Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Not a member yet
    4139 research outputs found

    Analisis Kondisi dan Perbaikan Perkerasan pada Ruas Jalan Gresik – Paciran KM SBY 28 sampai dengan KM SBY 38 dengan Menggunakan Metode PCI dan SDI

    No full text
    Ruas jalan Gresik–Paciran merupakan akses utama menuju pertambangan, pusat industri dan pelabuhan di Kabupaten Lamongan, Kota Gresik dan Kota Surabaya sehingga dilewati oleh berbagai macam jenis kendaraan termasuk truk dengan muatan. Pada ruas jalan ini terdapat berbagai macam kerusakan di beberapa titik pada ruas jalan tersebut. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sehingga diperlukan perbaikan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas dan untuk mencegah kerusakan lebih berat. Metodologi yang digunakan dalam analisis kondisi dan perbaikan perkerasan ruas jalan ini adalah pengumpulan data primer dan sekunder, studi literatur dan analisis data meliputi pengolahan data, penetapan nilai kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI), penentuan metode penanganan, perencanaan perbaikan. Dari analisis hasil survei volume kendaraan yang melewati ruas jalan Gresik–Paciran didapatkan volume kendaraan sebesar 60.527 kendaraan/hari. Berdasarkan analisis hasil survei didapatkan tipe kerusakan perkerasan jalan pada ruas jalan Gresik–Paciran antara lain Depression, Alligator Cracking, Shoving, Block Cracking, Edge Cracking, Patching and Utility Cut Patching, Rutting, dan Weathering/Ravelling. Dari hasil penilaian kondisi perkerasan jalan, diperoleh bahwa dengan menggunakan metode SDI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Baik” dan kondisi “Sedang” sedangkan dengan menggunakan metode PCI nilai kondisi perkerasan jalan pada beberapa segmen dalam kondisi “Excellent”, “Very Good”, “Good”, “Fair”, “Poor”, dan “Very Poor”. Dari tipe dan tingkat kerusakan didapatkan metode penanganan dengan patching dan rekonstruksi

    Konsep Pencegahan Kriminalitas pada Terminal Baranangsiang Bogor

    Get PDF
    Terminal merupakan objek arsitektur yang memiliki fungsi untuk membantu jalannya mobilitas masyarakat perkotaan. Sebagai tempat pertemuan manusia berbagai latar dalam periode waktu yang singkat, terminal kerap mengundang perilaku kriminalitas. Pencopetan, pelecehan seksual,penculikan, dan pengalaman tak ramah seperti pemaksaan jasa tidak pernah luput dari kehadiran sebuah terminal. Kasus kriminalitas yang terjadipada satu terminal menimbulkan imej tidak aman pada terminal lainnya, hingga akhirnya semua terminal yang ada memiliki stigma akan keamanandan menimbulkan fear of crime. Pencegahan kriminalitas dan penghilangan imaji tidak aman pada terminal dapat dilakukan dengan memperbaiki manajerial dan perancangan terminal. Perancangan terminal dilakukan menggunakan pendekatan arsitektur perilaku dengan mempelajari tata perilaku pengguna terminal dankriminal. Pola aktivitas kriminal terhadap calon korban dan analisis area dengan resiko kriminalitas yang tinggi mempermudah penghadiran solusirancang untuk menanggulangi masalah kriminalitas. Untuk dapat berhasil mencegah tindak perilaku kriminalitas, perancangan bekerjamenggunakan framework bernama situational crime prevention, yaitu konsep pencegahan kriminalitas dengan menentukan secara spesifik bentukkriminalitas seperti apa yang ingin dicegah. Pendekatan perilaku dengan pengaplikasian konsep framework situational crime prevention memiliki fokus pada aspek spasial bangunan dengantujuan untuk mempersulit upaya kriminalitas dan meningkatkan resiko pelaku kejahatan. Menghadirkan terminal yang aman dan nyaman

