Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Perancangan dan Implementasi Sistem Pemilahan Box Menggunakan Metode Scheduling Sort
Proses pemilahan box adalah salah satu tahap dalam sebuah industri yang membutuhkan ketelitian yang tinggi dikarenakan jika ada produk lain yang terpilah ke tempat yang salah akan mempengaruhi proses produksi. Proses pemilahan box yang masih menggunakan tenaga manusia dapat menurun tingkat kecepatan dan ketelitiannya seiring dengan lamanya waktu bekerja. Untuk itu, pelaksanaan proses pemilahan box harus dilakukan secara sistematik. Konsep pemilahan otomatis muncul karena kesulitan yang dihadapi di industri. Dalam mesin pemilah otomatis yang dibuat ini berdasarkan kode dari box yang berupa barcode 2D atau QR Code, sehingga dibutuhkan barcode reader yang membantu membedakan jenis kode dari box. Dengan banyaknya box yang masuk ke tempat pemilahan dengan selisih kedatangan tercepatnya yaitu 2 detik antar box maka dibutuhkan suatu keputusan secara langsung agar proses pemilahan untuk setiap box nya tidak mengganggu pemilahan dari box yang lain. Oleh karena itu, metode pemilahan yang tepat untuk digunakan yaitu Scheduling Sort yang dasarnya ada pada delay yang terjadi pada proses pemilahan otomatis yang ditentukan dari kecepatan box dengan jarak yang sudah di teaching. Photosensor memiliki peranan penting dalam proses pemilahan box otomatis menggunakan metode scheduling sort diantaranya yaitu sebagai trigger untuk barcode reader, melacak box dan sebagai trigger untuk stopper dan pusher sebagai pemilah box di masing โ masing konveyor pada jalur pilahnya. Dengan adanya sistem pemilahan otomatis ini dapat membantu meningkatkan efisiensi pemilahan box karena mesin dapat bekerja secara terus menerus dengan memanfaatkan metode scheduling sort yang berfokus pada parameter delay timer dan juga jarak yang harus ditempuh oleh box untuk sampai ke jalur pilahnya. Secara keseluruhan, rata โ rata tingkat keberhasilan dari proses pemilahan box ini mencapai 99,6%
Pra Desain Pabrik Ekstrak Kulit Manggis sebagai Obat Herbal dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE)
Manggis (Garcinia Mangostana) adalah anggota dari genus Garcinia, yang terutama tumbuh di Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Daging buah ini sering dikonsumsi segar, sedangkan biji dan kulitnya dibuang dan menjadi limbah. Komponen kimia yang terkandung dalam biji dan kulit manggis, terutama senyawa xanthone, telah dibuktikan sebagai antioksidan yang baik secara in vitro ataupun in vivo. Secara umum proses pembuatan senyawa antioksidan dari kulit manggis meliputi tahap pre-treatment, dan tahap ekstraksi. Pada pra desain pabrik ini, digunakan metode microwave assisted extraction (MAE) dalam proses ekstraksi senyawa bioaktif dalam kulit manggis dengan bantuan solvent campuran air, ethanol, dan etil asetat dengan perbandingan 1:2:2 serta rasio antara solute dan solvent sebesar 1:16. Waktu ekstraksi dilakukan selama 30 menit pada suhu 50 derajat celcius dan tekanan 1 atm. Hasilnya didapatkan ekstrak kulit manggis yang mengandung lebih banyak zat bioaktif hasil dari proses ekstraksi karena zat zat pengotor telah dilarutkan dan dibuang selama proses ekstraksi berlangsung. Pabrik direncanakan akan didirikan di Kabupaten Bogor dengan masa konstruksi selama dua tahun mulai dari tahun 2023 hingga tahun 2025 dan akan mulai beroperasi pada tahun 2026. Diinginkan kapasitas produksi pabrik pada kisaran dua ton per tahun dengan kebutuhan kulit manggis sekitar 2,3 ton per tahunnya. Operasi pabrik dlakukan selama 300 hari per tahun dengan jam kerja harian delapan jam kerja. Utilitas yang digunakan dalam pabrik ini yaitu steam bertekanan sebagai pemanas udara untuk kebutuhan udara kering pada dryer. Sumber investasi pabrik Biodiesel dari Biji Nyamplung berasal dari 30% dana pribadi dan 70% dana pinjaman dari Bank (Bank Mandiri). Dengan perincian analisa ekonomi sebagai berikut: Net Present Value (NPV) Rp.198.325.804.854 ,laju pengembalian modal 33,92 %, waktu Pengembalian Modal 1,03 Tahun, Break Even Point 13 %. Dengan hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa pabrik layak untuk didirikan
