Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Perencanaan Ulang Sistem Drainase Kawasan Perum Puri Cikarang Hijau, Cikarang Utara
Banjir merupakan bencana alam yang sering dialami oleh berbagai daerah di Indonesia. Sebagai daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi, sistem drainase yang baik merupakan hal yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan masyarakat Indonesia. Sangat disayangkan beberapa kawasan pemukiman di Indonesia dibangun tanpa perencanaan sistem drainase yang baik sehingga terus menimbulkan banjir di musim hujan, salah satunya adalah Perumahan Puri Cikarang Hijau, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Perencanaan ulang sistem drainase di Perum Puri Cikarang Hijau perlu dilakukan. Hal ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu analisis hidrologi dan analisis hidrolika. Analisis hidrologi dimulai dari analisis tinggi curah hujan dan debit banjir rencana. Intensitas hujan dihitung menggunakan persamaan Mononobe dan debit banjir rencana dihitung dengan menggunakan metode Rasional. Berdasarkan analisis hidrologi, dilakukan perancangan ulang terhadap saluran drainase yang ada. Perancangan ulang ini akan disesuaikan untuk mampu mengalirkan debit banjir rencana. Berdasarkan hasil analisis hidrologi, didapatkan curah hujan rencana periode 5 tahun sebesar 154,5 mm. Kapasitas saluran eksisting tidak mampu mengalirkan banjir rencana sehingga direncanakan dimensi penampang baru, dengan dimensi terbesar saluran primer dengan lebar 2,5 m dan kedalaman 1,6 m, dan dengan dimensi terbesar saluran sekunder dengan lebar 1,5 m dan kedalaman 1 m. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa sistem drainase kawasan Perum Puri Cikarang Hijau hanya membutuhkan perencanaan ulang dimensi dan air dapat mengalir ke saluran outlet secara gravitasi
Identifikasi Pengaruh Persepsi Risiko Dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Niat Mengunjungi Toko Modern Pada Masa Pandemi
Peningkatan pandemi Covid-19 di Indonesia, menyebabkan pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan diantaranya adalah pembatasan sosial. Pemberlakuan kebijakan ini tentunya berakibat terhadap menurunnya niat kunjungan masyarakat terhadap toko modern. Maka dari itu, penelitian ini akan memverikasi bagaimana niat konsumen mengunjungi toko modern selama pandemi dipengaruhi oleh presepsi risko dan kepercayaan sosial. Kuesioner dibagikan secara online dan offline dengan total responden sebanyak 467 di area Kota Surabaya kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM dan multigrup analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya brand trust, solidarity toward modern retail, dan fair price berpengaruh positif terhadap niat mengunjungi toko modern, serta status pekerjaan dinilai dapat memoderasi solidarity toward modern retail. Beberapa aspek tersebut dapat dimaksimalkan oleh pengelola toko modern untuk menarik konsumen
‘Slow Space Architecture' : Peran Pengalaman Spasial Fasilitas Transit Antarmoda pada Pengguna
Pengguna transportasi umum di Jakarta mayoritas muncul dari kalangan pekerja kantoran, mahasiswa, dan pelajar yang membutuhkan akses dan mobilitas yang cepat untuk berpindah lokasi. Seringkali dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, para pengguna ini merasakan dampak psikologis berupa kejenuhan. Hal ini tentunya menjadi concern untuk menghadirkan rancangan fasilitas transit yang tidak generik terutama pada penyediaan aspek spasial dalam rancangan yang perlu untuk menjadi fokus dalam mengatasi kejenuhan melalui penanaman pengalaman ruang sebagai media untuk me-refresh atau me-recharge penggunafasilitas transit. Dengan memanfaatkan beberapa hal yang menjadi aspek untuk diselesaikan dalam rancangan, maka kemudian aspek-aspek ini ditranslasikan menjadi force dengan menggunakan tahapan desain force-based framework, baik aspek yang berkaitan dengan ranah arsitektural maupun non arsitektural, serta menentukan pendekatan desain dan teori pendukung yang sesuai untuk mewujudkan media pengalaman spasial terhadap pengguna yang diinginkan. Kemudian dari tahapan desain, pendekatan, dan teori akan menghasilkan prinsip desain yang kuat dan diperjelas melalui program aktivitas dan ruang, serta kriteria dan konsep desain sebagai sarana untuk memvisualisasi intensi dalam rancangan arsitektural
