EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
Not a member yet
    2607 research outputs found

    Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Olahan Kakao: Sebuah Program Pengabdian Berbasis Komunitas

    Get PDF
    Local cocoa offers substantial value-addition opportunities for women-led microenterprises, yet gaps in processing skills, basic business practices, and market access constrain outcomes. This community service program empowered a women’s fellowship through structured, participatory training on cocoa-based product development. Objectives were to strengthen technical competencies for two ready-to-consume products (chocolate drink and chocolate jam), introduce basic business management (cash records, cost of goods sold/COGS, pricing), and build entry-level digital marketing and branding skills. Methods combined a community-based participatory approach (coordination, needs assessment, material preparation) with sequential sessions orientation, lecture discussion, hands-on practice, reflection and mixed-method evaluation (pre/post Likert survey and rubric-based observation). Ten participants completed the training. Results show participants replicated both products with more consistent quality, applied hygienic handling (heating/sterilization), and prepared simple business documents (cash ledger, COGS). Foundational brand assets (product name, basic label, initial promotional content) supported early commercialization, while collaborative work routines and peer champions emerged to sustain production. In conclusion, the intervention effectively enhanced technical, managerial, and promotional readiness and offers a practical model for community-based microenterprises that add value to local cocoa resources.

    Keanekaragaman Jenis Ikan pada Musim Penghujan dan Kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat

    Get PDF
    Danau Liut merupakan salah satu danau lindung yang termasuk jenis danau oxbow dan menjadi sumber perikanan tawar di Kabupaten Sintang. Sebagai danau berjenis oxbow, ketika pada musim penghujan terdapat konektivitas antara Danau Liut dan Sungai Ketungau, dan ketika musim kemarau konektivitas tersebut akan terputus. Penelitian tentang perbandingan komunitas ikan pada musim penghujan dan musim kemarau belum pernah dilakukan di Danau Liut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman ikan pada musim penghujan dan musim kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang. Pengambilan sampel ikan dan faktor lingkungan dilakukan pada 2 tahap yaitu musim penghujan pada Januari-Februari 2024 dan musim kemarau pada Agustus-September 2024. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang, jala tebar dan pancing. Faktor lingkungan yang diamati terdiri dari suhu perairan, kandungan oksigen terlarut, pH perairan, kedalaman, TSS, kadar nitrat, kadar fosfat dan Biochemical Oxyogen Demand (BOD). Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keragaman Shannon Wiener, Indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks similaritas Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah species yang tertangkap selama penelitian di Danau Liut adalah sebanyak 22 spesies yang termasuk dalam 9 famili. Pada musim penghujan tertangkap ikan lebih sedikit yaitu 17 species yang termasuk dalam 8 familia sedangkan pada musim kemarau tertangkap sebanyak 21 spesies yang termasuk dalam 9 familia. Analisis keanekeragaman pada musim penghujan, musim kemarau dan sepanjang musim menunjukkan komunitas berada pada kategori sedang, indeks keseragaman berada pada tingkat tinggi dan indeks dominansi berada pada level rendah.  Pengukuran indeks similaritas antara musim hujan dan musim kemarau menunjukkan similaritas rendah yaitu 0,44 atau 44%

