Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Pengembangan Teknik Navigasi Robot Berbasis Pid untuk Robot Bergerak Menggunakan Mikrokontroler Stm32F401
Robot adalah sebuah sistem yang menarik, fungsinya banyak serta menghibur. Oleh karena itu, penelitian di bidang teknologi robot menjadi topik yang memiliki daya tarik yang cukup tinggi bagi para peneliti. Terdapat salah satu masalah untuk merancang sebuah robot bergerak,yaitu bagaimana cara robot bernavigasi untuk mencapai tujuan. Problem ini disebut dengan sistem navigasi robot. Kontrol PID (Proporsional-Integral-Derivatif) pada robot bergerak adalah pendekatan yang umum digunakan untuk mengendalikan pergerakan robot secara presisi. Pergerakan robot biasanya di atur oleh keluaran dari sensor. Data dari sensor dihasilkan dari sensor IMU dan sensor penggerak robot yang mengukur kecepatan angular dari roda-roda robot. Kemudian, dengan memanfaatkan hukum gaya-gaya, momen inersia dari konstruksi robot serta hasil matematis dari integrasi pergerakan robot didapatkan posisi dan orientasi robot.Tentu akan muncul adanya error pada teknik ini yang berbasis pada sensor IMU. Oleh karena itu dibuatlah model pergerakan robot yang akan mereduksi error dari sensor agar robot dapat bergerak sesuai dengan jalur yang telah ditentukan. Penelitian ini menawarkan proses perancangan sebuah robot bergerak dengan penentuan lokasi berasaskan teknik tersebut dan akan diimplementasikan pada STM32F401
Desain Catamaran Trash Skimmer Boat dengan Sistem Propulsi Elektrik untuk Mengatasi Pencemaran di Sungai Musi, Sumatera Selatan
Sungai Musi, sebagai aset penting dan sumber kehidupan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, mengalami ancaman serius akibat pencemaran yang disebabkan oleh sampah plastik dan limbah padat. Keadaan ini tidak hanya merugikan ekosistem sungai, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat yang bergantung pada Sungai Musi sebagai sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis teknis mengenai desain trash skimmer boat sebagai solusi dalam menangani masalah pencemaran di Sungai Musi. Skimmer boat ini diharapkan dapat secara efektif membersihkan sungai dari sampah plastik dan mikroplastik yang merugikan ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat. Dengan memanfaatkan propulsi elektrik, skimmer boat ini diharapkan dapat beroperasi secara efisien dengan dampak lingkungan yang minimal. Selain itu, pemilihan lambung katamaran menjadi pertimbangan penting karena memberikan stabilitas lebih tinggi dan geladak yang lebih luas, sehingga meningkatkan stabilitas, kemudahan pengendalian, dan efektivitas operasional. Kapal ini dilengkapi conveyor untuk mengumpulkan sampah yang berada di sungai serta filter untuk mengumpulkan mikroplastik. Payload dari desain kapal ini sebesar 12.25 ton. Berdasarkan perhitungan analisis teknis dari trash skimmer boat ini, diperoleh ukuran utama: Panjang (Lpp) = 11 m; Lebar (B) = 5 m; Tinggi (H) = 1.75 m; Sarat (T) = 1,2 m; dan Kecepatan (Vs) = 3.85 knot. Setelah ukuran utama ditentukan, dibuat Gambar Rencana Garis, Gambar Rencana Umum, Model 3D, dan wiring diagram untuk propulsi elektrik. Estimasi biaya pembangunan kapal ini adalah Rp1,298,595,936, dengan estimasi biaya operasional tahunan sebesar Rp298,307,377
Kajian Pengelolaan Limbah B3 Bengkel Otomotif di Kawasan Kampus ITS