    Intervensi Konsep Transparansi sebagai Stimulan Ruang Interaksi Sosial Remaja

    Get PDF
    Transparansi dalam ranah Arsitektur biasa dipahami dengan permukaan tembus pandang yang dapat membatasi dua ruang dengan keadaan berbeda. Penelitian ini menekankan pada eksplorasi transparansi pada ruang interaksi sosial remaja yang mewadahi kegiatan dengan aktivitas yang beragam. Menggunakan pendekatan arsitektur dan perilaku serta metode person-centered mapping, penelitian merupakan bagian dari rancangan ruang publik sebagai respon dari karakteristik atau pola perilaku manusia yang difokuskan pada remaja. Memetakan pergerakan dan perilaku manusia, manusia menjadi aspek penting yang memengaruhi keseluruhan rancangan. Sehingga dengan intervensi konsep transparansi, rancangan diharapkan dapat menjadi wadah berupa ruang interaksi sosial remaja yang berkualitas

    Eksplorasi Desain Rumah Motivasi Remaja Broken Home dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik

    No full text
    Perceraian merupakan peristiwa terjadinya keretakan dalam keluarga. Dampak negatif dari perceraian yang dirasakan remaja broken homes di antaranya tidak adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar secara positif. Rumah Motivasi hadir untuk memberikan dampak positif dan motivasi kepada remaja broken homes agar dapat menjalani kehidupan lebih baik dan terhindar dari perbuatan negatif ataupun menyimpang. Pendekatan desain yang digunakan adalah arsitektur biofilik. Arsitektur biofilik memiliki pengaruh terhadap pemulihan mental dan kinerja manusia. Beberapa design pattern arsitektur biofilik yang digunakan adalah visual connection with nature, non- visual connection with nature, thermal and airflow variability, presence of water, prospect, biomorphic forms and patterns, refuge, mystery, dan material connection with nature. Penerapan arsitektur biofilik pada Rumah Motivasi didominasi dengan unsur alami. Selanjutnya, metode desain yang digunakan mengacu pada kerangka desain force-based. Force utama perancangan didapatkan dari konteks tapak yang minim akan unsur alam dan potensi view terkait. Eksplorasi desain diharapkan mampu memberikan kenyamanan kepada remaja broken homes seperti di dalam rumah yang ditempati keluarga harmonis

    Urban Cycling: Inovasi Rancangan Bangunan Komersial Sebagai Cycling Centre

    Get PDF
    Di era pandemi ini, kehadiran Covid-19 merubah pola atau aktivitas keseharian masyarakat, terutama dalam bidang olahraga. Namun terdapat sebuah fenomena dimana pandemi ini meningkatkan jumlah pengguna sepeda lebih dari jumlah sebelumnya. Sepeda yang awalnya bersifat fungsional, kemudian beralih menjadi gaya hidup masyarkat urban terutama di Kota Jakarta sehingga dinamakan Urban Cycling. Arsitektur hadir sebagai Cycling Centre di kawasan ini. Melalui pendekatan arsitektur perilaku arsitektur dapat mewadahi aktivitas para pesepeda serta dapat memberikan kenyamanan dan kenikmatan untuk pengunjung khususnya para pesepeda. Desain lebih ditekankan pada eksplorasi bentuk dan sirkuluasi yang dapat mengakomodasi kegiatan sepeda. Desain ini menyediakan tempat khusus untuk para pesepeda dan ruang publik yang bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya

    Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Laju Timbulan dan Komposisi Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Jombang