    Peta Batimetri Perairan Situ Gede, Cilala dan Salabenda di Kabupaten Bogor

    Get PDF
    Keberadaan situ memiliki peran ekologis dan hidrologis yang penting, di antaranya sebagai penyimpan air hujan, pengendali banjir lokal, sumber air untuk irigasi, habitat biota air tawar, serta penunjang keanekaragaman hayati. Batimetri merupakan ilmu yang mempelajari topografi dasar perairan, baik perairan laut maupun perairan darat seperti danau, waduk, dan sungai. Dalam konteks perairan darat di Indonesia terkhusus di perairan situ di Kabupaten Bogor belum banyak yang memuat informasi peta batimetri situ. Studi batimetri ini memiliki peran penting untuk memahami bentuk dasar perairan, volume air, serta distribusi kedalaman yang memengaruhi sirkulasi air, sebaran organisme, dan proses ekologis lainnya. Teknik interpolasi menggunakan metode Kriging pada ArcGIS 10.8, diperoleh gambaran kontur kedalaman yang jelas, dengan distribusi titik pengukuran yang berbeda pada tiap situ, yaitu 377 titik di Situ Cilala, 1032 titik di Situ Gede, dan 107 titik di Situ Salabenda. Situ Cilala memiliki luas perairan terbesar (108.697,56 m²) dengan kedalaman maksimum ±5 meter, terutama pada bagian utara dan tengah situ. Situ Gede, dengan luas 59.222,20 m², memiliki kedalaman maksimum ±2 meter yang terkonsentrasi di bagian tengah. Kedangkalan pada bagian selatan (kurang dari 1 meter). Sementara itu, Situ Salabenda memiliki luas terkecil (32.291,00 m²) dengan kedalaman maksimum ±4 meter di tengah danau. Secara umum, pola kedalaman ketiga situ memperlihatkan bahwa zona terdalam cenderung berada di tengah atau utara perairan, sedangkan zona dangkal berada di bagian selatan

    Kualitas Air Media Budidaya Nila (Oreochromis niloticus): Efek Pakan Bersinbiotik EM4 dan Tepung Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)

    Get PDF
    Peningkatan produksi Oreochromis niloticus dalam sistem budidaya intensif sering terhambat oleh penurunan kualitas air akibat akumulasi limbah organik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pakan bersinbiotik, kombinasi Probiotik EM4 dan Prebiotik tepung ubi jalar (Ipomoea batatas L.), dalam memitigasi senyawa nitrogen toksik dan memperbaiki ekosistem perairan. Penelitian eksperimental dengan pendekatan deskriptif selama 30 hari, ini membandingkan tiga perlakuan: Kontrol (tanpa sinbiotik), Dosis A (Probiotik 1% + Prebiotik 2%), dan Dosis B (Probiotik 2% + Prebiotik 1,5%). Parameter yang diukur meliputi amonia, nitrit, nitrat, dan komposisi plankton. Hasil menunjukkan perlakuan sinbiotik secara signifikan menjaga kualitas air. Perlakuan Kontrol mengalami akumulasi nitrit sangat tinggi, mencapai 35,67 mg/L, yang berakibat pada mortalitas. Sebaliknya, Dosis A dan B berhasil mengendalikan kadar amonia dan nitrit, menunjukkan peningkatan efisiensi siklus nitrifikasi. Dosis A (1% Probiotik, 2% Prebiotik) terbukti paling optimal, memicu pertumbuhan masif plankton (biofilter alami) dengan kelimpahan tertinggi (4,97 x 106 ind/mL) di akhir penelitian. Simpulan, pemberian pakan bersinbiotik, khususnya Dosis A, merupakan strategi manajemen kualitas air yang efektif dalam menciptakan lingkungan budidaya yang seimbang

    Studi Penilaian Kerentanan Elevasi dan Kemiringan Pesisir Pulau Biak Terhadap Kenaikan Muka Air Laut

    Get PDF
    Penilaian kerentanan wilayah pesisir terhadap kenaikan permukaan laut merupakan salah satu aspek penting dalam menilai dampak perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan secara spasial tingkat kerentanan elevasi dan kemiringan wilayah pesisir Pulau Biak (Kabupaten Biak Numfor) terhadap ancaman kenaikan permukaan laut. Area studi dibatasi hingga 500 m dari garis pantai ke arah daratan (383 grid cells). Kami menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) dari DEM-Nasional (DEMNAS) yang diproduksi oleh Badan Informasi Geospatial, Indonesia untuk menentukan kerentanan elevasi dan kemiringan pesisir. Perangkat lunak ArcMap 10.8.1 digunakan untuk pengolahan data DEM dan analisis spasial kerentanan pesisir. Hasil studi menunjukkan distribusi spasial tingkat kerentanan pesisir yang berbeda antara variabel elevasi dan kemiringan pesisir. Tingkat kerentanan berdasarkan variabel elevasi pesisir antara lain kategori risiko sangat rendah 52,52% (127,08 km), kategori risiko rendah 20,96% (50,71 km), kategori sedang 17,21% (41,63 km), kategori risiko tinggi 6,71% (12,22 km) dan kategori risiko sangat tinggi 2,62% (6,33 km). Adapun variabel kemiringan pesisir menghasilkan tingkat kerentanan risiko sangat rendah 26,11% (63,19 km), risiko rendah 33,96% (82,19 km), risiko sedang 20,04% (48,49 km), risiko tinggi 18,37% (44,46 km) dan risiko sangat tinggi 1,51% (3,66 km). Variabel kemiringan pesisir memberikan tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan elevasi pesisir. Namun, kedua variabel tersebut secara bersama memberikan tingkat kerentanan yang tinggi untuk wilayah pesisir Distrik Biak Kota dan tingkat kerentanan yang rendah untuk wilayah pesisir Distrik Yendidori dan Bondifua

