Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) dalam Optimasi Durasi dan Biaya pada Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo
Proyek preservasi jalan dan jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo merupakan salah satu proyek preservasi yang mengalami perlambatan pekerjaan dikarenakan adanya kegiatan mudik lebaran. Arus mudik lebaran menyebabkan bebe-rapa pekerjaan tidak dapat dilaksanakan sehingga menyebabkan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan mengalami keterlam-batan. Selain itu, permasalahan dalam perizinan juga menyebab-kan proyek ini mengalami keterlambatan. Padahal, proyek ini terbatasi pada segi waktu penyelesaiannya karena jalan dan jembatan pada ruas tersebut berpengaruh terhadap kelancaran sektor perhubungan, baik pada mobilitas manusia maupun distri-busi barang. Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan penger-jaan proyek agar proyek dapat selesai tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi durasi dan biaya Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Gempol–Pasuruan–Probolinggo. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mempercepat pengerjaan proyek serta memeroleh penambahan biaya yang paling optimal adalah dengan optimalisasi jadwal baik dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) maupun fast tracking. Metode TCTO dilakukan dengan melakukan crashing durasi proyek. Pada metode crashing, dilakukan analisis Crash Duration, Crash Cost, dan Cost Slope pada aktivitas sisa pekerjaan yang berada pada lintasan kritis, kemudian dilakukan percepatan hingga jenuh seluruhnya. Setelah itu, dilakukan rekapitulasi hasil percepatan metode crashing (optimum dan maksimum) dan fast tracking. Penelitian ini menghasilkan durasi percepatan paling optimal dengan durasi akhir 99 hari dan biaya Rp30.525.265.504,56. Crashing optimum belum dapat mengejar target percepatan akibat keterlambatan proyek, namun dengan percepatan maksimum dapat mengerjar target percepatan
Penentuan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir di Kabupaten Jember
Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir memiliki daya tarik wisata berupa lahan kebun teh dan keindahan alam sekitar, objek wisata pendukung seperti spot foto, jogging track, tea walk, lapangan tenis, dan kolam renang, didukung fasilitas seperti pujasera dan villa, dan dapat menarik wisatawan lokal. Namun, kawasan agrowisata memiliki permasalahan meliputi pengelolaan potensi wisata belum dikemas secara optimal, kurang didukung sarana prasarana wisata seperti moda transportasi umum menuju lokasi wisata, aksesibilitas kurang memadai seperti kondisi jalan makadam, minimnya program pemberdayaan masyarakat, minimnya keberadaan pusat infomasi wisata, minimnya investasi di sektor pariwisata, lemahnya daya saing produk usaha wisata, rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap potensi pariwisata, kurangnya informasi potensi wisata kepada wisatawan nusantara dan mancanegara, keterbatasan profesionalisme SDM di bidang pariwisata, dan keterbatasan pendidikan kepariwisataan terhadap sumber daya manusia. Sehubungan dengan potensi dan permasalahan di atas, maka disusun penelitian ini yang bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir di Kabupaten Jember sebagai input dalam penyusunan arahan pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode analisis delphi untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir. Selanjutnya untuk mengetahui kondisi eksisting, potensi, dan masalah faktor-faktor pengembangan tersebut digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh Gunung Gambir adalah hamparan kebun/ lahan perkebunan, keindahan alam, budaya petani, produk agrowisata, kesediaan objek wisata lain, sarana umum, penginapan, tempat makan, sistem pengairan, jaringan komunikasi, fasilitas kesehatan, terminal pengangkutan, sumber listrik dan energi, sistem pembuangan kotoran/ air, jalan raya, sistem keamanan, jaringan air bersih, transportasi umum, sistem keamanan penumpang, sistem informasi perjalanan, tenaga kerja, kepastian tarif, peta objek wisata, aksesibilitas, keramahan masyarakat, keramahan petani, kesiapan sumber daya manusia, promosi dan pemasaran, modal, kesesuaian pola ruang, kerjasama, dan konsep tapak dan zonasi
