Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
Potential of Fermented Eggs For Stunting Prevention: Literature Review
Stunting is a condition of malnutrition that hampers children's physical growth due to inadequate nutritional intake. This condition impacts health, cognitive development, and increases the risk of diseases. The primary causes of stunting include insufficient nutrition, infections, food security, childcare practices, healthcare services, and sanitation. The prevalence of stunting in Indonesia reached 21.6% in 2022. The government has issued Presidential Regulation No. 72 of 2021 to accelerate stunting reduction. To explore the potential of fermented eggs as a nutritional intervention to prevent stunting, this study aims to identify the nutritional benefits of fermented eggs, assess the enhancement of nutrient bioavailability through fermentation, and evaluate the effectiveness of fermented eggs in improving children's nutritional status. This literature review gathers and analyses studies related to the nutritional impact of fermented eggs. Fermentation enhances the digestibility and bioavailability of proteins, fats, and micronutrients such as B vitamins, folate, and iron. This process breaks down complex proteins and fats into simpler, more absorbable forms. Fermented eggs present a potential solution for preventing stunting by improving digestibility and nutrient bioavailability while providing beneficial probiotics that support overall health. Given their nutritional profile, fermented eggs can serve as an effective and sustainable nutritional intervention
Kinetic Modelling of the Thermal Degradation of Bioactive Compounds During Pasteurization Process in Tomato Juice
Juice ranks among the most favored beverage products globally. Consumption of tomato juice is acknowledged as a functional food which provides advantages for several mechanisms in the body. Tomato juice is often processed using the pasteurization method to extend its shelf life and inhibit deterioration during storage and distribution. The negative aspects of the pasteurization process in tomato juice processing are the degradation of beneficial components due to increased temperatures. This research aimed at determining the kinetic characteristics of vitamin C and its antioxidant activity in tomato juices throughout the pasteurization process, including the reaction rate constant as a function of process temperature. This research examined the impact of temperature on the degradation of carotenoids, vitamin C, and the reduction of antioxidant activity in pasteurized tomato juice at temperatures ranging from 60 to 90 °C. The pasteurization process significantly decreased the concentrations of vitamin C, carotenoids, and antioxidant activity (P 0.90, and Arrhenius models could explain the changes in the rate of constant degradation in each of the bioactive compounds. Vitamin C was the most thermolabile compound in pasteurized tomato juice
Menciptakan Lingkungan Literasi di Rumah: Mengkaji Peran Ibu pada Komunitas Ibu Profesional Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ibu yang tergabung dalam Komunitas Ibu Profesional Semarang dalam menciptakan lingkungan literasi rumah Home Literacy Environment sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung serta kendala yang dihadapi. Menggunakan pendekatan fenomenologi dan analisis tematik, penelitian ini menggali pengalaman mendalam orang tua melalui wawancara semiterstruktur. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan terciptanya Home Literacy Environment. Studi ini menemukan bahwa orang tua, khususnya ibu, memiliki peran yang signifikan dalam membangun kebiasaan literasi anak melalui aktivitas seperti membaca bersama anak, menyediakan bahan bacaan, menjadi contoh dan teladan membaca bagi anak, mengajak anak berdiskusi terkait cerita yang dibaca, menciptakan rutinitas membaca, mengintegrasikan literasi dalam aktivitas sehari-hari. Faktor-faktor pendukung meliputi tingginya kesadaran literasi, ketersediaan fasilitas seperti buku dan media bacaan, serta dukungan dari komunitas. Namun, terdapat kendala yang perlu diatasi, seperti keterbatasan waktu, konsistensi dalam menerapkan kebiasaan literasi, dan gangguan akibat penggunaan gadget. Penelitian ini menekankan pentingnya kerja sama antara kedua orang tua dalam menciptakan lingkungan literasi yang mendukung pertumbuhan anak. Selain itu, komunitas juga memainkan peran strategis dalam membantu orang tua mengatasi berbagai hambatan untuk membentuk Home Literacy Environment yang optimal. Temuan ini memberikan wawasan bahwa Home Literacy Environment tidak hanya berdampak pada perkembangan akademik anak, tetapi juga memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan emosionalnya di masa depan
Integrating Project-Based Learning within Outcome-Based Education Framework: A Literature Review on Polytechnic English Language Education
