Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Implementasi Sistem Pemantauan Curah Hujan Berbasis IoT untuk Analisis HSS pada Sub Sistem Medokan Ayu Kota Surabaya
Hidrograf satuan adalah grafik yang menunjukkan hubungan antara curah hujan dan limpasan untuk daerah tangkapan air tertentu. Ada beberapa metode untuk membuat grafik ini, tetapi semua harus dikalibrasi dengan data observasi dan mempertimbangkan karakteristik daerah tangkapan air. Pengukuran curah hujan yang akurat sangat penting untuk pemodelan hidrologi dan biasanya dilakukan dengan ombro-meter. Namun, alat ini memiliki kelemahan yaitu membutuh-kan pengamat dan hanya merekam nilai curah hujan per hari. Untuk mengatasi keterbatasan ini, diperlukan sistem yang mengukur curah hujan dengan resolusi waktu yang tinggi. Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk membangun sistem pemantauan curah hujan menggunakan teknologi IoT dan menerapkannya di wilayah tertentu di Surabaya. Sistem akan menggunakan sensor untuk secara otomatis mengukur curah hujan dan mengirimkan data ke cloud kemudian ditampilkan pada aplikasi. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah pencacatan data dan mendapatkan informasi curah hujan secara real-time di berbagai lokasi serta memberikan contoh penggunaan model hidrologi untuk penelitian dan aplikasi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peman-tau curah hujan memiliki kinerja yang sangat baik jika dibandingkan pos hujan Wonorejo dengan nilai NSE = 0,831. Kemudian, data curah hujan yang telah dicatat, digunakan untuk menganalisis debit limpasan dengan metode hidrograf satuan sintetis SCS dan Nakayasu. Dengan metode HSS SCS, untuk setiap 1 mm hujan efektif dari CN=72,79 akan menghasil-kan debit limpasan sebesar 0,890 m3/dt dengan waktu puncak 1,327 jam, sedangkan metode HSS Nakayasu menghasilkan debit limpasan sebesar 1,078 m3/dt dengan waktu puncak 0,823 jam. Selama periode pengamatan dari tanggal 17 Maret-20 April 2023 didapatkan debit limpasan terbesar pada tanggal 8 April 2023 pukul 17:28 sebesar 16,543 m3/dt
Perancangan Geometrik Rencana Reaktivasi Jalur Rel Babat–Tuban
Babat dan Tuban termasuk kedalam wilayah Gerbangkertosusila yang pembangunannya menjadi perhatian oleh pemerintah. Di situ pula, direncanakan reaktivasi jalur Jombang–Babat–Tuban yang ditargetkan selesai di tahun 2030. Jalur ini memiliki segmen jalur yang sebelumnya ditutup di tahun 1990. Meskipun begitu, telah banyak pembangunan jalan raya, pemukinan yang dilakukan di atas jalur tersebut. Maka perlu dilakukan analisis kelayakan trase yang sudah ada dan perencanaan geometri untuk trase yang dirancang. Tahap awal yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa survey lapangan mengenai keadaan rel yang sudah ada, sedangkan data sekunder merupakan peta kontur, emplasemen stasiun yang ada, serta komponen rel. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap jalur yang sudah ada dan menilai mana bagian yang masih bisa digunakan dan tidak bisa. Pada bagian yang tidak bisa digunakan kembali, dilakukan perancangan beberapa trase alternatif yang kemudian dilakukan penilaian untuk memilih salah satu dari alternatif trase yang ada. Trase yang terpilih dirancang alinyemen horizontal dan vertikal, struktur, hingga emplasemen stasiun yang dilewati trase tersebut. Hasil perancangan ditemui bahwa terdapat beberapa bagian trase awal yang sudah tidak bisa digunakan akibat alih fungsi lahan menjadi pusat pemukiman dan perkotaan. Maka, dibuat trase alternatif yang mempertimbangkan aspek Aspek tata guna lahan, aspek teknis, potensi