Desain Jaringan Sensor dan Aktuator Nirkabel untuk Pengaturan Pencahayaan dan Udara Ruangan di Ruang Belajar
Penggunaan listrik di Indonesia kian meningkat di tiap tahunnya bisa menjadi tantangan untuk kampus cerdas sebagai gabungan dari teknologi pintar dengan infrastruktur fisik, yaitu memberi upaya untuk penghematan penggunaan energi listrik di kampus. Salah satu aplikasi yang sudah marak digunakan pada zaman serba digital ini adalah lampu pintar yang masih jarang diaplikasikan pada kampus di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain jaringan sensor dan aktuator nirkabel yang memiliki potensi penghematan energi. Penelitian akan dilakukan dengan metode pengujian prototipe. Pada penelitian ini, telah dirancang prototipe dengan sebuah mikrokontroler, tiga sensor, dan aktuator untuk mengatur pencahayaan dan pengaturan udara ruang. Sensor yang digunakan pada prototipe adalah sensor cahaya yang dibertugas untuk mendeteksi intensitas cahaya, sensor infra merah pasif yang bertugas untuk mendeteksi pergerakan manusia, serta sensor temperatur dan kelembapan akan mendeteksi temperatur dan kelembapan ruangan. Ketiga sensor tersebut memberi data ke mikrokontroler yaitu NodeMCU ESP8266, kemudian mikrokontroler memberi perintah pada aktuator. Prototipe dari penelitian ini tersambung dengan pencahayaan dan pengaturan udara dalam ruangan. Dari jaringan sensor dan aktuator nirkabel tersebut, didapat sistem pencahayaan dan pengaturan udara otomatis. Didapat juga penghemetan penggunaan lampu sebesar 33%, sementara penghematan penggunaan air conditioner sebesar 13%
Analisis Sensitivitas Investasi Proyek Rebranding Hotel Grand Mangku Putra di Kota Cilegon
PT. Grand Mangku Putra yang menggandeng PT. Riyadh Group memanfaatkannya dengan melakukan proyek rebranding Hotel Grand Mangku Putra menjadi condotel. Rebranding dilakukan dalam rangka perbaikan citra maupun kualitas brand dari sebelumnya. Kegiatan rebranding yang dilakukan merupakan kegiatan rebranding yang menyeluruh meliputi fisik serta management. Metode yang digunakan dalam analisa investasi ini adalah metode Analisis Sensitivitas. Metode ini dilaksanakan dengan beberapa tahap, Tahap yang pertama adalah menghitung biaya investasi serta NOI (Net Operating Income) pada perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), serta Payback Period (PP). Pada Analisis Sensitivitas, pada variabel biaya operasional, harga penyewa unit condotel, dan tingkat keterisian unit condotel. Analisa investasi ini dihitung dengan modal sebesar Rp. 35.587.829.043,03 yang bersumber dari PT. Grand Mangku Putra selaku pemilik properti. Investasi ini dilakukan dengan masa investasi 5 tahun dengan nilai MARR sebesar 6,925% serta bunga pinjaman bank sebesar 8,39%. Hasil yang didapat setelah melaksanakan perhitungan adalah nilai NPV sebesar Rp. 47.809.917.835,31 yang mana nilai tersebut lebih besar dari nol. Untuk nilai IRR sebesar 66,210906017% yang lebih besar dari nilai MARR yang ditetapkan. Pada perhitungan PP, masa pengembalian investasi didapatkan selama 1 tahun 10 bulan. Dari hasil tersebut dapat dikatakan investasi dapat dilakukan, karena nilai NPV diatas nol, nilai IRR lebih besar dari nilai MARR serta masa pengembalian kurang dari masa investasi yang ditetapkan. Selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas demi mendapatkan batas-batas investasi, didapatkan bahwa untuk merubah nilai NPV menjadi kurang dari nol adalah dengan menurunkan okupansi lebih dari 24,764%, terjadi penurunan harga sewa lebih dari 41,610%, serta terjadi peningkatan biaya operasional lebih dari operasional lebih dari 124,62%