Desain dan Evaluasi Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Aplikasi myITS Recruitment Menggunakan Metode User-Centered Design
Rekrutmen online telah menjadi tren bagi pencari kerja (job seekers) dan institusi maupun perusahaan tertentu dalam mencari tenaga kerja. Proses perekrutan ini memanfaatkan teknologi dan sumber daya berbasis web tertentu untuk untuk menemukan, menarik, menilai, mewawancarai, dan merekrut calon pekerja. Dengan begitu, para pencari kerja (job seekers) dapat mengakses situs rekrutmen online dan juga dapat dengan mudah melamar melalui situs tersebut selama 24 jam dimanapun mereka berada. ITS dalam mengakomodir rekrutmen pegawai ini sebelumnya telah memiliki aplikasi web rekrutmen yang bernama SIM Rekrutmen Pegawai ITS yang menangani proses rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan, mulai dari Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), hingga pengumuman kelulusan. Akan tetapi, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari aplikasi ini, terutama dalam hal kebergunaan (usability) pada laman pelamar kerja dan admin. Maka dari itu, diperlukan perbaikan antarmuka pengguna aplikasi web SIM Rekrutmen Pegawai ITS dengan pendekatan terbaik untuk memudahkan pelamar dan admin dalam menggunakan aplikasi ini. User-centered Design (UCD) merupakan pendekatan yang tepat dengan adanya proses desain iteratif yang berpusat pada pengguna dan kebutuhan mereka di setiap fase proses desain. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan antarmuka dan pengalaman pengguna aplikasi web myITS Recruitment yang mengedepankan kebutuhan dan pengalaman pengguna sehingga dapat meningkatkan kualitas rekrutmen dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna dalam mencapai tujuannya
Operational Risk Identification and Mitigation of the Chemical Production Process of PT. X Using Failure-Mode and Effect Analysis (FMEA) and Chemical Health Risk Assessment (CHRA) Methods
PT. X is a German-based multinational chemical company that produces surfactant as one of its products. As a chemical processing company, the operational activities of the production process in PT. X poses risks that could happen at any time. This research is conducted to identify, analyze, and propose mitigation plan for the risks in one of the plants operated by PT. X. Interviews are conducted to identify the risks using Fishbone diagram as the framework and the Ishikawa method to categorize the causes. There are 86 risks that are identified consisting of 51 operational risks and 35 risks of chemical exposure. To be more thorough, the identified operational risks are assessed using the Failure-Mode and Effect Analysis (FMEA) and the chemical exposure risks are assessed using the Chemical Health Risk Assessment (CHRA). From the 206 risk causes, 31% are caused by Man, 28% are caused by Machine, 22% are caused by Material, 15% are caused by Method, and 5% are caused by the Environment. The FMEA produces Risk Priority Number (RPN) which led to risk prioritizing using the Pareto diagram and risk mapping, resulting in 24 risks being prioritized that consists of 15 medium-level risks and 9 low-level risks with no high-level risk present. The CHRA produces Risk Rating (RR) and Level of Risk that resulted in 77 low-level and 19 moderate-level risks for risk for inhalation exposure, and 9 moderate-level risks and 86 high-level risks for the exposure through dermal contact. It produces the decision of 17 inadequate control measures for chemical exposures. These assessments are further processed to devise the appropriate contingency plan, mitigation plan, and action plan
Klasifikasi Kondisi Finansial pada Perusahaan Sektor Finansial yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2020 Menggunakan Support Vector Machine
