi dari lingkungan sosial karena umur. Keadaan pandemi saat ini semakin membebani kehidupan lansia yang mengharuskan untuk tetap dirumah saja. Kebanyakan bangunan bagi lansia terkait dengan fasilitas kesehatan seperti panti jompo. Kota Malang merupakan kota yang memiliki populasi lansia yang cukup tinggi. Angkanya bertambah setiap tahun, namun masih jarang ditemukan wadah dengan fasilitas khusus untuk kebutuhan lansia yang bertujuan menampung kebutuhan beraktifitas serta berekreasi. Strategi desain yang digunakan untuk mewadahi active aging ini adalah pendekatan inklusif dan biofilik. Psendekatan inklusif dilakukan untuk satu kelompok eksklusif dengan desain yang detail untuk mempermudah aktivitas pengguna
Perancangan Desain Motif Tekstil Bertema Hewan Endemik sebagai Pengembangan Industri Mode di Indonesia
Industri mode di Indonesia memiliki banyak peminatnya dan pada setiap tahunnya mengalami peningkatan. Elemen penting dalam industri mode ini merupakan bahan tekstil motif, dengan hal ini diperlukan untuk menambah aset desain motif tekstil yang dapat bersaing di Indonesia. Di industri ini banyak objek yang telah dieksplorasi untuk dijadikan motif, tetapi jarang ditemukan objek dari hewan endemik. Dari keindahan hewan endemik ini menunjukkan potensi besar untuk dieksplorasi yang dikembangkan dari bentuk, makanan, dan habitat hewan endemik. Hewan endemik juga perlu dikenalkan pada masyarakat, dapat dengan cara menggunakan produk yang banyak peminatnya seperti fesyen. Metode penelitian perancangan ini menggunakan studi literatur, observasi, kuisioner, persona, studi eksperimental, prototyping, depth interview, dan market test. Hasil dari sebuah perancangan ini adalah motif tekstil bertema hewan endemik menggunakan ilustrasi berkonsep whimsical, stilasi dan conversational untuk diaplikasikan pada kain untuk digunakan pada berbagai produk pakaian. Produk tersebut berada dalam sebuah merek yang terintegrasi untuk mencapai sebuah produk yang dapat memberikan infromasi konservasi dari hewan endemik. Tema motif ini diharapkan dapat memperkaya motif grafis dalam tren industri fesyen di Indonesia dan memperkenalkan hewan endemik pada masyarakat sehingga tidak sampai mengalami kepunahan
Pemodelan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persentase Stunting pada Balita di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Data Panel
Gizi yang berkualitas merupakan penentu keberlangsungan hidup, kesehatan, serta pertumbuhan anak. Kondisi stunting mempengaruhi anak usia balita. Stunting dapat menimbulkan dampak jangka panjang, antara lain hambatan pertumbuhan, penurunan kemampuan kognitif dan mental, kerentanan terhadap penyakit, produktivitas ekonomi rendah, dan kualitas hasil reproduksi rendah. Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan prevalensi stunting mencapai 27,67 persen. Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap persentase stunting pada balita di Indonesia dari tahun 2015 hingga tahun 2019 digunakan metode regresi panel, metode regresi data panel merupakan metode dengan menggabungkan data cross section dan time series. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu persentase stunting, persentase pemberian ASI Eksklusif, persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak, dan cakupan kunjungan ibu Hamil K-4 dengan unit observasi 34 provinsi. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya multikolinearitas antar variabel independen. Model estimasi terbaik yang diperoleh untuk menganalisis persentase stunting pada balita di Indonesia adalah FEM antar individu dan waktu dengan variabel yang berpengaruh signifikan yaitu cakupan kunjungan ibu hamil K-4 dengan R2 sebesar 85,23 persen
Perancangan dan Evaluasi Konten Media Sosial bagi UMKM Sambal Ning Niniek dengan Pendekatan Design Thinking
Adanya kemajuan teknologi dan perkembangan teknologi berdampak pada seluruh sektor yang dapat mempermudah aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi era pemasaran saat ini. Pada tahun 2019 jumlah Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pada bidang FnB pada tahun 2019 (Food and Beverage) di Jawa Timur mencapai 746.732 unit usaha dan jumlah pengguna media sosial di Indonesia per Januari 2022 sebanyak 191 juta jiwa. Adanya fakta tersebut membuat peneliti melakukan penelitian terhadap UMKM Sambal Ning Niniek dikarenakan engagement rate dari sosial media UMKM Sambal Ning Niniek tergolong rendah, selain itu UMKM Sambal Ning Niniek sempat mengalami penurunan penjualan dikala pandemi. Adanya fenomena tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan perancangan dan evaluasi terhadap konten media sosial dari UMKM Sambal Ning Niniek dengan menggunakan metode design thinking. Metode design thinking dipilih karena dapat mempertimbangkan aspek dari potential users dan juga pemilik usaha untuk menghasilkan konten media sosial yang terbaik. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa engagement dari platform media sosial yang dimiliki oleh UMKM Sambal Ning Niniek masih tergolong rendah sehinga dibuatlah perancangan 6 konten media sosial yang berbentuk video untuk platfrom media sosial Instagram, Facebook dan Tiktok yang diharapkan dapat meningkatkan nilai usaha dari UMKM Sambal Ning Niniek
