Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Studi Eksperimental Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Sirkular Tunggal dengan Penambahan Airfoil NACA0012; NACA0018; NACA0024 di Belakang Silinder Sirkular Utama pada Jarak Longitudinal (S/D) 1.6
pengetahuan yang fenomenanya kerap berkaitan dengan kehidupan manusia. Salah satunya fenomena aliran fluida melintasi suatu bluff body. Dalam aplikasi engineering fenomena ini memegang peranan penting seperti pada konstruksi pipa bawah laut, jembatan, dan tube pada heat exchanger. Bluff body dapat menghasilkan wake yang besar, salah satunya adalah silinder. Silinder memilki profil geometri yang bersifat strong adverse pressure yang menghasilkan wake yang besar sehingga berdampak pada dihasilkannya gaya hambat (drag) yang besar pada silinder. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan pengurangan gaya hambat pada silinder dengan penambahan bodi pengganggu atau biasa disebut dengan metode passive flow control. Eksperimental ini dilakukan pada sub-sonic wind tunnel berdimensi (H = 200 mm; W = 200 mm; L = 2000 mm), silinder sirkular utama berdiameter (D = 36 mm) dengan penambahan airfoil dengan chord length (c = 36 mm). Variasi simetris airfoil (NACA0012, NACA0018, NACA0024) dengan variasi jarak longitudinal (S/D) 1.6 pada bilangan Reynolds 2.01 x . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penambahan airfoil di belakang silinder sirkular tunggal mampu mereduksi gaya drag yang bekerja pada silinder sirkular utama. Reduksi gaya drag ini diindikasikan oleh penurunan koefisien drag pressure ( ) pada silinder sirkular utama. Pada eksperimen ini, didapatkan reduksi koefisien drag pressure ( ) paling optimal terjadi pada konfigurasi dengan airfoil NACA002
Analisis Komputasional Aplikasi Penggunaan Phase Change Material (PCM) pada Insulasi Dinding Eco-Reefer Container 20 Feet
Sebesar 1,3 miliar ton makanan menghilang setiap tahun, termasuk kerugian dalam transportasi. Pengangkutan produk yang peka terhadap suhu membutuhkan pasokan energi yang hampir konstan untuk mendinginkan, membekukan, atau mengkondisikan barang untuk mencegah kerugian produk selama pengangkutan. Faktor lingkungan yang bervariasi selama perjalanan kargo, seperti kondisi lingkungan, terjadinya benturan, dan sebagainya dapat menyebabkan kegagalan unit pendingin reefer container. Saat mengalami kegagalan, suhu udara yang disuplai oleh kipas sirkulasi mungkin lebih rendah dari nilai yang ditetapkan. Pada kasus tersebut, suhu kargo dapat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penambahan bahan Phase Change Material (PCM) sebagai bahan insulasi pada reefer container. PCM dapat menjaga dan mempertahankan suhu agar tidak terjadi kenaikan suhu yang signifikan. Pada hasil simulasi dengan Finite Element Method (FEM), reefer container konvensional memiliki suhu dinding rata-rata -1.03 °C. Dengan bantuan PCM, suhu dinding mengalami penurunan dengan rata-rata -16.48 °C. Pada simulasi dengan Computational Fluid Dynamics (CFD), reefer container kosong dalam keadaan kosong tanpa muatan mencapai suhu terendah sebesar -29.89 °C dengan rata-rata suhu sebesar -29.8 °C. Sedangkan, dengan bantuan PCM suhu terendah dapat mencapai -29.92 °C dan rata-rata suhu sebesar -29.84 °C. Dalam keadaan ruang muat yang berisi muatan, reefer container konvensional mencapai suhu terendah sebesar -29.19 °C dengan rata-rata suhu -28.73 °C. Dengan bantuan PCM, suhu reefer container pada keadaan berisi muatan dapat mencapai suhu terendah sebesar -29.43 °C dengan rata-rata suhu sebesar -29.21 °C
Analisis Percepatan Penjadwalan pada Proyek PLTU Palu-3 Sulawesi Tengah
Pelaksanaan pembangunan Jetty PLTU Palu-3 mengalami keterlambatan dimana progress kumulatif pertanggal 20 Juli 2022 yang seharusnya mencapai 16,80% hanya mencapai 13,02%. Keterlambatan terjadi karena keterlambatan kedatangan peralatan dan kerusakan peralatan saat pengerjaan. Menyikapi hal tersebut, dilakukan percepatan sehingga struktur utama jetty dapat selesai pada awal Januari 2023. Metode percepatan yang digunakan adalah metode Time Cost Trade Off (TCTO), dengan menggunakan tiga alternatif yaitu penambahan jam kerja, penambahan jumlah pekerja dan gabungan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, untuk alternatif penambahan jam kerja didapatkan biaya total sebesar Rp 39.342.327.088,34 dengan durasi 171 hari pengerjaan. Untuk alternatif penambahan jumlah pekerja didapatkan biaya total sebesar Rp 39.187.067.991,11 dengan durasi 167 hari pengerjaan dan untuk alternatif gabungan didapatkan biaya total sebesar Rp 39.067.164.650,87 dengan durasi 154 hari pengerjaan. Ketiga alternatif dapat memenuhi target penyelesaian yang telah ditetapkan dengan alternatif gabungan adalah yang paling optimal karena menghasilkan biaya total dan durasi yang lebih kecil dengan penyelesaian pada 21 Desember 2022
Arahan Pengembangan Alun-Alun Reksogati Ibu Kota Caruban dengan Konsep Placemaking
Alun-alun Ibu Kota Caruban Reksogati, yang terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merupakan ruang terbuka publik baru di wilayah tersebut. Alun-alun ini dipindahkan dari pusat kota Madiun ke Kecamatan Mejayan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2010. Alun-alun Reksogati memiliki lokasi strategis yang memudahkan akses antarkota dan antarkabupaten. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Madiun tahun 2009-2029 menetapkan bahwa Alun-alun Reksogati terletak di Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP 1) dan diarahkan sebagai kawasan perkotaan dengan fungsi utama sebagai pusat pelayanan fasilitas umum, perdagangan dan jasa, serta pusat pemerintahan. Namun, meskipun memiliki potensi strategis, Alun-alun Reksogati masih menghadapi beberapa persoalan, seperti fasilitas yang tidak berfungsi optimal. Fenomena ruang publik di negara berkembang seringkali ditandai dengan ketidakteraturan dan sifat informal. Oleh karena itu, diperlukan pemulihan dan pengembangan ulang Alun-alun Reksogati dengan pendekatan konsep placemaking untuk mengembalikan fungsi dan menciptakan ruang terbuka publik yang nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati Caruban dengan menggunakan konsep placemaking. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, penelitian ini akan memfokuskan pada dua sasaran. Sasaran 1, merumuskan faktor-faktor penentu yang terkait dengan konsep pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati Ibu Kota Caruban dengan pendekatan placemaking. Selanjutnya pada asaran 2, merumuskan arahan pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati Ibu Kota Caruban dengan memanfaatkan konsep placemaking. Dalam tahap ini, akan dibuat rekomendasi dan panduan mengenai bagaimana pengembangan kawasan Alun-alun Reksogati dapat dilakukan secara detail dan sesuai dengan konsep placemaking. Dari hasil analisis diketahui bahwa terdapat sebelas faktor yang berpengaruh pada pengembangan Alun-alun Reksogati dengan konsep placemaking, seperti Feeling Attachment, Partisipasi, Aktivitas Sosial, Aktivitas Ekonomi, Fungsi dan Makna, Komponen Ruang Luar, Aktivitas Kultural, Keamanan, Estetika, Respon Masyarakat, dan Kenyamanan. Sebelas faktr tersebut dikaji dengan best practice, dan tinjauan kebijakan, didapatkan 16 arahan pengembangan Alun-alun Reksogati yang dapat diimplementasikan dengan konsep placemaking
Penggunaan Metode Segmentasi dan Narasi dalam Redesain Gertak di Pesisir Sungai Kapuas
