Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
PENGUKURAN DAN PENINGKATAN TINGKAT PELAYANAN JALUR PEJALAN KAKI DI JALAN BRAGA KOTA BANDUNG
Ketersediaan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman salah satu dasar penting dalam keberlanjutan perkotaan. Jalan Braga merupakan kawasan cagar budaya dan pariwisata dengan aktivitas utama perdagangan dan jasa. Pada hari biasa, persepsi terhadap jalur pejalan kaki di Braga tergolong baik dari segi fasilitas. Akan tetapi, di hari libur, jumlah pejalan kaki menjadi sangat padat yang menyebabkan terganggunya sirkulasi dan kenyamanan berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pelayanan jalur pejalan kaki Braga saat padat serta merumuskan upaya peningkatan pelayanan yang paling sesuai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis mengacu pada Highway Capacity Manual (HCM) 2022. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalur pejalan kaki Braga saat ramai mencapai tingkat terendah yaitu tingkat F. Dengan menguji berbagai skenario, hanya pedestrianisasi yang mampu meningkatkan tingkat pelayanan menjadi D yaitu kondisi berjalan yang nyaman dengan kecepatan normal.
Perlindungan Hukum dan Pemulihan Hak (Remedial Actions) Penyandang Disabilitas sebagai Korban Kekerasan Seksual
Objective: This study aims to analyze the reasons underlying the necessity of legal protection and the restoration of rights for persons with disabilities as victims of sexual violence, as well as to examine the social factors that constitute barriers within society for persons with disabilities who become victims of sexual violence.Methodology/Approach/Design: This research adopts a socio-legal approach, utilizing both primary and secondary data sources, which are subsequently analyzed using a prescriptive method.Results and Discussion: The findings indicate that although Law No. 4 of 1997 concerning Persons with Disabilities has been replaced by Law No. 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities, social and cultural barriers continue to be faced by persons with disabilities. Obstacles to legal protection persist due to the lack of optimal support from the justice system and the absence of specialized training for law enforcement officials on how to appropriately treat persons with disabilities as seekers of justice. This situation contributes to social bias and doubts regarding their credibility, resulting in many cases of sexual violence against persons with disabilities failing to achieve justice.Practical Implications: This study provides recommendations for law enforcement officials in delivering inclusive protection services, case handling, and referral mechanisms for persons with disabilities who are victims of sexual violence
Perlindungan Hukum Objek Dalam Karya Cipta Potret Yang Diunggah Tanpa Izin Sebagai Aset Digital Non Fungible Token (NFT)
Penelitian pada artikel ini yaitu akan membahas terkait Bagaimana ketentuan hukum terhadap objek dalam karya cipta Potret yang ada di Indonesia? Bagaimana Perlindungan Hukum Objek dalam Karya Cipta Potret yang Diunggah Tanpa Izin Sebagai Aset Digital Non-Fungible Token (NFT)? Penelitian ini merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif, serta penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena terkait pengunggahan karya cipta sebagai potret NFT tanpa izin yang melanggar hak cipta secara sistematis, faktual, dan akurat. Demikian diperlukan penegakan hukum yang lebih ketat dalam menjaga Hak Cipta di era digital dan memastikan bahwa teknologi digunakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang Hak Cipta serta penegakan hukum yang efektif menjadi kunci dalam mengatasi pelanggaran Hak Cipta dalam lingkungan digital dan memastikan bahwa kreativitas dan kekayaan intelektual dihormati dan dilindungi. Saran, Penggunaan teknologi NFT sebaiknya tetap diarahkan pada tujuan awalnya, yaitu mengapresiasi karya seni dan memberikan perlindungan hak cipta, sehingga perlu adanya kode etik dan standar yang jelas dalam penggunaannya
Studi Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Bangle (Zingiber Purpureum Roxb) terhadap Patogen Shigella Dysenteriae
Shigella dysenteriae merupakan bakteri penyebab infeksi terutama di daerah saluran pencernaan. Efek toksin yang dihasilkan menimbulkan diare yang encer dan muntah-muntah, lebih lanjut dihasilkan feses disertai nanah dan darah. Umumnya diare berdarah atau disentri dapat disembuhkan menggunakan antibiotik, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Pemanfaatan rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb), yang diketahui memiliki efek antibakteri, merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan dalam mengatasi permasalahan resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang bangle terhadap bakteri penyebab diare berdarah atau disentri Shigella dysenteriae. Metode eksperimental digunakan sebagai metode difusi cakram dengan varian konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, Ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Penelitian menunjukkan ekstrak rimpang bangle terdeteksi adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin dengan diameter zona hambat yang dihasilkan sebesar 8,8 mm (25%), 12,8 mm (50%), 13,8 mm (75%), 14,3 mm (100%), dan 25,3 mm (ciprofloxacin). Adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb) terhadap pertumbuhan Shigella dysenteriae.
