EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Analisis kecerdasan emosional peserta didik kelas XII-2 dalam pembelajaran kimia pada emosi iba, takut, dan bosan di salah satu SMA swasta di Jayapura
This research was conducted with the aim of, among other things, to find out emotional intelligence (emotions of compassion, fear and boredom) of students in chemistry learning, emotional intelligence of students for emotions of compassion, emotional intelligence of students for emotions of fear, emotional intelligence of students for emotions of boredom, percentage of emotional intelligence levels of students for emotions of compassion, fear, boredom, and factors that influence students\u27 emotional intelligence. The instrument in the research was an emotional intelligence questionnaire with 37 items. The study population is class XII-2 students in one of the private high schools in Jayapura for the 2023/2024 school year totaling 31 people. The results of the analysis obtained include emotional intelligence of students in chemistry learning in the good category with an average value of 72.25 and an average chemistry learning outcome of 48.26 in the sufficient category; emotional intelligence of students for emotions of compassion, fear, boredom are each in the good category with an average of 63.23, 75.59, 71.47; the percentage level of students\u27 emotional intelligence for the emotions of compassion, fear, and boredom are at the level of always compassionate, compassionate, less compassionate, and not compassionate in learning chemistry respectively by 27.74, 38.71, 29.03, and 4.52%, at the level of always afraid, afraid, less afraid, and not afraid respectively 53.32, 31.31, 13.09, and 2.28%, at the level of always bored, bored, less bored, and not bored respectively 40.65, 35.91, 20.86, and 2.58%; and the factors that influence students\u27 emotional intelligence consist of internal factors (brain factors or intellectual intelligence and age, physical, and psychological) and external factors (education both in the family, school, and society).
Keywords: Boredom; Chemistry Learning; Compassion; Fear; Intelligence Emotional
Hubungan Penggunaan Video Animasi, Keterampilan Metakognisi, dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Jayapura
Pembelajaran pada materi ekosistem menuntut kemampuan siswa untuk memahami hubungan antarkomponen biotik dan abiotik serta proses interaksi yang bersifat abstrak. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, media video animasi digunakan sebagai sarana visualisasi yang dapat memperjelas konsep sekaligus mendorong aktivitas metakognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media video animasi, keterampilan metakognisi, dan hasil belajar pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen berjumlah 38 siswa dan kelas kontrol berjumlah 41 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar, angket penggunaan video animasi, serta instrumen metakognisi menggunakan MAI. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi memiliki hubungan yang signifikan dengan keterampilan metakognisi siswa pada materi ekosistem, ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Rata-rata kemampuan metakognisi siswa pada kelas eksperimen mencapai kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori baik. Selain itu, ditemukan pula hubungan antara penggunaan video animasi dan hasil belajar siswa, di mana kelas eksperimen menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai korelasi metakognisi terhadap hasil belajar berada pada kategori lemah hingga sedang, yang mengindikasikan bahwa metakognisi memberikan kontribusi terhadap capaian akademik meskipun tidak menjadi satu-satunya faktor penentu. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan metakognisi dan hasil belajar pada materi ekosistem, sehingga layak diterapkan sebagai media pembelajaran pendukung di kelas.
Kata Kunci : Media video, Animasi, Metakognisi, Ekosiste
Pola Spasial pH dan COD sebagai Indikator Degradasi Kualitas Air Sungai Jembatan Dua
Sungai Jembatan Dua di Jayapura, Papua, merupakan komponen penting dalam sistem hidrologi lokal yang berpotensi mengalami perubahan kualitas air akibat interaksi proses alami dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren spasial kualitas air Sungai Jembatan Dua berdasarkan parameter pH dan Chemical Oxygen Demand (COD) dari hulu hingga muara. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga segmen sungai, yaitu hulu, tengah, dan muara. Parameter pH diukur secara in situ menggunakan pH meter, sedangkan COD dianalisis di laboratorium menggunakan metode titrasi sesuai standar APHA. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai pH dari 7,64 di hulu menjadi 8,13 di muara, serta peningkatan konsentrasi COD dari 154,67 mg/L menjadi 224 mg/L. Pola ini mengindikasikan perubahan kualitas air secara longitudinal yang dipengaruhi oleh proses hidrokimia alami, aktivitas biologis, serta akumulasi bahan organik dan anorganik sepanjang alur sungai. Tren spasial yang konsisten pada kedua parameter tersebut menegaskan bahwa kualitas air Sungai Jembatan Dua cenderung mengalami penurunan secara bertahap ke arah muara, sehingga memerlukan perhatian dalam pengelolaan dan pengendalian kualitas lingkungan perairan
Pelatihan dan Pendampingan Kader Lingkungan Hidup Untuk Generasi Muda Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua
The younger generation has an important role in preserving the environment. The objectives of the community service activities: (1) to introduce environmental cadre training and mentoring programs for the younger generation of PWM Papua; (2) through community service, it can produce outputs in the form of accredited national community service journals. This community service activity was carried out on Monday, August 25, 2025 at the Environmental Assembly - IPM PWM Papua. The methods used were lectures, discussions, and real actions. The activity participants were 21 participants, starting with a pre-test (in the form of a questionnaire) to identify participant knowledge. Then the provision of material about environmental cadres and ending with a post-test with the quizziz.com application. The conclusion is that: (1) Participants were very enthusiastic in participating in community service activities and understanding the environmental cadre training material; (2) Based on the evaluation results, it shows that the level of participant understanding is quite good when seen from the percentage of participant statements and answers.
Peningkatan Pengetahuan Pelaku Usaha Terhadap Kualitas Proses Produksi dan Penggunaan AI Untuk Pemasaran Produk Halal
A community service activity was carried out in Sukosari Village, Kasembon District, to improve the marketing of halal products. However, limited marketing processes have resulted in underdevelopment of food production by MSMEs. Therefore, this Community Service activity aims to improve the knowledge and skills of business actors in implementing Occupational Health and Safety, Clean Production, Marketing Strategies, and the benefits of antioxidants from Kasembon MSME food products. The methods used included location surveys, involving (Paguyuban Destinasi Usaha Kasembon) PADUKA, and continued with education and mentoring. This activity was attended by 10 participants consisting of business actors. Based on the results of the activity, it can be concluded that education/exposure increased the knowledge, motivation, and interest of participants in Kasembon MSMEs. With counseling and training, participants\u27 knowledge and awareness increased. The results of this community service activity show that the knowledge and awareness of the community, especially business actors, regarding the importance of occupational safety, sanitation, marketing strategies and antioxidant content has increased through socialization activities, training, mentoring and monitoring and evaluation. MSMEs have realized the importance of improving marketing through various methods, including using AI (Artificial Intelligence)
Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Kampung Ausem Distrik Pulau Yerui Kabupaten Kepulauan Yapen
Potensi perikanan tangkap di perairan Kampung Ausem meliputi ikan pelagis dan demersal, serta masyarakat pesisir yang menggunakan pancing ulur untuk menangkap ikan tersebut. Dengan mempertimbangkan potensi sumber daya dan peluang pengembangan, serta kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya di Kampung Ausem, Kabupaten Kepulauan Yerui, sangatlah penting. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis pendapatan nelayan tradisional di Kampung Ausem. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Kampung Ausem. Secara keseluruhan, ada 23 nelayan yang menggunakan perahu dayung kayu di Kampung Ausem. Mereka berusia di atas 46 tahun, sebagian besar tidak menyelesaikan sekolah dasar, telah menjadi nelayan selama 8 tahun, sebagian besar sudah menikah, dan memiliki 4 hingga 6 anggota keluarga. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama dan mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78/tahun. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden yang telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78 per tahun. Dengan demikian, setiap nelayan memperoleh penghasilan bulanan sebesar Rp. 5.020.036,23, sedangkan upah minimum regional (UMR) di Provinsi Papua adalah Rp. 4.285.850. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan nelayan di Kampung Ausem, Kecamatan Pulau Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen
Pengaruh Tutupan Karang Hidup Terhadap Keanekaragaman dan Dominansi Ikan Karang di Zona Inti KKPD Pulau Palue, NTT
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh tutupan karang hidup terhadap keanekaragaman dan dominansi ikan karang di Zona Inti KKPD Pulau Palue, NTT. Penelitian berlangsung sejak Agustus 2024 sampai Desember 2024. Data terumbu karang diambil dengan metode transek foto bawah air, diolah dengan software Coral Point Count with Excel extension, kemudian dinilai sesuai Kepmen. Lingkungan Hidup No.4/2001.Β Data ikan karang diambil dengan metode Underwater Visual Census, dianalisis Indeks Keanekaragaman dan Indeks Dominansi, selanjutnya dianalisis regresi. Hasil penelitian, data tutupan karang di 3 stasiun dalam Kategori Kurang Baik, yaitu kategori karang keras sebesar 24,20% di Stasiun Ona; 21,41% di Stasiun Langawai dan 23,18% di Stasiun Watunoni. Kelimpahan ikan karang di Stasiun Ona sebesar 1,97 individu/m2, Stasiun Langawai 0,78 individu/m2 dan Stasiun Watunoni 0,59 individu/m2. Indeks keanekaragaman ikan karang di Stasiun Ona adalah 2,293; Stasiun Langawai 2,591; Watunoni 2,847. Indeks dominansi ikan karang di Stasiun Ona 0,164; Stasiun Langawai 0,148; dan Stasiun Watunoni 0,112. Pengaruh tutupan karang hidup terhadap keanekaragaman ikan karang dinyatakan dalam persamaan regresi polinomial: Y = 0,0004X2 β 0,0656X + 3,0791. Nilai r sebesar 0,709 menunjukkan korelasi kuat antara variabel X dan Y. Nilai R2 sebesar 0,5029 menjelaskan bahwa variabel X (tutupan karang hidup) dapat mempengaruhi 50,29% dari variabel Y (indeks keanekaragaman ikan karang), dan sebesar 49,71% nilai indeks keanekaragaman ikan karang (Y) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Hubungan tutupan karang hidup dan dominansi ikan karang dalam persamaan regresi polinomial: Y = 9E-06X2 - 0.0014X + 0.1807. Nilai r sebesar 0,521 menunjukkan adanya korelasi positif yang sedang antara variabel X dan Y. Nilai R2 sebesar 0,272 menjelaskan bahwa variabel X (tutupan karang hidup) dapat mempengaruhi 27,2% dari variabel Y (indeks dominansi ikan karang), dan sebesar 72,8% variasi indeks dominansi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MERAUKE
Merauke Regency has vast and strategic agricultural land potential as a national food basket, but ecological, social, and infrastructure challenges remain obstacles to the development of sustainable farm areas. This study aimsto formulate a strategy for developing a sustainable food-based agricultural area that is adaptive to local conditionsin Merauke. The method used is a qualitative-descriptive approach through literature review and analysis of strategiesbased on regional potential. The study findings indicate that strategies encompassing optimal land use, technologyapplication, wise natural resource management, infrastructure strengthening, community empowerment, and greeneconomy-based policies can drive the transformation of Merauke\u27s agriculture into a productive, efficient, andsustainable system. Implementation recommendations include a multi-stakeholder collaborative approach,regulatory support, and risk mapping based on spatial data
Pelatihan Instrumen Praktikum Mikrobiologi Pada Guru SMA di Kabupaten Jayapura, Papua
Along with the advancement of science in the health sector, biology teachers in high school must understand microbiology, especially have the ability to provide practicum to students so that students have the ability in the field of microbiology. The low understanding of students about microbiology subjects is due to the absence of microbiology practicum in high school. This service is carried out by giving a pre test, skills training and mentoring to teachers so that their knowledge increases, after which a post test is carried out. the increase in teachers\u27 knowledge can be seen from the pre and post test results. Teachers understand and understand microbiology practicum instruments
PERBANDINGAN LEMBAGA ANTI KORUPSI DIDUNIA ANTARA KPK DENGAN KOMISI PUSAT UNTUK INSPEKSI DISIPILIN (CCDI) CHINA
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendekatan pemberantasan korupsi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia dengan Central Commission for Discipline Inspection (CCDI) di China. Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang menghambat pembangunan negara dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Indonesia dan China memiliki sistem hukum, struktur politik, serta budaya hukum yang berbeda, sehingga strategi pemberantasan korupsi yang diterapkan juga berbeda. KPK di Indonesia merupakan lembaga independen yang dibentuk untuk menangani kasus korupsi secara transparan dan akuntabel dalam sistem demokrasi. Namun, efektivitas KPK sering terkendala oleh intervensi politik, revisi regulasi yang melemahkan kewenangannya, dan rendahnya integritas aparat penegak hukum lainnya. Di sisi lain, CCDI di China merupakan bagian dari struktur internal Partai Komunis Tiongkok yang memiliki kekuasaan besar dan menggunakan pendekatan represif, termasuk penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Meskipun strategi ini berhasil menurunkan tingkat korupsi secara statistik, pendekatan tersebut menuai kritik karena minimnya transparansi dan potensi pelanggaran hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan komparatif, data sekunder, serta analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi bergantung pada integritas kelembagaan, konsistensi kebijakan, partisipasi masyarakat, dan sistem hukum yang adil. Oleh karena itu, Indonesia dapat belajar dari ketegasan China, namun tetap mempertahankan prinsip demokrasi dan HAM dalam merumuskan kebijakan antikorupsi yang efektif