EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Jenis-jenis Ikan Padang Lamun di Perairan Misool Selatan Raja Ampat
Padang lamun merupakan habitat beberapa komunitas ikan pada masa juvenil dan atau dewasa, secara tetap, musiman dan tidak tetap. Potensi dan kondisi komunitas ikan lamun dapat mengalami gangguan dan ancaman seperti predator asing, kerusakan habitat, dan perubahan kualitas perairan maupun akibat aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis ikan padang lamun dengan kaitan aspek ekologinya di perairan Misool Selatan Raja Ampat khususnya perairan Pulau Calpop, Pulau Kabalanbatan, dan Pulau Yefba. Metode pengambilan sampel ikan menggunakan jaring puri yang diseret pada lintasan pengambilan sampel sejauh 90 m dan dibagi menjadi tiga kali pengambilan, serta arah tarikan sejajar garis pantai dan berlawanan dengan arah arus. Pengukuran kualitas perairan dilakukan pada setiap titik lokasi pengambilan sampel ikan, meliputi suhu, salinitas, pH dan DO. Data dianalisis untuk menentukan komposisi dan kelimpahan jenis, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis. Untuk melihat hubungan antara paramater kualitas perairan dengan kelimpahan ikan digunakan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukan sebanyak 2.759 ekor ikan yang tertangkap yang terdiri dari 18 genus dan 21 jenis, dengan kelimpahan tertinggi adalah jenis P. lineatus sebesar 40.802 ind/ha. Perairan Pulau Calpop, Pulau Kabalanbatan dan Pulau Yefba memiliki indeks keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah. Perairan Pulau Calpop dan Pulau Kabalanbatan masuk dalam kategori kondisi tertekan, sedangkan perairan Pulau Yefba berada dalam kondisi labil. Terdapat spesies yang mendominansi di perairan Pulau Calpop dan Pulau Kabalanbatan, sedangkan Pulau Yefba tidak terdapat spesies yang mendominansi. Hasil korelasi pearson salinitas memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap kelimpahan ikan, sedangkan suhu, pH dan DO tidak memberikan pengaruh yang kuat terhadap kelimpahan ikan
Tingkat emosional peserta didik pada pembelajaran kimia di salah satu SMAN di Jayapura
This study aims to analyze the percentage of positive and negative emotional quotient of students in class XII IPA at one of the high schools in Jayapura City on chemistry learning. The techniques used in data collection were questionnaires, interviews, observation, and documentation involving 39 students as respondents. The questionnaire instrument used was 175 items in the form of a closed questionnaire which was compiled based on content validity and tasted for reliability with a reliability coefficient is r11 = 0.96 and included in the very high category. Research data shows that students have an average percentage of emotional quotient is 55.37% in the sufficient category. The average percentage oh positive emotions is 61.80% in the moderate category with the percentages of happy, brave, compassion, and love emotions respectively is 74.30, 47.86, 61.37, and 63.68%. the average percentage of negative emotions is 51.90% in the moderate category with percentages of anger, sadness, fear, embarrassment, and disgust respectively is 41.85, 49.44, 62.48, 54.65, and 51.07%.
