Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Pra-Desain Pabrik Crude Palm Oil dan Crude Palm Kernel Oil Skala Menengah dari Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.)
Pabrik CPO (Crude Palm Oil) dan CPKO (Crude Palm Kernel Oil) skala UMKM didirikan bertujuan untuk menyerap tandan buah segar (TBS) dari petani sawit yang terkadang sulit dijual, harganya rendah, atau petani tidak punya teknologi untuk mengolah sawitnya menjadi CPO dan CPKO. Pabrik ini memiliki kapasitas 330.000 kg/tahun. Lokasi pendirian pabrik ini direncanakan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dipilih menjadi lokasi pendirian pabrik karena telah diseleksi terhadap dua lokasi lain, yaitu Provinsi Jambi dan Kalimantan Tengah terhadap enam kriteria, yaitu ketersediaan bahan baku, upah tenaga kerja, area pemasaran, fasilitas transportasi, ketersediaan tenaga kerja, dan ketersediaan utilitas. Untuk memproduksi CPO dan CPKO, mula-mula TBS disterilisasi, kemudian dipipil, kemudian dilumat dan dipress, sehingga menghasilkan dua produk yaitu CPO kasar dan biji kelapa sawit. CPO kasar tersebut mengandung CPO dan campuran serat TBS. Pemurnian CPO dilakukan dengan filtrasi minyak, kemudian dikeringkan dan akhirnya dikemas. Sedangan biji kelapa sawit mula-mula dipisahkan serat dengan bijinya. Bijinya kemudian dipecah dan dipisahkan antara cangkang dengan inti. Kemudian inti kelapa sawit dikeringkan dan kemudian dipress. Dan difiltrasi untuk menghasilkan CPKO Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku berupa TBS sebesar 9.570 ton/tahun dapat dihasilkan produk CPO sebesar 2.393 ton/tahun dan CPKO sebesar 234 ton/tahun. Pabrik ini tergolong Usaha Menengah. Untuk dapat mendirikan pabrik ini, dibutuhkan modal investasi Rp4.312.656.476,14 dan total biaya produksi sebesar Rp23.101.878.124,39/tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 12%, Pay Out Time (POT) 2 tahun 4 bulan, Break Even Point (BEP) sebesar 113%, dan NPV sebesar -Rp217.469.254,56. Berdasarkan analisa ekonomi tersebut, pabrik ini tidak layak untuk didirikan
Studi Pengaruh Penguatan Pada Struktur Lambung Berbahan HDPE terhadap Deformasi Kapal Menggunakan Metode Elemen Hingga
Proses perancangan kapal merupakan tahap awal yang krusial dalam pembuatan kapal, di mana penentuan dimensi kapal harus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan kapal yang akan diproduksi. Meskipun dimensi kapal telah dihitung dengan cermat, perubahan dimensi selama masa operasional masih mungkin terjadi dan berdampak pada tegangan struktur kapal. Kapal berbahan High Density Polyethylene (HDPE) dipilih sebagai objek penelitian karena kekuatan mekanik dan ketahanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan penguatan pada lambung kapal berbahan HDPE terhadap kekuatan kapal dan mengurangi deformasi yang terjadi. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga pada variasi kapal dengan panjang berbeda yaitu 6 m, 10,4 m, 16 m, dan 24 m, serta membandingkan penguatan menggunakan aluminium dan baja. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan penguatan pada lambung kapal berbahan HDPE secara signifikan mengurangi deformasi. 2. Pada variasi kapal 6 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material baja ketebalan 6 mm dengan deformasi maksimum sebesar 2,321 mm. Lalu, untuk variasi model kapal 10,4 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material alumunium ketebalan 6 mm dengan deformasi maksimum sebesar 3,357 mm. Kemudian untuk variasi model kapal 16 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material baja ketebalan 6 mm dengan deformasi maksimum sebesar 11,354 mm. Untuk variasi model kapal 24 m didapatkan penguatan paling optimal pada kapal yaitu pada variasi material baja ketebalan 8 mm dengan deformasi maksimum sebesar 41,263 mm
Aplikasi Digital Value Stream Mapping untuk Meminimasi Waste pada Proses Produksi Panel Listrik