Exploring the Potential of Yoga as a Complementary Therapy for Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)
Polycystic ovarian syndrome (PCOS) is an endocrine and metabolic disorder that is most commonly experienced by women. This condition can reduce the quality of life because it can affect physical, psychological, emotional, social, and financial. The first-line and safest therapy for PCOS is lifestyle changes. One of them is doing physical activity. Yoga as one of the low-intensity physical activities has the potential as a complementary therapy for PCOS. This study implements a systematic review with qualitative analysis method. A literature search was done using the search engines PubMed, Science Direct, and Proquest by setting inclusion criteria and exclusion criteria. Yoga is a sport that can be done by everyone because it does not require fitness and flexibility at a certain level. Some of the mechanisms of yoga as complementary therapy for PCOS are the optimization of the autonomic nervous system, regulation of the endocrine system, reduction of stress levels, and balancing of neural hormones. Previous research has shown that yoga can improve various aspects in PCOS women such as anthropometric parameters, menstrual cycle, ovarian morphology, biochemical markers, hormones, cardiovascular, and psychiatric conditions. Yoga can improve various aspects including anthropometric parameters, menstrual cycle, ovarian morphology, biochemical markers, hormones, cardiovascular, and psychiatric conditions
KAJIAN TINGKAT EFISIENSI LAYANAN TRANS SEMARANG PADA KORIDOR UTARA-SELATAN MENUJU TRANSPORTASI KOTA BERKELANJUTAN
Rute yang tumpang tindih serta kurang meratanya jangkauan pelayanan menjadi permasalahan yang dapat mengurangi minat masyarakat dalam menggunakan Trans Semarang, khususnya pada rute 3a. Permasalahan ini memerlukan kajian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi pada rute tersebut. Metode yang digunakan adalah Analisis Konektivitas, Load Factor, dan Ketersediaan yang kemudian akan di Skoring untuk menentukan tingkat efisiensi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil dari kajian ini pada aspek konektivitas bernilai 2 (efisien), load factor bernilai 1 (kurang efisien), dan ketersediaan bernilai 3 (sangat efisien). Skoring dari aspek tersebut menghasilkan nilai akhir yaitu 6 yang memperlihatkan bahwa Trans Semarang rute 3a cukup efisien, akan tetapi masih memiliki banyak jaringan jalan yang tidak sesuai dan kurang optimal. Kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk melakukan perencanaan ulang rute yang lebih efisien
PERAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN KUMUH MOJO
Program tata ulang fisik di kawasan kumuh secara masif telah dilakukan oleh Pemerintah, tetapi belum banyak menyertakan program kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Padahal peningkatan ekonomi masyarakat ini penting untuk dapat menjamin keberhasilan tata ulang fisik. Sementara itu, tanpa inisiatif kegiatan tersebut, masyarakat melakukan pemberdayaan secara mandiri dengan prinsip mempertahankan pendapatan. Hal ini penting untuk diidentifikasi, dan akan menjadikan masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan penerapan program selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya terkait pendapatan masyarakat dalam kerangka kolaborasi triple helix di kawasan kumuh Mojo di kota Surakarta. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. Sebagai hasilnya, dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat secara mandiri, pengaruh modal sosial khususnya peran beberapa intermediator independen yang dikelola oleh masyarakat, sangat dominan mempengaruhi kebertahanan dalam tingkat pendapatan masyarakat
KONEKTIVITAS LINTAS NEGARA SEBAGAI PILAR PENGEMBANGAN KOTA: KAJIAN PREFERENSI MODA PADA RUTE SINGKAWANG–KUCHING
Penelitian ini menyoroti peran strategis konektivitas lintas negara dalam mendukung integrasi sosial-ekonomi dan pertumbuhan kota di wilayah perbatasan, dengan studi kasus rute darat Singkawang–Kuching. Fokus utama adalah analisis preferensi moda transportasi berdasarkan faktor biaya dan waktu. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode stated preference dalam delapan skenario atribut (tarif, waktu tempuh, dan waktu akses), data dikumpulkan dari 91 responden. Analisis dilakukan menggunakan model logit binomial dan regresi linier berbasis generalized cost. Hasil menunjukkan bahwa biaya perjalanan menjadi faktor utama dalam pemilihan Bus Damri, sedangkan kenyamanan dan mobilitas lebih mempengaruhi pengguna angkutan sewa. Model memiliki koefisien determinasi R² sebesar 0,652, yang mengindikasikan bahwa 65,2% variasi dalam pemilihan moda dapat dijelaskan oleh perbandingan biaya total. Temuan ini menegaskan pentingnya menyediakan transportasi lintas batas yang efisien dan terjangkau untuk mendukung daya saing kota perbatasan seperti Singkawang. Studi ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan transportasi berbasis data, pengembangan infrastruktur seperti terminal internasional, serta penguatan konektivitas sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan perbatasan dalam konteks integrasi regional ASEAN
