Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Not a member yet
    4139 research outputs found

    Perencanaan kebutuhan Alat Berat pada Pekerjaan Tanah Pembangunan Jalur Lintas Selatan LOT 6B P.Sine - BTS Kab.Blitar 2 (STA 6+550 - STA 13+825)

    Get PDF
    Pada Pembangunan Jalur Lintas Selatan Lot 6B P.Sine-BTS Kab.Blitar 2 memiliki kebutuhan pekerjaan tanah yang cukup besar terdiri dari pekerjaan utama yaitu pekerjaan galian, pekerjaan timbunan dan lapisan base dengan volume galian tanah biasa sebesar 1.799.796,57 m3, volume galian batuan 523.734,73 m3, volume timbunan 800.627 m3 dan volume lapisan base 36.833 m3 dengan total panjang jalan 7,725 km. Maka diperlukan perhitungan penggunaan alat berat untuk pekerjaan tanah. Dalam penelitian ini objek penelitian adalah Pembangunan Jalur Lintas Selatan Lot 6B P.Sine-BTS Kab. Blitar 2, metode yang digunakan adalah menghitung produktivitas, efektivitas dan efesiensi alat berat meliputi Excavator, Excavator Bracker, Buldozer, Dump Truck, Vibrating Roller, Sheepfoot roller dan Motor Grader sehingga dapat dilakukan pemilihan tipe alat berat yang efektif dan efesien menggunakan kombinasi-kombinasi alat berat yang disesuaikan spesifikasi sesuai penyedia alat berat dengan mempertimbangkan biaya dan idle time yang optimal. Berdasarkan analisa yang direncanakan, didapatkan beberapa tipe alat berat yang digunakan dalam proyek ini antara lain adalah: 4 bulldozer tipe Komatsu D65EX-17 untuk perkerjaan pembersihan lahan, Excavator breaker tipe JCB JS220 + HT 140, Excavator tipe Doosan 220 LC, Dumptruck tipe Nissan CWB 18T untuk pekerjaan galian, sedangkan untuk pekerjaan timbunan didapatkan alat Dumptruck tipe Nissan CWB 18T, Bulldozer tipe CAT D6D, Sheepfoot roller dan Vibrating roller tipe HAMM 311D. dan Pekerjaan lapisan base didapatkan alat Dumptruck tipe Nissan CWB 18T, motor grader tipe GD 535-5, Vibrating roller tipe SAKAI SV 521D, Water tank truk tipe Isuzu TLD-56. Penjadwalan alat berat dimulai dengan pekerjaan pembersihan lahan, kemudian dilanjutkan pekerjaan galian, pekerjaan timbunan dan pekerjaan lapisan base dengan total durasi 264 hari kalender, dan total biaya pekerjaan tanah kurang lebih Rp.139.632.880.560,00

    Identifikasi Karakteristik dan Tingkat Partisipasi Masyarakat Desa Wisata Jambu di Kabupaten Kediri Berbasis Community-Based Tourism

    Get PDF
    Desa Wisata Jambu di Kabupaten Kediri Jawa Timur merupakan salah satu desa wisata yang terus berupaya melakukan pengembangan. Pengembangan desa wisata ini akan berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diterima Desa Wisata Jambu. Disamping itu, masih terdapat beberapa permasalahan pengembangan Desa Wisata Jambu ini adalah terkait pemenuhan fasilitas pendukung pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan Desa Wisata Jambu. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara jelas permasalahan dan potensi yang ada dengan proses identifikasi karakteristik Desa Jambu dan tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian campuran (kuantitaif-kualitatif). Dalam memenuhi sasaran pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk mendapatkan karakteristik Desa Wisata Jambu dan analisis pembobotan untuk memperdalam gambaran mengenai tingkat partisipasi masyarakat eksisting. Hasil dari analisis akan menggambarkan karakteristik Desa Wisata Jambu yang ditinjau berdasarkan variabel hasil sintesa pustaka yang dilakukan peneliti. Dimana pada penelitian ini dihasilkan 20 variabel dalam pendekatan CBT yang terbagi menjadi 3 (tiga) indikator/dimensi yaitu dimensi lingkungan dan budaya, dimensi sosial, dan dimensi politi

    Perbandingan Tebal Perkerasan Lentur Landas Pacu Bandara Internasional Dhoho Menggunakan Metode Federal Aviation Administration (FAA) dan Load Classification Number (LCN)