Saham menjadi instrumen investasi yang paling di gemari oleh pemodal, karena menurut OJK atau otoritas jasa keuangan pertumbuhan investor saham pada agustus 2021 sebesar 50,7% lebih tinggi dibanding dengan tahun 2020. Kesempatan ini disalahgunakan oleh organisasi investasi untuk menjadi modus penipuan baru terhadap investor pemula. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis klasifikasi kondisi finansial perusahaan yang dapat membantu investor dalam menentukan perusahaan tujuan investasi. Menurut Mark E Zmijewski, kondisi finansial dikategorikan menjadi 2 yaitu financial distress dan non financial distress. Penelitian ini dianalisis untuk mengetahui hasil klasifikasi kondisi finansial perusahaan sektor finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2020 berdasarkan rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Seluruh variabel tersebut diklasifikasikan menggunakan metode support vector machine (SVM). Metode SVM digunakan karena mampu memunculkan pembatas yang efektif antar data. Hasil analisis menunjukan mayoritas perusahaan sektor finansial di Indonesia dikategorikan sebagai perusahaan dengan kondisi finansial yang sehat dengan Proporsi sebanyak 75,5%, sedangkan 24,5% lainnya memiliki kondisi finansial yang kurang sehat. Rata-rata perusahaan sektor finansial di Indonesia adalah perusahaan yang likuid, mampu memenuhi kewajiban apabila terjadi pembubaran perusahaan, serta mampu menghasilkan keuntungan dari modal dan aset yang dimiliki, hal itu dapat dilihat dari rasio kuangan yang bernilai positif. Hasil klasifikasi terbaik yaitu menggunakan kernel linear dan proporsi training:testing 80:20 yang menghasilkan akurasi sebesar 0,952, recall sebesar 1, dan presisi sebesar 0,938
Implementasi Jaringan Saraf Konvolusional dengan Inception-V3 untuk Deteksi Katarak Menggunakan Gambar Digital Funduskopi
Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang paling serius yang dapat menyebabkan kebutaan. Deteksi dan pengobatan dini dapat mengurangi kebutaan pada pasien katarak. Seiring berkembangnya teknologi pelayanan kesehatan saat ini mengintegrasikan alat kesehatan dan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas dalam pelayanan kesehatan. Hasil gambar funduskopi atau gambar bagian belakang dan dalam mata (fundus) dapat digunakan untuk memprediksi katarak. Dalam Penelitian ini diimplementasikan Convolutional Neural Network (CNN) dengan arsitektur Inception-V3 dalam deteksi katarak berdasarkan gambar digital funduskopi. Terdapat 3 jenis citra fundus yang digunakan yaitu citra fundus normal, citra fundus katarak, dan citra fundus degenerasi makula. Data gambar fundus dipraproses menggunakan histogram equalization dan Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) terhadap channel hijau. Hasil terbaik pada Penelitian ini adalah model dengan praproses CLAHE dengan Fine Tuning yang memiliki akurasi sebesar 98,33%
Analisis Dinamika Harga Saham yang Dipengaruhi oleh Analisis Sentimen di Media Sosial Menggunakan Algoritma Support Vector Machine
Saham dapat dideskripsikan sebagai tanda penyertaan modal pribadi atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Indeks LQ-45 terdiri atas 45 saham yang terpilih berdasarkan likuiditas perdagangan saham dan disesuaikan setiap enam bulan atau dua periode, maka saham yang terdapat dalam indeks tersebut akan selalu berubah. Analisis sentimen atau opinion mining merupakan studi komputasi dalam opini, sentimen, dan emosi yang diungkapkan dalam sebuah teks. Algoritma yang digunakan untuk melakukan klasifikasi adalah Support Vector Machine yang termasuk dalam algoritma supervised learning yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan teks secara otomatis. Pada penelitian ini, pre-processing teks yang digunakan adalah case folding, tokenizing, normalization, stopwords, dan stemming. Hasil klasifikasi untuk analisis sentimen dengan algoritma SVM menghasilkan accuracy rata-rata sebesar 75%. Kata-kata yang sering muncul pada masing-masing perusahaan, pada dataset sentimen positif adalah kata “bantu”, “kuat”, dan “sehat”. Sedangkan pada dataset negatif didominasi oleh kata “turun”, “tahan”, dan “bawah”. Hasil korelasi Rank Spearman menunjukkan beberapa perusahaan saham yaitu ANTM, BMRI, dan TLKM menghasilkan bahwa sentimen positif memiliki korelasi yang lemah dengan harga saham, sedangkan sentimen negatif tergolong tidak memiliki korelasi dengan harga saham
Penilaian CAPM Menggunakan Metode Two Pass Regression dan Teknik Rolling Window Regression (Studi Kasus pada Saham Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021)