angkutan, dan aspek aksesibilitas. Trase alternatif yang dirancang merupakan jalur sepanjang 35,392 km dengan kelas jalan I yang memiliki kecepatan maksimum 120 km/jam. Dalam perancangan, dihasilkan trase dengan 24 lengkung horizontal dan 38 lengkung vertikal. Jalur ini dirancang menggunakan bantalan beton dengan jarak 60 cm antar bantalan. Sepanjang trase, kereta api akan berhenti di 3 stasiun yaitu Stasiun Babat, Stasiun Plumpang, dan Stasiun Tuban. Stasiun Babat memiliki 9 jalur dan berfungsi sebagai stasiun percabangan, Stasiun Plumpang memiliki 4 jalur, dan Stasiun Tuban memiliki 3 jalur serta berfungsi sebagai stasiun ujung
Desain Konseptual Shorebase Batam untuk Industri Migas di Wilayah Barat Indonesia
Industri migas merupakan salah satu industri utama di pasar energi dunia. Indonesia merupakan salah satu produsen dan konsumen dari migas itu sendiri dimana konsumsi domestik semakin meningkat tiap tahunnya dan tidak dimbangi dengan produksi migas. Konsumsi minyak Indonesia dilaporkan naik sebesar 1.471.498 barel per hari pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 dan konsumsi migas dilaporkan turun. Penurunan pada sektor hulu migas diprediksi dalam beberapa tahun kedepan akan menjadi permasalahan serius mengingat sektor ini menyumbang 20 – 30 persen kontribusi pada APBN. PT Y yang berlokasi di Kabil, Batam dipilih menjadi lokasi shorebase karena lokasinya yang berada di Barat Indonesia dan 110 dari 198 galangan kapal Indonesia terletak di Batam. Dengan menggunakan pendekatan dinamis sebagai skenario 1 dan historis sebagai skenario 2 untuk pertumbuhan produksi migas, didapatkan pertumbuhan sebesar 2,02 persen untuk pendekatan dinamis dan 1,84 persen untuk pendekatan historis dengan muatan maksimal mencapai 1.440.000 ton/tahun dan pada skenario 2 akan mencapai 1.899.213 ton/tahun. Dengan melakukan evaluasi kinerja dengan analisis kesenjangan dan sensitivitas dari shorebase, didapatkan bahwa tidak dilakukan penambahan pada fasilitas di dermaga karena masih dapat menampung masukan sampai dengan tahun ke – 30. Pada skenario 1 tidak akan ada penambahan luas lapangan penumpukan dan pergudangan sedangkan pada skenario 2 akan ada penambahan luas lapangan penumpukan terbuka pada tahun 2045 sebesar 20.363 m2 untuk lapangan penumpukan aspal dan 101.354 m2 untuk lapangan penumpukan bauksit, dan penambahan luas pergudangan tertutup pada tahun 2030 sebesar 5.096 m2 untuk gudang 1A dan 3.383 m2 masing-masing untuk gudang 2A dan 3A
Pra Desain Pabrik Amonia dari Gas Alam Menggunakan Metode KBR-Purifier Berkapasitas 2900 MTPD
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3 yang memiliki sifat kaustik dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Senyawa yang pertama kali ditemukan oleh J. B. Priestly pada tahun 1774 ini banyak digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk, mulai dari urea, amonium fosfat, amonium nitrat, hingga kalsium amonium nitrat. Oleh karena itu, industri amonia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan pupuk dan umumnya akan meningkat ketika masa cocok tanam yang membuat petani akan lebih sering menggunakan pupuk. Proses pembuatan Amonia menggunakan metode KBR-Purifier dapat diuraikan menjadi beberapa tahapan proses berikut, diawali desulfurisasi, reforming, shift conversion, absorbsi, methanasi, drying, purifier, converter dan refrigerasi amonia.Bahan baku utama dalam proses pembuatan amonia yaitu gas alam dengan komposisi 94,46% hidrokarbon, 5,5% CO2, dan sisanya adalah N2. Kapasitas produksi Amonia direncanakan sebesar 957.000 ton/tahun. Perencanaan ini berdasarkan dari nilai produksi, konsumsi, ekspor, dan impor Amonia yang diproyeksikan hingga tahun 2025. Dalam memenuhi kapasitas produksi, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam sehari selama 330 hari setahun. Bahan baku gas alam yang digunakan dalam proses pembuatan Amonia berupa gas alam sebesar 5517 kgmol per jam atau kurang lebih sekitar 120 MMSCFD. Dari perhitungan analisa ekonomi, dengan harga jual Amonia sebesar 777.765.687. Sedangkan Break Event Point (BEP) yang diperoleh adalah sebesar 55%