Desain Floating Fish Farm And Restaurant di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung merupakan KEK pariwisata sehingga pembangunannya ditujukan untuk meningkatkan ekonomi dan pariwisata nasional. Pembangunan peternakan ikan laut dan restoran menjadi objek yang sangat membantu untuk meningkatkan ekonomi dan pariwisata nasional. Karena peternakan ikan dapat membantu meningkatkan produksi ikan secara nasional dalam kondisi musim panceklik dan restoran menjadi daya tarik wisata kuliner yang bersifat luwes dalam menyuguhkan hiburan bagi wisatawan. KEK Tanjung Lesung telah memiliki masterplan dengan banyak proyek yang akan dibangun, di mana tidak tersedia lahan untuk membangun peternakan ikan laut dan restoran. Maka dari itu, peternakan ikan laut dan restoran akan dibangun secara terapung. Dari kuesioner yang telah disebar kepada masyarakat, maka ditentukan fasilitas floating dan payload luasan pada floating fish farm and restaurant seluas 2075 . Dengan mengambil rata-rata jumlah penumpang berdasarkan kuesioner yang telah dilakukan, maka ditentukan pengunjung floating fish farm and restaurant yaitu sebanyak 60 orang dengan 20 orang kru. Ukuran utama yang memenuhi kriteria untuk floating fish farm and restaurant adalah LoA = 60 m; Lpp = 58,7 m; B = 16 m; H = 4,5 m, T = 3.3 m. Analisis teknis yang dilakukan berupa perhitungan berat, perhitungan trim, perhitungan stabilitas, perhitungan freeboard, dan corotion rate. Kemudian, dilakukan desain Rencana Garis, Rencana Umum, Perencanaan Keselamatan, dan Model 3D. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis ekonomis dengan total biaya pembangunan senilai Rp 35.297.159.152, dengan biaya operasional sebesar Rp 5.880.277.876/tahun. Dilakukan perhitungan dan didapatkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 17,365,766,772, Internal Rate of Return (IRR) senilai 19%, dan payback period selama 5 tahun 0 bulan 28 hari
Desain Liquified Natural Gas Bunkering Vessel (LNG BV) untuk Melayani Kapal Berbahan Bakar LNG yang Melewati ALKI II
ALKI II per tahunnya dilalui 36.773 kapal, didomi-nasi oleh kapal bulk carrier yang mengangkut biji besi dari Australia ke Asia Timur. Terdapat tren pembangunan kapal bulk carrier berbahan bakar LNG sebagai alternatif yang bahan bakar lebih ramah lingkungan, sesuai dengan regulasi International Maritime Organization (IMO) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, pada ALKI II masih belum tersedia fasilitas pengisian kapal berbahan bakar LNG, sehingga terdapat peluang bisnis yang menjanjikan dalam operasi LNG bunkering vessel. Penelitian ini ditujukan untuk mendesain LNG bunkering vessel untuk melayani kapal berbahan bakar LNG pada ALKI II. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data untuk pengembangan desain dan perhitungan teknis. Hasilnya divisualisasikan dalam rencana garis, rencana umum, safety plan, piping diagram dan juga model 3D. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu LNG bunkering vessel dengan ukuran utama LPP = 104,3 m, LWL = 107,4 m, B = 18,44 m, H = 9 m, T = 5,7 m. Kapal ini akan melayani bulk carrier berbahan LNG pada ALKI II menggu-nakan 2 tangki IMO tipe C dengan total kapasitas 8.400 m3. Berbahan bakar dual fuel dengan daya 3.640 kW dan dioperasikan 20 awak kapal, kapal ini dibangun dengan biaya sebesar 29.304.334,82 Dolar AS
Evaluasi Tingkat Liveability Rusunawa Urip Sumoharjo, Kota Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat liveability atau suatu kelayakhunian pada Rusunawa Urip Sumoharjo. Rusunawa Urip Sumoharjo merupakan rumah susun pertama di Kota Surabaya yang dibangun pada tahun 1982. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Delphi pada empat expert guna menentukan dan validasi kriteria yang sesuai untuk mengevaluasi tingkat liveability rusunawa. Kriteria yang diperoleh, digunakan sebagai input analisis service quality pada penghuni rusunawa untuk mendapatkan nilai gap antara tingkat kepentingan dan kenyataan pada masing-masing kriteria. Hal ini bertujuan untuk merepresentasikan tingkat kepuasan penghuni terhadap kelayakan tempat tinggalnya dan akan dieksplanasikan dalam bentuk kuadran prioritas. Hasil penelitian menghasilkan 39 kriteria liveability dalam 8 indikator. Kriteria liveability selanjutnya diuji kepada penghuni menggunakan perhitungan gap analysis menghasilkan nilai -1,10 yang merepresentasikan bahwa Rusunawa Urip Sumoharjo memiliki nilai liveability yang termasuk ke dalam kategori sedang. Untuk meningkatkan liveability pada rusunawa, diidentifikasi terdapat sebanyak tujuh variabel dianggap sebagai faktor yang dianggap prioritas namun belum mampu dirasakan oleh penghuni akan keadaannya. Tujuh kriteria yang dimaksud adalah kecukupan ruang, kebersihan lingkungan, kualitas jaringan persampahan, ketersediaan kamar mandi, ketersediaan ruang bermain anak, adanya pelatihan hospitality dan usaha, dan keamanan dari tindak kriminalitas pada lingkungan permukiman sekitar
