Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
    9349 research outputs found

    Analisis Timbal Sedimen Mangrove dan Struktur Komunitas Gastropoda di Perairan Demang Gedi, Kabupaten Purworejo

    Full text link
    Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati pesisir, termasuk komunitas makrozoobentos seperti gastropoda. Aktivitas manusia di wilayah pesisir berpotensi menyebabkan pencemaran logam berat, salah satunya timbal (Pb), yang dapat berdampak terhadap struktur komunitas organisme bentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Pb pada sedimen serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap struktur komunitas gastropoda di Kawasan Edukasi Mangrove Demang Gedi, Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel dilakukan pada enam stasiun menggunakan core sampler untuk sedimen dan kuadrat berukuran 1×1 m untuk gastropoda. Analisis kandungan Pb pada sedimen dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), sedangkan struktur komunitas gastropoda dianalisis menggunakan indeks kelimpahan, keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (D). Kandungan Pb pada sedimen berada pada kisaran 0,98–18,04 mg/kg dengan nilai rata-rata 10,86 mg/kg, dan seluruh nilai masih berada di bawah baku mutu sedimen menurut Canadian Council of Ministers of the Environment (CCME). Komunitas gastropoda terdiri atas 8 spesies dari 3 famili dan didominasi oleh Faunus ater dengan proporsi 98,38%. Nilai keanekaragaman dan keseragaman tergolong rendah, sedangkan indeks dominansi menunjukkan nilai tinggi. Analisis regresi linier menunjukkan bahwa kandungan Pb pada sedimen hanya menjelaskan 24,7% variasi kelimpahan gastropoda, sehingga pengaruh Pb terhadap struktur komunitas gastropoda tergolong relatif kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas gastropoda di kawasan penelitian lebih dipengaruhi oleh toleransi spesies dan kondisi lingkungan lainnya dibandingkan oleh kandungan timbal pada sedime

    The Effect of Laser Ablation Time On The Concentration of Gold Nanoparticle Colloids

    Full text link
    The use of gold nanoparticles is being studied more widely, including in the medical, electronics and sensor fields. Nanoparticles with high concentration and purity can be produced using the pulsed laser ablation method. This study aims to increase the concentration of gold nanoparticle colloids linearly with increasing ablation time using Nd: YAG Laser. The colloid concentration test parameters based on The concentration of AuNPs colloids with 10 minutes, 15 minutes, and 25 minutes ablation time is 5.17; 8.50; and 20.12 mg/L. It can be concluded that the longer ablation time succeeded in increasing the absorbance value and ultimately increasing the concentration of gold nanoparticle colloids. Nanoparticle colloid concentration can be further investigated using synthesis methods other than pulsed laser ablation

    Kedudukan Firma Dan CV Beserta Anggota Sekutunya Dalam Hukum Kepailitan

    Full text link
    Penelitian ini akan menjawab permasalahan tentang kedudukan Firma dan CV beserta anggota sekutunya dalam hukum kepailitan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan mendasarkan analisisnya pada perundang-undangan dan doktrin hukum yang ada. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kedudukan Sekutu Firma sebagai Penanggung dalam Firma sama dengan kedudukan Sekutu Komplementer sebagai penanggung dalam CV, adalah sebagai berikut; Sekutu Firma maupun Sekutu Komplementer berkedudukan sebagai Penanggung berdasarkan undang – undang, Sekutu Firma berdasarkan ketentuan Pasal 18 KUHD, sedang Sekutu Komplementer ditentukan dalam Pasal 19 KUHD. Sekutu Firma berkedudukan sebagai Penanggung bagi Firma sebagai Debitor, demikian juga Sekutu Komplementer sebagai Penanggung bagi CV sebagai Debitor. Sekutu Firma maupun Sekutu Komplementer bertanggung jawab sebagai Penanggung atas utang – utang Firma/CV sepenuhnya/paripasu pro rata parte/seimbang dengan inbrengnya kedalam persekutuan (Firma/CV) tersebut. Para sekutu tersebut bertanggungjawab untuk seluruhnya perikatan yang telah dilakukan. Sekutu Firma untuk Firma dan sekutu komplementer untuk CV, berdasarkan prosentase inbrengnya ke dalam Persekutuan. Sekutu Firma dan Sekutu Komplementer sebagai penanggung bagi Firma/CV, setelah memenuhi kewajibannya melunasi utang – utang Firma maupun CV, tidak berkedudukan sebagai Kreditor terhadap Firma maupun CVnya seperti halnya Penanggung berdasarkan ketentuan Pasal 1820 KUHPerdata (seperti diatur dalam Pasal 141 UU No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan PKPU). Sekutu Firma maupun Sekutu Komplementer sebagai penanggung bagi Firma/CV, tidak serta merta dapat digantikan kedudukannya oleh ahli warisnya, kecuali atas persetujuan para sekutu yang lain. Sekutu Firma maupun Sekutu Komplementer sebagai penanggung tidak mempunyai Hak Istimewa seperti halnya Penanggung yang diatur dalam Pasal 1820 KUHPerdata. Sekutu Firma maupun Sekutu Komplementer sebagai penanggung bagi Firma dan CV, dapat dimohonkan pernyataan pailit bersamaan dengan badan usahanya maupun sendiri – sendiri, karena para sekutu tersebut tidak memiliki Hak Istimewa layaknya Penanggung yang diatur dalam Pasal 1820 KUHPerdat