Bengkel kendaraan bermotor merupakan salah satu sektor usaha yang menghasilkan limbah B3. Limbah tersebut umumnya berasal dari kegiatan reparasi ataupun sisa produk penunjang kendaraan bermotor. Limbah B3 apabila tidak dikelola dengan baik dan benar maka dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Pemerintah sudah mengatur pengelolaan limbah B3 bagi setiap sektor usaha yang menghasilkannya melalui PP 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin ITS (LBMM ITS), Pusat Otomotif dan Forensik STP ITS, dan Bengkel D3 Mesin ITS. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan laju timbulan limbah B3, menganalisis skema pengelolaan limbah B3, dan mengkaji kesesuaian pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan oleh Bengkel otomotif di kawasan kampus ITS. Penelitian diawali dengan observasi serta pengumpulan data yang dibutuhkan pada lokasi yang diteliti. Observasi dilakukan terhadap kegiatan reparasi kendaraan di lokasi penelitian, sumber limbah B3, dan pengelolaan limbah B3. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan sampling selama 8 hari terhadap laju timbulan serta menentukan jenis limbah B3 yang dihasilkan. Jenis limbah B3 yang dihasilkan di ketiga lokasi bengkel antara lain limbah oli bekas, kain majun, kemasan bekas B3, serta komponen elektronik seperti baterai dan kabel. Rata-rata laju timbulan limbah B3 per harinya di LBMM ITS sebesar 2,08 kg/hari, sedangkan Bengkel DTMI menghasilkan limbah B3 0,94 kg/hari dan STP ITS sebesar 0,89 kg/hari. Ketiga bengkel masih belum melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga disusun rekomendasi yang dapat digunakan oleh bengkel yang diteliti
Pengembangan Dead Reckoning Berbasis Multilayer Perceptron (MLP) yang Diimplementasikan di Raspberry Pi Pico
Penentuan posisi sangatlah penting untuk pergerakan robot dalam ruangan tertutup (indoor). Salah satu penentuan posisi yang dapat digunakan adalah dead reckoning. Dead reckoning adalah sistem navigasi berdasarkan lokasi awal relatif yang diketahui kemudian secara bertahap mengintegra-sikan jarak yang ditempuh dan arah perjalanan untuk mengetahui titik lokasi selanjutnya. Karena termasuk sistem navigasi inersia yang menggunakan Inertial Measurement Unit (IMU), untuk melakukan prediksi posisi maka dilakukan perhi-tungan gabungan dari sensor giroskop, akseleromoter, dan magnetometer. Pada penelitian ini, akan menerapkan model deep learning, yaitu Multilayer Perceptron (MLP). Sehingga dapat memberikan prediksi posisi berdasarkan data dari sensor IMU. Kemudian dari model yang telah dibuat akan dimasukkan ke mikrokontroler. Penggunaan mikrokontroler karena uku-rannya yang kecil sehingga dapat diterapkan di robot kecil. Berbagai macam mikrokontroler saat ini, diantaranya Arduino nano, STM32F103C8T6, dan Raspberry Pi Pico. Pada pene-litian ini memilih menggunakan mikrokontroler Raspberry Pi Pico karena memiliki beberapa keunggulan dari segi memori flash, SRAM dan kecepatan prosesornya dibandingkan mikrokontroler lainnya. Hal ini untuk menunjang penggunaan model Multilayer Perceptron ke dalam mikrokontroler. Model Multilayer Perceptron yang dibuat akan bervariasi untuk menemukan model yang ideal untuk sistem Dead reckoning. Berdasarkan hasil dari pengujian model Multilayer Perceptron ke perangkat mikrokontroler Raspberry Pi Pico, maka dihasil-kan model yang ideal, yaitu model Multilayer Perceptron tanpa berbasis time series dengan 3 hidden layer dengan nodes masing-masing sebesar 250, 125, dan 30. Model ini dipilih karena meng-hasilkan nilai metrik R-Square sebesar 0,7452684 pada pengu-jian di perangkat mikrokontroler Raspberry Pi Pico
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Harga Lahan pada Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (Studi Kasus: Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat)
