Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)Not a member yet
4139 research outputs found
Sort by
Estimasi Fault Aktuator USV Menggunakan Metode Adaptive Kalman Filter
Aktuator merupakan komponen yang mengendalikan sistem kemudi Unmanned Surface Vehicle (USV) dan kehandalannya menjadi penentu kritis keselamatan operasi USV. Aktuator USV berisiko mengalami degradasi performa, yang berpotensi menjadi kesalahan aktuasi yang dapat berujung pada kegagalan dan ketidakstabilan sistem. Oleh karena itu, kesalahan (fault) aktuator perlu dideteksi sedini mungkin untuk kemudian dapat dilakukan mitigasi. Metode model-based sering digunakan dalam mendeteksi fault karena kemampuanya dalam menggambarkan dinamika proses dan kesalahan secara fisik dan real-time. Diantara metode model-based, metode Adaptive Kalman filter (AKF) sangat cocok diimplementasikan. AKF yang robust terhadap noise dan memungkinkan penyesuaian parameter filter secara dinamis berdasarkan kondisi operasi dapat meningkatkan akurasi dalam deteksi fault pada aktuator. Pada penelitian ini model dinamika USV yang digunakan mempertimbangkan gerakan sway, yaw rate, dan sudut yaw dengan menggunakan data dari kapal Covertte Kelas Sigma. Simulasi estimasi fault menggunakan metode AKF dilakukan sebanyak 1000 iterasi dengan dua skenario referensi fault. Hasil dari kedua scenario menunjukkan bahwa estimasi fault menggunakan AKF mampu menghasilkan estimasi yang cukup akurat dengan RMSE 0.0293 dan 0.0662
Analisis dan Perbaikan Kualitas Pelayanan Poli Umum dengan Metode Servqual dan Importance Performance Analysis (Studi Kasus: Puskesmas Karangketug Pasuruan)
Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan wajib memberi pelayanan yang bermutu dan memberi kepuasan bagi masyarakat. Namun, beberapa aspek layanan di puskesmas Karangketug masih belum memenuhi kepuasan dari pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa aspek layanan bermasalah pada puskesmas Karangketug dan membangun alternatif solusi untuk memperbaiki kualitas layanannya. Metode Servqual dan Importance Performance Analysis digunakan untuk menganalisa aspek layanan bermasalah, lalu diperoleh alternatif solusi dari 5 Why’s Analysis. Berdasarkan hasil uji-t, dimensi tangibility, sustainability, dan accessibility berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Dimensi accessibility memiliki nilai Servqual negatif paling tinggi. Pada penelitian ini diperoleh 12 atribut kritis IPA, lalu diambil 6 atribut kritis saja karena berpengaruh signifikan pada hasil uji-t. Atribut kritis adalah aspek layanan bermasalah yang menjadi prioritas, yaitu T18 (Peralatan medis tidak lengkap), T20 (Lingkungan kurang bersih), T21 (Jumlah dokter tidak mencukupi), T22 (Peralatan medis tidak diperbarui), Sus25 (Sistem rujukan belum baik), dan As30 (Informasi program kesehatan sulit diperoleh). Alternatif solusi yang diberikan adalah mengusulkan anggaran pengadaan dan kalibrasi peralatan medis, mengusulkan dokter tambahan kepada Badan Kepegawaian Daerah, mengadakan refreshment training bagi petugas kebersihan dan memperbaiki SOP kebersihan, mengadakan sosialisasi terkait rujukan melalui media sosial dan secara langsung, dan mengembangkan sistem penyebaran informasi berbasis SMS Gateway. Alternatif solusi yang mungkin untuk diterapkan dan telah divalidasi puskesmas Karangketug adalah mengadakan refreshment training bagi petugas kebersihan dan mengadakan sosialisasi melalui media sosial dan secara langsung
Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Proyek pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin berlokasi di Jl. Pasteur No.38, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat. Rumah Sakit dengan luas bangunan 26.788 m2 menghabiskan biaya sebesar Rp 344.837.487.000 atau Rp 12.872.834/m2. Dari hasil identifikasi awal, ditemukan item dengan cost berbanding worth lebih dari 1,5 yang menunjukkan adanya biaya-biaya yang tidak diperlukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha efisiensi biaya dengan pendekatan value engineering tanpa menghilangkan fungsi item tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan value engineering pada proyek pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Hasan Sadikin. Analisis dilakukan berdasarkan value engineering job plan menggunakan referensi dari Society of American Value Engineers (SAVE) 2007 yang terdiri dari fase informasi, fase analisis fungsi, fase kreatif, fase evaluasi, fase pengembangan, dan fase presentasi/rekomendasi. Fase informasi dan fase analisis fungsi memuat cost breakdown, analisis pareto, dan analisis fungsi untuk menentukan item yang akan dilakukan value engineering. Fase kreatif dan fase evaluasi memuat hasil brainstorming alternatif desain dari desain awal item terpilih. Fase pengembangan akan memuat life cycle cost (LCC), analisis multi kriteria menggunakan analytical hieararchy process (AHP), dan keputusan berbasis nilai untuk menentukan alternatif terbaik. Fase presentasi/rekomendasi akan memuat kesimpulan alternatif terbaik dan penghematan yang diperoleh. Hasil analisis dari cost breakdown, analisis pareto, dan analisis fungsi diperoleh item yang akan dilakukan value engineering, yaitu item slab. Alternatif terbaik yang didapat dari item slab adalah menggunakan Hollow Core Slab (HCS) Composite dengan penghematan sebesar Rp 2.785.598.342 atau sebesar 12,3% dari desain original slab
Study of Failure Risk on the Utilities Unit of Oil Production PT Kilang Pertamina International RU IV Cilacap by Using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Method
The Utilities Unit at Pertamina RU IV Cilacap is all materials/media/facilities needed to support refinery processing operations such as electricity, steam, cooling water, clean water, compressed air, fuel, and raw water. The Utilities Unit is one of the units that has an important role in oil production at PT Pertamina International Refinery RU IV Cilacap, so it is necessary to maintain the quality and quantity of production so that there is no sudden shutdown in the Utilities Unit. Failures that may occur can be detrimental in terms of very expensive equipment repairs and can hinder the process of existing facilities such as the cessation of water treatment. Using the Fishbone Analysis and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, this research determines the risk of failure in the petroleum processing process at the Utilities unit of PT Pertamina International RU IV Cilacap Refinery. The greatest risk of failure that arises based on the calculation of the Risk Priority Number (RPN) value will be used to determine alternative recommendations for improvements. The source of failure is obtained from 2 factors, namely from the machine and material factors. The Material factor is characterized as an aspect of product quality determined by the parameter indicators of each product, while the machinery factor can be classified as an aspect of the operating conditions of each unit. The biggest risk of failure based on the Risk Priority Number (RPN) results in the Sea Water Desalination unit with a value of 60 (low category). The suggested mitigation is by checking and monitoring chemical injections and cleaning evaporators
Analisis Hidrodinamika dan Sistem Tambat pada Perencanaan Floating Breakwater (Studi Kasus: Pelabuhan Tanjung Emas Semarang)
Salah satu metode untuk mendapatkan gelombang yang relatif tenang pada daerah pelabuhan adalah dengan menggunakan breakwater sebagai peredam energi gelombang. Pada artikel ini akan dilakukan analisis hidrodinamika dan sistem tambat struktur floating breakwater yang akan digunakan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan metode numerik. Analisis hidrodinamika yang akan diperhitungkan adalah redaman gelombang yang terjadi dengan variasi layout, periode gelombang, dan tinggi gelombang. Sedangkan analisis sistem tambat yang akan diperhitungkan adalah tension tali tambat dengan variasi diameter dan panjang tali tambat. Dari analisis hidrodinamika yang telah dilakukan, didapat bahwa layout dengan penempatan breakwater secara tertutup mempunyai hasil yang paling