    Pengaturan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Pasca Merembaknya Wabah Pandemi Covid-19 di Indonesia

    No full text
    Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ Perseroan yang sangat vital. Pandemi Covid-19 mempengaruhi penyelenggaraan RUPS Perseseroan tidak terkecuali Perusahaan Terbuka (PT.Tbk). Penyelenggaraan RUPS PT.Tbk yang sebelumnya dilaksanakan secara langsung beralih secara elektronik karena adanya kebijakan physical distancing dan Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. OJK mengeluarkan POJK 15/2020 untuk mengakomdir pelaksanaan RUPS PT.Tbk secara elektronik. Sehingga perlu dikaji pengaturan RUPS PT.Tbk pasca merebaknya pandemi Covid-19. Tujuan penelitain adalah mengetahui pengaturan RUPS Perusahaan Terbuka setelah pandemi Covid-19 melanda. Metode penelitian yaitu jenis penelitian yuridis normative, spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data sekunder, analisis data kualitatif dengan metode pengumpulan studi kepustakaan. Pengaturan RUPS sebelumnya diatur dalam POJK 32/2014 yang dilaksakan secara langsung. Namun karena pandemi Covid-19 RUPS PT.Tbk dilaksanakan secara online yang diakomodir dalam POJK 15/2020. Pada dasarnya pengaturan RUPS PT.Tbk yang diatur dalam POJK 32/2014 sama dengan yang diatur dalam POJK 15/2020. Namun, POJK 32/2014 belum mengakomodir pelaksanaan RUPS secara elektronik dan mekanisme surat kuasa elektronik

    Analisis Perhitungan Kerugian Gesek Pada Pipa Tekan Pompa Pengisi Roof Tank Air Bersih Perencanaan Pembangunan Gedung Pusat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

    Full text link
    Bentuk-bentuk kerugian energi pada aliran fluida antara lain dijumpai pada aliran dalam pipa. Kerugian-kerugian tersebut diakibatkan oleh adanya gesekan dengan dinding, perubahan luas penampang, sambungan, katup-katup, belokan pipa dan kerugian-kerugian khusus lainnya. Pada belokan pipa atau lengkungan, kerugian energi aliran yang terjadi lebih besar dibandingkan dengan pipa lurus. Dengan mengetahui kehilangan atau kerugian energi dalam suatu sistem atau instalasi perpipaan yang memanfaatkan fluida mengalir sebagai media, efisiensi penggunaan energi dapat ditingkatkan sehinggga diperoleh keuntungan yang maksimal. Salah satu bagian dari instalasi perpipaan yang dapat menyebabkan kerugian-kerugian adalah belokan-belokan pipa, sambungan-sambungan dan katup-katup. Oleh sebab itu, demi meminimalisir tingkat kerugian gesek pada instalasi perpipaan, baik dalam dunia industri maupun rumahan, penulis tertarik untuk mengambil judul Analisis Perhitungan Kerugian Gesek Pada Pipa Tekan Pompa Pengisi Roof Tank Air Bersih Perencanaan Pembangunan Gedung Pusat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.Hasil pengamatan dari pelaksanaan menyebutkan bahwa dari hasil perhitungan diperoleh head kerugian total pada pipa pengisi rooftank:H = 0,046 m + 6 x 10-3 m + 4,3 x 10-5 m + 0, 0068 m + 0,20 m = 0,2588 m. Bahwa dengan diameter pipa sebesar 2 inchi/0,0508 mm dan kecepatan alirannya sebesar 1,08642 m/s, maka alirannya turbulen. Kata kunci:kerugian gesek pada pipa, pompa, instalasi pip

    Optimisasi Desain Sistem Tenaga Listrik Hybrid Menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm: Studi Kasus Pulau Adonara Nusa Tenggara Timur

