Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Menghijaukan Jakarta Selatan: Arahan Ruang Terbuka Hijau di Mampang Prapatan
Kecamatan Mampang Prapatan merupakan kecamatan yang memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) paling sedikit di Kota Jakarta Selatan. Padahal Kecamatan Mampang Prapatan memiliki kepadatan penduduk tinggi sehingga membutuhkan jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sesuai. Kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) menyebabkan Kecamatan Mampang Prapatan mengalami degradasi lingkungan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Mampang Prapatan. Penelitian ini termasuk kedalam Mix Method dan dilakukan dengan metode analisis spasial untuk mengetahui ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dilanjutkan dengan analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berdasarkan jumlah penduduk dari tahun 2025-2020, kemudian analisis SWOT untuk mengetahui arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Mampang Prapatan. Hasilnya, diketahui bahwa RTH eksisting belum bisa memenuhi kebutuhan RTH di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Adapun hasil berupa arahan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengatasi permasalahan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Analisis Kinerja Termal Sistem Refrigerasi Hybrid Menggunakan Phase Change Material Pada Eco Reefer Container Kapasitas ½ Ton
Operasional reefer container membutuhkan daya besar untuk menghasilkan kinerja pendinginan yang optimal dan sesuai harapan. Hal ini sejalan dengan proyeksi peningkatan penggunaan reefer container pada masa yang akan datang. Semangat menjaga efisiensi penggunaan energi telah mendorong sektor industri dan peniliti mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan terhadap penggunaan energi yang besar pada operasional reefer container. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan inovasi terhadap penyimpanan energi agar dapat menjaga suhu optimal dalam ruang muat dengan efisiensi penggunaan energi. Penyimpanan kalor dalam bentuk Phase Change Material (PCM) yang dilakukan bersamaan dengan upaya pendinginan ruang muat memungkinkan untuk menjaga suhu ambien ruang cargo agar kenaikan suhunya dapat diperlambat. Bahan PCM yang digunakan adalah larutan NaCl dengan konsentrasi 18% karena memiliki kapasitas termal yang tinggi serta titik beku hingga -14°C. Penelitian eksperimental menggunakan sistem refrigerasi kompresi uap dengan ruang muat yang dipasang box enkapsulasi berisi PCM. Peneliti melakukan penelitian terhadap sistem refrigerasi konvensional dan sistem refrigerasi hybrid PCM. Sistem refrigerasi konvensional memiliki waktu pendinginan yang lebih singkat dengan tekanan kerja yang lebih tinggi. Suhu komponen kedua sistem refrigerasi cenderung sama, kecuali pada kompresor. Suhu ambien dan laju kenaikan suhu sistem refrigerasi hybrid PCM lebih rendah dibandingkan sistem refrigerasi konvensional. COP kedua jenis sistem memiliki nilai yang tidak berbeda secara signifikan pada suhu -10°C, -15°C, dan -19°C. Hal ini menunjukkan kinerja sistem refrigerasi kedua sistem cukup stabil untuk melakukan proses pendinginan sesuai target suhu pendinginan
Sistem Pengikut Manusia pada Robot Servis Menggunakan Model YOLO dan Kamera Stereo