Keywords: Keywords: Analysis; chemistry learning; emotional quotient
ICARE-BASED PHYSICS E-MODULE DEVELOPMENT TO ENHANCE PROBLEM SOLVING AND COMMUNICATION ON PRESSURE CONCEPTS
This study aims to develop an ICARE-based physics e-module (Introduction, Connecting, Application, Reflection, Extension) that is effective in enhancing students’ problem-solving and communication skills. The research utilized a Research and Development (R&D) approach, following the ADDIE development model. The population and sample consisted of all students from class VIII B at SMPN 4 Tanantovea. Data collection methods included the validation of the e-module by two expert validators, student questionnaires, essay tests administered twice before (pre-test) and after (post-test) the learning process to assess problem-solving skills, and observation sheets used across three sessions to evaluate students’ communication skills. The data were analyzed descriptively using statistical tools. The results indicated that the e-module was rated as highly feasible, with a validation score of 93%. Its effectiveness in improving students’ problem-solving skills was categorized as very high, with a Cohen’s d effect size of 7.126. In terms of communication skills, the average student score after using the ICARE-based physics e-module was 26.45 (47%) in the first session, 32.1 (57%) in the second session, and 44.6 (80%) in the third session. Based on these results, the ICARE-based physics e-module is considered highly suitable for use in classroom learning
Pemanfaatan Mangrove Sebagai Bahan Olahan Pangan di Kampung Anggraidi
Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai penyedia sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung, termasuk sebagai alternatif cadangan pangan bagi masyarakat pesisir. Namun, pemanfaatannya sebagai bahan makanan masih terbatas pada kelompok tertentu, seperti masyarakat Kampung Anggraidi yang memanfaatkan mangrove pada musim tertentu untuk memenuhi kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan, mendeskripsikan cara pengolahannya, serta menggambarkan upaya masyarakat dalam melestarikan hutan mangrove di Kampung Anggraidi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Penelitian dilaksanakan pada November hingga Desember 2023 menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis mangrove di wilayah tersebut, namun masyarakat hanya memanfaatkan satu jenis, yaitu Bruguiera gymnorrhiza, khususnya bagian buahnya. Buah mangrove diolah melalui proses perebusan, pengupasan, pengirisan, perendaman, perebusan ulang, dan penggilingan hingga menjadi tepung, yang kemudian diolah menjadi berbagai makanan seperti kue cake, keladi tumbuk, dan kue campuran kelapa. Selain pemanfaatan sebagai pangan, masyarakat juga berperan dalam menjaga kelestarian mangrove melalui kegiatan penanaman kembali (reboisasi). Temuan ini menunjukkan bahwa mangrove memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif sekaligus mempertegas pentingnya pelestarian ekosistem mangrove bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Kata Kunci : Mangrove, Bruguiera gymnorrhiza, pangan lokal, pengolahan tradisional, Anggraidi
 
Perbedaan Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan kakatua Hipposcarus longiceps dan Scarus ghobban
ABSTRAK
Ikan kakatua dikenal dengan sebutan parrotfish, ikan bayan, lembain, atau anglu adalah kelompok besar spesies ikan laut dari famili Scaridae yang menghuni perairan dangkal tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama pada ekosistem terumbu karang. Ikan Kakatua meskipun bukan target utama penangkapan, akan tetapi sering ditangkap ataupun tertangkap oleh nelayan, dan semakin lama kondisinya semakin mengkhawatirkan akibat tingginya tekanan dan aktivitas penangkapan. Kajian komparasi aspek biologi secara spesifik dari spesies ikan kakatua masih jarang dilakukan, terutama untuk di wilayah Kabupaten Manokwari. Padahal ini hal yang sangat penting dalam mendukung baseline konservasi spesifik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aspek biologi yang mencakup rasio jenis kelamin, sebaran ukuran, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi ikan kakatua dari spesies Hipposcarus longiceps dan Scarus ghobban. Penelitian dilaksanakan pada bulan April –Agustus 2025. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, sampel ikan diperoleh dari pedagang ikan dan atau nelayan langsung di kota Manokwari, Metode penelitian bersifat deskriptif dengan teknik observasi langsung. Jumlah sampel keseluruhan yang peroleh sebanyak 68 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin kedua spesies ikan kakatua termasuk dalam kategori seimbang dengan rasio 1:1. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai 0,023 untuk Hipposcarus longiceps dan 0,615 untuk Scarus ghobban, keduanya lebih kecil dari nilai kritis chi-square (3,841), yang mengindikasikan bahwa populasi kedua spesies masih berada pada kondisi ideal untuk mendukung kelestariannya. Distribusi ukuran panjang total dan berat tubuh kedua spesies berbeda; untuk Hipposcarus longiceps, panjang total berkisar 192–380 mm dengan berat 106–730 g, sedangkan untuk Scarus ghobban, panjang total berkisar 210–366 mm dengan berat 134–823 g. Pola pertumbuhan kedua spesies menunjukkan kesamaan, yaitu pertumbuhan bersifat alometrik negatif (b < 3), yang berarti pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat, dengan pertumbuhan Scarus ghobban lebih stabil. Nilai faktor kondisi menunjukkan bahwa Scarus ghobban tergolong gemuk/montok, sedangkan Hipposcarus longiceps tergolong agak kurus. Perbedaan ini mencerminkan variasi fisiologis dan ekologis antar spesies, serta menegaskan bahwa kondisi lingkungan dan ketersediaan pakan berpengaruh terhadap tingkat kesehatan ikan kakatua di perairan
FEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI SIREFKA (SISTEM INFORMASI REALISASI FISIK DAN KEUANGAN) TERHADAP PELAKSANAAN MONITORING DAN EVALUASI DI PEMERINTAH KOTA JAYAPURA.