    Full text link
    Transisi menuju Net Zero Emissions (NZE) menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam ratifikasi Paris Agreement 2015, upaya untuk mencapai bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 terus digalakkan. Salah satu solusi yang potensial untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah implementasi sistem tenaga listrik hybrid (HES). HES mengombinasikan berbagai sumber energi untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan, khususnya di daerah terpencil yang belum terhubung dengan jaringan listrik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain sistem tenaga listrik hybrid Diesel-Surya-Angin dengan penyimpanan energi berbasis Battery Energy Storage System (BESS) menggunakan Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA). Studi kasus dilakukan pada sistem kelistrikan di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, dengan mempertimbangkan data aktual selama satu tahun. Empat parameter utama yang dioptimasi meliputi daya array PV, daya turbin angin, jumlah unit BESS, dan daya generator diesel. Fungsi objektif dalam optimasi ini mencakup minimisasi biaya energi, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kontribusi energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOGA mampu menjadi metode yang efektif dalam menentukan konfigurasi optimal sistem tenaga listrik hybrid. Parameter terbaik yang diperoleh dalam optimasi adalah nilai crossover probability (Pc) sebesar 0,9 dan jumlah populasi (Npop) sebanyak 100. Optimasi menghasilkan tiga solusi utama berdasarkan Pareto front: (1) Solusi L dengan emisi karbon terendah (50.682,39 kgCO2) dan total biaya energi sebesar 81.248.439,76 USD, di mana sistem didominasi oleh PV-BESS dan WT dengan proporsi masing-masing 80% dan 20%; (2) Solusi C sebagai titik keseimbangan dengan proporsi energi dari PV-BESS 79%, WT 6%, dan DG 15%, menghasilkan total biaya energi 45.070.628,08 USD serta emisi karbon 214.932,59 kgCO2; (3) Solusi R dengan biaya energi terendah sebesar 26.779.712,28 USD, dengan kontribusi PV-BESS 60%, WT 1%, dan DG 39%, namun menghasilkan emisi karbon tertinggi sebesar 498.696,48 kgCO2. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa metode MOGA efektif dalam merancang sistem tenaga listrik hybrid yang optimal, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Hasil ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan energi berkelanjutan, khususnya untuk wilayah terpencil yang bergantung pada sistem energi hybrid

    Rancang Bangun Peralatan Interface Hubungan Blok Otomatis Antar Stasiun Mekanik Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) dengan Pemanfaatan Serat Optik

    Full text link
    Persinyalan merupakan aspek fasilitas operasi kereta api yang memegang peranan vital dalam menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Sebanyak 39% persinyalan mekanik beroperasi di Indonesia di tengah perkembangan teknologi terbaru. Kondisi persinyalan mekanik yang masih mengandalkan kabel tembaga sebagai saluran transmisi menjadi kontribusi terbesar dalam gangguan persinyalan yang menyebabkan andil kelambatan perjalanan kereta api. Kondisi saluran transmisi yang menurun menyebabkan hubungan blok komunikasi warta kereta api tidak sampai ke stasiun tujuan. Oleh karena itu, dengan adanya peralatan interface hubungan blok dengan memanfaatkan saluran serat optik diharapkan menjadi solusi teknis. Dengan menggunakan metode ADDIE dalam rancang bangun, peralatan interface hubungan blok otomatis ini dirancang dengan basis PLC untuk menjamin fail safe persinyalan yang mengombinasikan perangkat keras dan perangkat lunak agar dapat menjamin pengiriman warta kereta api dengan optimal dan handal. Peralatan interface hubungan blok otomatis ini mampu menghasilkan tegangan bolak-balik untuk menggerakkan kunci listrik pesawat blok antara 190–210 VAC untuk saluran A dan B serta tegangan antara 90–110 VDC untuk saluran P. Integrasi peralatan interface hubungan blok tidak mengubah pola pelayanan operasi. Kata kunci: persinyalan mekanik, hubungan blok, PL

    Penerapan Teori Lawrence Green dalam Analisis Faktor Perilaku Merokok Remaja di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