    Get PDF
    Kecamatan Jombang dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Jombang masih memiliki permasalahan dalam sistem pengumpulan sampah rumah tangga. Hal ini salah satunya karena peningkatan timbulan sampah seiring meningkatnya jumlah dan aktivitas penduduk. Belum terdapat data mengenai angka laju timbulan, komposisi dan densitas sampah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap laju timbulan dan komposisi sampah rumah tangga di Kecamatan Jombang. Pengukuran laju timbulan dan densitas sampah di gerobak dilakukan di dua TPS menggunakan metode load-count analysis. Komposisi sampah dianalisis menggunakan metode pada SNI 19-3964-1994. Laju timbulan sampah rumah tangga kawasan perumahan, perkampungan, dan pesantren masing-masing sebesar 0,64 kg/orang.hari; 0,45 kg/orang.hari; dan 0,24 kg/orang.hari. Pada ketiga jenis kawasan permukiman, komposisi sampah paling banyak adalah sampah dapat dikomposkan. Komposisi selanjutnya didominasi oleh sampah plastik dan sampah kertas. Densitas sampah di gerobak didapatkan nilai sebesar 178,31 kg/m3. Hasil analisis didapatkan laju timbulan dan komposisi sampah dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan perbedaan karakteristik permukiman

    Strategi Pengembangan Potensi Wisata Koridor Jembatan Surabaya Berdasarkan Preferensi Pengunjung

    No full text
    Koridor Jembatan Surabaya merupakan salah satu wisata bahari yang terletak di Kota Surabaya yang memiliki banyak daya tarik yang dapat menarik pengunjung untuk datang berwisata, seperti menikmati angin laut, jogging, berfoto serta air mancur menari yang dipertunjukan pada waktu-waktu tertentu. Namun masih terdapat permasalahan terkait penurunan jumlah pengunjung dari tahun 2017-2019 dan belum lengkapnya fasilitas wisata. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan startegi pengembangan potensi wisata yang ada pada koridor jembatan Surabaya berdasarkan preferensi pengunjung. Untuk mencapai tujuan penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap, tahap pertama yaitu mengindentifikasi karakteristik potensi wisata koridor jembatan Surabaya dengan data diperoleh menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara dan di analisa menggunakan deskriptif kualitatif. Tahap kedua yaitu menganalisa tingkat kepentingan dan kinerja potensi wisata koridor jembatan Surabaya berdasarkan persepsi pengunjung dengan data diperoleh menggunakan kuesioner dan di analisa menggunakan IPA. Tahap ketiga yaitu merumuskan startegi pengembangan potensi wisata koridor jembatan Surabaya berdasarkan preferensi pengunjung dengan data diperoleh menggunakan sasaran 1 dan sasaran 2 dan menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian didapatkan 6 strategi prioritas utama pengembangan menurut pengunjung

    Produksi Tepung Rendah Kalsium Oksalat dari Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) dengan Kombinasi Proses Fisik dan Kimia

    Get PDF
    Saat ini tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume) telah menjadi primadona pasar global, karena sumber potensial glukomanan yang diaplikasikan di industri pangan, farmasi dan Kesehatan. Namun kualitas tepung sangat dipengaruhi oleh beragam umbi, penanganan pasca panen dan cara memproses. Disamping itu, umbi porang tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena kandungan oksalat. Sehingga untuk mencapai standar kualitasnya, produk tepung lokal tersebut harus diturunkan kadar kalsium oksalat dan ditingkatkan kadar glukomanan. Maka tujuan penelitian ini yaitu memproduksi tepung porang rendah kalsium oksalat dari umbi yang tidak segar, dengan menggunakan kombinasi proses fisik dan kimia. Untuk mendapatkan kualitas tersebut, dilakukan variasi ketebalan irisan, yaitu 2, 4, 6, dan 8 mm, metode perendaman, yaitu Without Soaking (WS) dengan tanpa perendaman, Chemical Soaking (CS) dengan larutan natrium bisulfit 1500 ppm dan Physical Soaking (PS) dengan air, serta metode pengeringan, yaitu Oven Drying (OD) dan Sun Drying (SD). Produk tepung porang terbaik yang dihasilkan yaitu pada ketebalan irisan 2 mm, kombinasi perendaman dan pengeringan dengan larutan natrium bisulfit dan oven atau disebut Chemical Soaking - Oven Drying (CSOD). Pada kombinasi tersebut, peningkatan kadar glukomanan yaitu dari 31,78% menjadi 60%, dan kadar kalsium oksalat dapat diturunkan sebesar 43,38%, dari 155,3 mg/100g menjadi 68,6 mg/100g. Kadar tersebut diuji dengan SNI 7939:2020. Sedangkan kadar air dan kadar abu pada produk tersebut yaitu masing-masing sebesar 6,95% dan 9,4%, yang diuji dengan SNI 01-2891-1992

    Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan sebagai Alternatif Air Bersih di Rusunawa Sumur Welut dan Keputih Surabaya

    Get PDF
    Kota Surabaya merupakan kota metropolitan yang jumlah penduduknya diproyeksikan meningkat setiap tahunnya. Seiring berjalannya waktu terjadinya kelangkaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan terjadi jika penggunaan air bersih tidak dikelola dengan baik. Pemanenan air hujan merupakan cara yang digunakan untuk menangkap dan mengelola air hujan untuk dimanfaatkan kembali dan untuk melakukan pemanenan air hujan dibutuhkan sistem yang baik agar pemanenan air hujan dapat dilakukan secara maksimal. Data yang digunakan pada perencanaan kali ini yaitu data primer berupa observasi lapangan dan data sekunder berupa denah rusunawa, penggunaan air, jumlah penghuni, data curah hujan harian 10 tahun terakhir, dan jumlah kamar. Hasil dari perencanaan sistem pemanenan air hujan ini yaitu pada sistem pemanenan air hujan Rusunawa Keputih dapat menghemat efisiensi biaya penggunaan air selama musim hujan dengan rata-rata penghematan pada Blok A sebesar Rp 214.616,38, Blok B sebesar Rp. 347.309,11, Blok C sebesar Rp. 296.090,93, dan Blok D sebesar Rp. 205.196,38. Sedangkan Rusunawa Sumur Welut dapat menghemat biaya penggunaan air bersih selama musim hujan tiap blok dengan rata-rata estimasi penghematan biaya pada Blok A sebesar Rp 437.015,28, Blok B sebesar Rp. 316.217,28, Blok C sebesar Rp. 301.337,28, Blok D sebesar Rp. 387.467,28 dan Blok E sebesar Rp. 296.909,94. Total biaya yang dikeluarkan dalam perencanaan sistem pemanenan air hujan pada Rusunawa Keputih sebesar Rp 30.000.000,00 sedangkan untuk Rusunawa Sumur Welut menghabiskan total biaya sebesar Rp 39.000.000,00

    Perancangan Geometrik Simpang Susun Jalan Tol Yogyakarta - Bawen

    Get PDF
    Pemerintah kini sedang gencar membangun berbagai infrastruktur untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar daerah, salah satunya jalan tol. Jalan tol dan jalan raya umumnya dihubungkan dengan simpang susun. Salah satu pembangunan jalan tol dengan simpang susun yang sedang berlangsung adalah proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen. Dalam perancangan ini, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen yang belum memiliki rancangan simpang susun yang mendetail, akan dirancang simpang susunnya agar sustainable dan tidak menyebabkan kemacetan. Perancangan geometrik ini meliputi pemilihan lokasi simpang susun, pemilihan tipe simpang susun yang mengacu pada Perencanaan Persimpangan Jalan Tak Sebidang Direktorat Jenderal Bina Marga 2005, perancangan geometrik simpang susun yang mengacu pada Pedoman Geometrik Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga 2021 dan Geometri Jalan Bebas Hambatan untuk Jalan Tol Direktorat Jenderal Bina Marga 2009, serta Perancangan Rambu dan Marka yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 dan Nomor 34 Tahun 2014. Dari analisis yang dilakukan, dihasilkan empat simpang susun bertipe terompet dan satu simpang susun bertipe segitiga langsung dengan total 20 ramp pada lima simpang susun. Setiap simpang susun memiliki tipe tikungan Spiral-Circle-Spiral dan Spiral-Spiral dengan jari-jari terbesar sepanjang 233,5 m dan lengkung peralihan terbesar sepanjang 59,5 m

    3,823

    full texts

    4,139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