This research aims to identify the factors influencing the growth of settlements and economic activities in Koya BaratVillage, Muara Tami District, and the efforts made in the growth of settlements and economic activities in Koya BaratVillage, Muara Tami District. The quantitative research method and data collection techniques involve questionnairesand documentation. The data analysis uses simple linear regression. The results of the research indicate that thefactors influencing the growth of settlements and economic activities in Koya Barat Village, Muara Tami District, showthat the level of settlement growth in Koya Barat Village, Muara Tami District, is categorized as high, with 65respondents or 65%. This includes several factors such as the type of physical building, building/occupant type, walltype, roof type, ceiling, floor type, door, sanitation, window, ventilation, and ridge. The economic level of thecommunity with a very high economic level is 33 respondents or 33%, and a high economic level is 31 respondents or31%, which means that the economic level of the community in Koya Barat Village, Muara Tami District is high,including education level, occupation/livelihood, and household income. The efforts made in the growth ofsettlements and economic activities in Koya Barat Village, Muara Tami District, indicate a significant influence ofsettlement growth on the economy in Koya Barat Village, Muara Tami District, which means that if settlement growthincreases, economic activities will also experience a significant increase
Program Early Grade Literacy (EGL): Bukti Kolaborasi Efektif antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF untuk Pendidikan Papua
This article aims to discuss the Indonesian government’s efforts to establish international cooperation in the education sector, with a particular focus on United Nations Children’s Fund (UNICEF). It particularly examines how UNICEF can contribute to addressing literacy challenges in Merauke District, Papua—one of the areas where students exhibit low reading and writing skills in the early years of primary education. From an international relations perspective, it highlights how education diplomacy can strengthen local capabilities through global cooperation, exemplified by UNICEF’s Early Grade Literacy Program. Drawing on interviews and program report analysis, this study revealed a significant reduction in non-readers, from almost half to less than a quarter, while the number of students who could read and comprehend texts fluently almost doubled. Creative engagement, like the use of songs, teaching aids, and parent education campaigns, proved the effectiveness of international cooperation at a local scale. These findings not only support the inclusive education targets in the SDGs but also reinforce the strategic role of education diplomacy in addressing disparities in marginalized areas.