Pembuatan Dashboard Dan WebGIS Peta Interaktif Sebaran Lahan Kosong di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Dalam era digital saat ini, penggunaan Geographic Information System (GIS) dalam bentuk web-based atau WebGIS telah menjadi alat penting dalam perencanaan perkotaan. Salah satunya sebagai pendataan lahan kosong, WebGIS dapat digunakan untuk memvisualisasikan data terkait harga lahan. Kepadatan populasi dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyebabkan peningkatan permintaan lahan dan kenaikan harga lahan. Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan yang mengatur pengendalian harga tanah, namun masih diperlukan data harga tanah yang lebih akurat di provinsi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dashboard dan WebGIS peta interaktif di Provinsi DIY sebagai sarana untuk mengakses informasi harga tanah secara mudah, interaktif dan transparan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah data scrapping dan cleaning dari website lamudi untuk melihat lokasi, luas, dan harga lahan di Provinsi DIY yang nantinya akan di visualisasikan dalam bentuk Dashboard dan WebGIS berupa peta interaktif. Dashboard dan WebGIS lahan kosong di Provinsi DIY secara garis besar mempunyai 2 fitur utama, yaitu fitur dashboard pendataan lahan kosong dan fitur peta interaktif lahan kosong. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan kota dan pengendalian harga lahan di Provinsi DIY, serta memberikan sumbangan dalam pengembangan WebGIS dan dashboard sebagai alat yang efektif dalam menyajikan informasi geospasial yang relevan
Pra Desain Pabrik Minyak Nilam dari Daun Nilam dengan Metode Ekstraksi CO2 Superkritis
Minyak atsiri atau essential oil merupakan senyawa ekstrak yang diambil dari bagian tanaman melalui proses penyulingan atau ekstraksi yang dimana digunakan untuk praktik kesehatan alami, aromaterapi dan lain sebagainya. Salah satu contoh minyak atrisi ialah minyak nilam. Indonesia merupakan pemasok minyak nilam terbesar dunia dengan kontribusi 90%. Kandungan Patchouli Alcohol (PA) yang terkandung dalam minyak nilam menjadi primadona di pasaran eropa. Peningkatan konsumsi atau kebutuhan minyak nilam perlu diimbangi dengan ketersediaan bahan baku dalam negeri, yaitu daun nilam. Oleh karena itu, peluang untuk memasuki pasar minyak atsiri di dunia terbuka lebar. Pabrik minyak nilam ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2023 di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara dan direncanakan beroperasi pada tahun 2025. Modal diperoleh dengan perbandingan 40% modal sendiri dan 60% modal pinjaman. Dari analisa perhitungan ekonomi untuk mendirikan pabrik didapat hasil-hasil sebagai berikut: total modal investasi sebesar Rp406.309.087.416/tahun, dan hasil penjualan pertahun sebesar Rp289.089.213.429/tahun. Dengan estimasi umur pabrik selama 20 tahun, didapatkan internal rate of return (IRR) sebesar 16,07 %, payout time (POT) selama 7 tahun 10 bulan, break event point (BEP) sebesar 38,9%. Berdasarkan analisa ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik minyak nilam kapasitas 213 ton/tahun layak secara ekonomi. Adapun penanganan dampak lingkungan pabrik dilakukan dengan cara penataan, pemeliharaan, pengawasan dan pengendalian terhadap limbah yang dihasilkan