Penentuan harga lahan merupakan suatu masalah yang cukup pelik di berbagai suatu daerah. Hal tersebut karena, seringkali penentuan harga lahan ditentukan berdasarkan faktor ataupun pengaruh yang jelas/pasti keberadaannya sebagai tolak ukur suatu harga lahan. Penggunaan dan kegiatan atas lahan dapat mengubah nilai suatu lahan yang memiliki dampak terhadap suatu harga lahan. Semenjak ditetapkannya kawasan penelitian Desa kuta menjadi salah satu desa yang berada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika pada tahun 2014, Desa Kuta diduga mengalami ledakan harga lahan yang dapat dibilang sangat signifikan. Belum diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi harga lahan di kawasan penelitian ini memberikan dampak pada dinamisnya pasar lahan di kawasan setempat. Penelitian ini direalisasikan untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait apa saja yang mempengaruhi dinamika harga lahan sejak pertama kali dicetuskannya kebijakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai KEK Pariwisata sejak tahun 2014 hingga sekarang, sekaligus menentukan faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi dinamika harga lahan dari hasil identifikasi di kawasan penelitian Desa Kuta yang merupakan salah satu di antara Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika. Penelitian ini memiliki dua tahapan analisis, di antaranya: metode Delphi dan metode skala likert. Luaran atau hasil akhir dari penelitian ini ditemukan empat faktor prioritas yang menyebabkan dinamika harga lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika (Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah) berdasarkan hasil penilaian para stakeholders/expert. Faktor-faktor tersebut antara lain zoning regulations, jumlah lahan yang tersedia, manfaat lahan dan daya beli. Faktor zoning regulations dan jumlah lahan yang tersedia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap ledakan harga lahan di kawasan penelitian Desa Kuta
Penentuan Faktor - Faktor Berpengaruh dalam Integrasi Wisata Bahari Antara Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo
Kota Surabaya berpotensi dikembangkan pariwisata, salah satunya adalah Pantai Utara Surabaya. Pada kawasan tersebut terdapatnya tiga daya tarik wisata yaitu Taman Suroboyo, Sentra Ikan Bulak, dan Kampung Nelayan dengan kondisi saat ini, kunjungan wisatawan terbesar berada di taman suroboyo dan sentra ikan bulak. Hal tersebut terjadi karena wisawatan yang berkunjung hanya melakukan foto – foto di depan Taman Suroboyo dan membeli oleh – oleh di Sentra Ikan Bulak. Kampung nelayan tersebut hanya mendapatkan kunjungan yang diinisiasi oleh pemerintah sehingga adanya wisatawan jarang berkunjung sedangkan pada Sentra Ikan Bulak berasal dari masyarakat umum dan event pemerintah. Berdasarkan permasalahan tersebut, adanya tujuan untuk mengetahui faktor - faktor berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo. Pada penelitian ini, menggunakan teknik Analisis Delphi menggunakan 6 Indikator, antara lain Daya Tarik Wisata; Kampung Nelayan; Aksesbilitas; Fasilitas; Pengelolaan; dan Promosi yang dikembangkan menjadi 20 variabel yang menjadi faktor dengan menguji kembali faktor tersebut pada 7 Stakeholder, antara lain Dinas Kebudayaan, Kepemudaan & Olahraga serta Pariwisata; Pemerintah Kota Surabaya; Kecamatan Bulak; Pedagang Hasil Olahan Laut; Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota; Ketua RT Kampung Nelayan; serta Pengunjung Taman Suroboyo, SIB, serta Kampung Nelayan. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa 20 Faktor Konsesus berpengaruh dalam integrasi wisata bahari Kampung Nelayan Pesisir Kenjeran dengan Kawasan Taman Suroboyo
Analisis Umur Lelah Akibat Retak pada Struktur Alas Kapal