KEYWORDS
Education; Indonesia; International Cooperation; Papua; UNICEFAbstrakMasalah literasi di Papua, khususnya di Kabupaten Merauke, menjadi tantangan serius dengan rendahnya kemampuan membaca dan menulis siswa pada tahap awal pendidikan dasar. Program Early Grade Literacy (EGL) yang diimplementasikan oleh UNICEF hadir untuk meningkatkan kualitas literasi melalui pelatihan guru, penyediaan bahan ajar kontekstual, dan penilaian kemampuan siswa dengan menggunakan tes Early Grade Reading Assessment (EGRA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pemangku kepentingan lokal dan analisis data sekunder dari laporan program. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kemampuan literasi siswa. Data EGRA awal dan akhir menunjukkan penurunan jumlah siswa yang belum bisa membaca dari 50% menjadi 22% dan peningkatan jumlah siswa yang lancar membaca dengan pemahaman bacaan dari 24% menjadi 47%. Program ini juga melibatkan pendekatan kreatif, seperti lagu dan alat peraga, serta kampanye pendidikan untuk meningkatkan partisipasi orang tua. Temuan-temuan tersebut membuktikan bahwa program EGL mendukung pencapaian target pendidikan inklusif dalam SDGs dan menjadi model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
KATA KUNCI
Literasi, Pendidikan Dasar, Program Early Grade Literacy, Papu
Phytochemical and Pharmacological Review of Arcangelisia flava (L.) Merr: Insights into Its Bioactive Compounds and Therapeutic Potential
Arcangelisia flava (L.) Merr., commonly known as kayu kuning, is a medicinal plant traditionally used in Southeast Asian medicine. Various studies have identified bioactive compounds such as furanoditerpenes, alkaloids, flavonoids, tannins, and phenolic compounds that contribute to its pharmacological activities, including antimicrobial, antioxidant, and antidiabetic effects. Despite the growing body of research on its pharmacological potential, the mechanisms of action of these bioactive constituents remain inadequately understood, and clinical evidence supporting its use in modern therapy is still limited. This systematic review compiles data from diverse scientific sources, focusing on the phytochemical composition, extraction methods, pharmacological activities, and comparisons with conventional pharmaceutical agents. The analysis revealed that A. flava contains various bioactive constituents responsible for its therapeutic effects. Furanoditerpenes demonstrate antimicrobial and antifungal activity, while alkaloids and phenolic compounds exhibit significant antioxidant and antidiabetic properties. Extraction techniques varied across studies, affecting the efficiency of bioactive compound isolation. Comparisons with standard pharmaceuticals suggest that A. flava extracts exhibit comparable efficacy in several pharmacological domains. These findings indicate that A. flava holds considerable promise as a natural therapeutic agent. However, further investigations are needed to clarify its pharmacological mechanisms through pharmacokinetic and pharmacodynamic studies, as well as clinical trials to confirm its safety and effectiveness in human applications. The integration of modern technological approaches such as metabolomics and bioinformatics could facilitate the identification, standardization, and development of phytopharmaceutical products derived from A. flava, thereby advancing its potential use in evidence-based medicine
Pengaruh Pengungkapan Intellectual Capital, Profitabilitas, Dan Islamic Social Reporting Terhadap Nilai Perusahaan
The purpose of this study is to determine the effect of intellectual capital, profitability, and Islamic social reporting on Firm value. This type of research uses a quantitative method with multiple linear regression data analysis techniques. The data used in this study are secondary data. The population of this study is Islamic Commercial Banks registered with the Financial Services Authority in the period 2020-2023. The sample used is the purposive sampling method, totaling 8 samples. The results of this study indicate that first, Intellectual Capital has no effect on company value. Second, Profitability has a positive and significant effect on company value. Third, Islamic social reporting has no effect on Firm value.Keywords: intellectual capital, profitability, islamic social reporting, firm valu
Implementation, Impact, and Development of ERP Systems in The 4.0 Era: A Literature Review
Technological advancements, application, and system development help organizations track and improve their performance. The software system commonly used by organizations for a long time is Enterprise Resource Planning (ERP). The purpose of this study is to determine and analyze the implementation, impact, and improvement of accounting information system based ERP in the 4.0 era. This research was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method. This study found that ERP has a big role in the 4.0 era. Namely, the implementation of ERP systems provides benefits including increased flexibility, providing more and better quality information, and improving the quality of financial statements. The limitations in this study lie in previous research which still does not discuss the 4.0 era. So it is recommended for further research to use variables outside of this study.
Keywords: ERP, implementation, impact, development accounting information system (AIS), ERP 4.