Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
Convention And Exhibition Center Dengan Pendekatan Ekologi Arsitektur Di Semarang
Sebagai ibu kota Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pariwisata, didukung oleh peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya serta beragam atraksi wisata yang menarik. Kota ini juga kerap menjadi tuan rumah berbagai acara seni dan budaya berskala nasional maupun internasional. Namun, keterbatasan fasilitas eksibisi yang memadai menjadi kendala dalam mengakomodasi berbagai kegiatan berskala besar. Sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Semarang sebagai Great Event City dan mendukung pengembangan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), diperlukan fasilitas baru yang mampu memenuhi kebutuhan acara tersebut. Tugas akhir ini bertujuan merancang Convention & Exhibition Center di Semarang dengan pendekatan ekologi arsitektur, untuk menciptakan fasilitas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk memahami konsep desain ekologi arsitektur, studi komparatif untuk menganalisis keunggulan dan kekurangan Convention Center yang ada, serta studi standar untuk menentukan kebutuhan ruang dan fungsionalitas sesuai regulasi. Pendekatan ekologi arsitektur diterapkan melalui strategi efisiensi energi, optimalisasi pencahayaan alami, pengelolaan air hujan, dan penggunaan material ramah lingkungan. Hasil rancangan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan MICE di Kota Semarang, sekaligus menjadi simbol yang mencerminkan komitmen kota terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan fasilitas yang fungsional dan ramah lingkungan, Convention & Exhibition Center ini dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan meningkatkan daya saing Semarang di tingkat
Perancangan Shopping Mall Di Serang, Banten Dengan Pendekatan Green Wayfinding Architecture
Pertumbuhan penduduk dan kunjungan wisatawan yang pesat di Kota Serang, Banten, menimbulkan peningkatan kebutuhan terhadap fasilitas komersial yang tidak hanya memenuhi fungsi ekonomi, tetapi juga sosial dan rekreatif. Shopping mall menjadi salah satu solusi ruang publik modern yang menjawab kebutuhan tersebut. Namun, kompleksitas tata ruang dan tingginya intensitas pengunjung memunculkan tantangan dalam navigasi ruang, sehingga dibutuhkan sistem wayfinding yang efektif dan ramah pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merancang shopping mall di Kota Serang dengan pendekatan green wayfinding architecture, yang mengintegrasikan sistem navigasi intuitif dengan prinsip arsitektur tropis. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan komparatif untuk mengidentifikasi elemen wayfinding serta strategi desain ramah iklim tropis. Hasil perancangan diharapkan dapat menjadi acuan dalam menciptakan shopping mall yang efisien, nyaman, serta mampu meningkatkan pengalaman dan orientasi pengunjung melalui perpaduan elemen arsitektural, visual, dan lingkungan yang terpadu
Analisis Kelimpahan Dan Sebaran Mikroplastik Pada Perairan Dan Sedimen Di Laguna, Kabupaten Pekalongan
Mikroplastik merupakan salah satu ancaman serius bagi ekosistem perairan karena sifatnya yang sulit terurai, berukuran sangat kecil, serta berpotensi membawa bahan kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, kelimpahan, dan sebaran mikroplastik pada perairan dan sedimen di Laguna Kabupaten Pekalongan, dengan fokus pada jenis dan bentuk partikel mikroplastik yang ditemukan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, melalui pengambilan sampel di 10 stasiun untuk air dan 4 stasiun untuk sedimen. Analisis laboratorium meliputi proses filtrasi untuk memisahkan partikel kasar, pemisahan densitas menggunakan larutan NaCl dan ZnCl₂ untuk mengapungkan mikroplastik, serta observasi mikroskopis guna mengidentifikasi bentuk dan jenis mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kelimpahan mikroplastik yang signifikan, dengan nilai tertinggi pada air sebesar 51 partikel/L di Stasiun 6 dan pada sedimen sebesar 705 partikel/kg di Stasiun 10. Jenis mikroplastik yang paling dominan adalah fiber dan fragmen. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara kelimpahan mikroplastik dengan parameter oseanografi, seperti oksigen terlarut, pH, dan salinitas. Temuan ini memberikan gambaran kondisi pencemaran mikroplastik di Laguna Pekalongan dan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan lingkungan perairan yang lebih berkelanjutan