Kontaminasi Kadmium (Cd) serta Analisis Risiko Kesehatan Manusia melalui Konsumsi Kerang Tahu (Meretrix spp.) di Pesisir Bangkalan
Venus clams are a fishery commodity on the coast of Bangkalan and a source of animal protein for the local people. However, the accumulation of cadmium in these clams could pose a health risk to humans through consumption. Therefore, this study aims to assess the level of cadmium contamination in the environment and analyze the health risks of consuming venus clams on the coast of Bangkalan. Seawater, sediment, and venus clamps samples were taken at two stations (Bancaran and Sambilangan) in the coastal area of Bangkalan, then analyzed for cadmium (Cd) content using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The analysis results showed that cadmium in seawater at Bancaran Station (0.003 mg/L) and Sambilangan Station (0.008 mg/L) had exceeded the quality standard threshold. Conversely, the cadmium content in sediment and venus clams at both stations was still below the threshold. Based on Target Hazard Quotients (THQ) and Estimated Weekly Intakes (EWI), consumption of tofu clams from both stations did not pose a health risk. Kerang tahu banyak dimanfaatkan sebagai komoditas perikanan di pesisir Bangkalan dan menjadi salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat setempat. Namun, akumulasi kadmium dalam kerang tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia melalui konsumsi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat cemaran kadmium pada lingkungan serta menganalisis risiko kesehatan dari konsumsi kerang tahu di Pesisir Bangkalan. Pengambilan sampel air laut, sedimen dan kerang laut dilakukan di dua stasiun (Bancaran dan Sambilangan) di lingkup pesisir Bangkalan, kemudian dilakukan analisis kandungan cadmium (Cd) dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis menunjukkan kadmium pada air laut di Stasiun Bancaran (0,003 mg/L) dan Sambilangan (0,008 mg/L) telah melebihi ambang batas baku mutu. Sebaliknya kandungan kadmium di sedimen dan kerang tahu pada kedua stasiun masih dibawah ambang batas. Berdasarkan Target Hazard Quotients (THQ)dan Estiamted Weekly Intakes (EWI), konsumsi kerang tahu di kedua stasiun tidak berisiko terhadap kesehatan.
Analisis Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di UPT Puskesmas Sangatta Utara (Studi : Potong Lintang)
Background: Health service quality reflects how well services meet patient satisfaction as it affects patient trust and adherence while also demonstrating the accountability of primary health care facilities. This study aims to examine the impact of service quality on outpatient satisfaction at UPT Puskesmas Sangatta Utara.Methods: This study utilized an analytical survey with a cross-sectional design. The population included community members seeking care at the North Sangatta Health Centre. A total of 271 respondents were selected based on the Lemeshow formula, using purposive sampling as the sampling method. Data were collected through a structured questionnaire that included demographic characteristics and research variables. Data analysis was conducted using a combination of univariate, Chi-square, and multiple logistic regression methods to explore the relationships and effects among the variables.Result: The results showed that variables significantly associated with outpatient satisfaction were technical competence, facility accessibility, service effectiveness, continuity, safety, comfort, information, timeliness, and interpersonal relations (p 0.05). The most influential factor was interpersonal relations, with the highest odds ratio of 2.294 (95% CI: 1.381–3.809).Conclusion : This study demonstrated that outpatient satisfaction at the North Sangatta Health Centre was influenced by multiple service aspects, with interpersonal relations emerging as the most dominant factor. These findings emphasized the importance of improving healthcare workers’ communication and interaction with patients to enhance overall satisfaction