Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Deteksi Objek Menggunakan Metode YOLO dan Implementasinya pada Robot Bawah Air
Penelitian ini membahas penggunaan berbagai arsitektur model deep learning dalam mendeteksi objek bawah air seperti gerbang, tiang, bola, dan baskom untuk meningkatkan performa robot dalam eksplorasi bawah air dalam konteks kompetisi SAUVC (Singapore AUV Challenge). Metode yang digunakan adalah YOLO (You Only Look Once) dan menggunakan berbagai jenis YOLOv5, seperti YOLOv5s, YOLOv5m, YOLOv5l, dan YOLOv5x. Hasil pengujian menunjukkan bahwa YOLOv5x memiliki rata-rata jarak deteksi terjauh sebesar 6,12 meter dan mAP@[0.5:0.95] paling tinggi yaitu 0,881, namun ukurannya yang besar memerlukan daya komputasi yang tinggi. Di sisi lain, YOLOv5s memiliki ukuran model yang lebih kecil yaitu 14,5 MB, namun tetap memberikan performa yang baik dengan mAP@[0.5:0.95] sebesar 0,872. Berdasarkan temuan ini, YOLOv5s lebih sesuai untuk digunakan dalam mendeteksi objek bawah air pada kompetisi SAUVC karena selain ukurannya yang lebih kecil, YOLOv5s juga memberikan performa yang memadai. Penggunaan model ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja robot dalam eksplorasi bawah air dan membantu dalam menyelesaikan misi yang ditugaskan dalam waktu yang ditentukan
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas pada Ruas Jalan Slamet Riyadi-Supriadi Kabupaten Jember
Kabupaten Jember terletak di antara tiga kabupaten. Salah satu ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Kabupaten Bondowoso adalah Jalan Slamet Riyadi-Supriadi yang merupakan jalan provinsi sepanjang 3,4 kilometer. Volume lalu lintas di Kabupaten Jember meningkat setiap tahunnya (2018 hingga 2020) yang berdampak pada meningkatnya angka pertumbuhan lalu lintas dan menimbulkan berbagai masalah, salah satunya adalah kecelakaan. Di Kabupaten Jember sendiri, ruas Jalan Slamet Riyadi menjadi lokasi dengan angka kecelakaan tertinggi pada tahun 2022. Maka dilakukan analisis kecelakaan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Slamet Riyadi-Supriadi, mengetahui tingkat kecelakaan, mengetahui titik blackspot menggunakan Metode Cumulative Summary, Metode AEK dan Collision Diagram, mengetahui biaya kerugian akibat kecelakaan menggunakan metode The Gross Output (Human Capital), serta dapat mengetahui tindakan mitigasi yang diharapkan dapat menekan jumlah kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecelakaan pada ruas jalan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor pengendara. Untuk tingkat kecelakaan tertinggi terjadi di Jl. Slamet Riyadi. Daerah black spot pada ruas jalan ini terletak pada Km. 29+000 s.d. Km. 30+000. Selain itu, besaran biaya kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan total sebesar Rp 7.181.464.052,42
Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca pada Industri Kelapa Sawit (Studi Kasus: PT. X)
PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri kelapa sawit di Indonesia dimana kegiatan operasional perusahaan juga membutuhkan bahan baku, energi listrik, dan beragam aktivitas bisnis lainnya yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) tidak langsung (Scope 3). Oleh karena itu, perlu dilakukan inventarisasi emisi GRK untuk mendapatkan informasi mengenai beban emisi PT. X pada jangka waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan besar beban emisi Scope 3 PT. X dan potensi reduksi emisi GRK yang dilakukan berdasarkan metodologi yang dikembangkan oleh Greenhouse Gas Protocol. Data yang digunakan adalah data tahun 2019 hingga tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban emisi terbesar berasal dari kategori pembelian barang dan jasa, kemudian emisi dari susut energi di jaringan listrik, lalu emisi dari perjalanan bisnis. Terdapat potensi pengurangan emisi sebesar 2.853.109,61-ton CO2 dengan menerapkan kerjasama dengan pemasok untuk mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan potensi pengurangan emisi sebesar 74.379,14 ton CO2 dengan menerapkan teknologi CO2 capture dalam pengolahan biogas yang dimiliki oleh PT. X