baik dalam meredam energi gelombang di area Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pada pemodelan tersebut, tinggi gelombang dengan arah dominan barat laut yang terjadi di area pelabuhan berkisar antara 0.803 – 1.073 m. Sedangkan dengan arah dominan timur, tinggi gelombang yang terjadi di area pelabuhan berkisar 0.292 - 0.414 m. Pada analisis konfigurasi sistem tambat, tali tambat yang direkomendasikan adalah tali tambat dengan ukuran diameter 19 mm dengan panjang 18 m. Tension terbesar yang terjadi pada struktur breakwater dengan lebar 10 meter sebesar 119.94 kN dengan safety factor 2.79. Sedangkan struktur breakwater dengan lebar 6 m memiliki tension terbesar yaitu 94.82 kN dengan safety factor 3.53
Sistem Loker Cerdas pada Smart Building Berbasis IOT
Sering kali seseorang dalam menjalani perkuliah mendapati dirinya membawa barang yang tidak dapat selalu dibawa saat memasuki suatu tempat seperti Smart Building dikarenakan suatu larangan ataupun keterbatas kemampuan membawa barang terus menerus. Seseorang dapat mengatasi hal ini dengan menyimpan barang-barang di tempat penyimpanan sementara atau dengan meminjam loker. Peminjaman loker dapat diotomasi dengan penggunana sistem IoT. Pembuatan sistem dilakukan dengan dua perangkat yaitu Sistem Peminjaman Loker untuk peminjaman loker dan perangkat Sistem Kontrol Kunci Loker untuk mengotomasi pembukaan loker. Sistem yang dibuat menggunakan kode QR sebagai metode otentikasinya dimana pemindai dapat dilakuan menggunakan kamera yang terpasang dengan mikrokontroler ESP32. Hasil yang didapatkan adalah proses peminjaman loker yang dapat diotomasi dengan performa yang dapat dikembangkan lagi
Perencanaan Stasiun Kereta Api di Kota Makassar Berdasarkan Peramalan Demand 50 Tahun
Peningkatan permintaan transportasi kereta api di pulau Sulawesi disebabkan oleh sulitnya transportasi massal yang menghubungkan kota dan kabupaten. Salah satu proyek nasional di bidang transportasi ialah pembangunan jalan rel Kereta Api Trans Sulawesi pada rute Makassar-Parepare. Sistem transportasi kereta didukung dengan adanya stasiun yang berfungsi sebagai akses penumpang untuk naik dan turun dari moda transportasi kereta. Perencanaan stasiun merupakan pemberhentian terakhir dari rute Makassar - Parepare berlokasi di dekat pelabuhan New Port Makassar dengan perencanaan jalur ganda (double track) dan jalur layang (elevated). Untuk mendapatkan bentuk dan luasan stasiun, maka perlu mempertimbangkan demand penumpang kereta dan antrian pembelian tiket. Perencanaan dilakukan dengan mengumpulkan literatur mengenai perencanaan stasiun dan fasilitas stasiun diantaranya parkir dan perhentian bus. Metode yang digunakan untuk peramalan demand penumpang 50 tahun mendatang menggunakan metode regresi linier berdasarkan laju pertumbuhan jumlah penduduk dan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kota Makassar. Analisis yang dilakukan pada perencanaan Stasiun Makassar diperoleh demand penumpang sebesar 3.200 penumpang/jam dengan kedatangan kereta setiap 30 menit dari pengoperasian stasiun selama 18 jam/hari. Luasan ruang loket dan ruang tunggu stasiun diperlukan untuk merancang dimensi stasiun menggunakan LOS (Level of Service). Luasan peron yang diperlukan untuk umur rencana 50 tahun mendatang berdasarkan jumlah penumpang sebesar 1.808 m2 dengan panjang 226 m dan lebar 8 m. Luasan bangunan stasiun sebesar 3.150 m2 dengan satu rangkaian kereta berkapasitas 800 penumpang. Antrian yang terjadi di stasiun pada saat pembelian tiket dan juga antrian parkir kendaraan menggunakan metode antrian FIFO (First In First Out). Fasilitas parkir Stasiun Makassar direncanakan parkir mobil yang dapat menampung 191 SRP dan parkir motor sebanyak 595 SRP. Adanya fasilitas perhentian bus sebagai konektivitas moda transportasi kereta dengan angkutan umum bus untuk memfasilitasi penumpang kereta yang hendak beralih ke transportasi umum bus
Perancangan Hunian Vertikal Berbasis Ritme Sirkadian untuk Pekerja Komuter
