Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
    9349 research outputs found

    Penerapan Sandera Pajak (Gijzeling) sebagai Instrumen Penagihan Pajak di Indonesia

    Get PDF
    This article aims to analyze the implementation of tax hostage-taking (gijzeling) as an instrument of tax collection in Indonesia. Taxes are the main source of state revenue, yet low taxpayer compliance often becomes an obstacle, leading the government to exercise its authority to enforce collection through hostage-taking. This policy has sparked controversy due to its implications for justice and law enforcement. The research questions focus on how hostage-taking is used as a coercive measure in tax debt collection and how disputes are resolved for taxpayers subjected to it. The study contributes academically to the development of tax law and practically as a reference for tax authorities and taxpayers. The method applied is normative legal research with a library approach, relying on primary and secondary legal sources, analyzed qualitatively and descriptively. The findings reveal that tax hostage-taking serves as an ultimum remedium, applicable only under specific conditions. Taxpayers may be released upon settling their tax debts and retain the right to challenge the enforcement through the District Court. Thus, tax hostage-taking functions both as a coercive compliance instrument and as a means to uphold legal certainty and justice within the taxation system

    Perancangan Semarang Zoo Dengan Pendekatan Perilaku Satwa

    Get PDF
    Semarang Zoo merupakan salah satu taman satwa yang memiliki potensi dalam konservasi dan sarana edukasi dan rekreasi di Kota Semarang. Namun, Semarang Zoo masih memiliki tantangan dalam menciptakan habitat dan lingkungan yang sesuai untuk satwa yang dapat mendukung perilaku alami mereka karena perilaku alami satwa merupakan salah satu aspek penting bagi kesejahteraan satwa dan pengalaman pengunjung. Perancangan Semarang Zoo ini menerapkan pendekatan perilaku satwa agar dapat menciptakan habitat dan lingkungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan alami satwa sehingga satwa yang berada dalam Semarang Zoo merasa nyaman dan tidak terancam. Perancangan Semarang Zoo dilakukan dengan mengobservasi dan menganalisis perilaku satwa, studi literatur mengenai desain taman satwa, dan melakukan studi preseden sehingga data yang diperoleh dapat diterapkan pada desain guna meningkatkan kenyamanan dan kesehatan satwa. Terdapat dua zona kawasan pada Semarang Zoo, yaitu zona rekreasi dan zona konservasi dimana zona rekreasi merupakan zona yang memperkenankan adanya pengunjung dan zona konservasi merupakan zona yang tidak memperkenankan adanya pengunjung

    A Systematic Review of High-Intensity Interval Training Protocols and Their Effects in BMI And Metabolic Biomarkers in Obese Adolescents: A Focus on Randomized Controlled Trials

    Get PDF
    Background: Adolescent obesity is a growing public health concern, associated with chronic diseases such as cardiovascular disease, type 2 diabetes, and non-alcoholic fatty liver disease. High-Intensity Interval Training (HIIT) has been identified as a potential intervention to improve weight management and metabolic health in this population.Objective: To evaluate the impact of HIIT, alone or in combination with dietary advice, on weight management and metabolic health indicators, including Body Mass Index (BMI), fasting serum glucose levels, and metabolic biomarkers in adolescents with overweight or obesity.Methods: This systematic review included randomized controlled trials (RCTs) focusing on adolescents aged 16 to 19 with a BMI of 23 kg/m² or above. Studies were selected based on predefined criteria, excluding cross-over trials and quasi-randomized studies. Primary outcomes were changes in BMI, fasting serum glucose, and metabolic biomarkers. Secondary outcomes included measures of insulin resistance. The GRADE methodology was used to appraise the certainty of evidence.Results: Five RCTs were included, demonstrating that HIIT, especially when combined with dietary advice, significantly improves insulin sensitivity, reduces waist circumference, and enhances cardiometabolic health. The interventions varied in duration and intensity but consistently showed positive outcomes in physical fitness, metabolic biomarkers, and body composition.Conclusion: HIIT, particularly when integrated with dietary advice, offers a promising strategy for managing obesity and improving metabolic health among adolescents. This review supports the adoption of multidisciplinary approaches in clinical practice, aiming to enhance the overall health outcomes of adolescents with overweight or obesity

    Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Kabupaten Tegal Tahun 2023 - 2024