Gertak adalah bentuk arsitektur yang lahir dari jati diri Kota Pontianak. Gertak kembali menghidupkan budaya masyarakat yang sudah mulai tergerus jaman. Namun faktanya Gertak yang sekarang tidak dapat mengakomodasi perubahan dan pertambahan pengguna serta aktivitas sosial ekonomi yang berlangsung. Sehingga diperlukan rancangan redesain yang kontekstual. Redesain yang dilakukan dalam rancangan ini mengacu pada metode segmentasi dan narasi. Adaptasi sebagai konsep dasar redesain didasari aspek- aspek kontekstual. Segmentasi yang dilakukan adalah dengan pemetaan zonasi aktivitas. Kemudian untuk narasi yang dilakukan adalah dengan penambahan layer dan skenario. Setiap layer dikelompokkan ke dalam 3 zonasi ruang yakni ruang Inti A, B dan Transisi. Agar identitas Gertak tidak hilang, karakteristik bentuk, sifat dan program yang lama tetap dipertahankan. Sirkulasi dan pergerakan pengunjung juga menyesuaikan pola dan aktivitas dibawahnya. Kemudian melalui metode segmentasi dan narasi diharapkan dapat mewujudkan bentuk arsitektur yang lebih kontekstual
Model Hunian Adaptif Kampung Nelayan pada Resiko Surabaya Tenggelam 2050
Permukaan air laut yang terus meningkat menjadi dampak berkelanjutan dari permasalahan lingkungan diatas. Surabaya diisukan terancam tenggelam pada tahun 2050. Perubahan yang terjadi ini memberikan dampak yang menyebar dan kelanjutan pada perlambatan kehidupan dan pembangunan Kota Surabaya. Upaya preventif (mitigasi) dan adaptasi terhadap kondisi yang baru dapat direspon melalui peran arsitektur demi keberlanjutan. Desain Modul Hunian yang adaptif diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Dengan harapan sebagai upaya mempertahankan area lahan kota Surabaya. Rancangan desain modul melalui pendekatan adaptive architecture dihadirkan pada rancangan ini. Konsep modul hunian memiliki struktur dan bentuk yang dapat beradaptasi dengan kenaikan air hingga mengapung. Terletak pada permukiman nelayan pesisir Kenjeran menjadi simulasi awal rancangan. Dengan rencana kedepan, hasil output modul permukiman dapat diterapkan lebih luas pada area lain Surabaya yang terdampak . Sehingga, harapannya desain yang ditawarkan dapat menjadi solusi dari permasalahan ini
Analisis Segmentasi Pasar Produk BULOG di Surabaya Menggunakan Correspondence Analysis
BULOG (Badan Urusan Logistik) sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang berbentuk Perusahaan Umum memiliki kewenangan yang luas mengelola usaha multi komoditi pangan melalui perdagangan produk BULOG. Permasalahan yang timbul adalah produknya kurang dikenal oleh masyarakat karena pemasarannya yang belum menjangkau ke target pasar yang tepat. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada 20 masyakarat Surabaya, 16 masyarakat belum mengetahui produk BULOG. Untuk mengetahui target pasar dari produk BULOG di Surabaya secara spesifik, dilakukan analisis segmentasi pasar menggunakan Correspondence Analysis sehingga dapat diketahui pola kecenderungan minat masyarakat Surabaya terhadap produk BULOG berdasarkan segmen geografis, demografis, perilaku, dan psikografis. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Surabaya yang berminat terhadap produk beras cenderung bertempat tinggal di kecamatan Tenggilis Mejoyo, berusia diatas 54 tahun, berminat karena alasan kandungan gizi dan manfaat yang ada pada produk, ingin membeli produk di Toko Kelontong, dan memiliki kebiasaan membeli beras sebanyak 1-5 kg dalam 1 bulan. Yang berminat terhadap produk gula cenderung bertempat tinggal di kecamatan Sukolilo, berusia 25-34 tahun, berminat karena alasan harga produk yang tergolong murah, ingin membeli produk di Kantor BULOG terdekat, dan memiliki kebiasaan membeli gula lebih dari 2 kg dalam 1 bulan. Yang berminat terhadap produk minyak goreng cenderung bertempat tinggal di kecamatan Rungkut, berusia 45-54 tahun, berminat karena alasan keinginan pribadi, ingin membeli produk di Toko Kelontong, dan memiliki kebiasaan membeli minyak goreng lebih dari 2 liter dalam 1 bulan
Perancangan Virtual tour 360 sebagai Media Pengenalan Wilayah Sekitar Ibu Kota Negara Baru Indonesia