    No full text
    Latar belakang: Kecamatan Gunungpati tercatat memiliki persentase rumah tangga bebas rokok terendah di Kota Semarang, dengan Kelurahan Pakintelan sebagai wilayah terendah. Indikator PHBS pada aspek bebas rokok mengalami penurunan dari 43% pada tahun 2022 menjadi 41% pada tahun 2023, sementara di Kelurahan Pakintelan turun dari 32% menjadi 27%. Kondisi ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup tanpa rokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada April–Agustus di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Sampel berjumlah 106 remaja usia 10–21 tahun yang dipilih dengan accidental sampling berdasarkan rumus minimal sampling (sampling error 10%). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. kemudian dianalisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05).  Hasil: Sebanyak 59,4% responden merupakan remaja yang tidak merokok, sedangkan 40,6% lainnya merupakan remaja perokok. Faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan perilaku merokok yaitu usia (p=0,002), jenis kelamin (p=0,000), uang saku (p=0,023), pengetahuan tentang rokok (p=0,015), sikap terhadap rokok (p=0,000), aksesibilitas rokok (p=0,000), paparan iklan rokok (p=0,003), peran teman sebaya (p=0,000), dan peran orang tua (p=0,000). Sementara itu, variabel akses informasi mengenai bahaya rokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,393). Simpulan: Faktor usia, jenis kelamin, uang saku, pengetahuan, sikap, aksesibilitas rokok, paparan iklan, peran teman sebaya, serta peran orang tua berhubungan signifikan dengan perilaku merokok remaja. Sebaliknya, akses informasi mengenai bahaya rokok tidak memiliki keterkaitan dengan perilaku merokok pada remaja

    Toward Algorithmic Due Process: Constitutional Challenges and Human Rights Risks in Indonesia’s Digital State

    Full text link
    The digital transformation of state governance has engendered a novel form of algorithmic authority that exerts a direct influence on human rights. In Indonesia, administrative determinations derived from digital systems, such as the Computer Assisted Test for civil service recruitment, the Integrated Social Welfare Database, digital identity applications, and inter-agency data integration facilitated by the One Data Indonesia initiative, are frequently executed without transparency, correction mechanisms, or accessible legal recourse. This scenario engenders a substantial disparity between the constitutional tenet of due process and the actualities of automated public decision-making. This scholarly inquiry endeavors to articulate the notion of algorithmic due process as a unique constitutional safeguard that transcends procedural fairness, administrative due process, and digital due process. Employing normative legal methodologies in conjunction with a socio-legal perspective, this research scrutinizes the Indonesian legal framework's responsiveness to the challenges engendered by algorithmic authority. The results indicate that Indonesia is deficient in adequate normative foundations to govern algorithmic justice and safeguard fundamental rights. Consequently, the study advocates for a model of algorithmic due process predicated on the rights to explanation, correction, and legal challenge, situated within the overarching theoretical paradigm of Rule of Law 5.0. The study underscores an imperative for constitutional reform to establish definitive standards for algorithmic governance in the realm of public services

    Pendekatan Isochrone terhadap Aksesibilitas Kawasan Transit-Oriented Development (TOD) pada Pembangunan Stasiun Tenjo Baru, Kabupaten Bogor

    Full text link
    Kompleksitas transportasi di Jabodetabek mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat aksesibilitas pejalan kaki di kawasan pengembangan TOD Stasiun Tenjo Baru, Kabupaten Bogor, dengan menggunakan pendekatan isochrone berbasis waktu tempuh. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan teknik Isochrone Convex Hull melalui pemrograman Python dengan library OSMnx, GeoPandas dan NetworkX, berdasarkan data jaringan jalan dari OpenStreetMap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pejalan kaki di sekitar Stasiun Tenjo Baru belum optimal sesuai prinsip TOD. Area yang dapat dijangkau dalam waktu 10 menit berjalan kaki masih sangat terbatas, hanya mencakup sebagian kecil Podomoro City. Distribusi penggunaan lahan masih didominasi fungsi residensial (2.331 unit dalam radius 30 menit), sementara fasilitas nonresidensial seperti komersial, retail dan publik masih minim. Jaringan jalan menunjukkan karakteristik tidak homogen dengan bottleneck dan dead-end roads di luar kawasan perumahan, serta ketiadaan konektivitas ke arah utara stasiun. Analisis ini mengungkap kesenjangan antara kondisi eksisting dengan rencana pengembangan TOD, di mana capture rate stasiun berisiko rendah akibat keterbatasan aksesibilitas. Disimpulkan bahwa pengembangan TOD di Stasiun Tenjo Baru masih dalam tahap awal dengan tantangan utama pada asimetri aksesibilitas dan dominasi fungsi residensial, sehingga diperlukan intervensi perencanaan berbasis bukti spasial untuk mencapai prinsip TOD yang optimal. Kata kunci: aksesibilitas, isochrone, Transit-Oriented Development, Stasiun Tenjo Baru, walkability, perencanaan transprotas

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