Pra Desain Pabrik Dimethyl Ether dari Gas Alam dengan Proses Langsung
Program konversi minyak tanah ke LPG yang dimulai pada tahun 2007 telah memberikan dampak besar terhadap konsumsi LPG di Indonesia. Permintaan LPG pada tahun 2007 sebesar 0,33 juta ton mengalami peningkatan yang signifikan hingga tahun 2017. Kenaikan permintaan LPG ini mendorong negara untuk melakukan impor guna memenuhi kebutuhan LPG di Indonesia, yang pada gilirannya meningkatkan beban anggaran pemerintah. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pengembangan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan peran LPG sebagai bahan bakar utama. Salah satu solusinya adalah dengan pendirian pabrik Dimethyl Ether (DME) di Indonesia. Industri DME di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan karena bahan baku industri ini adalah gas alam, yang mana ketersediaan gas alam melimpah di Indonesia. Dalam pra desain pabrik ini, pendirian pabrik DME direncanakan pada tahun 2027 dengan lokasi di Kawasan Industri Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Proses produksi DME menggunakan direct process yang terdiri dari tahap reforming, pemisahan CO2, sintesa DME, dan purifikasi DME. Bahan baku utama dalam pembuatan DME adalah gas alam, dengan bahan baku penunjang seperti O2, recycle CO2, dan recycle metanol. Kapasitas produksi pabrik DME direncanakan sebesar 625.577 ton DME per tahun, berdasarkan proyeksi produksi, konsumsi, ekspor, dan impor LPG hingga tahun 2027. Pabrik akan beroperasi 24 jam sehari selama 330 hari setahun untuk memenuhi kapasitas produksi tersebut. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pendirian pabrik DME adalah investasi yang layak dengan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,7% dan waktu pengembalian modal selama 3,03 tahun. Modal total yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik DME adalah USD 390.782.700, dengan Break Even Point (BEP) pabrik sebesar 37,5%. Dengan demikian, pendirian pabrik DME di Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan menjadi alternatif bahan bakar yang berpotensi menguntungkan secara ekonom
Pemantauan Land Surface Temperature (LST) dan Kaitannya dengan Tutupan Lahan (Studi Kasus: Kota Surabaya Tahun 2014-2022)
Peningkatan penduduk terjadi akibat banyaknya penduduk dari luar kota/desa berpindah menuju pusat kota atau bisa dikenal dengan fenomena urbanisasi. Fenomena ini juga terjadi pada Kota Surabaya. Peningkatan penduduk terjadi di Kota Surabaya, tercatat dalam BPS 2020, sejumlah 25723 penduduk luar kota menetap di Kota Surabaya. Selain membawa pengaruh peningkatan penduduk, proses urbanisasi juga berdampak pada alih fungsi lahan perkotaan dari lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun. Perubahan tutupan lahan memiliki peran penting terhadap naiknya nilai suhu permukaan, hal ini diakibatkan oleh lahan terbangun memberikan pantulan panas yang lebih tinggi dibandingkan vegetasi. Oleh karena itu pemantauan tentang suhu permukaan dan kaitannya dengan tutupan lahan penting dilakukan untuk perencanaan penggunaan lahan dalam upaya mengurangi permasalahan lingkungan maupun iklim. Dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh menggunakan citra Landsat-8 dan pengolahan menggunakan Google Earth Engine (GEE) dapat dilakukan analisis spasial fenomena tersebut. Nilai LST berada pada rentang 27,357-31,909 °C dan cenderung mengalami peningkatan. Tutupan lahan Kota Surabaya didominasi oleh lahan terbangun dengan kecenderungan mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Kelas lahan terbangun, vegetasi dan badan air memiliki korelasi kuat terhadap Land Surface Temperature (LST) dengan nilai koefisien korelasi masing-masing 0,91; -0,81; dan -0,61. Korelasi cukup terjadi pada objek lahan terbuka dengan nilai korelasi 0,08. Hal ini membuktikan bahwa LST akan lebih tinggi pada objek lahan terbuka dan LST akan lebih rendah pada objek vegetasi
