Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Menentukan Konsep Colorful Geometric untuk Desain Interior Sekolah Dasar Internasional
Sekolah merupakan tempat dimana anak dapat belajar, tumbuh serta berkembang. Kualitas didikan anak juga berpengaruh dari baik atau buruknya kualitas sekolah. Anak usia sekolah dasar memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak di jenjang sekolah yang lainnya. Penting bagi pihak sekolah untuk menciptakan suasana dan mood sekolah yang tepat untuk membantu dalam proses pembelajaran. Sekolah internasional memiliki budaya pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya yang berada di Indonesia. Penggunaan kurikulum yang berbeda menyebabkan kebutuhan serta proses pembelajaran yang juga berbeda. Kebutuhan dalam proses pembelajaran ini dapat direalisasikan dan dioptimalkan dengan desain interior yang baik. Dengan melihat dari kebutuhan serta karakteristik penggunanya, maka dapat dijadikan kriteria dalam mendesain interior sekolah. Data-data yang digunakan dalam proses mendesain ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi serta data sekunder diperoleh melalui studi literatur dari buku dan juga jurnal. Hasil dari data primer dan sekunder dapat diperoleh konsep desain inrerior ‘Colorful Geometric’. Konsep ini lahir dari melihat kebutuhan kurikulum Cambridge yang diterapkan oleh sekolah dan juga psikologis dari pengguna yaitu anak Sekolah Dasar
Perancangan Iklan untuk Tempat Wisata Bermain Air Dimasa Pandemi Covid-19 pada Gumul Paradise Island
Gumul Paradise Island merupakan tempat tujuan wisata masyarakat Kediri. Tempat wisata ini terletak di pusat kota Kabupaten. Namun kemunculan wabah Covid -19 menyebabkan Gumul Paradise Island berhenti beroperasi, dan perlu adanya periklanan baru dimasa new normal. Perancangan ini menggunakan beberapa metode, yakni observasi, wawancara, studi literatur, kuesioner, depth interview, studi eksperimental. Hasil seluruh analisis tersebut digunakan dalam merancang strategi promosi digital kawasan wisata Gumul Paradise Island. Perancangan ini akan menghasilkan sebuah iklan berupa video iklan didukung konsep media yang sesuai dengan perubahan perilaku masyarakat dimasa wabah Covid-19. Iklan yang dihasilkan pada perancangan ini merupakan iklan menggunakan media digital Instagram, Facebook, Whatsapp dan media pendukung billboard. Diharapkan dengan adanya perancangan iklan ini, dapat memberikan alternatif konsep iklan pada wisata bermain air Gumul Paradise Island dimasa Covid-19.
Rancangan Integrasi Industri Perikanan dan Kawasan Wisata berbasis Sustainable Ecotourism sebagai Landmark Teluk Pacitan
Kawasan Wisata Teluk Pacitan merupakan pusat kegiatan sektor wisata. Tidak hanya kegiatan wisata, namun kawasan ini juga menjadi pusat industri perikanan setempat. Hal ini menjadi dasar untuk mengembangkan kawasan Teluk Pacitan menjadi kawasan industri kreatif dengan mengusung konsep wisata ekoturisme yang berwawasan lingkungan dan menitikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan penduduk lokal. Selain itu, integrasi wisata ekoturisme dan industri kreatif perikanan mampu menjadi identitas dan branding Kabupaten Pacitan, khususnya Teluk Pacitan untuk semakin dikenal dan mencapai isu strategis pertumbuhan ekonomi serta pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Dalam mewujudkan sustainable ecotourism, sustainable design menitikberatkan pada perancangan lingkungan binaan, objek fisik, maupun layanan yang berprinsip pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan ekologi. Metode desain yang digunakan adalah force-based design. Dalam hal ini force utama rancangan adalah kondisi tapak, yang berada di pinggir pantai yang berbatasan dengan muara sungai. Obyek rancangan merupakan sebuah unit pengolahan ikan (UPI) yang diintegrasikan dengan fasilitas wisata, komersial, dan edukasi. Rancangan ditujukan menjadi katalis kegiatan masyarakat lokal dengan aktivitas wisatawan berbasis ecological architecture dan urban landscape, serta menjadi landmark yang mampu merepresentasikan identitas kawasan dan juga masyarakat lokal Teluk Pacitan