Studi Numerik Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Sirkular dengan Penempatan Airfoil NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024 di Belakang Silinder
Salah satu fenomena yang sedang diteliti saat ini adalah aliran fluida yang melintasi susunan bluff body berbentuk silinder. Konsep boundary layer yang ditemukan oleh Ludwig Prandtl pada tahun 1904 menjadi dasar berkembangnya para peneliti melakukan analisis dan kajian mengenai topik bluff body tersebut. Penerapan bluff body pada umumnya menggunakan geometri berupa bentuk sirkular atau elips. Dalam penelitian Ludwig Prandtl, boundary layer yang terbentuk di sekitar aliran fluida dekat permukaan menyebabkan gesekan yang signifikan. Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari meliputi aerodinamika yakni seperti pada pesawat terbang, hidrodinamika yakni seperti aliran pada di dalam atau di luar pipa saluran air atau heat exchanger, dan sebagainya. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, hasilnya menunjukkan bahwa adanya gaya hambat yang timbul pada aliran tersebut, maka dari itu dilakukan penelitian dengan metode numerik untuk mengurangi gaya hambat pada silinder sirkular dengan penambahan airfoil di belakang silinder sirkular. Penelitian dilakukan dengan software Fluent 2021 R2 menggunakan diameter silinder sirkular, D = 36 mm dan chord length (c) sama sebesar 36 mm. Bilangan Reynolds sebesar, Re = 2.01x104 . Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi jenis airfoil (NACA 0012, NACA 0018, NACA 0024) dengan variasi jarak dari trailing edge silinder sirkular utama terhadap leading edge airfoil (S/D = 1). Untuk penelitian secara numerik menggunakan solver dua dimensi (2D) unsteady flow dengan turbulance viscous model k-ฯ Shear stress transport. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa adanya penambahan airfoil di belakang silinder sirkular dapat mereduksi koefisien drag (C_D). Didapatkan reduksi koefisien drag (C_D) paling efektif dihasilkan pada konfigurasi NACA 0012 sebesar 18,5%. Sedangkan reduksi koefisien drag (C_D) terendah dihasilkan pada konfigurasi NACA 0024 sebesar 16,5%
Identifikasi Pipa dan Kabel Bawah Permukaan Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR)
Metode Ground Penetrating Radar (GPR) adalah Metode Geofisika yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik, dimana metode ini digunakan untuk berbagai ilmu seperti pada geologi, konstruksi, arkeologi dan lain sebagainya. Salah satu pemanfaatan yang sering digunakan metode ini adalah sebagai metode untuk mengidentifikasi utilitas bawah permukaan yaitu berupa pipa dan kabel bawah permukaan. Identifikasi utilitas bawah permukaan ini sangatlah penting sebagai proses pencegahan kerusakan fasilitas tersebut karena adanya pembangunan atau penggalian. Penelitian ini menggunakan 13 lintasan GPR untuk mengidentifikasi utilitas bawah permukaan berupa pipa gas, pipa air dan kabel bawah permukaan. Pada proses pengolahan digunakan software MatGPR R3.1 dengan proses pengolahan dari penyesuaian data dan pemakaian beberapa filter. Dibahas 3 lintasan yang mewakili untuk menampilkan kemungkinan anomali target yang dicari dengan diinterpretasi lebih lanjut. Didapatkan ketiga anomali (pipa gas, pipa air dan kabel bawah permukaan) pada kedalaman 0,5 meter hingga 1 meter dengan dibedakan berdasarkan respon dari reflektor (pipa atau kabel) membentuk anomali hiperbola, dimana anomali pipa berbahan logam akan lebih terlihat tebal karena amplitudo yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan kabel bawah permukaan yang berbahan HDPE pada bagian luar
Kajian Hidraulika Pelimpah Gergaji di Bendung Gandong Kerik Kabupaten Magetan