Perencanaan Alternatif Sistem Pengoperasian Pompa Banjir dan Pompa Lumpur di Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor Kota Surabaya
Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor merupakan saluran pematusan primer di Surabaya Timur. Fungsi awal saluran untuk mengalirkan limpasan air hujan. Akan tetapi, saat musim kemarau, saluran juga menampung debit air limbah permukiman. Akibatnya terjadi penambahan beban saluran yang berpotensi menimbulkan banjir/genangan. Untuk mengendalikan banjir tersebut perlu dilakukan perencanaan alternatif sistem pengoperasian pompa baik pompa banjir maupun pompa lumpur di Rumah Pompa Kalibokor, Rumah Pompa Kalidami Screw, dan Rumah Pompa Bozem Kalidami. Perencanaan alternatif diawali dengan perhitungan debit banjir rencana yang mencakup debit limpasan air hujan, debit air limbah permukiman, dan debit pintu air. Selanjutnya ditawarkan alternatif operasional pompa pada saat musim penghujan dan kemarau hingga dihitung biaya operasionalnya meliputi biaya listrik (PLN atau genset) serta biaya pemeliharaan dan perawatan pompa. Berdasarkan alternatif yang ditawarkan, jumlah pompa yang digunakan sama dengan jumlah pompa eksisting. Saat musim penghujan, semua pompa akan dioperasikan secara maksimal, sedangkan saat kemarau dinyalakan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dan 1 pompa banjir 3 m3/detik untuk menurunkan elevasi muka air saluran. Saat musim hujan di Rumah Pompa Kalibokor dioperasikan 3 pompa banjir berkapasitas 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur berkapasitas 0,25 m3/detik. Sedangkan saat kemarau, pompa dioperasikan selama 5,7 jam perhari. Biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp 1.057.075.502/tahun. Lalu, di Rumah Pompa Kalidami Screw, pengoperasian pompa memanfaatkan polder sebagai kontrol elevasi. Lima screw pump 1,3 m3/detik, 1 pompa banjir 3 m3/detik , dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dioperasikan saat musim hujan. Pompa dioperasikan selama 9,53 jam perhari saat kemarau. Total biaya operasionalnya yaitu Rp 1.478.955.547/tahun. Kemudian sistem pengoperasian pompa di Rumah Pompa Bozem Kalidami memanfaatkan Bozem Kalidami sebagai tempat penampungan air sementara. Jumlah pompa sebanyak 7 pompa banjir 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik akan dioperasikan semuanya saat musim hujan, sedangkan saat kemarau dinyalakan selama 5,4 jam perhari. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.615.109.563/tahun
Perancangan Buku Visual Karya Tulis Ir. Soekarno 'Sarinah' Melalui Alih Wahana
Ir. Soekarno merupakan tokoh proklamator yang banyak menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisannya, salah satunya adalah karya tulis yang berjudul Sarinah. Di dalam buku tersebut berisi tentang pemahaman mengenai peran perempuan bukan hanya dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, melainkan juga dalam peradaban umat manusia. Oleh karena itu, penulis merancang buku visual sebagai media baru untuk karya tulis Sarinah yang berisi pemikiran Ir. Soekarno mengenai perempuan kepada generasi muda Indonesia. Dalam perancangan ini, metode yang digunakan adalah depth interview,kuisioner, studi literatur, studi eksisting, alih wahana, studi artefak visual, studi eksplorasi visual, serta user testing. Perancangan ini menghasilkan buku visual berupa jilid pertama buku visual Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Kemerdekaan Republik Indonesia dengan konsep ‘Semangat Kebangkitan Perempuan Indonesia’ yang memuat sudut pandang Ir. Soekarno mengenai perempuan yang dikemas dengan menggunakan bahasa komunikatif yang ringkas dan ringan untuk target audiens kelompok usia 18-25 tahun