This literature review discusses how integrating Project-Based Learning (PjBL) within the Outcome-Based Education (OBE) framework can enhance English teaching in polytechnic education. The review highlights that this approach increases student engagement, improves their ability to use English in real life situations, and supports the development of 21st-century skills such as teamwork and critical thinking. PjBL aligns with OBE’s focus on clear and measurable learning outcomes that meet vocational and industry needs through authentic tasks like presentations and reports. However, successful implementation requires overcoming challenges such as limited resources, insufficient teacher training, and complex assessment procedures. The paper offers suggestions including improved curriculum design, professional development for educators, enhanced learning tools, and supportive policies. With these supports, integrating PjBL into OBE can make English learning more relevant and effective for vocational students
Art for art’s sake: Oscar Wilde’s Trajectory in Victorian Literature
The production of a literary work is influenced by the elements present in its literary field. Oscar Wilde, one of the classic authors of English literature, was significantly shaped by the literary field of the Victorian Era throughout his career. This study aims to explain the reconversion strategies Wilde employed to attain legitimacy as an English literary figure. Using Pierre Bourdieu’s theoretical framework and sociological approach to literature, the research traces Wilde’s accumulation of capital, strategies, and trajectory. From his background, Wilde possessed economic, cultural, social, and symbolic capital—assets that empowered him to hold a significant role within the literary field. However, the scandal surrounding his homosexuality severely damaged his reputation at the time. Ironically, this downfall led Wilde to publish a phenomenal work that explored the concept of duality. With the widespread influence of the principle of “art for art’s sake” through the aestheticism movement, the public began to view art as something that should be appreciated purely for its beauty. This reconversion of capital ultimately enabled Wilde to gain legitimacy within the English literary field of the Victorian Era
Analisis Stabilitas Lereng pada Penambangan Terbuka Batubara di Paleo-Delta Mahakam
Kegiatan pertambangan di Kecamatan Anggana memiliki tingkat risiko yang tinggi karena wilayahnya berada di lingkungan pengendapan Delta Mahakam Purba. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemiringan tambang terbuka batubara di permukaan tua Delta Mahakam menggunakan Metode Elemen Hingga. Metodologi penelitian melibatkan metode kesetimbangan batas dan probabilitas kelongsoran. Material geologi di daerah penelitian meliputi tanah pucuk, batupasir kerikilan, batulanau, batulempung, dan batubara. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Pengujian mekanika tanah di laboratorium menunjukkan nilai kohesi material berkisar antara 10 kPa (batupasirlempungan) hingga 314 kPa (batulanau), sedangkan sudut geser dalam (φ) berkisar antara 10,48° hingga 34,8°; (2) Hasil rekomendasi penentuan geometri lereng keseluruhan dari desain rencana tambang yaitu: rekomendasi Highwall dengan tinggi lereng 63 m dan sudut lereng maksimal 29 o, FK 1,13 dan PK 4,5%; Lowwall direkomendasikan kemiringan 20o dan tinggi 17 m, FK 1,3 dan PK 4,1%; Sidewall utara direkomendasikan sudut lereng tunggal 30o dan tinggi maksimum 25 m, FK 1,21 dan PK 3,9%; Sidewall selatan dengan maksimal tinggi 21,6 m, kemiringan lereng tunggal 35 o, memiliki rekomendasi Beban diatas lereng 100 kPa dengan FK 2,6 dan PK 1,2%, sedangkan pada kondisi non circular failure (tanpa pembebanan) hasil FK 2,06 dan PK 0%, dan pada kondisi circular failure (tanpa pembebanan) hasil FK 2,92 dan PK 0%. Hasil analisis stabilitas lereng pada tambang di Anggana ini sangat dipengaruhi kondisi geologi lingkungan pengendapan sistem delta di lower delta plain yang sangat terpengaruh air laut, sehingga kemiringan lereng dan tinggi lereng masuk kategori rendah untuk sebuah rencana pit tambang terbuka
Uji Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase Isolat Bakteri Endofit Tanaman Duwet (Syzygium cumini L. Skeels) Sebagai Sumber Alternatif Antidiabetes
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang menjadi permasalahan kesehatan cukup pelik di Indonesia. Inhibitor α-glukosidase dapat diperoleh dari tanaman duwet (Syzygium cumini L. Skeels ) yang telah digunakan sejak lama secara tradisional di Indonesia sebagai obat antidiabetes. Penelitian bakteri endofit yang memiliki senyawa aktif yang sama dengan tanaman inangnya bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibisinya terhadap enzim α-glukosidase. Sebanyak 14 isolat bakteri endofit duwet diuji kemampuan inhibitor pseudo-substrat p-nitrofenil-D-α-glukopiranosida. Hasil absorbansi diuji berdasarkan pemecahan substrat produk berwarna yang dianalisis dengan teknik spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas inhibitor α-glukosidase pada seluruh isolat. Aktivitas tertinggi dihasilkan oleh isolat A21 dan A22 sebesar 69,18% dan 69,22%, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif antidiabetes