Pada tanggal 26 Agustus 2019, Presiden Republik Indonesia telah memutuskan bahwa sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur sebagai lokasi pembangunan ibu kota baru Republik Indonesia. Rencana pemindahan ibu kota tersebut telah melewati kajian dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas RI). Namun penggambaran serta wilayah dan lingkungan yang ada disekitar wilayah IKN belum pernah ada gambaran yang pasti bagaimana masyarakat yang ingin berkunjung ke wilayah IKN khusunya Kalimantan Timur mendapatkan informasi terkait tempat tinggal (penginapan), tempat pendidikan, tempat ibadah, tempat kebudayaan serta objek wisata yang ada di wilayah tersebut. Dari sisi lain, media yang digunakan untuk menyampaikan informasi tersebut terus berkembang. Tujuan perancangan ini menghasilkan sebuah virtual tour 360 yang dapat berfungsi sebagai media pengenalan, informasi, komunikasi, edukasi, serta memberikan pengalaman virtual seakan sedang berkunjung ke wilayah sekitar ibu kota negara baru Indonesi
Penerapan Elemen Estetis Modern Historical pada Interior Bangunan Cagar Budaya ‘Lalwani’ Jl. Tunjungan
Elemen estetis merupakan bagian dari interior yang mengandung keselarasan dari unsur-unsurnya, sehingga menimbulkan keindahan. Elemen estetis pada interior digunakan untuk mengangkat suasana pada suatu ruang. Elemen estetis ini juga berkaitan erat dengan kualitas kenyamanan dalam beraktivitas. Selain kebutuhan akan ruang, manusia juga membutuhkan seni sebagai ekspresi dalam kehidupannya. Seni dapat menjadi stimulus aktif dan pasif bagi manusia. Sebagai stimulus aktif, elemen estetis menjadi acuan skala dan acuan arah serta titik fokus yang dapat menarik perhatian. Sedangkan sebagai stimulus pasif, elemen estetis berfungsi sebagai dekorasi ruang yang menjadi simbol dari suatu kegiatan yang berlangsung di dalam ruang tersebut, menjadi pemacu semangat beraktivitas, membenkan karakter/identitas serta prestige kepada sebuah ruang. Hadirnya elemen estetis pada Bangunan Cagar Budaya ‘Lalwani’ Jl. Tunjungan dapat menunjang karakteristik pada nuansa Modern Historical yang ingin diterapkan pada interior
Sistem Monitoring Pencegahan Layu Fusarium pada Tanaman Allium ascalonicum berbasis IoT Menggunakan Fuzzy Logic
Perkembangan teknologi dan pertumbuhan populasi mendorong inovasi di bidang agrikultur penting untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Layu fusarium adalah penyakit utama pada tanaman bawang merah akibat jamur Fusarium oxysporum. Beberapa sentra produksi bawang merah di Indonesia mengalami kerugian hingga 50% akibat layu fusarium. Infeksi ditandai dengan pertumbuhan jamur pada akar tanaman, menyebabkan layu dan kematian. Faktor lingkungan seperti pH tanah rendah (4,5-5,5), suhu lingkungan (26,8-28,3°C), dan kelembapan udara (70-80%) serta kelembapan tanah (70-80%) mempengaruhi pertumbuhan jamur fusarium. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pengawasan dan pengaturan pH tanah agar tidak mendukung pertumbuhan jamur fusarium. Metode fuzzy Takagi-Sugeno digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengguna mengenai kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan diukur menggunakan pH meter, soil humidity sensor, dan air humidity sensor. Data dari perangkat-perangkat dikirimkan ke ESP32 master melalui protokol ESP-now, lalu ke Raspberry Pi menggunakan MQTT untuk diolah dan ditampilkan pada dashboard. Data yang diterima digunakan untuk menghasilkan keputusan dan memberikan peringatan kepada pengguna. Sistem ini juga dapat mengirimkan perintah ke ESP-Slave-Output untuk mengeluarkan cairan. Alat ini dilengkapi fitur pendukung, termasuk sistem otomatisasi peringatan dan penyeimbang pH. Sensor-sensor yang digunakan memiliki akurasi tinggi, yaitu 98,36% untuk sensor temperatur BME280, 98,17% untuk sensor kelembapan udara BME280, 96,85% untuk sensor kelembapan tanah, 97,37% untuk sensor pH tanah 1, dan 97,27% untuk sensor pH tanah 2, dengan akurasi rata-rata 97,56%. Alat ini berpotensi mengurangi penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah dan dapat dikembangkan untuk tanaman lainnya. Penggunaan alat ini juga lebih efisien dan ekonomis dibandingkan pemantauan harian oleh tenaga manusia