Kemampuan mengikuti seseorang merupakan fitur penting bagi robot servis yang bekerja berdampingan dengan manusia. Untuk merancang sistem pengikut manusia pada robot servis, diperlukan akurasi yang tinggi tapi juga tanpa mengorbankan kecepatan komputasi agar sistem berjalan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem pengikut manusia untuk robot servis dengan memanfaatkan model pendeteksi objek You Only Look Once (YOLO) dan kamera stereo. Sistem ini dirancang agar robot dapat menjaga jarak yang tetap dari target yang diikuti dan menjaga orientasinya sehingga target tetap berada di tengah pandangan robot. Perancangan sistem ini juga memanfaatkan algoritma pelacak dari OpenCV yang dikoreksi dengan model YOLOv7 setiap 20 frame untuk menghasilkan proses yang lebih cepat. Pengontrol PID digunakan untuk menghasilkan kecepatan linear dan angular robot berdasarkan jarak relatif orang yang dijadikan target dari robot dan posisinya pada frame. Robot Operating System (ROS) digunakan untuk mem-publish kecepatan pada node yang sesuai. Berdasarkan hasil pengujian algoritma pelacak, pelacak Boosting memiliki hasil terbaik untuk digunakan. Selanjutnya, sistem ini diuji untuk mengontrol robot servis di dalam ruangan dengan berbagai variasi kondisi. Dari pengujian-pengujian tersebut, robot berhasil untuk mengikuti seseorang dengan eror RMS sebesar 41,88 mm dan standar deviasi sebesar 35,59 mm saat robot berhenti di jarak 1 m dari target. Nilai eror terbesar yang didapat bernilai 320,369 mm yang terjadi ketika sistem dijalankan pada ruangan gelap. Sistem ini berjalan dengan frame rate rata-rata sebesar 17,18 FPS
Kajian Konsep Multi-sensory Experience pada Interior Museum Batik Indonesia sebagai Sarana Edukasi & Rekreasi mengenai Batik bagi Pengunjung Usia Muda
Batik adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang peran serta fungsinya lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena fungsi dan perannya tersebut, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non-bendawi. Kemudian sebagai salah satu respon pertanggungjawaban pemerintah atas penetapan tersebut, pada tahun 2015 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membangun Museum Batik Indonesia sebagai lembaga edukasi dan konservasi batik. Museum sebagai lembaga edukasi erat hubungannya dengan pelajar, sehingga untuk dapat menjalankan fungsinya, museum perlu merancang konsep museum yang sesuai dengan selera serta gaya belajar anak muda. Konsep multi-sensory experience berarti memberikan pengalaman tertentu kepada pengunjung hingga terbentuk memori khusus mengenai batik. Memori akan diolah sebagai informasi dasar sebelum nantinya akan diproses sebagai pengetahuan kompleks. Konsep multi-sensory experience diwujudkan melalui aktivitas dan fasilitas museum yang melibatkan stimulasi panca indera, seperti aktivitas workshop membatik dan alat display interaktif yang melibatkan stimulasi panca indera. Hasil penerapan konsep multisensory experience di interior Museum Batik Indonesia kemudian dianalisa ulang tingkat kesesuaian dan kebermanfaatnya bagi proses belajar pengunjung usia muda melalui kuesioner
Perancangan Desain Aplikasi Mobile untuk Pembelajaran Aksara Incung Jambi
Aksara merupakan suatu simbol atau huruf yang digunakan untuk mengungkapkan unsur ekspresif suatu bahasa. Salah satu aksara yang ada di Indonesia adalah Aksara Incung, sebuah aksara tradisional yang berasal dari Kerinci, Jambi. Saat ini, pembelajaran Aksara Incung hanya terbatas pada buku pelajaran Seni Budaya di beberapa sekolah menengah di Sungai Penuh sehingga media pembelajaran alternatif masih minim untuk siswa. Penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mempelajari Aksara Incung dengan cara kreatif yang baru. Metode yang dilakukan penulis dalam perancangan ini yaitu melakukan observasi kepada beberapa siswa kelas 10 SMAN 1 Sungai Penuh untuk mengetahui cara pembelajaran Aksara Incung dari guru yang bersangkutan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara, Konten yang disajikan didapatkan dari guru yang bersangkutan dan pembelajaran dari sebuah komunitas penggagas pembelajaran Aksara Incung, Sekolah Incung di Sungai Penuh, Jambi. Hasil perancangan ini adalah aplikasi untuk mengajarkan masyarakat secara mandiri mengenai Aksara Incung. Dimulai dari bentukan huruf, penggunaan serta cara menyusun aksara tersebut sehingga menjadi sebuah kata. Oleh karena itu, terancangnya Aplikasi Interaktif pembelajaran Aksara Incung ini dapat membantu siswa dalam mempelajari Aksara Incung sekaligus meningkatkan minat siswa dalam melestarikan aksara ini