Penerapan Teknologi Extended Reality Guna Menciptakan Immersive User Experience pada Perancangan Interior Museum Jember Fashion Carnaval (JFC)
Jember Fashion Carnaval (JFC) merupakan sebuah ajang tahunan dalam seni karnaval tata busana terbesar di Indonesia, yang menghadirkan catwalk dengan rute terpanjang di dunia yakni 3,6 km di sepanjang jalanan Kabupaten Jember. JFC telah memperoleh banyak penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Dengan prestasi dan eksistensi JFC yang sudah mendunia, secara tidak langsung dapat mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian Kabupaten Jember. Dalam upaya peningkatan sektor tersebut, pihak manajemen JFC berencana membuat sebuah Kawasan Bernama JFC Dream Park yang memuat berbagai fasilitas didalamnya, salah satunya yaitu Museum JFC. Museum ini ditujukan sebagai pendukung fungsi konservasi, edukasi, serta rekreasi. Untuk memaksimalkan fungsi tersebut, dilakukan penerapan konsep pada interior museum yang mampu menarik minat dan meningkatkan kunjungan wisatawan, salah satunya dengan menciptakan pengalaman pengguna yang imersif, yang dapat dicapai dengan penggunaan perangkat teknologi Extended Reality (XR). Pada tulisan ini dibahas mengenai pengaplikasian teknologi XR berupa Augmented Reality, Virtual Reality, dan Projection Mapping sebagai perangkat pendukung penyampaian konten pada perancangan interior museum tersebut
Desain 3-in-1 Workboat (Derdger-Fire Fighter-Crane Boat) Wilayah Operasional Pelabuhan Pulau Baai, Provinsi Bengkulu
Pelabuhan Pulau Baai ialah salah satu pelabuhan yang ada di Indonesia, terletak di Provinsi Bengkulu dengan luas 120.000 ha. Alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai berpotensi mengalami pendangkalan setiap tahunnya dikarenakan pelabuhan ini menghadap langsung pada Samudra Hindia dan dipengaruhi oleh angin muson barat dan angin muson timur yang membawa sedimen berupa pasir. Selain itu, sebagai pelabuhan pengumpan yang menjadi bagian wilayah vital di Provinsi Bengkulu berbagai tindakan antisipasi terhadap kecelakaan menjadi hal yang penting, seperti apabila terjadi kebakaran kapal maupun terjadinya tumpahan minyak. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis teknis desain kapal yang cocok untuk Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Oleh sebab itu akan didesain workboat yang dilengkapi dengan alat keruk dengan jenis cutter suction dredger, fire fighter external system, dan crane boat yang nantinya akan mengangkut oil boom ke atas kapal. Payload pada kapal ini ialah peralatan sistem keruk cutter suction dredger dengan kemampuan keruk 1088 m3/jam, peralatan fire fighter dengan notasi FIFI 1, crane SWL 3.6 ton dan oil boom seberat 1.4 ton dengan panjang 450 m. Hasil perhitungan analisis teknis dari 3-in-1 workboat menghasilkan ukuran utama panjang (LoA) = 17.3 m; lebar (B) = 6.4 m; tinggi (H) = 1.8 m; sarat (T) = 0.9 m dan kecepatan (Vs) = 8 knot. Setelah itu dilakukan desain Gambar Rencana Garis, Gambar Rencana Umum, dan Model 3D dengan biaya pembangunan kapal sebesar Rp. 3.054.761.397, dan biaya operasional Rp. 433.183.439/tahun
Perencanaan Sistem Propulsi Elektris pada Kapal Gillnet yang Ramah Lingkungan