Potential Field Path Planning pada Permainan Robot Sepak Bola Beroda
Robot sepak bola beroda merupakan robot yang berkompetisi pada Kontes Robot Indonesia, yaitu divisi Kontes Robot Sepak Bola Beroda Indonesia. IRIS merupakan salah satu tim robot dari ITS yang melakukan riset pada bidang ini. Robot ini bermain sepak bola menggunakan penggerak utama berupa motor beroda. Saat ini tim IRIS menggunakan metode kondisional dalam path planning dan hindari halangan. Pada penelitian ini ditemukan metode baru bernama Potential Field. Dimana Potential Field akan melakukan komputasi real-time dengan hanya mengandalkan dua rumus yaitu attractive field dan repulsive field yang nantinya hasil dari perhitungan tersebut akan menjadi kecepatan robot yang dikirimkan langsung ke motor. Serta diharapkan metode potential field ini akan dapat diimplementasikan guna mengurangi pekerjaan kondisional pada robot dengan menggantinya menggunakan rumus yang telah diuji serta mengimplementasikan metode ini pada permainan bertahan, menyerang, serta pada permainan nasional pada robot sepak bola beroda. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa metode potential field ini menghabiskan waktu 5068.2 milli sekon hingga 13466.90 milli sekon pada permainan menyerang, 5166.11 milli sekon hingga 7359.78, serta metode potential field dapat menghindari halangan, mencapai tujuan serta dapat menggiring bola hingga ke tujuan yang ditentukan. Implikasinya adalah potensi pengurangan pekerjaan kondisional pada robot sepak bola beroda dengan mengadopsi rumus yang telah teruji dan terimplementasikan secara efektif pada berbagai konteks permainan
Redesain Geometrik Ramp Margajaya, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu
Pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Segmen 2A Ujung menuntut terjadinya perubahan tata ruang pada Simpang Presdo. On/off ramp dari jalan tol tersebut terhubung dengan Simpang Presdo yang menyebabkan adanya penambahan lengan simpang pada daerah tersebut dari sebelumnya empat lengan menjadi lima lengan. Hal tersebut menyebabkan bertambah pula titik konflik lalu lintas pada kendaraan yang melintasi simpang tersebut. Oleh karena itu, direncanakan pengurangan lengan simpang dengan cara melakukan perencanaan ulang geometrik Entrance dan Exit Ramp Margajaya serta Simpang Presdo untuk mengurangi titik konflik lalu lintas pada Simpanng Presdo. Perencanaan ulang geometrik Entrance Ramp, Exit Ramp dan Simpang Margajaya mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan Raya Nomor: 13/P/BM/2021. Kinerja lalu lintas sebelum dan sesudah perencanaan ulang geometrik Entrance Ramp, Exit Ramp dan Simpang Margajaya akan dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil analisis kinerja lalu lintas, derajad kejenuhan Simpang Presdo kondisi eksisting pada jam puncak cukup tinggi, yaitu mencapai 0.98. Perencanaan ulang geometrik meliputi perencanaan on ramp dan off ramp, dimana untuk off ramp terbagi menjadi dua yaitu off ramp menuju Simpang Presdo dan off ramp menuju Jl. Veteran. Pada off ramp menuju Simpang Presdo direncanakan sebanyak 5 tikungan yang terdiri dari 4 tikungan FC dan 1 tikungan SCS. Pada off ramp menuju Jl. Veteran direncanakan sebanyak 3 tikungan yang terdiri dari 1 lengkung FC, 1 lengkung SCS, dan 1 lengkung SS. Pada on ramp direncanakan terdapat 4 tikungan yang terdiri dari 1 lengkung SCS, 1 lengkung SS, dan 2 lengkung FC. Setelah dilakukan perencanaan ulang, hasil perhitungan analisis kinerja simpang menunjukkan nilai derajat kejenuhan yang lebih kecil yaitu sebesar 0.92, yang berarti bahwa dilihat dari segi lalu lintas desain perencanaan ulang lebih baik daripada kondisi eksisting
