Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Filler Abu Limbah Cangkang Kemiri Dalam Campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)
The use of environmentally friendly materials in road construction has received increasing attention, particularly in efforts to utilize waste as a value-added additive. One potential organic waste is candlenut shell ash, which contains specific chemical compounds that may affect the characteristics of asphalt mixtures. This study aims to investigate the effect of adding candlenut shell ash on the mechanical properties of Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) mixtures. The research method employed is a laboratory experiment with variations of candlenut shell ash content at 4%, 6%, 8%, and 10% of the total filler weight. Testing was conducted using the Marshall method to obtain values of stability, flow, Marshall Quotient (MQ), as well as VIM, VMA, and VFA.The Marshall test results indicate that the addition of candlenut shell ash influences the Marshall characteristics of AC-WC mixtures. At certain levels, the ash improves stability and flow values, demonstrating enhanced strength and stiffness of the mixture. However, at excessively high levels, the mixture performance declines. The optimal condition was achieved with 6% ash content, which yielded the highest stability and MQ values while meeting the 2018 Bina Marga specifications. Therefore, candlenut shell ash has the potential to be used as an additive in AC-WC mixtures, while also serving as an environmentally friendly waste management solution
EDUKASI PENGELOLAAN DAN KONSERVASI SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH WISATA DESA COKRO
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilaksanakan di Desa Cokro bertujuan untuk mendorong potensi desa menjadi kawasan wisata berbasis kelestarian lingkungan. Desa ini memiliki kekayaan alam berupa Umbul Ingas dan aliran Sungai Pusur, yang telah dimanfaatkan sebagai objek wisata, namun masih menyimpan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Pelibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan tersebut menjadi hal yang krusial melalui upaya konservasi lingkungan. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi mengenai pentingnya pengelolaan air bersih secara berkelanjutan serta teknologi pengolahan limbah dengan metode presentasi dan poster. Kegiatan ini juga disertai dengan usulan pemanfaatan limbah tersebut menjadi pupuk organik cair sebagai bentuk penguatan sistem pengolahan limbah. Selain itu, dirumuskan pula rancangan pengembangan wilayah wisata air baru pada bagian aliran Sungai Pusur yang belum dimanfaatkan, dengan menerapkan prinsip prinsip pengelolaan sumber daya air yang berwawasan lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung Desa Cokro sebagai desa wisata yang berkelanjutan.Kata kunci : Wisata, Pengelolaan, Konservasi, Air, Limbah tahu cai
Perancangan Ijen Resort Berbasis Arsitektur Organik
Peningkatan jumlah kunjungan baik wisatawan mancanegara dan lokal menjadi sinyal positif bagi perkembangan pariwisata Indonesia. Keragaman alam dan kekayaan budaya Indonesia menjadi poin daya tarik utama dalam pengembangan bisnis industri pariwisata. Potensi wisata alam dunia Kawah Ijen di Banyuwanngi mampu menarik wisatawan mancanegara dan lokal dalam jumlah yang besar. Saat ini, belum adanya akomodasi menginap yang lengkap dengan fasilitas khusus untuk mewadahi kegiatan bersantai, relaksasi di kawasan Ijen. Ijen Resort Berbasis Arsitektur Organik merupakan konsep fasilitas akomodasi penginapan di kawasan Ijen Banyuwangi sebagai fasilitas pendukung kegiatan pariwisata yang sesuai dengan aspek panduan perancangan serta penekanan desain arsitektur organik. Sasaran yang dituju adalah menyusun dan merumuskan perancangan yang mengacu pada konsep desain wellness experience, terintegrasi melalui sirkulasi antar ruang utama, penunjang serta pelayanan sebuah resort. Memanfaatkan potensi tapak secara optimal, terutama bagi unit-unit fasilitas akomodasi tersebut serta pemilihan sistem konstruksi material yang memadai