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proses Loadout Relokasi Container Crane Menggunakan Skidding System
Pada suatu proyek terdapat berbagai jenis kegiatan yang dilakukan berdasarkan apa yang sudah ditetapkan. Untuk mencapai kesuksesan dan ketercapaian tujuan diperlukan kerjasama antar pihak yang baik. Dikarenakan terdapat banyak pihak yang berpartisipasi dalam suatu proyek maka tidak luput dengan ancaman risiko kecelakaan kerja. Proses loadout adalah menarik deck/platform/module ke atas barge untuk dipindahkan ke tempat yang akan dituju. Container crane (CC-05) merupakan struktur yang akan dimuat ke transportation barge dengan metode skidding. Tentu nya pada proses loadout tersebut diperlukan analisis risiko untuk mencegah atau mengurangi dampak yang ditimbulkan selama proses pelaksanaan proyek. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dominan yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja pada proses loadout relokasi container crane (CC-05), mencari penyebab dari risiko dominan, serta dapat menganalisa pengendalian risiko dominan yang tepat pada proses loadout. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mmengidentifikasi bahaya dan risiko yang dominan pada proses loadout. Untuk mengetahui risiko dominan yang dihasilkan dilakukan perhitungan RPN. Melalui perhitungan RPN didapatkan 3 risiko dominan tertinggi yaitu tangan pekerja terjepit mesin winch dengan RPN 216, pekerja terkena luka bakar akibat tersengat listrik dengan RPN 200, tangan pekerja terkena luka bakar atau mata terpapar sinar las dan mengalami kerusakan dengan RPN 192. Hasil dari perhitunan RPN kemudian dianalisis menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mencari penyebab dari risiko kecelekaan kerja tersebut, dari hasil pengkonstruksian FTA teridentifikasi 18 basic event. Kemudian setelah telah didaptkan risiko dominan dan penyebabnya, dilakukan rekomendasi untuk mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja tersebut
Pra Desain Pabrik Pupuk Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida Berbasis Advance Process for Cost and Energy Saving 21 (ACES 21)
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki iklim tropis dimana curah hujan tinggi namun sinar matahari selalu ada sepanjang tahun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2021 88,43% masyarakat Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Salah satu hal yang berperan besar dalam hal pertanian adalah pupuk. Pupuk urea merupakan salah satu jenis pupuk berbentuk granule atau prill yang memiliki warna putih untuk pupuk non subsidi dan merah muda untuk pupuk subsidi. Kandungan nitrogen pada pupuk urea memiliki kadar tertinggi dibanding pupuk kimia lain yaitu sebesar 46%. Berdasarkan data kebutuhan pupuk urea di Indonesia, kebutuhan urea dalam negeri berada dalam angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 5,8 juta ton per tahun. Di lain sisi, terdapat Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2022 terkait perubahan pupuk subsidi menjadi urea dan NPK. Dengan adanya kebijakan tersebut diprediksi kebutuhan pupuk urea akan meningkat. Pabrik Pupuk Urea dari Amonia dan Karbon Dioksida berbasis Advance Process for Cost and Energy Saving 21 direncanakan didirikan di daerah Kawasan Industri Dumai, Kota Dumai, Riau Pabrik ini direncanakan beroperasi secara continues 24 jam selama 330 hari/ tahun dengan kapasitas produksi adalah 570.000 ton/ tahun. Berdasarkan analisis ekonomi, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 15,41% pada tingkat suku bunga bank sebesar 8%, dengan laju inflasi sebesar 5,42% per tahun. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,86 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 20%. Umur pabrik selama 10 tahun dan masa konstruksi adalah 2 tahun. Untuk memproduksi pupuk urea sebanyak 570.000 ton/tahun, diperlukan biaya total produksi (TPC) sebesar Rp.5.518.770.958.180,00 dengan biaya investasi total (TCI) sebesar Rp. 2.103.196.497.943,00