    KAJIAN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN LAHAN TEMPAT PEMAKAMAN UMUM DI DISTRIK SARMI, KABUPATEN SARMI

    Get PDF
    The availability and need for land for Public Cemeteries (TPU) is becoming an i ncreasingly urgent issue,especially in areas experiencing population growth such as Sarmi District, Sarmi Regency. This study aims toevaluate the current availability of TPU land, plan land use patterns in accordance with the Regional SpatialPlan (RTRW), and analyze local government involvement in TPU management. The research approach used isdescriptive quantitative by utilizing primary and secondary data. Data collection techniques included fieldobservations, interviews and analysis of policy documents. Data analysis was conducted using the GeographicInformation System (GIS) method to identify alternative locations for new cemeteries and the geometricformula to project land requirements. The results show that TPU Mararena still has a land capacity of 1,434m², while TPU Sarmi Kota has exhausted its capacity with a total area of 14,051 m². Projections of landrequirements show the need for a new location with an area of around 10,000 m² to meet the needs of thecemetery in the long term. The new site needs to be designed based on spatial criteria, such as accessibility,integration of green spaces, and sustainability of management. This research emphasizes the importance ofcross-sectoral coordination between local governments, communities and customary institutions to createmore effective and environmentally friendly TPU management. New TPUs that support ecological, social, andaesthetic functions can be a sustainable solution to overcome the limitations of cemetery land in the future

    The The Effect Of Regional Original Revenue, General Allocation Funds, And Special Allocation Funds On Regional Expenditure In Regencies/Cities Of Central Java 2017-2020

    No full text
    This study aims to evaluate the extent to which Local Own Revenue (PAD), General Allocation Funds (DAU), and Special Allocation Funds (DAK) affect regional spending in regencies/cities in Central Java Province during the period from 2017 to 2020. The data used is sourced from secondary data obtained through publications from the Directorate General of Financial Equalization and the Central Bureau of Statistics during that period. The variables analyzed include PAD, DAU, DAK, and regional spending. This study uses panel data analyzed with multiple linear regression. Based on the analysis results, the most suitable model in this research is the Common Effect Model (CEM). The findings indicate that PAD and DAU have a significant impact on regional spending, while DAK does not show a significant effect. Collectively, the three variables (PAD, DAU, and DAK) have been proven to have a significant effect on local government spending in the regencies/cities of Central Java from 2017 to 2020. Keywords: Regional Original Revenue, General Allocation Fund, Special Allocation Fund, regional spending   &nbsp

    Dinamika Kepemimpinan Birokrasi untuk Efektivitas Pelayanan pada RSUD Er Dabi Kabupaten Yalimo