Integrasi Konfigurasi Healing Garden pada Fasilitas Kesehatan Mental
Angka kasus gangguan kesehatan mental di Indonesia cukup memprihatinkan. Faktor penyebab gangguan kecemasan berasal dari lingkungan sekitar seperti pekerjaan, sekolah, pertemanan, bahkan keluarga sendiri dan jika dibiarkan berkepanjangan dapat memperburuk keadaan psikologis dan berdampak ke kehidupan kedepannya. Mendatangi seorang profesional mereupakan salah satu cara untuk menangani gangguan kecemasan. Arsitektur hadir untuk merespon isu tersebut dengan menyediakan bangunan dengan healing environment. Dengan memasukkan analisa perilaku manusia dalam rancangan dengan bantuan psychology architecture sebagai pendekatan yang memfokuskan studi mengenai hubungan antara manusia dengan lingkungannya serta desain biofilik sebagai metode, diharapkan rancangan dapat mewadahi kebutuhan penduduk Jakarta dan menghasilkan respon positif terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan gangguan kecemasan
Simplifikasi Analisa Bahaya Arc Flash Menggunakan Metode Kurva Batasan Energi pada PT. Pertamina RU VII Syarif Kasim
Pada sistem kelistrikan sering terjadi fenomena busur api (arc flash), sehingga memerlukan analisa untuk menjamin keselamatan pekerja. Analisa busur api dilakukan untuk menentukan kategori Personal Protective Equipment (PPE) terhadap bahaya busur api guna menjamin keselamatan pekerja dari paparan insiden energi yang terpancarkan. Metode analisa busur api secara umum menggunakan standard IEEE 1584-2002 untuk melakukan analisis bahaya busur api, dimana metode tersebut memerlukan banyak parameter yang diperlukan untuk menentukan kategori PPE setiap bus. Jika kelistrikan tersebut terdapat banyak bus, maka akan memakan banyak waktu untuk menentukan kategori PPE. Dengan menggunakan metode kurva batasan energi (energy boundary curve), untuk menentukan kategori PPE secara singkat dan lebih sederhana sesuai dengan ketentuan National Fire Protection Association (NFPA) 70E-2015 hanya memerlukan kurva karakteristik pengaman bus. Dimana kurva karakteristik pengaman bus akan dipotong dengan kurva batas energi, sehingga pada perpotongan kedua kurva tersebut dapat ditentukan kategori PPE yang diperlukan. Studi aktual mengenai simplifikasi analisa busur api dilakukan pada PT. Pertamina RU VII Syarif Kasim. Pada hasil akhirnya, analisa busur api menggunakan metode kurva batas energi pada tiap bus dapat menentukan proses penentuan kategori PPE yang lebih singkat dan sederhana daripada menggunakan metode standard IEEE 1584-2002. Namun, menimbulkan perbedaan jarak batas aman (flash protection boundary), dikarenakan metode kurva batasan energi tidak memperhitungkan nilai insiden energi serta fault clearing time
Analisis Efek Temperatur Pouring Dan Temperatur Preheat Flask Terhadap Kekerasan Dan Porositas Perhiasan Cincin Logam Sterling Silver
Rapid investment casting merupakan teknik produksi yang mengabungkan teknologi manufaktur aditif dan teknologi pengecoran yang memiliki tujuan dapat membuat objek dengan bentuk kompleks dengan biaya produksi yang relatif rendah, serta fleksibilitas dalam membuat bentuk objek berbeda tanpa harus menambah biaya tambahan.. Logam yang populer digunakan dalam industri perhiasan merupakan logam paduan dari jenis perak, emas, atau platinum. Perak digunakan karena sifatnya yang duktil serta sifat permukaan yang sangat mengkilap. Sterling Silver adalah logam paduan dengan minimum unsur 92,5% silver, dan 6-4 % cuprat. Pada penelitian ini logam sterling