    No full text
    Latar belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang telah menjadi perhatian utama selama beberapa dekade Infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis ditemukan di hampir seluruh belahan dunia, terutama di Asia Tenggara, Afrika, dan Pasifik Barat. Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban tuberkulosis tertinggi, menyumbang 8,4% dari total kasus global pada tahun 2019. Salah satu wilayah dengan beban tinggi tersebut adalah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hingga tahun 2024, peningkatan jumlah kasus TB masih terus teridentifikasi di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola persebaran TB dan faktor-faktor risikonya Metode: Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan pendekatan observasional analitik. Data agregat yang digunakan meliputi kasus TB tahun 2023-2024, ketinggian wilayah, kepadatan penduduk, dan kasus malnutrisi di 18 kecamatan. Data diperoleh dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal. Analisis spasial deskriptif dilakukan menggunakan ArcGIS, sedangkan autokorelasi spasial dianalisis menggunakan GeoDa melalui Bivariate Moran's / dan Local Indicators of Spatial Association (LISA). Hasil: Ditemukan autokorelasi spasial antara kasus TB dengan kepadatan penduduk, ketinggian wilayah, dan malnutrisi pada tahun 2023 dan 2024. Kecamatan dengan kepadatan penduduk dan malnutrisi tinggi cenderung memiliki angka TB lebih tinggi. Namun, hubungan antara TB dan ketinggian wilayah berbeda setiap tahun. Pada 2023, kasus TB lebih tinggi di daerah dataran tinggi, sementara pada 2024 lebih banyak ditemukan di dataran rendah. Simpulan: Terdapat autokorelasi spasial antara kejadian TB dengan kepadatan penduduk, ketinggian wilayah, dan malnutrisi di Kabupaten Tegal. Kata kunci: tuberkulosis kepadatan penduduk; ketinggian wilayah, malnutris

    HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWANEGARA 1 KABUPATEN BANJARNEGARA

    No full text
    AMBAR FAHANIKAHUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWANEGARA 1 KABUPATEN BANJARNEGARAxiv + 121 halaman + 22 tabel + 8 gambar + 6 lampiran Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit di Kabupaten Banjarnegara yang jumlah kasus tiap tahunnya mengalami trend (fluktuatif/naik turunPuskesmas Purwanegara 1 adalah salah satu Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara  dengan kasus DBD terbanyak pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan perilaku 3M Plus dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Purwanegara 1. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain case control. Populasi kasus dalam penelitian ini yaitu seluruh penderita DBD yang tercatat di Puskemas Purwanegara 1 pada tahun 2024 berjumlah 102 orang dan populasi kontrol dalam penelitian ini adalah seluruh warga yang tidak tercatat sebagai penderita DBD pada tahun 2024. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 42 sampel kasus dan 42 sampel kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dan uji chi-square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara kelembaban (p value = 0,009) dan kebiasaan menggunakan obat nyamuk (p value= 0,017) dengan kejadian DBD. Tidak terdapat hubungan antara suhu (p value=1,000), container index (p=value 0,328), kebiasaan menguras (p= value 1,000), kebiasaan menutup (p=value 0,350) dan kebiasaan menyingkirkan barang bekas (p= value 1,000) dengan Kejadian DBD. Simpulan : Dari 7 variabel yang diteliti, terdapat 2 variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian DBD, yaitu variabel kelembaban dan kebiasaan menggunakan obat nyamuk. Namun, tidak ada hubungan antara suhu, container index, kebiasaan menguras, kebiasaan menutup dan kebiasaan menyingkirkan barang bekas dengan kejadian DBD. Kata Kunci      : DBD, 3M Plus, Lingkungan, Aedes aegyptiKepustakaan   :  47, (1987-2020) 

    Pemberdayaan Keluarga Melalui Edukasi Multidisipliner sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan untuk Mencegah Stunting di Kelurahan Bandarharjo

    Get PDF
    Stunting masih menjadi permasalahan serius di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.  Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan pemahaman keluarga, kader posyandu, serta masyarakat terkait pola asuh, gizi, dan implementasi regulasi pemerintah dalam pencegahan stunting. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis pendekatan multidisipliner yang melibatkan bidang psikologi, hukum, pemerintahan, dan gizi. Tujuan program tersebut adalah memberdayakan keluarga dan memperkuat kapasitas kader posyandu dalam mendukung percepatan penurunan stunting sesuai dengan target kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan yaitu psikoedukasi tentang pola asuh dan kontrol diri, penyuluhan hukum mengenai Pergub No. 34 Tahun 2019 dan Perwal No. 45 Tahun 2023, sosialisasi kebijakan pemerintah tentang pengasuhan orang tua, serta edukasi gizi terkait ASI eksklusif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, simulasi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader dan ibu-ibu mengenai regulasi, langkah pencegahan stunting, serta pentingnya pola asuh dan gizi seimbang. Kader juga mulai menyusun panduan internal posyandu berbasis regulasi, sementara keluarga menunjukkan kesadaran lebih baik dalam menjaga kesehatan anak melalui praktik gizi dan perilaku higienis. Hambatan yang ditemui adalah kondusivitas tempat pelaksanaan program dan keterbatasan kehadiran sebagian kader, sehingga penyebaran pengetahuan belum merata. Secara keseluruhan, program multidisipliner ini berkontribusi dalam memperkuat peran keluarga, kader, dan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan stunting. Model intervensi ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya berkelanjutan mendukung generasi sehat dan bebas stuntingStunting masih menjadi permasalahan serius di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.  Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan pemahaman keluarga, kader posyandu, serta masyarakat terkait pola asuh, gizi, dan implementasi regulasi pemerintah dalam pencegahan stunting. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis pendekatan multidisipliner yang melibatkan bidang psikologi, hukum, pemerintahan, dan gizi. Tujuan program tersebut adalah memberdayakan keluarga dan memperkuat kapasitas kader posyandu dalam mendukung percepatan penurunan stunting sesuai dengan target kebijakan pemerintah. Metode yang digunakan yaitu psikoedukasi tentang pola asuh dan kontrol diri, penyuluhan hukum mengenai Pergub No. 34 Tahun 2019 dan Perwal No. 45 Tahun 2023, sosialisasi kebijakan pemerintah tentang pengasuhan orang tua, serta edukasi gizi terkait ASI eksklusif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui diskusi, simulasi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader dan ibu-ibu mengenai regulasi, langkah pencegahan stunting, serta pentingnya pola asuh dan gizi seimbang. Kader juga mulai menyusun panduan internal posyandu berbasis regulasi, sementara keluarga menunjukkan kesadaran lebih baik dalam menjaga kesehatan anak melalui praktik gizi dan perilaku higienis. Hambatan yang ditemui adalah kondusivitas tempat pelaksanaan program dan keterbatasan kehadiran sebagian kader, sehingga penyebaran pengetahuan belum merata. Secara keseluruhan, program multidisipliner ini berkontribusi dalam memperkuat peran keluarga, kader, dan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan stunting. Model intervensi ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya berkelanjutan mendukung generasi sehat dan bebas stuntin