Analisis Pengaruh Suhu Material Pada Pengaplikasian Coating Epoxy Terhadap Kekuatan Adhesi Baja A36
Pada era modern ini, kebutuhan manusia terhadap material pada bidang kontruksi bangunan laut seperti pemilihan bahan untuk bidang perpipaan, konstruksi bangunan laut dan perkapalan. terdapat beberapa macam pilihan material yang sesuai.Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihindari, tetapi hanya dapat dicegah dan dikendalikan sehingga logam mempunyai masa pakai atau guna lebih lama. Pemberian lapisan coating anti korosi merupakan salah satu untuk melindungi material dari proses korosi. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian kekuatan adhesi dan pengujian laju korosi pada Epoxy Coating pada baja ASTM A36 yang divariasikan dengan mengubah suhu material spesimen. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil kualitas coating yang dilakukan masih memenuhi standar dengan dilakukan variasi suhu spesimen. Dari pengujian adhesi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa suhu spesimen 500 C mempunyai hasil yang paling baik. Pada pengujian dengan variasi suhu 500 C mendapatkan nilai kekuatan adhesi sebesar 8.81 Mpa
Analisa Perhitungan Waktu dan Biaya pada Proyek Pembangunan Gedung DPRD Balai Pemuda Surabaya dengan Metode Earned Value Management
Earned Value Management merupakan salah satu teknik manajemen proyek yang digunakan untuk mengukur dan menilai kemajuan dari keberlangsungan suatu proyek berdasarkan parameter krusial yaitu waktu dan biaya. Salah satu permasalahan dalam melakukan evaluasi terkait variabel waktu dan biaya adalah adanya perbandingan antara nilai- nilai yang telah ditentukan oleh proyek dengan perkiraan performansi hingga proyek berakhir. Kasus pada proyek akhir kali ini mengangkat topik terkait analisa waktu dan biaya pada pembangungan proyek Gedung DPRD Balai Pemuda Kota Surabaya. Gedung DPRD Balai Pemuda Surabaya merupakan salah satu bentuk rekonstruksi dari masjid pada area kompleks Balai Pemuda yang kemudian akan berfungsi sebagai kantor baru dari anggota DPRD Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perhitungan waktu dan biaya menggunakan metode Earned Value Management. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada minggu ke-31, parameter waktu proyek memiliki nilai SV sebesar – Rp7.693.792.147 dan SPI sebesar 0,4390 yang menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan dan akan diproyeksikan terlambat sebesar 10 minggu. Sedangkan parameter biaya proyek memiliki nilai CV sebesar – Rp23.739.067 dan CPI sebesar 0,9961 yang menunjukkan bahwa proyek mengalami pembengkakan biaya dan akan diproyeksikan defisit sebesar Rp23.739.067
Analisis Kinerja Waktu dan Biaya Proyek Revitalisasi RCC RU VI Balongan dengan Metode Probabilistic Earned Value
Proyek Revitalisasi RCC RU VI Balongan direncanakan selesai dalam waktu 363 hari dengan biaya sebesar Rp201.635.083.031. Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki banyak kendala yang memungkinkan pelaksanaan proyek tersebut mengalami keterlambatan dan kerugian. Oleh karena itu, diperlukan analisis kinerja waktu dan biaya, serta memprediksi waktu dan biaya agar dapat menentukan langkah apa yang dilakukan jika terjadi keterlambatan dan pengeluaran yang berlebih dari suatu proyek. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja proyek adalah dengan menggunakan pendekatan Probabilistic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probabilistic Earned Value. Metode ini bertujuan untuk mengurangi hambatan atau gangguan pada kegiatan proyek, sehingga prediksi kondisi menjadi lebih akurat. Data yang dibutuhkan antara lain rincian anggaran biaya, time schedule, laporan bulanan, dan biaya aktual. Dari data yang didapatkan tersebut kemudian dilakukan analisis waktu, biaya, varians dan indikator kinerja proyek, serta estimasi biaya untuk menyelesaikan proyek tanpa dan dengan pendekatan probabilistic. Prakiraan biaya penyelesaian sisa pekerjaan atau Estimate