    Get PDF
    Menurut Perpres 56 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas perubahan Perpres No 3 tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional, Bandara Internasional Dhoho telah ditetapkan menjadi sebuah proyek strategis nasional. Landasan pacu merupakan sebuah komponen penting dari infrastruktur sebuah bandar udara. Terdapat banyak metode dalam merencanakan tebal perkerasan lentur landasan pacu seperti metode Federal Aviation Administration (FAA) dari Dinas Perhubungan Udara Amerika Serikat, metode Load Classification Number (LCN) dari Inggris, metode California Bearing Ratio (CBR) dari Institution of Engineers of America, dan lain sebagainya. Dalam penulisan ini bertujuan merencanakan tebal perkerasan lentur landasan pacu menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) dan Load Classification Number (LCN). Kedua metode dipilih karena terdapat perbedaan yang signifikan dalam aspek perencanaannya. Hasil analisis tebal perkerasan lentur pada metode FAA menggunakan FAA AC 5320-6D diperoleh hasil sebesar 508 mm pada daerah kritis, 439 mm pada daerah non kritis dan setebal 360 mm pada bahu landasan pacu. Menggunakan program COMFAA diperoleh nilai PCN sebesar 42,9 denagn nilai AC sebesar 40,2. Pada metode FAA menggunakan program FAARFIELD diperoleh hasil sebesar 519 mm dan pada bahu landasan pacu sebesar 356 mm. Menggunakan program bantu FAARFIELD diperoleh nilai PCR sebesar 386,4 dan nilai ACR sebesar 365,1. Sedangkan pada metode LCN diperoleh total tebal perkerasan sebesar 550 mm dan pada bahu landasan pacu setebal 450 mm. Diperoleh nilai LCN landasan pacu yakni sebesar 63 dan nilai LCN pesawat rencana sebesar 46,5. Hasil analisis biaya konstruksi untuk tebal perkerasan pada metode FAA menggunakan FAA AC 5320-6D diperoleh sebesar Rp187.607.898.600, pada FAA AC 5320-6G sebesar Rp212.826.956.294. Sementara pada metode LCN diperoleh sebesar Rp225.887.763.12

    Pengaruh Perilaku Perjalanan Masyarakat Kawasan Pusat Kota Surabaya terhadap Produksi Emisi Karbon

    Get PDF
    Peningkatan suhu global yang terus berlangsung akibat pemanasan global telah menyebabkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat di seluruh dunia. Sektor transportasi, khususnya kendaraan bermotor, telah diidentifikasi sebagai penyumbang utama emisi gas rumah kaca (GRK) yang berkontribusi pada pemanasan global. Indonesia, sebagai negara dengan populasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, juga menghadapi masalah serius terkait emisi CO2 dari sektor transportasinya, dengan sektor transportasi darat sebagai penyumbang terbesar. Kawasan Surabaya Pusat, sebagai bagian penting dari kota metropolitan Surabaya dan pusat ekonomi, memiliki tingkat aktivitas transportasi yang tinggi dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan dan besaran pengaruh antara perilaku perjalanan masyarakat dan produksi emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan masyarakat di Kawasan Surabaya Pusat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan besaran pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2 berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan dan pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2. Variabel perilaku perjalanan berupa pendapatan rumah tangga, jumlah motor, jumlah mobil dan panjang perjalanan apabila mengalami peningkatan, mempunyai keterkaitan serta pengaruh positif terhadap peningkatan produksi emisi CO2berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan per rumah tangga

    Konsep Perancangan Jalur Pedestrian Ramah Pejalan Kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya

    Get PDF
    Jalur pedestrian merupakan bagian dari sistem penunjang kenyamanan lingkungan perkotaan. Dalam perancangannya, jalur pedestrian harus memberi rasa aman, nyaman, serta kemudahan akses kepada pejalan kaki agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Sayangnya, jalur pedestrian di kota-kota besar belum sepenuhnya aman serta nyaman untuk diakses oleh pejalan kaki. Disinilah dibutuhkan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki untuk membuat para pejalan kaki merasa nyaman dalam melakukan mobilitas melalui jalur pedestrian, serta menjamin keselamatan serta keamanan pengguna jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan konsep perancangan jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan kuesioner untuk mendapatkan faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait keamanan dan kenyamanan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Hasil temuan menunjukan bahwa lampu penerangan merupakan variabel yang paling mempengaruhi persepsi pejalan kaki terkait dengan keamanan dan kenyamanan selama menggunakan jalur pedestrian pada Koridor Basuki Rahmat. Selain itu, keberadaan kamera pengawas atau CCTV pada jalur pedestrian di Koridor Basuki Rahmat juga dianggap perlu ada oleh pejalan kaki untuk menunjang rasa aman dan nyaman saat menggunakan jalur pedestrian. Dirumuskan arahan menggunakan triangulasi yang bisa dijadikan acuan dalam merancang jalur pedestrian ramah pejalan kaki pada Koridor Basuki Rahmat, Surabaya

    Evaluasi Tingkat Keterpaduan Pengembangan Pariwisata Budaya di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