Salah satu sarana investasi yang berkembang pesat di Indonesia akhir-akhir ini adalah pasar modal. Hal paling mendasar yang harus diketahui oleh seorang investor adalah adanya risiko yang selalu mengikuti return. Oleh karena itu, investor perlu memprediksi return yang diharapkan supaya dapat memaksimalkan keuntungan pada tingkat risiko tertentu. Salah satu cara paling populer untuk memprediksinya adalah CAPM (Capital Asset Pricing Model). Karena pasar modal Indonesia saat ini sudah berkembang pesat dan minat investor untuk berinvestasi juga tinggi, penelitian ini dilakukan untuk menilai kembali berlakunya CAPM di pasar modal Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode two pass regression dan teknik rolling window regression, serta dengan menerapkan pendekatan berupa pembentukan portofolio berdasarkan urutan peringkat beta. Selain itu, tahap kedua regresi dilakukan sebanyak dua kali, yaitu dengan intercept dan tanpa intercept, untuk melihat pengaruh adanya intercept terhadap kinerja CAPM di pasar modal Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data saham 50 perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar tertinggi selama tahun 2017 hingga tahun 2021. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah CAPM tanpa intercept signifikan untuk 59,18% subperiode dengan pemenuhan syarat market risk premium harus signifikan dan bernilai positif sebesar 51,72% dan pemenuhan syarat intercept harus bernilai 0 atau tidak signifikan sebesar 100%. Sementara itu, CAPM dengan intercept sama sekali tidak signifikan dengan tidak ada satu pun syarat yang terpenuhi. Oleh karena itu, CAPM tanpa intercept terbukti jauh lebih baik daripada CAPM dengan intercept. Berdasarkan model tersebut, sekitar 35,2% hingga 80,79% keragaman pada return yang diharapkan dari saham BEI mampu dijelaskan oleh beta yang mewakili risiko sistematisnya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Meskipun hal ini belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip CAPM, CAPM masih bisa digunakan dengan baik pada saham BEI dengan menghilangkan intercept pada regresi tahap kedua
Pemodelan Kasus Covid-19 di Jawa Timur Menggunakan Metode Generalized Poisson Regression dan Negative Binomial Regression
Virus SARS-CoV-2 atau juga dikenal sebagai COVID-19, pertama kali ditemukan di China pada akhir 2019 dan telah menyebar secara global dan menyebabkan lebih dari 178 juta kasus terkonfirmasi dan sebanyak 3,9 juta jiwa meninggal dunia. Untuk kasus di Jawa Timur sendiri kasus COVID-19, hingga bulan Januari 2022 jumlah kasus di Jawa Timur yang terpapar virus COVID-19 sendiri mencapai 402.879 jiwa, sedangkan jumlah yang sembuh mencapai 371.745 jiwa dan meninggal dunia sebanyak 29.774 jiwa. Analisis regresi menggunakan variabel dependen sebagai variabel acak kontinu untuk menganalisis data. Sedangkan Regresi Poisson sendiri merupakan model dengan variabel Y berdistribusi Poisson. Namun dalam model regresi Poisson asumsi sering dilanggar antara estimasi varians yang berada di atas mean (over-dispersion) atau di awah mean (under-dispersion). Salah satu model yang digunakan untuk menangani under-dispersi atau over-dispersi ini yaitu Generalized Poisson Regression dan Negative Binomial Regression. Data yang akan digunakan untuk meramalkan jumlah korban jiwa COVID-19 yaitu data harian di Jawa Timur dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Januari 2022. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan software RStudio dengan faktor yang diduga mempengaruhi yaitu, kasus aktif, kasus baru, Stringency Index, dan Bed Occupancy Rate di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini diharapkan dapat membantu Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Jawa Timur dalam pengambilan kebijakan untuk mengantisipasi jumlah pasien berdasarkan faktor – faktor yang berpengaruh signifikan pada penelitian dan juga menambah wawasan mengenai faktor –faktor apa saja yang dapat berpengaruh dengan kasus COVID-19 sehingga masyarakat bisa lebih waspada lagi dalam masa pandemi ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa model terbaik adalah model Generalized Poisson Regression. Hal ini ditunjukan dari nilai -2logL, AIC, dan BIC pada model Generalized Poisson Regression yang lebih kecil daripada model regresi poisson dan model Negative Binomial Regression. Dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kasus meninggal COVID-19 adalah kasus aktif, kasus baru, Stringency Index, dan Bed Occupancy Rate