Perusahaan Panel Listrik (PPL) merupakan perusahaan yang menerapakan sistem make to order dengan memproduksi panel listrik yang berbeda – beda dari sisi spesfikasi maupun jenisnya sesuai keinginan customer. Namun saat ini, masalah yang dihadapi PPL adalah waktu penyelesaian produk yang lama. Salah satu penyebabnya adalah kesalahan informasi pada ketersediaan material. Selain itu penyampaian informasi selama proses produksi masih secara verbal sehingga banyak informasi yang tidak tercatat dan harus melakukan pengulangan penyampaian informasi yang akan memakan waktu. Penggunaan media digital dalam penyampaian informasi juga belum optimal karena masih hanya berfokus untuk informasi berupa laporan. Untuk lebih memudahkan dalam mengidentifikasi waste atau pemborosan yang terjadi, aliran mateial dan aliran infromasi akan dipetakan menggunakan Digital Value Stream Mapping (DVSM). Pada penelitian ini, total lead time proses produksi panel listrik adalah 460,58 jam dengan proporsi aktivitas value added sebesar 50,7% serta skor digital information flow adalah 3,02. Waste yang teridentifikasi akan dicari akar penyebebnya menggunakan Root Cause Analysis (RCA), dimana waste yang ditemukan meliputi waiting, transportation, motion, defect dan inventory. Dengan mengeliminasi waste tersebut dan memberikan beberapa rekomendasi perbaikan, total lead time proses produksi panel listrik turun menjadi 457,03 jam dengan proporsi aktivitas value added sebesar 60% serta skor digital information flow adalah 2,76
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Multi-Kebun Hidroponik Berbasis Website
Hidroponik, sebagai salah satu teknologi pertanian di lingkungan terkontrol, sering menghadapi masalah ketika kebutuhan tanaman tidak terpenuhi, dan pemantauan reguler menjadi kesulitan bagi petani. Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan Indosat Ooredoo Hutchison mengembangkan aplikasi android bernama Hydromon yang terintegrasi dengan kebun hidroponik. Meskipun memiliki model klasifikasi untuk memberikan rekomendasi aksi pada parameter hidroponik, aplikasi ini memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki, seperti keterbatasan dalam memantau satu kebun dan tidak menyediakan histori data parameter kebun hidroponik.Tugas Akhir ini mengusulkan perancangan dan pembangunan sistem pemantauan kebun hidroponik berbasis website dengan menggunakan kerangka kerja Next.js dan Django REST menggunakan metode V-Model. Sistem diimplementasikan dengan arsitektur client-server dan API sebagai penghubung basis data dengan website. Melalui pengujian unit, integrasi, sistem, dan penerimaan pengguna, sistem ini berhasil melewati semua kasus uji dengan hasil "Berhasil" 100%. Keunggulan sistem yang dibangun termasuk kemampuan untuk menyimpan hasil klasifikasi rekomendasi tindakan, menambahkan model klasifikasi untuk tanaman lain, memantau banyak kebun, menyediakan histori data parameter kebun, memberikan informasi mengenai tanaman, dan mengirim notifikasi melalui pesan WhatsApp.Sistem pemantauan ini bertujuan untuk membantu petani dalam memantau dan menganalisis keadaan kebun hidroponik, sehingga meningkatkan kualitas hasil panen melalui berbagai perangkat
Pra Desain Pabrik Biodiesel dari Palm Fatty Acid Distillate (PFAD)
Pabrik pembuatan biodiesel dari Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) dibuat melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi biodiesel yang meningkat setiap tahunnya. Pabrik biodiesel dari PFAD ini direncanakan dibangun dengan kapasitas 150.000 ton/tahun sepanjang 330 hari per tahun. Pabrik ini diharapkan akan menghasilkan biodiesel untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pabrik biodiesel adalah Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) yang merupakan produk samping dari pemurnian CPO. Pabrik ini direncanakan akan dibangun di Provinsi Riau, hal ini telah dipertimbangkan melalui beberapa aspek diantarnya adalah ketersediaan Bahan Baku. Esterifikasi dan transesterifikasi akan dilakukan pada suhu 60oC dan pada tekanan 1 atm menggunakan reaktor alir tangki berpengaduk dengan tingkat konversi reaksi 98% untuk esterifikasi dan 99% untuk transesterifikasi. Dari studi evaluasi ekonomi pabrik ini, disimpulkan bahwa didapatkan penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp. 1.446.760.931.219, biaya operasional (OPEX) sebesar Rp. 30.153.852.200. Berdasarkan analisa ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan laju pengembalian modal (IRR) didapatkan sebesar 16,1% dengan waktu pengembalian modal (POT) selama 9,3 tahun. NPV yang didapatkan juga bernilai positif yaitu Rp. 555.177.716.694. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pabrik biodiesel dengan kapasitas 150.000 ton/tahun adalah layak secara teknis dan ekonomis untuk didirikan
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Antara Metode Up Stage dengan Metode Down Stage pada Pekerjaan Grouting di Proyek Bendungan Lausimeme, Deli Serdang