    Get PDF
    Kabupaten Jember memiliki potensi pariwisata yang khas, yaitu adanya keberagaman wisata budaya di Kecamatan Arjasa. Namun dalam pengembangan wisata budaya tersebut terdapat beberapa permasalahan. Kecamatan Arjasa memiliki banyak daya tarik wisata yang tersebar di beberapa desa, namun belum ada keterkaitan antar ODTW dalam hal pengembangan jalur wisata, belum terintegrasinya pengelolaan antar ODTW, dan penyediaan fasilitas serta sarana dan prasarana transportasi yang beberapa belum memadai. Terdapat ketimpangan jumlah kunjungan wisatawan khususnya pada ODTW yang lokasinya berdekatan, di mana merupakan salah satu dampak dari belum terintegrasinya ODTW di Kecamatan Arjasa. Dengan kondisi tersebut, maka diharapkan adanya konsep pengembangan wisata budaya terpadu ini dapat memecahkan permasalahan pengembangan wisata budaya di Kecamatan Arjasa. Analisis Isi digunakan untuk mendapatkan variabel-variabel yang menjadi kriteria pengembangan pariwisata terpadu. Selanjutnya dilakukan analisis penilaian kondisi pengembangan wisata di Kecamatan Arjasa berdasarkan penilaian stakeholders dengan Teknik Skoring yaitu memberikan skor dengan rentang 1-4 pada setiap kriteria. Berdasarkan hasil Analisis Isi yang dilakukan, didapatkan lima (5) kriteria pengembangan wisata budaya terpadu, yaitu Jaringan Internal, Jaringan Eksternal, Ketersediaan Sarana Transportasi, Ketersediaan Prasarana Transportasi, dan Keterlibatan Masyarakat. Selanjutnya berdasarkan analisis penilaian tingkat keterpaduan pengembangan wisata di Kecamatan Arjasa berdasarkan stakeholders didapatkan nilai tingkat keterpaduan wisata meliputi tiga (3) kriteria dengan nilai Tinggi, yaitu Jaringan Internal, Jaringan Eksternal, dan Keterlibatan Masyarakat, satu (1) kriteria dengan nilai Rendah yaitu Prasarana Transportasi, dan satu (1) kriteria dengan nilai Sangat Rendah yaitu Sarana Transportasi

    Analisis Teknis dan Ekonomis Konversi Landing Craft Tank (LCT) menjadi Self-Propelled Split Hopper Barge (SPSHB)

    Get PDF
    Pembatasan operasional Landing Craft Tank (LCT) menjadi kapal penyebrangan tertuang pada Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. SK 885/AP.005/DRJD/2015 yang dikeluarkan pada tanggal 15 Maret 2015, menyebabkan maraknya konversi LCT menjadi jenis kapal lain, salah satunya menjadi split hopper barge yang berfungsi untuk mengangkut pasir atau lumpur. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mebuat desain modifikasi konversi LCT menjadi Self-Propelled Split Hopper Barge (SPSHB) yang terdiri dari modifikasi ruang muat dan modifikasi forecastle deck. SPSHB hasil konversi dianalisis berdasarkan ketentuan memanjang kapal yang disesuaikan dengan rules BKI, pemeriksaan freeboard yang memenuhi peraturan Garis Muat Indonesia, dan stabilitas kapal yang harus memenuhi ketentuan IMO. Penggambaran ulang (redrawing) terhadap data yang dikumpulkan juga dilakukan pada pengerjaan modifikasi kapal LCT menjadi SPSHB pada tugas akhir, setelah melakukan penggambaran ulang dilaksanakan permodelan lambung kapal menggunakan aplikasi. Modifikasi terhadap ruang muat dan forecastle deck dilakukan dalam konversi kapal, akhirnya akan dilakukan pemeriksaan kekuatan memanjang dan stabilitas kapal untuk mengetahui apakah kapal yang dikonversi memenuhi aturan. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh tegangan maksimum sebesar 367,56 kg/cm2, tinggi freeboard minimum adalah 0,352 meter, dan stabilitas kapal setelah konversi telah sesuai dengan aturan IMO. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan konversi dari LCT menjadi SPSHB adalah sebesar Rp1.481.748.743,00

    Pra Desain Pabrik Garam Farmasi dari Garam Olahan Dengan Kapasitas 2000 Ton/Tahun