EKSTRAKSI OTOMATIS TAPAK BANGUNAN (BUILDING FOOTPRINT) PADA ORTOFOTO MENGGUNAKAN SEGMENT ANYTHING MODEL (SAM)
Kebutuhan peta dasar skala besar khususnya di Indonesia semakin meningkat seiring berkembangnya waktu. Salah satu fitur geospasial penting adalah bangunan. Penggunaan teknologi UAV mampu menghasilkan produk ortofoto resolusi tinggi yang dapat membantu pemetaan skala besar. Kumpulan data bangunan yang diturunkan dari data ortofoto dapat memberikan informasi untuk pemantauan dan perencanaan suatu daerah, khususnya di daerah yang tidak memiliki peta perencanaan rinci atau data kadaster. Pada umumnya, ekstraksi objek tapak bangunan dilakukan dengan digitasi manual. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan teknologi otomatisasi dengan deep learning memiliki keunggulan lebih baik dari sisi kinerja yang lebih singkat. Teknik deep learning yang terbaru saat ini adalah SAM (Segment Anything Model). SAM merupakan pendekatan baru yang dikembangkan oleh Meta AI untuk segmentasi yang telah dilatih pada dataset sangat besar sehingga tidak memerlukan pelatihan ulang (Kirillov et al., 2023). Penelitian ini memanfaatkan SAM untuk ekstraksi tapak bangunan khususnya wilayah Indonesia. Karakteristik bangunan yang sangat bervariasi menjadi tantangan algoritma SAM dalam mengekstraksi tapak bangunan. Selain SAM, penggunaan metode regularisasi diterapkan untuk memperbaiki bentuk bangunan hasil segmentasi yang tidak teratur dan tegas. Hasil uji akurasi precision, recall, f1-score, dan IoU secara keseluruhan menunjukkan rata-rata nilainya diatas 87 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa SAM mampu melakukan ekstraksi tapak bangunan dengan baik
PEMBUATAN MODEL 3 DIMENSI METODE MANUAL PADA GEDUNG JUANG 45 BEKASI MENGGUNAKAN INTEGRASI POINT CLOUD HASIL PENGOLAHAN DATA FOTO TERESTRIS DAN AERIAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE STRUCTURE FROM MOTION (SFM) DAN MULTI-VIEW STEREO (MVS)
Gedung Juang 45 Bekasi adalah salah satu bangunan yang sudah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 1999 pada laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini menandakan gedung tersebut memiliki nilai sejarah. Mengingat statusnya sebagai cagar budaya maka perlu dilestarikan agar nilai sejarahnya tidak hilang atau rusak dimakan waktu serta aktifitas di dalamnya. Pada kegiatan ini dilakukan pemodelan 3D Gedung Juang 45 Bekasi menggunakan integrasi data foto terestris dan foto aerial. Pengambilan data foto meliputi eksterior bangunan. Data foto selanjutnya akan dilakukan pengolahan sampai menghasilkan luaran point cloud yang merepresentasikan bangunan secara keseluruhan. Data point cloud digunakan sebagai acuan pembuatan model 3D dengan mengkombinasikan interpretasi dari data foto. Model 3D yang dibuat kemudian diuji ketelitian geometrinya menggunakan hasil ukuran langsung pada objek sebenarnya menggunakan alat ukur distometer. Tujuan dilakukan pengujian pada model 3D untuk mengetahui tingkat kedetailan dan kesesuaian model 3D dengan standar ketelitian Level of Detail (LoD) 3. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa model 3D Gedung Juang 45 Bekasi dengan LoD3. Pengujian model 3D menggunakan perhitungan Root Mean Square Error (RMSE) yang menghasilkan nilai sebesar 0,034 m dan sudah memenuhi standar LoD3 yaitu < 0,5 m serta uji t menghasilkan nilai 0,208
Scanning the Lawang Sewu for Eternal Historical 3D Documentation using Terrestrial Laser Scanner
Lawang Sewu is one of Indonesia’s iconic historical buildings, located in the city of Semarang. It currently serves as a museum and historical tourist attraction, holding significant historical and economic value. The preservation of such heritage structures requires meticulous documentation and structural integrity assessment. A crucial aspect of preservation is comprehensive 3D recording to ensure authenticity and conservation efforts. In this study, Terrestrial Laser Scanner (TLS) technology was employed to capture highly accurate data. The data acquisition process resulted in a detailed point cloud dataset representing the position, shape, color, and texture of all visible building surfaces. The 3D documentation obtained from this process serves as an important historical record of Lawang Sewu as of 2022. The accuracy of the 3D data was validated by comparing it to direct measurement data, yielding an RMSE value of 9.5 mm, indicating high accuracy