Sistem Pembumian Pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Sistem pembumian (grounding) merupakan komponen penting dalam instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Artikel ini membahas desain, implementasi dan evaluasi sistem pembumian untuk menjamin keselamatan, keandalan dan perlindungan terhadap lonjakan tegangan. Metode pembumian yang digunakan melibatkan pembumian sistem dan pembumian peralatan, dengan pengukuran resistivitas tanah untuk memastikan nilai resistansi yang memenuhi standar internasional. Hasil pengujian menunjukkan bahwa resistansi tanah berhasil diturunkan hingga 3,9 ohm, memenuhi standar IEEE Std 80. Sistem pembumian ini memberikan perlindungan optimal terhadap arus gangguan dan lonjakan tegangan, meningkatkan keamanan operasional PLTS. Kata kunci: sistem pembumian, PLTS, resistivitas tanah, proteksi arus gangguan, standar IEE
Pengaruh Teknologi Filtrasi Air terhadap Perbaikan Kualitas Air sesuai Parameter Permenkes No. 32/2017
Saat ini, krisis air bersih merupakan masalah utama di Indonesia. Hal tersebut diperparah dengan peningkatan polusi dan eksploitasi sumber daya air yang semakin marak terjadi khususnya di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan teknologi filtrasi air menggunakan media manganese sand, anthracite dan ion exchange resin dalam meningkatkan kualitas air sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 32/2017. Metode yang digunakan melibatkan pengambilan sampel air dari kolam retensi di kampus ITPLN, kemudian dilakukan proses filtrasi dengan uji parameter fisika, kimia dan mikrobiologi sebelum dan sesudah filtrasi. Hasil menunjukkan bahwa teknologi filtrasi yang diterapkan berhasil meningkatkan kualitas air secara menyeluruh di setiap parameter, terutama secara signifikan dalam mengurangi kekeruhan dari 53,3 NTU menjadi 11,76 NTU, sehingga memenuhi baku mutu nasional. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknologi filtrasi air tersebut efektif dan berpotensi untuk digunakan dalam pengelolaan air bersih di lingkungan kampus dan pada skala yang lebih luas untuk keperluan non-domestik. Kata kunci: krisis air bersih, filtrasi air, kualitas air, standar baku mutu air, kolam retensi, non-domesti
Analisis Perhitungan Struktur Cellar Pemboran pada Wellpad Proyek Penyiapan Infrastruktur PLTP Mataloko
Stabilitas dan kekuatan struktur cellar sangat penting untuk menjamin keselamatan operasional dan mencegah kegagalan struktural selama proses pengeboran panas bumi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis desain struktur cellar pemboran pada wellpad proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mataloko, dengan fokus pada daya dukung, stabilitas dan kekuatan struktur. Data laboratorium dari penyelidikan tanah digunakan untuk melakukan perhitungan struktur, yang dianalisis menggunakan perangkat lunak STAADPro. Perhitungan ini mencakup desain pelat lantai dan dinding dalam kondisi pembebanan vertikal dan lateral untuk memastikan ketahanan struktural terhadap berbagai jenis beban yang terjadi selama operasi pengeboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain cellar memiliki faktor keamanan daya dukung lebih dari 3, serta faktor keamanan terhadap guling dan geser lebih dari 2, yang berarti strukturnya cukup aman dalam menahan beban. Ketebalan pelat lantai 200 mm dengan tulangan D13-140 dan ketebalan pelat dinding 300 mm dengan tulangan D19-110 terbukti memberikan kekuatan yang memadai untuk menahan beban yang diberikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain struktur yang diusulkan memenuhi persyaratan stabilitas dan kekuatan untuk mendukung infrastruktur pengeboran panas bumi yang aman. Kata kunci: struktur cellar, panas bumi, faktor keamanan, desain struktural, STAAD.Pr
Studi Kuat Tarik dan Biodegradasi Bioplastik Pati Jagung dengan Sorbitol dan Selulosa Serabut Kelapa
Menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia dengan volume mencapai 70 juta ton. Sampah plastik konvensional, yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif ramah lingkungan seperti plastik biodegradable berbahan dasar pati dan selulosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu, perbedaan rasio selulosa dan pati terhadap waktu biodegradasi, dan kuat tarik plastik biodegradable. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama, pretreatment serabut kelapa untuk menghasilkan ukuran 50 mesh. Tahap kedua, mengekstraksi selulosa dari serabut kelapa dengan NaOH 98% dan 100 mL aquades dan tahap akhir yaitu pembuatan bioplastik. Hasil proses ektraksi dipanaskan sambil diaduk menggunakan magnetic strirer hotplate dan ditambahkan sorbitol, lalu dicetak membentuk film. Analisis yang dilakukan adalah uji kuat tarik menggunakan alat tensile system, serta uji biodegradasi yang bertujuan untuk mengetahui lama bioplastik terurai. Hasil kuat tarik terbaik didapatkan pada variabel pati 10 g, sorbitol 2,7 g dan pada suhu 65°C sebesar 48,550 N/mm2. Hasil uji kuat tarik tersebut sudah memenuhi standar SNI 7818:2014 tentang standar kuat tarik pada plastik biodegradable yaitu minimal 13,7 (N/mm2). Hasil biodegradasi terbaik didapatkan pada variabel pati 10 g, sorbitol 2,7 g dan suhu 75°C sebesar 92%. Pada hasil tersebut sesuai standard SNI 7818:2014 tentang standar biodegradasi plastik biodegradable yaitu tergradasi>60% selama 1 minggu (7 hari)
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Body Authority Pada Siswa SDN Kramas, Kota Semarang
Minimnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi di sekolah maupun di rumah menjadi salah satu alasan utama masalah kesehatan reproduksi sering diabaikan. Banyak siswa di SDN Kramas tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai pubertas, menstruasi, kebersihan organ reproduksi, atau perilaku seksual yang aman. Padahal, kesehatan reproduksi yang kurang diperhatikan dapat berpotensi memicu risiko kesehatan termasuk infeksi HIV/AIDS. Oleh karena itu, tim MBKM melakukan intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SDN Kramas tentang kesehatan reproduksi, intervensi tersebut antara lain berupa edukasi tentang Kesehatan Reproduksi dan Body Authority, serta advokasi untuk optimalisasi Program Kesehatan Reproduksi berbasis Trias UKS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah diberikan edukasi yang diukur dengan nilai pre-test dan post-test serta adanya komitmen dari pihak sekolah untuk untuk secara bertahap memperhatikan dan memenuhi panduan trias UKS yang telah dirancang dan diserahkan, sambil tetap melibatkan partisipasi aktif dari siswa, terutama dokter kecil
Relasi Makna dalam Permainan Bahasa Plesetan Humor Cak Lontong (Kajian Semantik)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna humor plesetan yang digunakan Cak Lontong ketika memandu permainan teka-teki sulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji makna yaitu tuturan dan jawaban yang digunakan Cak Lontong banyak mengandung makna konotasi. Teori yang dipakai adalah teori semantik milik Mansoer Pateda dan teori humor milik Arthur Asa Berger. Metode pemerolehan data menggunakan metode simak. Data diperoleh dengan cara melihat, disimak berulang-ulang, mentransliterasikan data ke dalam teks, dan mengklasifikasikan berdasarkan tujuan penelitian. Metode analisis data menggunakan metode agih yaitu metode analisis yang alat penentunya berasal dari bahasa yang diteliti. Metode agih kemudian terbagi lagi menjadi dua yaitu teknik dasar dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan dengan teknik ganti. Sedangkan penyajian hasil analisis data disajikan secara informal berupa analisis deskriptif kualitatif disertai gambar. Dari hasil analisis ditemukan 6 jenis relasi makna yaitu: relasi inklusi, relasi tumpang tindih, relasi keberlawanan, relasi persinggungan, relasi homonimi, dan relasi ketaksaan
Proses Rebranding pada Berawal Coffee & Dimsum: Studi Deskriptif Berawal Coffee & Dimsum Dalam Meningkatkan Brand
Industri Food and Beverage (F&B) di Indonesia menjadi sektor bisnis yang berkembang, salah satunya bisnis cafe dan kedai kopi yang semakin marak membuat Berawal Coffee & Dimsum melakukan strategi rebranding untuk meningkatkan penjualan dan brand awareness. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses repositioning, renaming, redesigning, dan relaunching Berawal Coffee & Dimsum. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Berawal Coffee & Dimsum melakukan keempat proses rebranding yaitu repositioning, perubahan kosep menjadi coffee shop dengan spesialisasi dimsum, memperluas target market, dan meningkatkan strategi marketing. Renaming, dirumah dengan menyesuaikan produk dan melakukan perubahan visual pada beberapa kebutuhan bisnis. Relaunching dengan mengenalkan brand baru kepada publik internal dan eksternal. Simpulan adalah proses rebranding yang dilakukan oleh Berawal Coffee & Dimsum berjalan baik, namun perlu mengembangkan strategi dalam mengetahui preferensi pada publik eksternal dan konsistensi pada penggunaan nama serta visual baru