Di-era globalisasi saat ini, kebutuhan bahan bakar fosil semakin meningkat, akan tetapi ketersediaannya menipis. Hal itu menyebabkan pemerintah mendorong konversi kendaraan bermotor menjadi listrik, tidak menutup kemung-kinan pada armada kapal penangkap ikan. Selain itu, terdapat permasalahan overfishing yang terjadi di Selat Madura, se-hingga menyebabkan konflik antar nelayan karena keterbatas-an ikan yang menjadi mata pencaharian utama bagi masyara-kat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan perencanaan kapal ikan yang ramah lingkungan, di samping itu juga dapat mengatasi konflik yang terjadi antara nelayan yang ada di Selat Madura. Perencanaan kapal ikan elektris murni jenis gillnet dapat digunakan oleh nelayan. Selain ramah ling-kungan karena tidak menghasilkan emisi gas karbon dioksida, kapal gillnet ini juga dirancang tidak dengan jarak yang terbatas yaitu kurang dari atau sama dengan 4 mil sehingga dapat membatasi nelayan agar tidak terjadi overfishing. Penelitian ini menggunakan kapal tradisional dengan panjang LOA sebesar 10,602 meter dengan kecepatan yang telah disesuaikan yaitu 6,125 knot. Kapal gillnet ini dioperasikan berdasarkan 2 pola operasional yang berbeda. Pola operasional pertama menempuh jarak 11,79 kilometer dengan 3 kali trip dengan salah satu tripnya melakukan pengisian daya di bagan, dan pola operasional kedua menempuh jarak 9,96 kilometer dengan melakukan 2 kali trip tanpa melakukan pengisian daya di bagan karena telah menggunakan panel surya sebanyak 4 keping berkapasitas 100 WP untuk mengisi daya baterai. Baterai yang dipilih pada kedua pola operasional kapal gillnet memiliki kapasitas 80 AH dengan voltase sebesar 48 volt
Rencana Pengelolaan Waduk Grawan Kabupaten Rembang
Waduk Grawan dibangun pada tahun 2004. Semekain bertambahnya usia waduk, Waduk Grawan mengalami berbagai perubahan mulai dari hulu waduk, inti waduk dan hilir waduk. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis debit banjir, laju erosi dan sedimentasi, neraca air serta kualitas air pada Waduk Grawan. Metode analisis yang digunakan dalam menganalisis debit banjir adalah dengan menggunakan HSS SCS sedangkan analisis laju erosi menggunakan metode USLE. Hasil penelitian adalah debit banjir 0,5 PMF sebesar 246,160 m3/detik dan akan mengalami overtopping. Laju erosi sebesar 406,663 ton/ha/tahun dengan laju sedimen 96,732 ton/ha/tahun dengan umur waduk didapatkan 1,45 tahun sebelum memenuhi tampungan mati. Debit inflow dan outflow tertinggi sebesar 1,45 m3/detik dan 0,47 m3/detik. Hasil perhitungan neraca air menunjukkan seluruh debit kebutuhan air dapat terpenuhi waduk. Hasil kualitas air Waduk Grawan tergolong dalam kategori kelas C atau tercemar sedang. Sehingga, berdasarkan hasil analisis tersebut, direncanakan pengelolaan waduk kedalam tiga bagian yaitu hulu waduk, area inti waduk dan hilir waduk
Kajian Risiko Lingkungan pada Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah B3 Industri Kimia di PT XYZ dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Adanya peningkatan aktivitas industri berisiko untuk meningkatkan kerusakan lingkungan, baik dari eksploitasi bahan baku, aktivitas produksi maupun dari buangan limbah akibat proses produksi. Oleh karena itu peningkatan aktivitas industri harus dibarengi dengan peningkatan upaya pengelolaan lingkungannya. Penelitian ini mengkaji risiko lingkungan yang dapat diakibatkan dari suatu sistem pengelolaan B3 dan limbah B3 di PT XYZ. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia. Saat ini, PT XYZ sedang berfokus pada pengembangan efisiensi pengelolaan limbahnya, terutama limbah B3. Oleh karena itu, untuk meningkatkan sistem pengelolaan limbah industri di PT XYZ sebagai upaya dan komitmen perusahaan dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan, diperlukan adanya kajian risiko dengan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis untuk mengidentifikasi risiko serta akibat yang dapat ditimbulkan dari sistem pengelolaan B3 dan limbah B3 tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Fishbone Analysis dan FMEA, dimulai dengan mengidentifikasi risiko melalui identifikasi kegagalan, penyebab, dan efek potensial dari sistem pengelolaan B3 dan limbah B3 dengan menggunakan diagram fishbone. Dilanjutkan dengan perhitungan Risk Priority Number (RPN) berdasarkan tingkat severity, occurrence, dan detection menggunakan metode FMEA. Selanjutnya dilakukan penyusunan skenario pengendalian risiko berdasarkan hasil