Sport Center Tipe B Kota Pekalongan dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer
Kota Pekalongan merupakan kota yang sedang berkembang di Jawa tengah yang mengalami peningkatan jumlah penduduk secara signifikan yang berpengaruh pada meningkatnya partisipasi di bidang olahraga dan berhasil mendapatkan banyak prestasi. Tah hanya itu, tingkat aktivitas gerak atau olahraga masyarakat Kota Pekalongan relatif meningkat. Namun, sayangnya potensi, minat, dan bakat masyarakat Kota Pekalongan di bidang olahraga ini tak sejalan dengan fasilitas olahraga yang ada. Dari 4 kecamatan yang ada di Kota Pekalongan, kelengkapan fasilitas olahraga belum dapat dikatakan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Kebutuhan akan fasilitas olahraga ini perlu di akomodasi dengan pembangunan sport center untuk menjawab permasalahan kebutuhan kuantitas serta kualitas wadah berolahraga masyarakat Kota Pekalongan. Kompleksitas bangunan sport center perlu diperhatikan agar mampu beroperasi dengan baik secara fungsionalitas sesrta mampu meningkatkan minat serta potensi olahraga masyarakat. Maka dari itu, perancangan Sport Center Tipe B Kota Pekalongan dirancang dan direncanakan menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer, dimana dengan pendekatan ini mampu memberikan rancangan yang lebih fungsional serta menarik dari segi asritektural karena prinsip wajah bangunan yag lebih ekspresif
Perancangan Stadion Pajajaran dengan Pendekatan Person Centered Mapping di Kota Bogor
Perancangan Stadion Pajajaran dengan Pendekatan Person Centered Mapping di Kota Bogor berisi pemaparan mengenai gagasan awal perancangan dari bangunan stadion dengan upaya efisiensi sirkulasi bangunan, baik sirkulasi luar dan sirkulasi dalam bangunan guna memudahkan pengguna mengakses bangunan terutama pada saat keadaan darurat di dalam stadion. Berlokasi di Jalan Pemuda, Tanah Sereal, Bogor yang merupakan tapak eksisting stadion, perancangan ini bertujuan dan sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor yang akan mengekspansi dan merevitalisasi Stadion Pajajaran. Berfokus terhadap isu keberadaan stadion dan kejadian kelam di dalam stadion menjadikan penulis mengusung untuk melakukan efisiensi sirkulasi dalam bangunan stadion. Pendekatan tersebut dibantu dengan metode analisis space syntax menggunakan aplikasi depthmapX, dimana penulis melakukan beberapa tahapan dalam melakukan penyelesaian skematik stadion. Langkah pertama yaitu melakukan uji coba analisis space syntax eksisting, kedua uji coba analisis space syntax preseden dimana penulis melakukan uji coba sebanyak 14 stadion yang berada di Indonesia dan beberapa stadion di Asia Tenggara, ketiga uji coba analisis space syntax (simulasi) integrasi spasial tapak dimana penulis mendapatkan rencana sirkulasi utama dan konfigurasi ruang tata dalam bangunan stadion. Kemudian hasil dari analisis nantinya akan dijadikan sebagai acuan atau guideline perancangan keseluruhan kawasan Stadion Pajajaran
Sebaran Nitrat dan Ammonium di Wilayah Mangrove Mojo, Kabupaten Pemalang
Wilayah Mojo terletak di pantai utara Pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Pemalang, yang merupakan daerah potensial dan memiliki kawasan mangrove strategis yang berperan penting dalam ekowisata, produksi tambak, dan keseimbangan ekosistem pesisir. Di tengah tingginya aktivitas antropogenik seperti industri, pelabuhan, pemukiman, dan pertanian yang berdampak pada peningkatan konsentrasi nutrien, penelitian ini penting untuk dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi konsentrasi dan sebaran horizontal nitrat dan ammonium sebagai indikator kualitas perairan. Sampel diambil dari 14 stasiun yang mewakili empat daerah yaitu laut, pantai, sungai, dan laguna. Nitrat dianalisa dengan metode reduksi cadmium (SNI 6989.79:2011) menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 543 nm. Analisa ammonium dengan metode oksidasi (SNI 06-6989.30-2005) menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 640 nm. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi tertinggi berada pada daerah sungai yaitu nitrat dengan kisaran nilai antara 0,355–1,608 mg/L dan ammonium dengan kisaran nilai antara 0,029–0,056 mg/L, dan secara perlahan mengalami penurunan ke arah laut mengikuti pola arus. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan dalam penentuan strategi pengelolaan perairan yang efektif dan berkelanjutan guna mengantisipasi gangguan pada kualitas perairan, menjaga kelestarian ekosistem mangrove dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir
Eksistensi Tokoh Maya dalam Film Cross The Line Karya Razka Robby Ertanto (Feminis Eksistensialisme Simone De Beauvoir)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya bentuk ketertindasan perempuan dan perlawanan yang dilakukan dalam film Cross The Line Razka Robby Ertanto. Teori yang dipakai adalah struktur naratif film oleh Himawan Pratista, serta feminis eksistensialisme oleh Simone de Beauvoir. Teori struktur naratif film digunakan untuk membantu proses pemahaman akan keseluruhan cerita sedangkan teori feminisme eksistensialis fokus mengupas bagaimana perempuan mampu menunjukkan eksistensinya dalam film Cross The Line. Pendekataan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek film Cross The Line. Teknik pengumpulan data dengan cara simak-catat bagian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan penyajian hasil analisis data menggunakan deskriptif naratif disertai dengan gambar adegan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada representasi ketertindasan perempuan dan perjuangan untuk menunjukkan eksistensi diri yang digambarkan melalui tokoh Maya. Ketertindasan yang ditunjukkan berupa stereotip tentang perempuan lemah, perempuan emosional, objek pemuas, peliyanan, dan diliyankan. Kekerasan berupa fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Adapun perlawanan yang dilakukan tokoh Maya untuk menunjukkan eksistensinya yaitu melawan dengan bekerja, menjadi mandiri, mampu berperan dalam ranah publik, menolak internalisasi liyan, menjadi diri, menjadi subjek aktif, dan transedensi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya bentuk ketertindasan perempuan dan perlawanan yang dilakukan dalam film Cross The Line Razka Robby Ertanto. Teori yang dipakai adalah struktur naratif film oleh Himawan Pratista, serta feminis eksistensialisme oleh Simone de Beauvoir. Teori struktur naratif film digunakan untuk membantu proses pemahaman akan keseluruhan cerita sedangkan teori feminisme eksistensialis fokus mengupas bagaimana perempuan mampu menunjukkan eksistensinya dalam film Cross The Line. Pendekataan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek film Cross The Line. Teknik pengumpulan data dengan cara simak-catat bagian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan penyajian hasil analisis data menggunakan deskriptif naratif disertai dengan gambar adegan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada representasi ketertindasan perempuan dan perjuangan untuk menunjukkan eksistensi diri yang digambarkan melalui tokoh Maya. Ketertindasan yang ditunjukkan berupa stereotip tentang perempuan lemah, emosional, dan objek pemuas, serta kekerasan berupa fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Adapun perlawanan yang dilakukan tokoh Maya untuk menunjukkan eksistensinya yaitu melawan dengan bekerja, menjadi mandiri, mampu berperan dalam ranah publik, dan menolak internalisasi liyan
Etnoekologi Manusia dan Sampah: Pemahaman terhadap Sampah dan Pengelolaannya (Studi Kasus Pesisir Bandengan, Kabupaten Kendal)