GGrouting merupakan suatu proses pemasukan suatu cairan dengan tekanan ke dalam rongga atau pori atau rekahan pada batuan, yang memadat dan keras secara fisika maupun kimiawi. Pada Proyek Pembangunan Bendungan Lausimeme, pekerjaan grouting pada posisi Riverbed perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum proses pekerjaan timbunan inti dilaksanakan. Oleh karena itu, pemilihan metode tersebut diharapkan mampu memenuhi aspek ekonomis, efektif, dan efisien pada proyek. Terdapat dua macam metode pelaksanaan pekerjaan grouting, yaitu Metode Up Stage dan Metode Down Stage. Namun, Metode Up Stage memiliki kemungkinan penggunaan material yang lebih banyak dibandingkan dengan Metode Down Stage karena pada Metode Down Stage sebagian rekahan di atasnya sudah digrouting. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan waktu dan biaya antara kedua metode tersebut. Analisis waktu ditentukan berdasarkan volume pekerjaan dan produktivitas total, dimana produktivitas total didapatkan dari penjumlahan antara produktivitas tenaga kerja yang didapatkan dari pengamatan di lapangan dan perhitungan produktivitas alat yang digunakan. Analisis waktu kemudian dilanjutkan dengan penjadwalan dengan menggunakan Bar Chart. Sedangkan analisis biaya dilakukan dengan menggunakan perhitungan berdasarkan Pedoman AHSP Bidang Umum Kementerian PUPR dan harga satuan didasarkan pada HSPK Kota Medan tahun 2022 kemudian dihitung RAB yang diperlukan untuk masing-masing metode. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil perbandingan dimana Metode Up Stage merupakan metode yang dapat dilaksanakan lebih cepat dengan selisih 16 hari serta biaya pelaksanaan yang lebih murah dengan selisih Rp 101.299.650 terhadap Metode Down Stage
Analisis Stabilitas Intact Sudut Besar terhadap Perubahan COG Crane barge saat Operasi Heavy Lifting
Crane barge sebagai floating crane vessel dapat dioperasikan untuk operasi heavy lifting yang mampu mengangkat beban hingga ribuan ton salah satunya adalah saat instalasi topside. Beban yang diangkat berdampak pada perubahan titik pusat massa (COG) yang akan mempengaruhi stabilitas crane barge selama operasi lifting berlangsung. Dengan skenario perputaran sudut crane secara horizontal dari sisi starboard hingga sisi port crane barge dan variasi tinggi draft dari 75% hingga 100% kondisi full load. Hasil keseluruhan loadcase stabilitas intact crane barge secara numerik memenuhi ketentuan dari IMO A.749(18). GZ maksimum terjadi pada sudut putar 90⁰ ke arah portside untuk heel 20⁰ untuk ketiga variasi draft dan draft 90% terjadi saat heel 25⁰. Korelasi perubahan draft terhadap besar nilai GZ adalah semakin tinggi draft yang diaplikasikan maka diperoleh nilai GZ yang semakin kecil. COG setelah analisis stabilitas mengalami perubahan yang signifikan pada setiap variasi draft sedangkan terhadap perubahan sudut putar perubahan hanya terjadi pada besar VCG crane barge. Perbandingan hasil perhitungan analisis stabilitas crane barge secara numerik dan analitik memiliki koreksi nilai error yang telah memnuhi ketentuan dari IACS UR L5 yaitu dibawah ±5%. Nilai error terbesar terjadi pada sudut kemiringan 60⁰. Perbedaan stabilitas sudut kecil dan sudut besar adalah sudut kecil hanya dipengaruhi oleh besar kemiringan sudut sin θ sedangkan pada stabilitas sudut besar akibat kemiringan yang berlebih nilai GZ tidak hanya dipengaruhi sudut sin θ melainkan juga sudut tan θ
Desain dan Evaluasi Antarmuka dan Pengalaman Pengguna Aplikasi myITS SportFacility
Fasilitas olahraga (Fasor) yang ada di Institut Teknologi Sepuluh Nopermber Surabaya (ITS) adalah salah satu fasilitas yang disewakan oleh ITS untuk mahasiswa, karyawan, dosen dan umum melalui aplikasi web dari manajemen Fasor Sepuluh Nopember. Web Fasor Sepuluh Nopember memerlukan perbaikan dari segi tampilan, infromasi yang diberikan, dan pola pemesanan lapangan. Supaya dapat lebih mudah digunakan oleh pengguna, meningkatnya ketersampaian informasi kepada pengguna, dan berkesinambungan dengan desain aplikasiaplikasi yang ada di platform myITS, maka web ini juga akan diganti nama menjadi myITS SportFacility. Dengan Contextual Inquiry, Contextual Analysis, Prototyping, dan Usability Evaluation dapat dihasilkan desain tampilan baru yang lebih nyaman dioperasikan oleh pengguna. Tahap pertama dalam Contextual Inquiry dilakukan pengumpulan