    No full text
    Saat ini industri farmasi Indonesia masih sangat tergantung pada bahan baku impor, dimana hampir 95% bahan baku obat (BBO) yang diperlukan masih harus diimpor. Salah satu bahan yang masih diimpor adalah garam farmasi. Dalam industri farmasi, garam farmasi merupakan bahan baku yang banyak digunakan antara lain sebagai bahan baku sediaan infus, produksi tablet, pelarut vaksin, sirup, oralit, cairan pencuci darah, minuman kesehatan dan lain- lain. Suplai kebutuhan garam farmasi di Indonesia hingga saat ini sebagian besar masih dipenuhi oleh produk impor. Pabrik garam farmasi ini memiliki kapasitas 2000 ton/tahun dengan 330 waktu kerja yang akan didirikan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Diperlukan total investasi sebesar (TCI) Rp285.325.635.054,89; modal tetap (FCI) Rp10.929.958.517.059,70 ; biaya produksi per tahun (TPC) Rp12.954.107.538.634,00. Dengan estimasi penjualan per tahun Rp45.000.000.000,00 yang akan diperoleh IRR 23,4%; waktu pengembalian modal (POT) 5,4 tahun ; dan NPV positif sebesar Rp 46.141.825.519,23 yang menunjukkan bahwa pabrik garam farmasi ini layak didirikan. 

    Pra Desain Pabrik Sodium Silikat Grade Deterjen dari Pasir Silika dan Sodium Hidroksida

    Get PDF
    Sebagai bahan kimia yang dibilang kebutuhannya sangat tinggi di Indonesia, sodium silikat atau waterglass memiliki potensi pasar yang bervariasi. Hal ini disebabkan karena penggunaannya yang luas dalam industri, mulai dari industri sabun dan deterjen, keramik, pengecoran logam, silica gel, coating, hingga tekstil dan batik . Dalam dunia perdagangan sodium silikat dibedakan menjadi beberapa grade. Dari masing-masing grade umumnya mempunyai kegunaan tersendiri. Berdasarkan Jurnal Bisnis BIZTEKA Industri dan Komoditi tahun 2021, produk sodium silikat yang paling banyak kebutuhannya adalah grade deterjen. Berdasarkan bank data Bizteka PT. CCI, penggunaan sodium silikat sebagai salah satu bahan baku pada industri detejen yaitu dengan rata-rata konsumsi sebesar 230.000 ton dari tahun 2016 hingga 2020.Pada pembuatan sodium silikat grade deterjen dari pasir silika dan sodium hidroksida, proses terbagi menjadi 3 bagian yakni yang pertama proses persiapan bahan baku, tahap pembentukan reaksi, dan pemurnian untuk mencapai kemurnian produk sebesar 96% dan selanjutnya akan disimpan dalam tangki penyimpanan produk sodium silikat.Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinu 24 jam selama 330 hari per tahun dengan kapasitas produksi 35.000 ton/Tahun. Sumber dana investasi untuk pendirian pabrik berasal dari modal sendiri sebesar 40% dan 60% modal pinjaman, biaya investasi dengan bunga sebesar 5,96% Per tahun. Berdasarkan perhitungan analisa ekonomi, diperoleh total capital investment Rp199.200.195.216,33, nilai penaksiran modal (CAPEX) sebesar Rp 233.729.589.695,88 dan biaya produksi (OPEX) sebesar Rp 208.673.766.783,37, laju pengembalian modal/ internal rate of retrun (IRR) sebesar 25,62%, laju inflasi sebesar 2,38% pertahun per tahun, waktu pengembalian modal/ pay out time (POT) sebesar 3,66 tahun dan titik impas/ break even periode (BEP) sebesar 26,95 %. sehingga berdasarkan analisa BEP, NPV, POT, dan IRR, pabrik sodium silikat dari pasir silika dan NaOH ini layak untuk didirikan

    Identifikasi Permasalahan dalam Pengembangan Sentra Industri Batik Tulis Toket di Desa Toket Kabupaten Pamekasan

    Get PDF
    Desa Toket merupakan salah satu desa di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan yang memiliki potensi motif khas toket yang diwariskan secara turun menurun dan diproduksi sendiri oleh masyarakat Desa Toket. Meskipun potensi tersebut dapat menjadi pendorong perekonomian Kabupaten Pamekasan namun pengembangan sentra industri batik toket masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan dalam pengembangan sentra industri batik toket. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Delphi dan Analisis Root Cause. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat permasalahan pada faktor infrastruktur dan sarana, faktor pemasaran, dan faktor kelembagaan. Pada faktor infrastruktur dan sarana terdapat permasalahan yaitu aksesibilitas jalan yang buruk, tidak adanya alat pengelolaan limbah, serta minimnya fasilitas pendukung. Lalu pada faktor pemasaran terdapat permasalahan yaitu kurangnya strategi promosi dan luas pasar yang dicapai masih kurang jauh. Sedangkan pada faktor kelembagaan terdapat permasalahan dampak kebijakan pemerintah tidak dirasakan pengrajin, pengadaan pelatihan tidak dilakukan secara rutin, belum adanya pelatihan pengembangan diri atau manajemen bisnis, kurang baiknya kerja sama stakeholder, serta terdapat kelompok usaha yang masih belum memiliki proses produksi hingga akhir

    3,823

    full texts

    4,139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