Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Aplikasi Simulasi Lalu Lintas pada Realitas X
Lalu lintas adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa jalan sebagai fasilitas pendukungnya. Lalu lintas juga merupakan salah satu tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data dari tahun 2007–2016, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menyatakan bahwa ada 64 kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia. Menurut KNKT faktor utama penyebab kecelakaan adalah faktor manusia seperti pelanggaran lalu lintas, kurangnya pengetahuan lalu lintas, dan ketidakpatuhan lalu lintas. Sehingga diperlukan fasilitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar angka kecelakaan lalu lintas dapat dikurangi. Teknologi Realitas X pada Meta Quest 2 yang maju dalam beberapa tahun terakhir dapat dimanfaatkan untuk eksplorasi pengelolaan aplikasi simulasi lalu lintas sebagai alat sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengetahuan dan kedisiplinan terhadap lalu lintas. Aplikasi simulasi lalu lintas memiliki level dengan berbagai adegan menarik yang dapat dilakukan NPC seperti menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, menyalip kendaraan di depan, berhenti mendadak, dan lain sebagainya. Pemain dapat menentukan keputusan terbaik terhadap gerakan kendaraan yang dikontrol untuk mencapai tujuan dengan selamat, cepat, dan aman (tidak membahayakan kendaraan yang lainnya). Dikemas dengan suasana yang asik dan menyenangkan, aplikasi berupa simulasi ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tertarik untuk mengenal lebih baik peraturan di jalan raya, menjadi disiplin dalam berkendara, dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan raya
Rendering Dinamis dan Interaksi Pengguna untuk Visualisasi Data Deret Waktu di Realitas X
Visualisasi data deret waktu merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi dan menganalisis data yang berubah seiring waktu. Namun, visualisasi data deret waktu yang konvensional sering kali kurang menarik dan interaktif bagi pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem visualisasi data deret waktu yang menggunakan teknologi Realitas X(XR). Sistem ini memungkinkan pengguna untuk melihat dan berinteraksi dengan data deret waktu secara dinamis dan imersif, dengan menggunakan perangkat XR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan perangkat lunak, yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem, dan pengujian interaksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem visualisasi data deret waktu di XR dapat berfungsi dengan baik dan memberikan pengalaman yang menarik dan interaktif bagi pengguna. Sistem ini juga dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan pengguna terhadap data deret waktu yang ditampilkan dalam ruang XR. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang visualisasi data dan XR
Desain Pabrik Proses Produksi LNG Dengan Metode Refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) Di Bangkudulis, Kalimantan Utara
Desain Pabrik Proses Produksi LNG ini menggunakan metode refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) dengan bahan baku sebesar 250 MMSCFD dan kapasitas produksi sebesar 2,08277 MTPA yang berlokasi di Bangkudulis, Kalimantan Utara. Proses utama dari pabrik ini terdiri dari pre-treatment section, fractionation section, dan liquefaction section. Berdasarkan serangkaian proses yang telah dibuat, gas alam dengan laju alir massa 262.975,95 kg/jam dapat diolah menjadi beberapa produk berupa 183.384,14 kg/jam LNG, 22.828,34 kg/jam LPG, dan 7.345,33 kg/jam Condensate. Berdasarkan analisis ekonomi, dapat disimpulkan bahwa didapatkan nilai Capital Expenditure sebesar Rp 10.296.417.582.839; Operational Expenditure sebesar Rp 7.027.731.887.247; Internal Rate of Return sebesar 27,41%; Pay Out Time selama 4 tahun 9 bulan dengan estimasi umur pabrik selama 15 tahun; dan Break Even Point sebesar 35,53%. Dari data analisis kelayakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan
Analisis Risiko Instalasi Penurunan PLEM dengan Pendekatan Metode Semi Kuantitatif
Operasi penurunan Pipeline End Manifold (PLEM) memiliki peranan penting dalam keberhasilan instalasi PLEM. Kegagalan sering terjadi jika operasi ini tidak dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan studi analisis risiko secara semi kuantitatif terhadap operasi penurunan PLEM serta memberikan mitigasi risiko yang dianalisis secara numerik. Analisis risiko dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Identifikasi risiko dilakukan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) dan analisis risiko menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Analisis risiko kuantitatif dilakukan untuk mengetahui probabilitas kegagalan saat penurunan PLEM. Penelitian ini meninjau tegangan sling dan kekuatan struktur PLEM saat kondisi penurunan. Setelah analisis risiko, mitigasi risiko dipaparkann dan dianalisis secara numerik untuk membuktikan efektivitas mitigasi tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi 21 potensi bahaya. Struktur terkena beban splash zone memiliki probabilitas terbesar dengan nilai 0.0027 dan score RPN sebesar 60 (severity 4, likelihood 5, detection 3). Potensi kegagalan diuji secara numerik memiliki nilai PoF 4 x 10^4 untuk potensi kegagalan(tengangan sling melebihi batas yang diizinkan) A.1.4 dan nilai PoF 3 x 10^2 untuk potensi kegagalan (tegangan struktur melebihi batas yang diizinkan) A.1.3, dengan hasil analisis yang konsisten dengan pendekatan kualitatif. Mitigasi risiko dilakukan dengan mengubah properties pada sling dan spreader bar, yang terbukti efektif dalam mengurangi potensi kegagalan.Penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko secara kualitatif dan kuantitatif efektif dalam menurunkan potensi kegagalan pada operasi penurunan PLEM
Visualisasi 3 Dimensi Tinggi Bangunan terhadap Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP)
Keselamatan penerbangan adalah suatu keadaan yang mensyaratkan keselamatan dalam moda transportasi udara terpenuhi. Untuk mendukung terwujudnya keselamatan penerbangan di Indonesia, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yang salah satunya membahas tentang ruang udara bebas di sekitar bandara yang disebut dengan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Berdasarkan peraturan tersebut, seharusnya tidak ada objek apapun dalam wilayah KKOP yang dapat membahayakan penerbangan. Namun, masih banyak ditemukan objek-objek yang terindikasi sebagai rintangan di dalam wilayah KKOP berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.5 tahun 2004 bab 3. Di sekitar Bandara Juanda Surabaya, terdapat bangunan yang dianggap melebihi batas KKOP, yaitu gedung City of Tomorrow karena memiliki ketinggian 115 m di dalam radius 8 hingga 10 km. Perlu dibuat sebuah model visualisasi yang dapat menggambarkan ketinggian-ketinggian dari objek di sekitar bandara agar proses pendataan dan seleksi dapat dilakukan dengan akurat. Visualisasi 3 dimensi dari objek dapat ditampilkan secara lebih mudah teridentifikasi dan dapat terlihat lebih jelas ketika melebihi ketinggian KKOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 bangunan yang melebihi batas ketinggian KKOP. Empat diantaranya berada di kawasan permukaan kerucut
Analisis Pengaruh Settlement terhadap Kekuatan Struktur Jacket dan Konfigurasi Rigging pada Proses Roll-up Tahap Fabrikasi