silver di tuang kedalam flask menggunakan mesin cetakan centrifugal. Flask yang berisi cetakan investasi sebelumnya di bakar di dalam electric furnance serta di pre-heat. Sterling silver di tuang dalam variasi temperatur 950℃,1000℃,dan 1050℃ serta variasi untuk temperatur pre-heat flask adalah 550℃,dan 600℃.Dilakukan pengujian kekerasan, pengujian visual, pengujian metallografi , dan pengujian Archimedes pada sampel hasil pengecoran. Variasi temperatur yang optimal untuk menhasilkan porositas gas terendah adalah temperatur preheat flask 600 ˚C dengan temperatur pouring 1050 ˚C memiliki nilai porositas gas 0,55%. Varasi temperatur dengan hasil nilai kekerasan tertinggi adalah temperatur preheat flask 550 ˚C dengan temperatur pouring 950 ˚C memiliki nilai kekerasan 138,3 VHN. Variasi dengan jenis cacat paling kecil diamati pada variasi preheat flask dengan dua jenis cacat makro yaitu sandy surface,dan hot tearing
Pemodelan dan Visualisasi Genangan Banjir Menggunakan Data DTM LiDAR (Studi Kasus: Kota Batu, Jawa Timur)
Pemanfaatan DTM LiDAR telah banyak digunakan terkait berbagai penerapan dalam simulasi genangan banjir dari luapan air sungai. Simulasi genangan banjir ini perlu dilakukan sebagai langkah alternatif dalam sistem pengendalian banjir dan persiapan mitigasi bencana banjir untuk mengetahui perkiraan area yang kemungkinan dapat terkena dampak banjir. Banjir yang disimulasikan merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS, serta melakukan visualisasi daerah genangan banjir serta area terdampak banjir menggunakan pendekan sistem informasi geografis (SIG). SIG juga digunakan untuk mempersiapkan beberapa data spasial yang digunakan untuk pemodelan banjir, seperti data geometri sungai, deliniasi daerah aliran sungai tutupan lahan serta jenis tanah selain itu untuk keperluan analisis spasial lainnya. Data hidrologis didapat dari pengolahan curah hujan harian pada stasiun hujan. Analisis hidfrograf dilakukan dengan menggunakan model SCS CN pada perangkat lunak HEC-HMS untuk memperkirakan debit aliran dan debit puncak yang terjadi disepanjang sungai. Luas DAS, curve number, nilai Impervious, Initial Abstraction, dan time lag merupakan parameter yang berpengaruh terhadap analisis hidrograf. Dari hasil analisa hidrograf tersebut menghasilkan debit puncak dari model adalah 119,992 m2/s. Sedangkan dari analisa hidraulika menggunakan HEC-RAS menghasilkan luasan genangan 364.288 m2 yang menggenangi tiga desa yaitu Desa Bulukerto, Bumiaji dan Sidomulyo. Untuk kedalaman dari area tergenang berkisar antara 0,0009-15,189 m dengan rata-rata kedalaman tersebut adalah 4,534 m
Pengelompokan Wilayah Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Tenaga Kesehatan
Indonesia adalah salah satu dari 57 negara yang menghadapi krisis tenaga kesehatan. Pengembangan dan pemberdayaan tenaga kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi yang mengalami masalah penyebaran tenaga kesehatan, selain itu juga merupakan wilayah Daerah Tertinggal, Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Tenaga kesehatan di provinsi tersebut menjadi kurang optimal karena persebaran tenaga kesehatan di wilayah kabupaten/kota tidak merata. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan dan memetakan tenaga kesehatan setiap wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan penyebaran tenaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah analisis cluster hierarki dengan pilihan metode terbaik adalah metode ward’s, dimana tingkat penyebaran tenaga kesehatan di Provinsi NTT dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 dengan kategori kelompok rendah terdiri dari 12 kabupaten/kota. Kelompok 2 dengan kategori kelompok sedang terdiri dari 8 kabupaten, dan kelompok 3 dengan kategori kelompok tinggi terdiri dari 2 kabupaten