Prediksi Ketinggian Air Laut untuk Pertimbangan Otomasi Buka Tutup Pintu Air Laut Menggunakan Neural Network
Proses produksi garam di PT. Garam bermula dari mengalirkan air laut melalui sebuah pintu air ke dalam tambak pengeringan. Air akan masuk ke dalam tambak secara alami hanya saat ketinggian air di luar tambak lebih tinggi dibandingkan dengan ketinggian air di dalam tambak. Untuk mengoptimalkan produksi garam, PT. Garam membutuhkan kemampuan memprediksi ketinggian air laut. Kemampuan memprediksi ketinggian air laut diperuntukkan untuk peng-optimalan penggunaan pintu air laut dalam proses produksi garam seperti waktu pembukaan dan penutupan pintu air laut. Waktu pembukaan atau penutupan yang tidak tepat dapat menyebabkan air laut mengalir kembali keluar yang akan mengurangi potensial kuantitas garam yang akan dihasilkan. Proyek Akhir ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dari PT. Garam dengan menggunakan metode Feedforward Neural Network untuk memprediksi ketinggian air laut. Model Feedforward Neural Network akan menggunakan nilai kecepatan angin, nilai temperatur, dan nilai derajat fase bulan untuk menghasilkan nilai prediksi ketinggian air laut. Penggunaan metode Feedforward Neural Network didasarkan dari jumlah data yang digunakan yang berjumlah 17.520 di mana metode peramalan konvensional dinilai kurang memadai. Hasil dari Proyek Akhir ini adalah sebuah model FeedForward Neural Network yang dapat memprediksi ketinggian air laut dengan nilai mean squared error antara nilai prediksi dan nilai nyata sebesar 0,0386
Perencanaan Sumber Daya untuk Produksi Tinta Packaging dengan Pendekatan Discrete-Event Simulation
PT XYZ merupakan pemasok tinta packaging dengan model business to business dengan sumber revenue dari tiga pelanggan utama. Tantangan yang dihadapi perusahaan adalah rendahnya tingkat pengiriman tepat waktu akibat penerimaan 17,62% pesanan dengan permintaan lead time yang lebih singkat dari yang bisa PT XYZ tawarkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan adalah peningkatan kapasitas produksi. Untuk menyelesaikan pesanan pelanggan, perusahaan menggunakan aliran produksi job-shop yang melibatkan antrean pesanan. Pendekatan simulasi kejadian diskrit digunakan untuk menentukan jumlah sumber daya produksi untuk meningkatkan performa pengiriman tepat waktu ke target perusahaan yaitu 95%, dalam kondisi pesanan standar. Skenario rekomendasi perbaikan adalah penambahan 2 teknisi lab dan 3 mixer kecil serta pengurangan 1 pekerja produksi. Pada kondisi standar, rekomendasi perbaikan dapat menyelamatkan pemasukan bulanan perusahaan sebesar rata-rata Rp 2.022.938.750 akibat peningkatan persentase pengiriman tepat waktu dari 54,60% menjadi 95,61%. Pada kondisi peak order, rekomendasi perbaikan dapat menyelamatkan pemasukan bulanan perusahaan sebesar rata-rata Rp 3.718.196.250 akibat peningkatan persentase pengiriman tepat waktu dari 33,82% menjadi 90,90%. Skenario perbaikan membutuhkan biaya tetap sebesar Rp 1.052.000.000 dan mengakibatkan peningkatan rata-rata total biaya variabel sebesar Rp 7.701.507 pada kondisi standar dan Rp 6.670.275 ketika peak order. Rekomendasi solusi menghasilkan NPV yang lebih besar dibandingkan kondisi awal sehingga layak diimplementasikan