Pendekatan Biofilik untuk Mengatasi Burnout pada Lingkungan Sekolah
Dalam proses belajar, lingkungan sekolah merupakan salah satu lingkungan yang akan berdampak besar dalam membentuk pola pikir, berperilaku, dan kecerdasan manusia untuk kedepannya. Namun tidak jarang dengan kurikulum yang ketat, fasilitas sekolah tidak menunjang kesehatan fisik dan kesehatan mental para siswa yang ada di dalam sekolah saat proses belajar berlangsung selama jangka panjang, yang mana dapat berakibat siswa mengalami stress dan dapat menyebabkan stress tingkat lanjut yang dikenal burnout syndrome. Dengan kebutuhan kualitas hidup manusia yang meningkat, Perlunya strategi bagi kualitas lingkungan supaya dapat membantu siswa untuk membantu mengkoping stress tersebut, sehingga membawa kepada strategi pendekatan desain secara biofilik. Biofilik dapat menjembatani antara kebutuhan kualitas ruang dengan wellbeing manusia dengan afinitas dengan alam. Pendekatan ini menjadi solusi dalam memelihara kesejahteraan penggunanya dalam lingkungan belajar
Pemanfaatan Sludge IPAL Industri Susu Sebagai Media Pembibitan Tanaman Bayam, Kangkung, dan Sawi Hijau
PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan di bidang produksi susu dengan bermula dari GKSI di Pandaan. Industri susu PT.XYZ telah dilengkapi dengan fasilitas IPAL dengan pengolahan biologis. Namun, pengolahan tersebut memunculkan permasalahan baru yaitu timbulnya sludge karena adanya aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan polutan organik pada air limbah. Hingga saat ini, PT.XYZ telah memanfaatkan sludge sebagai media tanam, namun dengan dosis yang bebas dan tidak ditentukan. Padahal, sludge susu memiliki kandungan yang kaya nitrogen, fosfor, kalium, dan nutrisi lainnya sebagai soil additive apabila dosis yang diberikan tepat dan sesuai kebutuhan tanaman. Variabel pada penelitian adalah variasi rasio penambahan sludge yang didapatkan dari hasil RFT dengan persentase berat basah 0%; 20%; 40; 60%; 80%; dan 100% sludge dan tanaman uji berupa tanaman bayam hijau, kangkung darat, dan sawi hijau. Penelitian pendahuluan dimulai dengan pembibitan tanaman uji selama 10 hari dan kegiatan RFT selama 14 hari serta pengujian karakteristik sludge menggunakan analisis ayakan dan kadar air untuk mengetahui tekstur media tanam. Sementara penelitian utama dilakukan dengan memindahkan tanaman ke reaktor dan mengamati pertumbuhannya selama 30 hari. Tanaman akan diukur tinggi, jumlah daun, dan pH setiap dua hari sekali. Berdasarkan penelitian didapatkan variasi rasio penambahan sludge yang paling berpengaruh terhadap tinggi dan jumlah daun tanaman bayam hijau, kangkung darat, dan sawi hijau berturut-turut sludge 60%; 100%; dan 80% dengan rata-rata pH antara 7,5 hingga 8,2. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi karakteristik unsur hara makro berupa N, P, K, dan C-Organik pada sludge yang relatif tinggi yaitu berturut-turut 14,95 mg/L; 83,56 mg/L; 15,32 mg/L; dan 56,24% dengan kadar air sebesar 88% sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai media tanam. Hal tersebut ditunjang dengan sifat fisik sludge yaitu liat berdebu dengan terdiri atas 4,16% pasir; 43,08% debu; dan 42,26% lempung yang mana memiliki porositas rendah sehingga media tanam menyediakan unsur hara dalam jumlah melimpah untuk diserap oleh tanaman