Urban sprawl menghadirkan tantangan baru dalam perancangan arsitektur, khususnya dalam menjaga kualitas istirahat bagi pekerja komuter. Fenomena perjalanan panjang yang melelahkan menjadi salah satu alasan untuk menciptakan solusi desain yang mendukung kehidupan sosial yang sehat dan istirahat yang memadai. Penelitian ini berfokus pada desain hunian vertikal yang secara khusus mengintegrasikan sistem sirkadian manusia untuk meningkatkan kualitas tidur dan ritme biologis yang sehat. Melalui pendekatan desain yang berpusat pada manusia, penelitian ini bertujuan untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional dan estetika, tetapi juga untuk menciptakan ruang yang mampu mengoptimalkan kesejahteraan fisik dan mental pekerja komuter. Integrasi prinsip Desain Berpusat pada Manusia memastikan bahwa desain hunian ini responsif terhadap kebutuhan fisiologis dan psikologis pengguna, termasuk pengaturan cahaya dan ventilasi yang mendukung ritme sirkadian. Dalam upaya ini, penelitian akan menganalisis teori terkait sistem sirkadian dan penerapannya dalam konteks desain arsitektur. Hasil dari desain ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan hidup para penghuninya, sehingga mereka dapat menghadapi rutinitas harian dengan lebih baik
Studi Identifikasi Tumbuhan Obat di Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Jawa Timur
Tumbuhan obat memiliki zat aktif hasil metabolisme sekunder tumbuhan seperti, flavanoid, tannin, fenol, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri atau zat lain. Masyarakat di desa Sumberbrantas mengenal dan menanam tumbuhan yang memiliki potensi sebagai obat tradisional secara turun temurun. Hanya saja, saat ini pengetahuan tersebut belum terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi dan mengetahui nilai guna suatu tumbuhan obat di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode survey, identifikasi, dan determinasi tumbuhan. Analisis data menggunakan analisis etnobotani melalui perhitungan Family Use Value (FUV). Hasil penelitian teridentifikasi 102 spesies tumbuhan yang digolongkan ke dalam 52 famili yang berbeda untuk mengobati dalam 6 kateegori penyakit. Dimana famili Zingiberaceae dan famili Euphorbiaceae memiliki nilai guna famili yang sama yaitu sebesar 0.45, dan beberapa famili memiliki nilai guna terendah yaitu Oxalidaceae dengan nilai 0.01. Sebagian besar organ tumbuhan (PPU) yang digunakan sebagai bahan obat tradisional adalah daun (59%
Pemodelan Zero-Inflated Poisson Inverse Gaussian Regression dan Zero-Inflated Generalized Poisson Regression terhadap Jumlah Kejadian Campak di Kabupaten Pamekasan dan Sumenep
Penyakit campak merupakan satu dari penyakit infeksi yang menjadi penyebab kematian bayi di seluruh dunia dan meningkat setiap tahun. Campak diakibatkan oleh virus dan komplikasi penyakit campak antara lain radang selaput otak (meningitis), radang paru–paru, infeksi telinga. Pada ta-hun 2022 di Indonesia terjadi 3.341 kasus campak, sedangkan di Jawa Timur terjadi 443 kasus campak. Umunya campak bisa dicegah dan diatasi dengan pemberian imunisasi dasar lengkap (IDL) yang biasanya diberikan pada anak namun juga bisa diberikan pada orang dewasa. Pada penelitian ini akan dila-kukan pemodelan faktor-faktor yang diduga mempengaruhi jumlah kejadian penyakit campak di Kabupaten Pamekasan dan Sumenep Tahun 2022 menggunakan Zero-Inflated Gene-ralized Poisson Regression (ZIGPR) dan Zero-Inflated Poisson Invers Gaussian Regression (ZIPIGR). Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi penyakit campak baik pada model tipe satu dan dua adalah rasio jumlah tenaga kesehatan, kepadatan penduduk, rasio jumlah anak usia <12 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap, rasio pemberian vitamin A pada anak usia <12 bulan, dan rasio jumlah tenaga medis. Berdasarkan kedua metode, didapatkan model terbaik untuk tipe satu adalah ZIGPR dengan exposure sedangkan model terbaik tipe dua adalah ZIPIGR dengan exposure. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi peme-rintah agar dapat menurunkan jumlah penderita penyakit cam-pak di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep