EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
Not a member yet
    2607 research outputs found

    Metode Pembelajaran Calistung Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Dengan Barang Bekas Di SD Inpres Kehiran, Sentani

    Get PDF
    Children\u27s ability to read, write and count (calistung) can be said to be very important in life, because the teaching and learning process or activity is based on reading ability. To support learning and to know the growth and development of children, teachers and parents should know the right method or way to teach children to read, write and count. One method or way to develop it is through educational game tools (APE). First grade students at SD Inpres Kehiran have quite low learning abilities. This can be seen from almost 60% of students still having difficulty reading, writing and counting and is indicated by the scores obtained which are still below the Minimum Completion Criteria that have been set. To help teachers and students at SD Inpres Kehiran in understanding reading, writing and counting, our Community Service Team (PKM) aims to introduce the use of simple educational game tools (APE) made from used materials, namely through letter cards, drink bottle caps, and objects around the school or around the student\u27s residential environment. By using learning media through educational game tools, the effectiveness of the learning method is evaluated and the level of student participation is measured. The stages carried out in the implementation of this community service activity start from planning, namely by coordinating with the school and asking permission from the leader (Dean), then the implementation stage starts from preparing materials, tools and materials, training and mentoring and finally the reporting stage, namely making a final report and making publications. The methods used to support the success of this program are in the form of training, demonstrations and practice questions. The implementation of this Community Service has not fully achieved the expected targets and outputs, but this activity has made a positive contribution to students in terms of recognizing letters, spelling, reading and simple arithmetic.

    Penguatan Etika Berkomunikasi Dalam Pendidikan Tinggi Berbasis Karakter

    Get PDF
    This program aimed to strengthen the understanding and practical application of ethics and health communication among interdisciplinary students. Within the academic environment, effective communication and ethical behavior are fundamental in shaping students’ character as future leaders. The activity emphasized the importance of ethical communication, appropriate behavior, and dress code in campus interactions, particularly in relationships among students, faculty members, and administrative staff. Using a participatory approach, the program involved 57 students who engaged in lectures, discussions, and hands-on practice in composing academic messages. The material was delivered by three expert speakers in communication and health ethics. The results indicated an increased awareness among students regarding the significance of ethics and communication in building healthy, productive, and professional relationships within the campus environment. This article comprehensively discusses the background, implementation methods, and outcomes of the activity, which are relevant to strengthening students\u27 interpersonal and ethical capacity. This approach is expected to serve as a cross-sectoral learning model for developing a socially, professionally, and ethically resilient young generation. Keywords: Ethics, Communication, Interdisciplinar

    Sosialisasi Metode Geolistrik Untuk Eksplorasi Air Tanah Bagi Siswa SMK Negeri 9 Energi dan Pertambangan Jayapura

    Get PDF
    The purpose of the activity is to provide experience and train participants to understand geoelectric theory, data collection and processing and analysis packaged in the form of reports, and specifically to obtain real input for curriculum development in universities to be more relevant to development needs. Based on the problems experienced by students of SMK Negeri 9 Energy and Mining Jayapura, a service activity was carried out that intends to explain geophysical methods related to groundwater utilization for agriculture. Students will receive material with a ratio of 50% theory and 50% practice. Through this activity, participants will better understand the concepts in searching for groundwater and be able to develop skills, especially in the development of geophysical tools and be able to interpret the measurement results and resistivity values accurately, measurably and integrated. The results of geoelectric data processing of VES 1-3 points show that VES.1 has a relatively larger specific resistance value when compared to the two measurement points VES.2 and VES.3. This difference is due to the structure of VES.1 in the form of hard rock part of the Ultramafic formation which is composed of rock types such as marl, fine sandstone, tuff, and tuff. The results of geoelectric data processing from the four measurement points show that the measurement points VES. 4, VES. 6 and VES. 7 have relatively low specific gravity values, in contrast to the relatively high value of VES. 5 which is relatively high. The difference in specific gravity values is very influential on the presence of aquifers at each measuring point. Based on the distribution of specific gravity values, the vertical lithology of the four measuring points is arranged by rock types, namely surface rocks, breccias, tuffs, clay stones, and siltstones.

    Hubungan Penggunaan Video Animasi, Keterampilan Metakognisi, dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Jayapura

    Get PDF
    Pembelajaran pada materi ekosistem menuntut kemampuan siswa untuk memahami hubungan antarkomponen biotik dan abiotik serta proses interaksi yang bersifat abstrak. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, media video animasi digunakan sebagai sarana visualisasi yang dapat memperjelas konsep sekaligus mendorong aktivitas metakognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media video animasi, keterampilan metakognisi, dan hasil belajar pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Jayapura. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen berjumlah 38 siswa dan kelas kontrol berjumlah 41 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar, angket penggunaan video animasi, serta instrumen metakognisi menggunakan MAI. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi memiliki hubungan yang signifikan dengan keterampilan metakognisi siswa pada materi ekosistem, ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Rata-rata kemampuan metakognisi siswa pada kelas eksperimen mencapai kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori baik. Selain itu, ditemukan pula hubungan antara penggunaan video animasi dan hasil belajar siswa, di mana kelas eksperimen menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai korelasi metakognisi terhadap hasil belajar berada pada kategori lemah hingga sedang, yang mengindikasikan bahwa metakognisi memberikan kontribusi terhadap capaian akademik meskipun tidak menjadi satu-satunya faktor penentu. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan video animasi efektif dalam meningkatkan keterampilan metakognisi dan hasil belajar pada materi ekosistem, sehingga layak diterapkan sebagai media pembelajaran pendukung di kelas. Kata Kunci : Media video, Animasi, Metakognisi, Ekosiste

    Pola Spasial pH dan COD sebagai Indikator Degradasi Kualitas Air Sungai Jembatan Dua

    Get PDF
    Sungai Jembatan Dua di Jayapura, Papua, merupakan komponen penting dalam sistem hidrologi lokal yang berpotensi mengalami perubahan kualitas air akibat interaksi proses alami dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren spasial kualitas air Sungai Jembatan Dua berdasarkan parameter pH dan Chemical Oxygen Demand (COD) dari hulu hingga muara. Pengambilan sampel air dilakukan pada tiga segmen sungai, yaitu hulu, tengah, dan muara. Parameter pH diukur secara in situ menggunakan pH meter, sedangkan COD dianalisis di laboratorium menggunakan metode titrasi sesuai standar APHA. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai pH dari 7,64 di hulu menjadi 8,13 di muara, serta peningkatan konsentrasi COD dari 154,67 mg/L menjadi 224 mg/L. Pola ini mengindikasikan perubahan kualitas air secara longitudinal yang dipengaruhi oleh proses hidrokimia alami, aktivitas biologis, serta akumulasi bahan organik dan anorganik sepanjang alur sungai. Tren spasial yang konsisten pada kedua parameter tersebut menegaskan bahwa kualitas air Sungai Jembatan Dua cenderung mengalami penurunan secara bertahap ke arah muara, sehingga memerlukan perhatian dalam pengelolaan dan pengendalian kualitas lingkungan perairan

    Pelatihan dan Pendampingan Kader Lingkungan Hidup Untuk Generasi Muda Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua

    Get PDF
    The younger generation has an important role in preserving the environment. The objectives of the community service activities: (1) to introduce environmental cadre training and mentoring programs for the younger generation of PWM Papua; (2) through community service, it can produce outputs in the form of accredited national community service journals. This community service activity was carried out on Monday, August 25, 2025 at the Environmental Assembly - IPM PWM Papua. The methods used were lectures, discussions, and real actions. The activity participants were 21 participants, starting with a pre-test (in the form of a questionnaire) to identify participant knowledge. Then the provision of material about environmental cadres and ending with a post-test with the quizziz.com application. The conclusion is that: (1) Participants were very enthusiastic in participating in community service activities and understanding the environmental cadre training material; (2) Based on the evaluation results, it shows that the level of participant understanding is quite good when seen from the percentage of participant statements and answers.

    Peningkatan Pengetahuan Pelaku Usaha Terhadap Kualitas Proses Produksi dan Penggunaan AI Untuk Pemasaran Produk Halal

    Get PDF
    A community service activity was carried out in Sukosari Village, Kasembon District, to improve the marketing of halal products. However, limited marketing processes have resulted in underdevelopment of food production by MSMEs. Therefore, this Community Service activity aims to improve the knowledge and skills of business actors in implementing Occupational Health and Safety, Clean Production, Marketing Strategies, and the benefits of antioxidants from Kasembon MSME food products. The methods used included location surveys, involving (Paguyuban Destinasi Usaha Kasembon) PADUKA, and continued with education and mentoring. This activity was attended by 10 participants consisting of business actors. Based on the results of the activity, it can be concluded that education/exposure increased the knowledge, motivation, and interest of participants in Kasembon MSMEs. With counseling and training, participants\u27 knowledge and awareness increased. The results of this community service activity show that the knowledge and awareness of the community, especially business actors, regarding the importance of occupational safety, sanitation, marketing strategies and antioxidant content has increased through socialization activities, training, mentoring and monitoring and evaluation. MSMEs have realized the importance of improving marketing through various methods, including using AI (Artificial Intelligence)

    Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Kampung Ausem Distrik Pulau Yerui Kabupaten Kepulauan Yapen