Offshore Substation merupakan infrastruktur yang sangat penting untuk menunjang aktivitas eksploitasi energi angin di lepas pantai. Untuk membangun platform substation, diperlukan beberapa tahapan fabrikasi dan konstruksi salah satunya yaitu proses roll-up. Pada proses roll-up tersebut, terjadi penurunan tanah pada fabrication yard yang mengakibatkan struktur jacket mengalami kemiringan dan memungkinkan terpapar risiko terjadinya kegagalan, sehingga dapat mengurangi efektivitas dari integritas struktur jacket. Pada penelitian Tugas Akhir ini, akan dilakukan analisis konfigurasi roll-up seperti rigging, dan temporary structure digunakan pada proses roll-up. Pemodelan dan analisis statis struktur jacket menggunakan software SACS v11.3 dengan variasi roll-up angle yaitu 0°, 50°, 75°, 81°, 85°, dan 94.74° untuk mengetahui nilai unity check (UC) pada member dan joint strength dari struktur jacket. Kemudian, analisis dilanjutkan pada respon/reaksi support akibat roll-up dan penurunan tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jacket masih memenuhi kriteria desain dan tidak mengalami kegagalan dengan unity check maksimum untuk member jacket yaitu 0.630 dan unity check maksimum untuk joint strength 0.809. Pada analisis rigging didapatkan konfigurasi 12 sling, 16 shackel, dan 4 crane untuk mendukung proses roll-up ini. Diperoleh efisiensi maksimum untuk sling yaitu sebesar 85.35%; 72.17% untuk shackel dan 89.44% untuk crane. Untuk analisis reaksi tumpuan akibat settlement didapatkan reaksi maksimum 2432.91 kN pada U-Saddle 1 dan 1462.31 kN pada V-Saddle A2
Implementasi Prediksi Siswa Dropout pada MOOC Menggunakan Metode Stacking Super Learner dalam Lingkungan Komputasi Berkinerja Tinggi
Permasalahan utama di berbagai platform MOOC (massive open online course), yaitu tingginya tingkat dropout yang bahkan dapat mencapai 91%–93%. Hal ini tentu berdampak terhadap profitabilitas bisnis MOOC. Oleh sebab itu, diperlukan model prediksi siswa dropout pada MOOC untuk memungkinkan adanya intervensi pencegahan dropout. Namun, besarnya ukuran data siswa MOOC membuat proses pemodelan tersebut memerlukan komputasi yang tinggi. Dengan melihat permasalahan tersebut, maka penelitian ini membangun model prediksi menggunakan metode stacking yang mutakhir, yakni Super Learner, dan dikomputasikan secara paralel menggunakan GPU atau CPU dalam lingkungan komputasi berkinerja tinggi. Pembelajar dasar yang menyusun model Super Learner meliputi Logistic Regression, KNN, SVM, Naïve Bayes, Random Forest, dan XGBoost, sedangkan meta-learner yang dieksperimenkan adalah NNloglik (non-negative binomial likelihood maximization) dan AUC-maxim (AUC maxi-mization). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Super Learner dengan meta-learner AUC-maxim maupun NNloglik berhasil mengungguli kinerja model pembelajar dasar dan model yang menggunakan metode stacking lainnya, yaitu Stacked Generalization. Kedua model tersebut mencapai skor F1 secara berurutan sebesar 0,90139 dan 0,90126. Di samping itu, ditemu-kan bahwa paralelisasi GPU pada percobaan ini menghasilkan speedup komputasi hingga 2,4–23,3 kali lebih unggul daripada paralelisasi pada CPU
Analisis Respon Getaran Stockbridge Damper sebagai Dynamic Vibration Absorber pada Kabel
Penyediaan energi listrik yang stabil dan terjangkau di Indonesia sangat penting terutama dalam peningkatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pada kabel transmisi. Salah satu faktor penyebab kabel transmisi mengalami kegagalan adalah getaran aeolian. Getaran ini dapat menyebabkan resonansi berlebih, sehingga diperlukan stock-bridge damper sebagai dynamic vibration absorber untuk mere-dam getaran tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengeta-hui pengaruh variasi massa dan bentuk counterweight dari stockbridge damper serta mengetahui desain yang optimal untuk meredam getaran kabel pada rentang frekuensi 25 Hz hingga 51 Hz. Penelitian ini menggunakan konduktor berdiameter 29 mm dengan panjang 60 m dan DVA yang terdiri dari clamp, kabel messenger, dan counterweight. Simulasi dilakukan mengguna-kan sistem analisis static structural, modal, dan harmonic response pada Workbench ANSYS. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, penambahan DVA pada kabel konduktor mampu mempengaruhi respons getaran sistem dengan dapat mereduksi getaran yang terjadi. Semakin besar kekakuan sistem, maka semakin luas jangkauan redaman dan amplitudo akan semakin menurun. Dari beberapa variasi yang dilakukan, variasi konduktor dengan DVA C tidak mampu mereduksi getaran pada frekuensi eksitasi angin 34,5 Hz dan variasi kon-duktor dengan DVA A5 tidak mampu meredam getaran pada frekuensi eksitasi angin 48,3 Hz. Namun, variasi konduktor dengan DVA A4 mampu memberikan reduksi getaran terbesar sekitar 80,4% pada frekuensi eksitasi angin 41,4 Hz untuk variasi massa counterweight. Sedangkan, variasi konduktor dengan DVA B memiliki nilai reduksi terbesar pada seluruh fre-kuensi eksitasi angin untuk variasi bentuk counterweight. Se-hingga, konduktor dengan DVA B dapat dikatakan desain yang paling optimal dalam meredam getaran pada berbagai fre-kuensi eksitasi angin, yaitu dengan nilai reduksi sebesar 54,9% pada frekuensi 27,6 Hz, 5,9% pada frekuensi 34,5 Hz, 77,1% pada frekuensi 41,4 Hz, dan 3,3% pada frekuensi 48,3 Hz
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Integrasi Pariwisata pada Kawasan Pantai Kenjeran, Kota Surabaya
Kawasan Wisata Pantai Kenjeran terdiri dari tiga destinasi wisata meliputi Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Sentra Ikan Bulak (SIB), dan Taman Suroboyo terletak berdekatan yaitu sekitar 2 km di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Ketiga destinasi wisata ini memiliki jenis daya tarik wisata yang beragam. Dimana THP Kenjeran berjenis daya tarik wisata alam pantai, SIB wisata belanja, dan Taman Suroboyo wisata taman tematik. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan yaitu adanya ketimpangan kunjungan wisatawan dan promosi wisata, belum tersedianya transportasi khusus yang menghubungkan antar destinasi wisata, dan belum terdapat pusat informasi wisata terpadu. Sehingga, dibutuhkan penyelesaian secara terintegrasi dan menyeluruh di Kawasan Pantai Kenjeran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan integrasi pariwisata di Kawasan Pantai Kenjeran. Data diperoleh dengan melakukan in-depth interview kepada stakeholder yang terpilih, dan dianalisa dengan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 12 faktor yang berpengaruh dalam pengembangan integrasi pariwisata di Kawasan Pantai Kenjeran diantaranya kedekatan daya tarik wisata, diferensiasi jenis daya tarik wisata, keterpaduan moda transportasi, ketersediaan jalan atau rute yang terpadu, pusat informasi wisata terpadu, koordinasi dan kolaborasi pemerintah, serta promosi wisata terpadu
Identifikasi Kriteria yang Berpengaruh dalam Penyelenggaraan Wisata Walking Tour di Perkampungan Peneleh
Perkampungan Peneleh sebagai kawasan cagar budaya memiliki aktivitas walking tour yang dikelola oleh komunitas lokal, Begandring Soerabaia sejak tahun 2018. Aktivitas ini bertujuan untuk memperkenalkan identitas kawasan melalui nilai-nilai sejarah dan budaya kampung lama. Namun, dengan beragamnya tantangan yang berasal dari dimensi fisik, aktivitas, dan makna membuat perlu adanya kajian untuk mengidentifikasi kriteria yang berpengaruh dalam penyelenggaraan walking tour di Perkampungan Peneleh. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan stakeholder, yakni tokoh masyarakat, pokdarwis, dan komunitas penyelenggara kegiatan, dan dilakukan analisis menggunakan metode delphi. Hasil menunjukkan bahwa kriteria yang berpengaruh dalam penyelenggaraan walking tour di Perkampungan Peneleh terdiri atas 6 aspek, 14 variabel, dan 30 sub-variabel. Apabila diamati berdasarkan tanggapan responden, diketahui terdapat beberapa kondisi eksisting yang belum optimal diantaranya seperti narasi tentang kehidupan sehari-hari, jumlah wisatawan, bentuk komunikasi, sarana dan prasarana, kenyamanan infrastruktur pedestrian, indra pengecap, dan indra penciuman. Temuan ini perlu dilakukan perumusan strategi penanganan yang konstruktif untuk mendukung penyelenggaraan wisata walking tour di Perkampungan Peneleh