Mercu karet di Bendung Gandong Kerik sobek. Oleh karena itu, dilakukan penggantian bendung karet menjadi bendung tetap dengan pelimpah gergaji. Perubahan tipe pelimpah menyebabkan perubahan hidraulika aliran. Maka kajian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh desain pelimpah gergaji terhadap aspek hidraulika aliran agar aman untuk hulu-hilir, memenuhi kebutuhan irigasi, dan memper-kecil pembongkaran konstruksi eksisting. Pelimpah gergaji didesain dengan tinggi mercu (P) 1,2m dan tinggi muka air (H) 0,75 m. Pelimpah gergaji dibangun dengan membongkar ter-junan 1 pada konstruksi eksisting, sedangkan lantai transisi dan terjunan 2 dipertahankan. Aliran yang jatuh melalui pelimpah gergaji terjun pada jarak 6,65 m dengan Fr = 5,34. Profil muka air yang melalui ujung gigi depan pelimpah gergaji membentuk muka air yang tinggi di ujung lantai transisi sehingga muka air lanjutannya seakan-akan menerus ke loncatan hidraulik di hilir. Sedangkan profil muka air yang melalui ujung gigi belakang membentuk muka air yang kecil sehingga profil muka air lanjutannya mengalir ke arah kolam olak mengikuti geometri bendung (terjunan 2). Profil muka air di ujung terjunan 2 membentuk Fr = 4,96, V = 12,49 m/detik, y_2 = 4,22 m, y_2^' = 3,78 m. Pola loncatan hilir adalah y_2^
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Pepen-Ahmad Yani, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Selama tahun 2022 terjadi kelonggaran mobilitas masyarakat akibat Covid-19 yang mulai melandai hal ini ditandai dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupatan Malang. Sebanyak 5 kecamatan terdata sebagai penyumbang kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia, salah satu diantaranya ialah Kecamatan Kepanjen. Dengan tingginya angka kecelakaan ini membuat perlunya dilakukan audit di ruas jalan utama yang termasuk ruas jalan nasional yakni ruas Jalan Raya Pepen sampai dengan ruas Jalan Raya Ahmad Yani. Analisis dilakukan dengan tujuan mengetahui besar angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi menggunakan metode Accident Rate, mencari titik lokasi rawan kecelakaan (Black spot) dengan metode Cummulative Sumarry (Cusum), menghitung biaya korban akibat kecelakaan yang terjadi dengan metode The Gross Output (Human Capital). Dengan penelitian ini, diharapkan ditemukan alternatif solusi yang tepat guna untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di masa mendatang. Dari hasil analisis diperoleh angka kecelakaan tertinggi dengan tipe kecelakaan berat berada pada ruas Jalan Raya Panglima Sudirman pada tahun 2020 dengan angka kecelakaan sebesar 4,17 kecelakaan/100JPKP dan untuk tipe kecelakaan sedang berada pada ruas Jalan Raya Ngadilangkung pada tahun 2022 dengan angka kecelakaan sebesar 40,12 kecelakaan/100JPKP. Titik lokasi rawan kecelakaan (Black Spot) berdasarkan terletak pada STA 102+700 s.d. 103+700, STA 104+800 s.d. 105+000 dan STA 106+000 s.d. 107+000. Total biaya korban kecelakaan pada tahun 2020 sebesar Rp 726.251.841, untuk tahun 2021 sebesar Rp 20.514.038, dan tahun 2022 sebesar Rp 91.082.330
Simulasi dan Analisis Kinerja MANET pada Daerah Pasca Bencana dengan Protokol Routing Proaktif (Studi Kasus: Gempa Palu 2018)
Indonesia sebagai negara yang terletak di pertemuan lempeng tektonik aktif serta dikelilingi oleh pegunungan aktif atau ring of fire memberikan keuntungan berupa tanah subur dan iklim tropik. Namun, keuntungan tersebut juga dapat membawa ancaman ketika alam sedang tidak baik-baik saja sehingga sebagian daerah di Indonesia menjadi rawan akan bencana alam. Dampaknya tak hanya merugikan materi dan nyawa, tetapi juga merusak infrastruktur penting, termasuk jaringan komunikasi. Keterputusan komunikasi pada kondisi krusial tentu menghambat upaya penyelamatan dan pemulihan. Penelitian ini difokuskan pada perancangan skenario komunikasi berbasis Mobile Ad-hoc Network (MANET) sebagai solusi komunikasi pasca bencana menggunakan simulator NS-3 dengan protokol routing proaktif OLSR dan DSDV beserta analisis performansinya terhadap skenario penambahan node dengan parameter Packet loss, Throughput, dan Delay yang akan dibandingkan berdasarkan standar QoS TIPHON. Hasil dari ujicoba menunjukkan keunggulan kinerja routing OLSR daripada DSDV dengan nilai rata-rata throughput terbaik 2292,57 Kbps, delay sebesar 76,98 ms, dan packet loss sebesar 0,12% untuk skenario jumlah node 150. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi alternatif pengembangan jaringan komunikasi darurat pasca bencana dan berkontribusi dalam upaya penyelamatan dan pemulihan pasca bencana