to Complete (ETC) dan biaya penyelesaian proyek atau Estimate at Complete (EAC) ditinjau dari tiga kondisi yang berbeda yaitu dalam kondisi optimistic, most likely, dan pessimistic. Hasil perhitungan Time Estimated (TE) diperoleh waktu perkiraan akhir adalah 405 hari, dimana proyek mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan yaitu 363 hari. Hasil perhitungan Estimate to Complete (ETC) Probabilistic adalah Rp75.555.411.474, serta hasil perhitungan Estimate at Completion (EAC) Probabilistic adalah Rp197.022.299.560 yang menunjukkan bahwa biaya lebih kecil dari nilai kontrak proyek yaitu Rp201.635.083.030. Hasil perbandingan menunjukkan terdapat beberapa nilai ETC dan EAC Probabilistic yang lebih besar dari ETC dan EAC Deterministic. Hal tersebut menunjukkan bahwa perlunya memperhitungkan unsur ketidakpastian dalam melakukan pengendalian proyek agar perhitungan prediksi biaya penyelesaian proyek lebih akurat, serta meminimalisir terjadinya gangguan keuangan proyek
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Depo Pemasaran Ikan Lingkar Timur, Sidoarjo
Tingginya hasil perikanan di Kab. Sidoarjo berban-ding lurus dengan volume limbah perikanan yang dihasilkan dari pasar ikan. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. Sesuai PERMENKES No.17 tahun 2020 air limbah yang dibuang harus sesuai dengan baku mutu yang berlaku. Pada perencanaan ini digunakan baku mutu dari PERMEN LHK No. 5 tahun 2014 untuk baku mutu industri perikanan. Dalam perencanaan IPAL tersebut, dilakukan observasi dan analisis laboratorium serta beberapa sekunder penunjang. Kemudian dilakukan pengolahan data dan didapatkan hasil dari pengolahan data dan perencanaan yaitu Basic Design IPAL meliputi perhitungan desain, gambar desain, Bill of Quantity (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan, dan evaluasi dari sistem sanitasi pasar. Dengan rata-rata debit air limbah sebesar 29,22 m3/hari air limbah Depo Pemasaran Ikan Lingkar Timur, Sidoarjo memiliki karakteristik berwarna keruh kecokelatan dan berbau anyir. Air limbah mengandung beban organik BOD sebesar 984 mg/L dan COD sebesar 1835 mg/L, dengan konsentrasi total amonia 904,86 mg/L, kandung-an TSS 322mg/L dan pH sebesar 7,35. Instalasi pengolahan air limbah direncanakan dengan 1 unit grease trap, 1unit bak ekualisasi dengan screen, 1unit anaerobic baffled reactor (ABR), 1unit biological aerobic filter (ABF), 1 unit clarifier, dan 1 unit constructed wetland. Biaya yang dibutuhkan untuk konstruksi IPAL sebesar Rp318.900.000,00
Faktor yang Memengaruhi Konsumsi Energi Listrik Rumah Tangga pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi Kasus: Rusunawa di Jakarta Timur)
Pandemi COVID-19 mengubah perilaku masyarakat akibat adanya penerapan kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah berdampak terhadap peningkatan demand konsumsi energi listrik sektor rumah tangga. Tanpa adanya pengurangan yang signifikan dalam permintaan listrik dan peningkatan efisiensi energi menyebabkan sulitnya menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) dan mengurangi risiko perubahan iklim global. Program Jakarta Green Building dengan target penghematan energi listrik sebesar 3.785 GWh pada tahun 2030 menjadi salah satu pertimbangan bagaimana rumah susun pemerintah sebagai salah satu bentuk bangunan vertikal berkontribusi dalam pemenuhan demand energi. Di satu sisi, adanya pandemi juga memberikan dampak perekonomian yang berpotensi mempengaruhi ability to pay konsumsi listrik rumah tangga sehingga belum diketahui apakah terdapat pengaruh yang berbeda dalam perilaku konsumsi energi listrik selama pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi energi listrik rumah tangga rusunawa di Jakarta Timur. Dalam mencapai tujuan tersebut, penulis melakukan 2 tahap analisis. Tahap pertama menentukan tipologi cluster dari 15 rusunawa yang terdapat di Jakarta Timur dan menentukan sampel rusunawa yang diambil untuk dilakukan penyebaran kuesioner penghuni. Tahap kedua peneliti menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi energi listrik rumah tangga dengan metode regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 15 rusunawa yang tersebar di Jakarta Timur, hanya terdapat 2 jenis tipologi rusunawa yaitu rusunawa 6 lantai berbentuk blok beton dengan jumlah 10 rusunawa dan 16 lantai berbentuk tower semi-apartemen dengan jumah 5 rusunawa. Meskipun terdapat perbedaan jenis rusunawa, namun kedua kelompok rusunawa tersebut masing-masing memilik faktor signifikan konsumsi energi listrik rumah tangga yang sama, yaitu jumlah penghuni dan jumlah kepemilikan alat listrik