informasi dan data terkait web Fasor Sepuluh Nopember yang lama. Kedua, Contextual Analysis dilakukan dengan menganalisis data dari tahap sebelumnya untuk pendukung proses perancangan, khususnya prototyping. Pada tahap ketiga, Prototyping dilakukan dengan merancang antarmuka dan pengalaman pengguna berdasarkan hasil tahapan-tahapan sebelumnya. Tahap terakhir adalah Usability Evaluation yang merupakan proses evaluasi produk berdasarkan tingkat kenyamanan pengguna. Evaluasi yang dilakukan dengan Usability Testing terhadap website Fasor ITS menghasilkan nilai Single Ease Question (SEQ) sebesar 6.43 – 6.86 dan nilai System Usability Scale (SUS) sebesar 68.93, sedangkan terhadap aplikasi myITS Sport Facility menghasilkan nilai SEQ sebesar 6.86 – 7 dan nilai SUS sebesar 91.79. Hal ini menunjukkan peningkatan ketergunaan aplikasi myITS Sport Facility yang ditandai dengan kenaikan nilai SEQ dan SUS dari ketergunaan sistem yang kini berjalan, yaitu website Fasor ITS
Desain Floating Restauant dengan Underwater Sightseeing untuk Menunjang Pariwisata di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Wakatobi merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara dan ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Unggulan berdasarkan Perpres No. 3 Tahun 2016. Wakatobi memiliki beberapa tempat wisata yang dapat dikunjungi serta terkenal dengan keindahan bawah laut. Terletak di Taman Nasional Wakatobi, terdapat 750 dari total 850 karang atol di seluruh dunia. Selain itu, Wakatobi memiliki beberapa kuliner yang menjadi ciri khas. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menawarkan desain floating restaurant yang dapat menunjang pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Wakatobi. Floating restaurant didesain untuk menikmati makanan khas Wakatobi sambil menikmati keindahan bawah laut Wakatobi. Payload luasan yang didesain sebesar 1506.4 m2 untuk 60 orang pengunjung dan 28 orang crew. Setelah melakukan analisis teknis didapatkan ukuran utama floating restaurant yaitu LOA : 40 m; B : 16 m; H : 5.4 m; dan T : 3.2 m. Kemudian dilanjutkan dengan mendesain Lines Plan, General Arrangement, Safety Plan, model 3D serta Zinc Anode Arrangement. Material underwater sightseeing yang digunakan adalah acrylic dengan berat total sebesar 16.49 ton. Floating restaurant dibangun dengan biaya pembangunan sebesar Rp 26,317,396,469.47 dan biaya operasional Rp16,227,814,712. Hasil perhitungan kelayakan investasi didapatkan untuk nilai Net Present Value (NPV) Rp 49,168,782,351.92, nilai Internal rate return (IRR) 36%, dan payback period selama 4 Tahun 1 Bulan 0 Hari
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Tuban Menggunakan Metode Work Sampling
Produktivitas tenaga kerja dalam proyek konstruksi sampai saat ini relative sedikit yang dipublikasikan. Terdapat beberapa metode pengukuran produktivitas tenaga kerja. Metode yang digunakan dengan mudah, hemat waktu, serta biaya yakni dengan Work Sampling. Work Sampling adalah salah satu metode pendekatan yang digunakan untuk pengukuran produktivitas dengan waktu acak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat produktivitas serta nilai produktivitas harian pekerja pada proyek pembangunan Jalan Lingkar Tuban, Jawa Timur. Ukuran produktivitas yang didapat dari analisis ini adalah labor utilization rate (LUR). Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan yakni pekerjaan geotextile dan pekerjaan perkerasan. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan pada waktu kerja selain weekends / hari libur. Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian yakni data penelitian yang selanjutnya diolah melalui beberapa tahap perhitungan seperti uji keseragaman data, uji kecukupan data, perhitungan efektivitas tenaga kerja yakni Labor Utilization Rate (LUR), dan nilai produktivitas berdasarkan hasil yang didapat. Hasil analisis Work Sampling pada 2 pekerjaan yang diamati yakni ; pekerjaan geotextile selama 9 hari dengan nilai LUR sebesar 59.84 % (Efektif) dan nilai produktivitas harian urugan pilihan 202.5 m3, loading galian 904.5 m3, penggelaran geotextile 512.5 m2, gelar material urugan pilihan layer 1 202.5 m3 ; pekerjaan perkerasan bahu dan badan jalan selama 19 hari dengan nilai LUR sebesar 63.15% (Sangat Efektif) dan nilai produktivitas harian gelar material agregat kelas A 106 m3, loading galian bahu jalan 51.9 m3, dan galian bahu jalan 17.8 m3