    Get PDF
    Potensi perikanan tangkap di perairan Kampung Ausem meliputi ikan pelagis dan demersal, serta masyarakat pesisir yang menggunakan pancing ulur untuk menangkap ikan tersebut. Dengan mempertimbangkan potensi sumber daya dan peluang pengembangan, serta kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya di Kampung Ausem, Kabupaten Kepulauan Yerui, sangatlah penting. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis pendapatan nelayan tradisional di Kampung Ausem. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Kampung Ausem. Secara keseluruhan, ada 23 nelayan yang menggunakan perahu dayung kayu di Kampung Ausem. Mereka berusia di atas 46 tahun, sebagian besar tidak menyelesaikan sekolah dasar, telah menjadi nelayan selama 8 tahun, sebagian besar sudah menikah, dan memiliki 4 hingga 6 anggota keluarga. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama dan mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78/tahun. Karakteristik sosial ekonomi menunjukkan bahwa responden yang telah tinggal di Kampung Ausem untuk waktu yang lama mencari nafkah sebagai nelayan dengan menangkap ikan dan berkebun ketika mereka tidak melaut. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh nelayan individu dalam setahun dari kegiatan ini adalah Rp. 60.240.434,78 per tahun. Dengan demikian, setiap nelayan memperoleh penghasilan bulanan sebesar Rp. 5.020.036,23, sedangkan upah minimum regional (UMR) di Provinsi Papua adalah Rp. 4.285.850. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan nelayan di Kampung Ausem, Kecamatan Pulau Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen

    Pengaruh Tutupan Karang Hidup Terhadap Keanekaragaman dan Dominansi Ikan Karang di Zona Inti KKPD Pulau Palue, NTT

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh tutupan karang hidup terhadap keanekaragaman dan dominansi ikan karang di Zona Inti KKPD Pulau Palue, NTT. Penelitian berlangsung sejak Agustus 2024 sampai Desember 2024. Data terumbu karang diambil dengan metode transek foto bawah air, diolah dengan software Coral Point Count with Excel extension, kemudian dinilai sesuai Kepmen. Lingkungan Hidup No.4/2001.  Data ikan karang diambil dengan metode Underwater Visual Census, dianalisis Indeks Keanekaragaman dan Indeks Dominansi, selanjutnya dianalisis regresi. Hasil penelitian, data tutupan karang di 3 stasiun dalam Kategori Kurang Baik, yaitu kategori karang keras sebesar 24,20% di Stasiun Ona; 21,41% di Stasiun Langawai dan 23,18% di Stasiun Watunoni. Kelimpahan ikan karang di Stasiun Ona sebesar 1,97 individu/m2, Stasiun Langawai 0,78 individu/m2 dan Stasiun Watunoni 0,59 individu/m2. Indeks keanekaragaman ikan karang di Stasiun Ona adalah 2,293; Stasiun Langawai 2,591; Watunoni 2,847. Indeks dominansi ikan karang di Stasiun Ona 0,164; Stasiun Langawai 0,148; dan Stasiun Watunoni 0,112. Pengaruh tutupan karang hidup terhadap keanekaragaman ikan karang dinyatakan dalam persamaan regresi polinomial: Y = 0,0004X2 – 0,0656X + 3,0791. Nilai r sebesar 0,709 menunjukkan korelasi kuat antara variabel X dan Y. Nilai R2 sebesar 0,5029 menjelaskan bahwa variabel X (tutupan karang hidup) dapat mempengaruhi 50,29% dari variabel Y (indeks keanekaragaman ikan karang), dan sebesar 49,71% nilai indeks keanekaragaman ikan karang (Y) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Hubungan tutupan karang hidup dan dominansi ikan karang dalam persamaan regresi polinomial: Y = 9E-06X2 - 0.0014X + 0.1807. Nilai r sebesar 0,521 menunjukkan adanya korelasi positif yang sedang antara variabel X dan Y. Nilai R2 sebesar 0,272 menjelaskan bahwa variabel X (tutupan karang hidup) dapat mempengaruhi 27,2% dari variabel Y (indeks dominansi ikan karang), dan sebesar 72,8% variasi indeks dominansi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian

    STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MERAUKE

    Get PDF
    Merauke Regency has vast and strategic agricultural land potential as a national food basket, but ecological, social, and infrastructure challenges remain obstacles to the development of sustainable farm areas. This study aimsto formulate a strategy for developing a sustainable food-based agricultural area that is adaptive to local conditionsin Merauke. The method used is a qualitative-descriptive approach through literature review and analysis of strategiesbased on regional potential. The study findings indicate that strategies encompassing optimal land use, technologyapplication, wise natural resource management, infrastructure strengthening, community empowerment, and greeneconomy-based policies can drive the transformation of Merauke\u27s agriculture into a productive, efficient, andsustainable system. Implementation recommendations include a multi-stakeholder collaborative approach,regulatory support, and risk mapping based on spatial data

    2,440

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