Perancangan Komik Digital Webtoon dengan Genre Horor Misteri sebagai Media Pengenalan Folklor Betawi
Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam kebudayaan. Kepercayaan masyarakat terdahulu terhadap hal-hal gaib melatarbelakangi kebudayaan-kebudayaan tertentu, seperti arwah leluhur, makhluk mitologi dan sejenisnya. Latar belakang tersebut menciptakan folklor yang beredar di lingkungan masyarakat. Di era kultur modern, folklor dengan tema horor mistis diadaptasi pada berbagai media storytelling dengan membuat jalan cerita yang dapat menarik audiens dan aspek yang mendukung untuk membangun pengalaman audiens. Salah satu media yang digunakan untuk wadah storytelling adalah komik. Pada masa sekarang, media komik dapat berbentuk digital seperti pada platform LINE Webtoon. Komik dengan genre horor di Webtoon memiliki penggemarnya tersendiri. Namun, masih belum sebanyak penggemar komik dengan genre drama atau komedi sehingga jumlah komik horor di Webtoon masih kalah dengan genre lainnya. Hal ini dikarenakan konten dalam komik horor Indonesia masih kurang menarik audiens. Melihat peristiwa tersebut, penggunaan media modern seperti platform Webtoon dapat menjadi alternatif untuk mengangkat folklor dan sejarah kebudayaan Indonesia supaya dapat lebih dikenal terutama di kalangan generasi muda. Pada penelitian ini, penulis mengangkat folklor dan asal-usul kebudayaan dari suku Betawi karena masih belum banyak dieksplorasi dan diangkat menjadi komik Webtoon. Konsep dari cerita komik ini adalah horor supranatural yang melibatkan arwah dan makhluk halus dan peceritaan melalui pengalaman tokoh utama
Responsive Jewelry dengan Konsep Biomimikri untuk Urban Middle Class Millennials
Perhiasan yang dapat menghasilkan interaksi dengan penggunanya dan menambah experience pemakaian mulai berkembang, baik dari penambahan mekanisme kinetik dan penambahan fitur berteknologi. Dancing stone banyak diminati karena dapat menghasilkan kilauan cahaya dan fenomena perhiasan glow in the dark juga menjadi tren di kalangan millennials. Perhiasan responsif adalah benda untuk mempercantik diri (perhiasan) yang dapat memberikan respon atau interaksi terhadap penggunanya dengan mengadaptasi alam. Dengan tujuan memenuhi keinginan pasar, menjadi solusi dari permasalahan yang ada dan meningkatkan value perhiasan agar dapat bersaing dalam sektor global. Hal ini dikarenakan, perhiasan yang dapat memberikan respon belum berkembang, perhiasan emas masih tebatas pada bentuk dan estetika. Berdasarkan survey pribadi terhadap 40 responden, sebanyak 72,5% tertarik dengan perhiasan yang dapat memberikan respon, mayoritas memiliki keinginan akan perhiasan yang dapat bercahaya dan berubah warna. Selain itu, kristal alami dianggap memiliki hasil kilauan yang kurang maksimal atau bahkan cenderung buruk, sehingga diperlukan perangkat perhiasan yang memiliki kilauan atau cahaya yang lebih baik. Pendaran cahaya batuan pada perhiasan saat didisplay biasanya akan padam. Dan kecenderungan batu alam yang akan berlubang bawahnya seiring berjalannya waktu memungkinkan untuk dimasuki cahaya dan menghasilkan refleksi. Oleh karena itu, perhiasan responsif dibutuhkan untuk terus dikembangkan. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan mengadaptasi alam, disebut metode biomimikri. Pendekatan biomimikri yang digunakan adalah top-down, yaitu berangkat dari masalah desain, kemudian mengidentifikasi solusi pada alam, dan menerjemahkannya kedalam solusi desain. Permasalahan disini adalah bagaimana batuan dapat menghasilkan kilauan maksimal atau dengan bantuan cahaya, dan solusinya adalah mengadaptasi organisme di alam yang dapat menghasilkan cahaya, salah satunya adalah kunang - kunang. Implementasi biomimikri dilakukan pada tingkatan level biomimikri organisme atau disebut prinsip biomimikri inspirasi dari bentuk alam dengan mengadaptasi bentuk visual dari kunang – kunang dan cahaya yang dapat berkedip. Adaptasi dari kunang – kunang juga memungkinkan pengguna untuk mengingat kunang – kunang, diluar kepunahannya saat ini karena adanya pencemaran alam.
Desain Smart Lamp dengan Konsep Zen sebagai Alat Bantu Pengantar Tidur
Pandemi telah memengaruhi penduduk dalam mendapatkan tidur berkualitas. Menurut studi yang dilakukan Philips, hampir 62% responden di Asia Pasifik mengalami dampak negatif terhadap stres, kesehatan mental, kemampuan tidur nyenyak, dan bekerja. Peningkatan gangguan tidur dan kualitas tidur masyarakat yang memburuk diikuti juga dengan menurunnya produktivitas seseorang selama pandemi. Maka, diperlukan sebuah solusi yang memberikan rasa nyaman dan tenang kepada pengguna agar mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan meningkatkan kualitas tidur pengguna. Untuk mendapatkan solusi, metode yang dilakukan antara lain yaitu wawancara dengan ahli atau psikolog mengenai gangguan tidur dan calon pengguna dengan pola kerja work from home dan work from office, studi tentang tidur, hormon melatonin, ritme sirkadian, dan warna terhadap mood, benchmarking terhadap eksisting, dan analisa aktivitas pengguna. Hasil dari perancangan adalah desain lampu yang bisa membuat pengguna merasa nyaman dan tenang di kamar tidur atau ruang istirahat. Eksplorasi bentuk dibuat dengan kriteria compact, zen¸dan easy to use
Biofilik Coworking Hotel sebagai Respon Gaya Hidup Digital Nomad Generasi Z
Yang Perkembangan internet saat ini menciptakan perubahan cara bekerja menjadi pekerja secara lepas atau gig. Generasi Z menjadi generasi yang paling tertarik untuk berpindah menjadi pekerja gig karena fleksibilitas jadwal, lokasi serta pilihan pekerjaan menyebabkan peningkatan pada pekerja freelance dalam perkembangan gig ekonomi. Serta gaya digital nomad karena fleksibiltas waktu dan tempat untuk bekerja. Di sisi lain terdapat pula dampak buruk yang ditimbulkan gig ekonomi yakni budaya bekerja berlebihan (hustle) yang berpengaruh terhadap burn out dan rendahnya kesehatan mental pekerja.Isu ini menjadi fokus dalam perancangan, dengan force based framework gaya hidup baru dalam bekerja dan kebutuhan Generasi Z menjadi force dalam perancangan dengan melakukan studi terhadap constraints dan assets dari Generasi ZKonsep Natah ynng terdapat pada daerah Bali sebagai lokasi dikolaborasikan dengan pendekatan biofilik pada perancangan Coworking Hotel diharapkan dapat menjadi upaya merespon kebutuhan Generasi Z sebagai digital nomad sehingga bangunan tidak hanya menjadi tempat yang nyaman bagi digital nomad Generasi Z untuk istirahat dan bekerja namun juga dapat menjadi tempat untuk melepaskan stres dan meningkatkan kualitas hidup
Desain Skyfarming: Area Produksi Pertanian Futuristik pada Lahan Produktif yang Terindustrialisasi
Sektor industri kini menjadi sektor andalan negara untuk mendongkrak kegiatan perekonomian yang berpengaruh besar terhadap tingkat kemakmuran rakyatnya. Industrialisasi merupakan fenomena yang umum terjadi dalam prosesnya, pembukaan lahan baru untuk pembangunan infrastruktur industri kini mulai marak dijalankan. Parahnya, konversi lahan mulai merambah pada alih fungsi lahan produktif, hal ini akan menimbulkan permasalahan baru yakni penurunan kuantitas hasil pangan yang rentan mempengaruhi ketahanan pangan. Selain itu dampak lain dari kehadiran industri di area pertanian adalah adanya polutan yang dilepaskan ke lingkungan sekitarnya sehingga berdampak buruk bagi kesehatan warga sekaligus menurunkan kualitas tanaman pangan. Dengan menggunakan scenario based design dan pendekatan dystopia, penulis merancang sebuah gagasan baru mengenai bentuk pertanian di masa mendatang menanggapi isu industrialisasi. Berbasis Shared Socioeconomic Pathway (SSP) dengan titik acuan waktu pada tahun 2100, rancangan menjadikan skenario tersebut menjadi threats yang harus dihadapi oleh pertanian dan berperan dalam proses developing concept. Rancangan skyfarming merujuk pada prinsip-prinsip fisika, kinerja benda sekitar seperti xylem dan floem, preseden-preseden baik terbangun maupun belum terbangun, sekaligus teknologi yang mungkin diwujudkan di masa mendatang. Rancangan ini menjadi salah satu contoh bagaimana arsitektur mampu melahirkan bentuk baru dari pertanian melalui respon skenario distopia di masa depan