KKecelakaan kapal yang terjadi akibat adanya retakan pada kontruksi kapal sering terjadi. Diperkirakan 50%-90% kecelakaan kapal yang diakibatkan kegagalan mekanis disebabkan oleh kelelahan. Untuk menghindari hal tersebut maka, harus dilakukan perhitungan terhadap umur kelelahan struktur agar dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan retak untuk menjalar dari retakan awal (Initial crack) sampai retak tersebut sudah dapat dikatakan membahayakan atau akan terjadi kegagalan. Kelelahan terjadi karena tiga faktor dasar, yaitu tegangan tarik maksimum yang tinggi, variasi atau fluktuasi tegangan yang cukup besar, dan siklus tegangan yang besar. Pada penelitian ini perhitungan umur kelelahan dilakukan pada bagian struktur alas kapal yaitu center girder dan kontruksi melintang alas dengan pendekatan fracture mechanics. Pembebanan yang dilakukan berdasarkan pada beban hidrodinamis kapal yaitu beban ekstrim kondisi hogging dan sagging. Dilakukan analisis tegangan global yang terjadi dengan memodelkan kapal utuh untuk mendapatkan nilai tegangan tarik maksimal. Selanjutnya, dilakukan analisis tegangan lokal dan perambatan retak pada struktur alas kapal yang ditinjau dengan menggunakan retak awal 5 mm. Metode fracture mechanics digunakan dalam menganalisis kekuatan struktur alas kapal dan memperkirakan umur lelah struktur.didapat nilai faktor intensitas tegangan pada model lokal sebesar 168,51 MPa√mm. Untuk variasi kapal menggunakan material KI-A didapatkan faktor intensitas tegangan sebesar 459,31 MPa√mm. Umur lelah dari struktur alas kapal menggunakan material alluminium alloy 5083 didapat selama 271,18 hari. Untuk variasi kapal menggunakan material KI-A didapatkan umur lelah selama 3,06 hari
Pra Desain Pabrik Metanol dari CO2 Sebagai Produk Samping Produksi LNG
Pada industri LNG gas buangan hasil produksi biasanya berupa Acid Gas, dimana gas ini mengandung CO2 dan H2S sebagai bahan yang harus di treatment. Pemanfaatan gas CO2 dapat dijadikan sebagai bahan baku produksi metanol, dimana metanol merupakan suatu senyawa yang saat ini memiliki peran penting pada ekonomi global sebagai bahan baku yang banyak dibutuhkan di industri kimia. Pada tahun 2020, permintaan metanol global mencatatkan pertumbuhan yang positif yaitu mencapai 102,162 juta. Adapun di Indonesia, melalui Peraturan Menteri ESDM No. 12 tahun 2015 yang menetapkan intensifikasi pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai bahan bakar lain juga turut membuka peluang besar untuk industri metanol dalam pemenuhan bahan bakunya. Pabrik ini direncanakan beroperasi dengan kapasitas produksi sebesar 500.000 ton/tahun Methanol Grade AA dan berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik metanol direncanakan didirikan diatas lahan seluas 50,21 ha dan mulai beroperasi pada tahun 2027 dengan umur pabrik selama 20 tahun. Adapun proses produksi metanol ini terbagi menjadi empat tahapan utama yaitu proses penghilangan gas pengotor H2S dengan desulfurisasi menggunakan katalis ZnO, proses produksi hidrogen dengan elektrolisis PEM, proses sintesis metanol dengan jenis reaktor proses Lurgi, dan proses permunian produk metanol dengan separator dan kolom distilasi. Bahan baku utama yang diperlukan dari proses produksi metanol ini antara lain acid gas, air dan steam. Modal yang digunakan dalam pendirian pabrik diasumsikan berasal dari modal sendiri sebesar 60% dan modal yang didapat dari pinjaman bank sebesar 40% dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Untuk memenuhi kapasitas produksi tahunan metanol dalam pabrik ini, diperlukan nilai OPEX (operating expenditures) sebesar Rp. 5.650.803.181.118, dengan nilai CAPEX (capital expenditures) sebesar Rp. 18.486.187.975.646. Berdasarkan analisis ekonomi yang dilakukan, didapatkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,47% dengan bunga bank sebesar 8%, waktu pengembalian modal atau Pay Out Time (POT) yang dibutuhkan dalam pendirian pabrik ini adalah selama 5 tahun, nilai BEP sebesar 40,21%, dan nilai NPV sebesar Rp. 345.786.206.517.809. Sehingga berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Pabrik Metanol dari CO2 sebagai Produk Samping Produksi LNG layak untuk didirikan