Permasalahan lingkungan merupakan salah satu permasalahan yang tidak dapat dihindari selama manusia hidup berinteraksi dengan alam dan lingkungannya. Isu permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia salah satunya mengenai permasalahan sampah di wilayah pesisir. Wilayah pesisir seringkali menjadi tempah pembuangan sampah dari berbagai aktivitas manusia baik dari aktivitas darat maupun di kawasan pesisir itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pandangan masyarakat Kelurahan Bandengan terhadap laut; 2) Mengetahui pandangan masyarakat Kelurahan Bandengan terhadap sampah; 3) Mendeskripsikan perilaku masyarakat Kelurahan Bandengan dalam membuang sampah di laut. Fenomena permasalahan tersebut dianalisis menggunakan teori Human Ecology yang dijelaskan oleh Terry Rambo dan Teori Orientasi Nilai Budaya yang dijelaskan oleh Kluckhohn. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Bandengan memiliki kesadaran mengenai pentingnya laut dalam kehidupan mereka. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap sampah di Kelurahan Bandengan sangat beragam. Penelitian ini membuktikan bahwa pengetahuan masyarakat dan kesadaran mengenai pengelolaan sampah masih rendah terutama di wilayah RW 4 Kelurahan Bandengan
Dinamika Pengembangan Desa Wisata Rintisan Melalui Pendekatan Ekologi Politik: Studi Kasus Desa Wisata Glawan Kabupaten Semarang
Pariwisata di Indonesia, khususnya pasca-pandemi, mengalami peningkatan signifikan. Kabupaten Semarang, dengan potensi alam dan budaya, mengembangkan desawisata seperti Desa Glawan. Konsep Asset-Based Community Development (ABCD) diterapkan untukmemberdayakan masyarakat, memanfaatkan sumber dayaalam dan manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) menjelaskan dan mengidentifikasi proses awalpembentukan dan pengembangan Pokdarwis Pesona Tri Kartika dalam merintis Desa Wisata Glawan; 2) mengetahui dan mendeskripsikan tantangan yang dihadapioleh Pokdarwis Pesona Tri Kartika dalam upayapengembangan Desa Wisata Glawan; dan 3) mengetahuidan menganalisis upaya Pokdarwis Pesona Tri Kartika untuk kompromi dalam menghadapi tantangan dalampengembangan Desa Wisata Glawan dalam perspektifontologi sumber daya. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa etnografi, studi pustaka, wawancara mendalam, serta observasi partisipatif. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa diperlukan adanya ontologi sumberdaya sebagai salah satu dari konsep materialitas sumberdaya dalam teori ekologi politik, yakni pemahaman sumberdaya yang menjadi modal utama dalam pembentukan desawisata. Anggota Pokdarwis Pesona Tri Kartika belumsepenuhnya memiliki pemahaman sumber daya dan juga pengetahuan yang terintegrasi. Namun, melalui kerjasamadengan stakeolder, seperti KKN Tematik Undip, Pertaminadan Dinas Pariwisata Kota Semarang, anggota PokdarwisPesona Tri Kartika mampu memanfaatkan kesempatansebagai salah satu peluang dalam pengembangan desawisata. Kunci keberhasilannya terletak pada pemahamanterhadap sumber daya alam, sehingga dapat mempengaruhikemampuan sumber daya, dan kesadaran pentingnyainfrastruktur
PERSEPSI DAN PREFERENSI PASIEN PADA MODEL PENGOBATAN TRADISIONAL
Pengobatan tradisional berbasis tanaman obat masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam mencari kesembuhan. Meskipun layanan medis modern semakin berkembang, praktik pengobatan tradisional tetap dijadikan pilihan, terutama di Klinik KTO Sari Alam, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami model pengobatan di klinik tersebut, bagaimana persepsi dan preferensi pasien terhadap pengobatan tradisional, serta bagaimana habitus kesehatan mereka terbentuk dan dipertahankan dalam konteks sistem medis tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, dengan teknik snowball sampling untuk menentukan informan yang terdiri dari pasien, dan praktisi pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memilih pengobatan tradisional di sana memiliki penyakit kronis dan umumnya memiliki habitus yang terbentuk dari pengalaman keluarga, kepercayaan terhadap efektivitas tanaman obat, serta kebudayaan yang mereka miliki. Namun, pilihan ini juga dipengaruhi oleh struktur sosial, seperti ekonomi, regulasi kesehatan, dan pengaruh komunitas. Pilihan ini juga dipengaruhi oleh struktur sosial, seperti faktor ekonomi, regulasi kesehatan, serta pengaruh komunitas yang masih mengedepankan pengobatan berbasis kearifan lokal.Kata Kunci: Obat, Tradisional, Modern, Mitis, Perseps