identifikasi dan perhitungan RPN. Metode FMEA dipilih karena metode ini dapat menganalisis hampir setiap risiko yang didapat dan dapat mempertimbangkan risiko dalam jumlah besar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan observasi, wawancara, dan data sekunder dari perusahaan menunjukkan potensi kegagalan terbesar berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) pada pengelolaan B3 terjadi pada item Oli, yaitu berupa tumpahan atau ceceran Oli dengan nilai RPN sebesar 75. Sedangkan, pada pengelolaan limbah B3, potensi kegagalan terbesar yaitu keluarnya gas atau limbah cair B3 (Ammonium Hidroksida) dengan nilai RPN sebesar 50. Adapun mitigasi risiko yang diusulkan berupa engineering control, perbaikan manajemen, dan peningkatan deteksi kegagalan
Pengaruh Preheat terhadap Kekuatan Tarik, Kekerasan Dan NDT pada Pengelasan SMAW Posisi 3G Menggunakan Material Api 2W Grade 50 Untuk Pembuatan Topside Platform
Penelitian ini menguji bagaimana suhu preheat (40°C, 65°C, dan 90°C) berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan pada baja karbon yang dilas menggunakan metode SMAW dengan material API 2W Grade 50, ketebalan 20mm, serta Filler metal LB-52U dan LB-52. Pengujian melibatkan metode tidak merusak (NDT) dengan Magnetic Particle dan metode merusak seperti pengujian kekerasan dan kekuatan tarik sesuai standar AWS D1.1-2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu preheat meningkatkan ultimate tensile strength. Sebagai contoh, terjadi peningkatan kekuatan tarik dari 494 MPa (pada suhu 40°C) menjadi 653,72 MPa (pada suhu 90°C). Pengaruh suhu preheat juga memengaruhi kekuatan luluh dengan peningkatan yang lebih stabil.Dalam pengujian, juga ditemukan bahwa lambatnya laju pendinginan setelah pengelasan selama 48 jam menghasilkan sambungan yang lebih kuat dan tahan lama pada Base Metal, HAZ, dan Weld Metal.Sebagai rekomendasi dalam proyek pembuatan modul Topside platform, disarankan untuk menggunakan suhu preheat optimal 90°C untuk mencapai kekuatan maksimal dalam pengelasan SMAW Posisi 3G dengan Material API 2W Grade 50
Analisis Karakteristik dan Sifat Termofisika Phase Change Material (PCM) Berbasis Salt Hydrate Kalsium Klorida dengan Zat Aditif untuk Aplikasi Sistem Refrigerasi Hybrid pada Reefer Container
Reefer container bergantung pada energi listrik kapal dalam skala besar sebagai sumber dayanya. Reefer container tidak dapat berfungsi secara optimal tanpa pasokan energi listrik yang kontinu. Dalam upaya mengatasi fluktuasi suhu dan mengurangi konsumsi energi, telah diperkenalkan teknologi berupa Phase Change Material (PCM) yang mampu menyimpan energi termal dan diterapkan pada sistem pendinginan hybrid pada reefer container. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis karakteristik, sifat termofisika, dan pengaruh penambahan zat aditif (agen nukleasi dan agen pengental) pada karakteristik dan sifat termofisika PCM berbasis salt hydrate kalsium klorida untuk aplikasi pada suhu rendah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental meliputi Supercooling Test, DSC Test, dan FTIR Test. Dari keenam sampel yang telah diuji, terdapat dua sampel terbaik yaitu sampel S1 dan S6. Hal tersebut dikarenakan memiliki titik beku antara -20°C s.d. -25°C sesuai dengan temperatur kerja reefer container dan derajat supercooling yang rendah. Sampel PCM S1-C20S0 (20% w.t. CaCl2 - H2O) memiliki titik beku -21.33°C, derajat supercooling rendah sebesar 0.45°C, dan kalor laten sebesar 6.64 J/g. Sampel PCM S6-C20S2C05 (20% w.t. CaCl2 - H2O + 2% w.t. SrCl2 + 0.5% w.t. CMC) memiliki titik beku -24.49°C, derajat supercooling sebesar 0.05°C, dan kalor laten sebesar 3.11 J/g. Kedua larutan ini menunjukkan adanya gugus OH dan C=O, maka tergolong sebagai larutan hidrat, khususnya salt hydrate. Adapun pengaruh penambahan zat aditif dapat mengurangi derajat supercooling pada larutan PCM, tetapi juga mengurangi kalor laten larutan PCM