Analisis Numerik Pengaruh Modifikasi Desain Saluran HVAC Berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) pada Kereta Bandara Adi Soemarmo
Efisiensi energi dalam kereta sangat tergantung pada peran penting perangkat pendingin udara. Kenyamanan termal juga harus dicapai walaupun dilakukan suatu efisiensi energi. Suplai temperatur, tingkat kelembaban, dan sirkulasi udara yang optimal dari lingkungan sekitar menjadi faktor utama untuk mencapai kenyamanan termal. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, Kereta Rel Diesel Elektrik membutuhkan kapasitas pendinginan minimal sebesar 44273 W. Udara dari AC akan dialirkan ke dalam Kereta Rel Diesel Elektrik melalui saluran dual-ducting yang merupakan desain existing dan disimulasikan dengan variasi single duct tanpa pengarah dan single duct dengan 450 grill dengan variasi kecepatan 9 m/s dan 18 m/s sebagai simulasi satu evaporator dan dua evaporator. Metodologi yang dipakai untuk menelititi distribusi aluran udara pada saluran serta distribusi temperatur pada Kereta Rel Diesel Elektrik BIAS, maka dilakukan desain simulasi dalam penelitian ini. Dilakukan studi literatur untuk memahami beban pendinginan, diagram psikrometrik dan system pengondisian udara, memodelkan geometri pada Solidworks 2021 sesuai dengan data yang diberikan, lalu disimulasikan dalam ANSYS FLUENT 2021. Pada tahap ini, diambil 15 titik untuk mengambil sampel kecepatan dan temperatur udara. Dari hasil analisis, dapat dipilih desain yang lebih baik dari existing design atau single duct design with 450 grill and 9 m/s inlet velocity yang keduanya sama-sama memenuhi standar temperature, kecepatan area kepala dan RH. Dari hasil tersebut, variasi yang paling memenuhi tujuan adalah Single duct design with 450 grill and 9 m/s inlet velocity dengan penggunaan 1 evaporator, temperatur rata-rata 23.460C, rata-rata kecepatan area kepala 0.27 m/s dan RH 58.99%
Operational Drilling Risk Analysis Using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Method in an Oil and Gas Company
Drilling operations in the oil and gas industry are among the riskiest activities, with high potential for injury and environmental damage. Therefore, thorough risk analysis and assessment are crucial to minimize these risks. This research aims to reassess and prioritize operational risks, recommending mitigation actions using Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) and ISO 31000:2018 standards. The study involves risk identification through expert interviews, resulting in the identification of 364 combined risks, including failure modes, probable causes, and effects. Using the Risk Priority Number (RPN), risks were prioritized, and responses were categorized into mitigate (60%), transfer (25%), accept (11%), and avoid (4%). This approach enables the company to manage risks more effectively, ensuring safety and operational efficiency. The findings indicate that proper risk prioritization and response can significantly reduce potential damage. However, this research highlights the need for a more comprehensive analysis, including financial risk assessments, to maximize the effectiveness of risk management strategies. The results provide valuable insights for improving the company’s risk management framework, contributing to the overall safety and sustainability of drilling operations. Future research should focus on integrating financial risk evaluations to enhance the robustness of the risk management process