    Get PDF
    This study aims to analyze the influence of local bureaucratic leadership on the effectiveness of health services at Er Dabi Regional Hospital in Yalimo Regency and to identify supporting and inhibiting factors for health services in this remote area, including the implications of regional health decentralization policies. The urgency of this research is to improve the quality of health services in Yalimo, which remain constrained by bureaucracy, medical staff, and infrastructure. Using a qualitative case study design approach, data were collected through in-depth interviews with health bureaucratic officials, hospital leaders, medical personnel, and patients and their families; participant observation at Er Dabi Regional Hospital; and analysis of health policy documents and hospital performance reports. Informants were selected using purposive sampling to ensure a diversity of perspectives, and data were analyzed thematically to uncover patterns, themes, and relationships between factors. The results indicate that the formal bureaucratic structure remains rigid and hierarchical, hindering adaptive decision-making and responsive resource distribution; transformational leadership styles are suboptimal due to a lack of intensive training, resulting in often-resistance-based initiatives; cross-sector coordination and good governance principles such as transparency, accountability, and public participation are also inadequate; and limited medical personnel, diagnostic facilities, and infrastructure create bottlenecks in the service process, resulting in low patient satisfaction and delayed treatment. The conclusion states the need for a transformation toward a participatory and innovative leadership model supported by a hybrid bureaucratic structure that combines operational flexibility and local cultural inclusion. Recommendations include implementing an adaptive managerial capacity building program, transformational leadership workshops, digitizing services through SIMRS and telemedicine, strengthening collaborative governance through cross-sector forums and public-private partnerships, and implementing a real-time monitoring system for drug procurement and ongoing performance evaluation to improve access, quality, and sustainability of health services in Yalimo Regency

    IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DPRD DALAM MEWUJUDKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN YAHUKIMO

    Get PDF
    This study aims to analyze the implementation of the supervisory function of the Regional People\u27s Representative Council (DPRD) in the government of Yahukimo Regency, as well as the supporting and inhibiting factors. The urgency of this research lies in the importance of strengthening the supervisory function of the Regional Representative Council so that accountability and transparency in regional administration can be better guaranteed. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The data collection techniques used are interviews, observation, literature study, and documentation. Informants are selected purposively. Data analysis includes the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The implementation of the supervisory function of the DPRD in Yahukimo Regency is analyzed using Edwards III\u27s theoretical framework, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results of the study indicate that internal communication within the DPRD is well established, but obstacles arise when dealing with local governments that lack transparency, thereby slowing down access to information and reducing the effectiveness of oversight. In terms of resources, the limited number of members and supporting facilities, as well as the lack of budget, pose challenges in overseeing a vast area. Although the DPRD demonstrates a positive disposition and high commitment in performing its duties, the lack of support and budget from the local government often hinders the continuity of oversight. In terms of bureaucratic structure, clear task distribution and the use of standard operating procedures (SOPs) enhance oversight efficiency. Supporting factors, such as the competence of DPRD members and community participation, play a crucial role in oversight effectiveness. However, these are hindered by limitations in human resources, budget constraints, lack of transparency, weak coordination, and political interests that undermine the objectivity of oversight

    POTENSI EKSTRAK KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI BAHAN BAKU BODY LOTION ANTIOKSIDAN

    Get PDF
    Matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tanaman khas dari Papua yang memiliki potensi sebagai antioksidan karena kandungan senyawa aktifnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui zat kandungan senyawa kimia dalam  kulit buah matoa. Penelitian ini diawali dengan maserasi kulit buah matoa selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian KLT, skrining fitokimia serta pembuatan sediaan body lotion. Pada sediaan dilakukan beberapa pengujian karakteristik yang meliputi: uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH terhadap mutu kimianya. Hasil ekstraksi kulit buah matoa adalah ekstrak kental dengan persen rendemen sebesar 17,03%, memiliki aroma khas kulit buah matoa dan berwarna merah keunguan. Hasil KLT menggunakan eluen n-heksan : aseton dengan perbandingan 7:3 menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa fitokimia yaitu flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid/steroid. Pada skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah matoa memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Sediaan body lotion yang dihasilkan homogen, pH 6-7, memiliki daya sebar yang baik yaitu 5-6 cm serta memiliki viskositas 2080-4570 cP. Hasil dari pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa formulasi terbaik didapatkan pada F3 dengan penambahan ekstrak sebesar 4,2 g yang memiliki aktivitas antioksidan sebesar 95,28% dan nilai IC50 sebesar 88,96 ppm. Nilai IC50 ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sediaan body lotion ekstrak kulit buah matoa termasuk dalam kategori kuat. &nbsp

    2,440

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EJurnal UNCEN (Universitas Cenderawasih)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