    Mangrove Litterfall and Its Carbon Contribution: A Study on Coastal Carbon Reserves in Sungai Nibung Village, West Kalimantan

    Get PDF
    Mangroves play an essential ecological roles, such as providing habitats for various organisms and contributing to reducing CO2 emissions from human activities. These emissions are one of the main causes of global warming and climate change. This study aims to analyze the litter production rate and carbon content of mangrove litter in Sungai Nibung Village, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Sampling of mangrove litter was conducted for 14 days using a 1x1 m2 litter trap with a mesh size of 0.2 cm. The litter traps have been placed in 9 stations. Litter samples were collected on the 7th and 14th days, including parts of mangroves (leaves, twigs, flowers, and fruits) that naturally fell. Result of the study showed the total litter production rate ranged from 4.95 to 30.07 tons/ha/year, and the findings reveal a clear hierarchy in litter production with the composition being leaves > twigs > propagules/fruits > flowers. Leaves litter production rate is notably high, followed by twigs which represent the second-largest portion, then fruits, and flowers. Meanwhile, the total carbon content varied across sampling station, accounting for 2.30–23.59 tons/ha/year. This research provides essential baseline data for Sungai Nibung Village and highlights the potential of mangroves as significant carbon sinks. The results can be utilized for ecosystem-based coastal management and mangrove restoration aligned with regional environmental policies

    Corporate restructuring for firm performance improvement: The strategic role of digital transformation and digital human capital

    Get PDF
    Corporate restructuring strategies are critical for improving firm performance, yet the effectiveness of such efforts can vary. In today’s dynamic business environment, integrating digital transformation and digital human capital into these strategies has become increasingly important. This study aims to examine the moderating effect of digital transformation and digital human capital on the relationship between restructuring strategies and firm performance. Using cross-sectional data from 78 publicly listed companies that implemented restructuring strategies in 2023, including IPOs, warrants, and delisting actions, this study assesses their impact on firm’s performance. Results show both organizational and portfolio restructuring positively influence firm’s performance, with digital transformation serving as a critical moderator that enhance portfolio restructuring effectiveness. Financial restructuring, however, demonstrate a negative effect on firm’s performance, moderated only slightly by digital human capital, which does not independently improve performance. The findings highlight the need for alignment between digital initiatives and restructuring strategies to optimize firm outcomes

    Affordability Assessment of Community Health Centre Services in Klaten Regency

    Get PDF
    Introduction: The existence and affordability of community health centers play a crucial role in supporting the achievement of health development goals. Klaten Regency as one of the regions in Central Java Province has various geographical characteristics and population densities, which resulted in inequality in access to health. This study aimed to assess the affordability of community health center distribution in the Klaten Regency by 2025.Methods: This study was conducted descriptively. Secondary data were obtained from the Klaten Regency Health Profile 2023 for distribution by sub-district and Google Earth for geographic coordinates. Spatial analysis was conducted using Nearest Neighbor Analysis (NNA) to determine distribution patterns, and buffer analysis to assess service coverage. Results: The NNA produced a T-ratio of 1.54, indicating a dispersed distribution of community health centers. Buffer analysis with a 3,000-meter service radius showed that many residential areas remain outside the reach of existing facilities.Conclusion: The Klaten Regency Government should prioritize accessibility to health services through strategic mapping of health workers and facilities, providing incentives for staff in underserved areas, and optimizing health technology to improve service coverage

    Peran Teknologi Nanopartikel Pada Budidaya, Produksi, dan Pemanfaatan Senyawa Tanaman Vanili (Vanilla planifolia)

    No full text
    Aplikasi nanoteknologi, di dunia pertanian maupun kesehatan, kini semakin marak untuk dikembangkan. Vanilla planifolia atau tanaman vanili, yang merupakan penghasil senyawa vanilin, memiliki potensi pengaplikasian nanoteknologi. Peningkatan pertumbuhan tanaman dengan menggunakan teknologi nanofertilizer dan peningkatan senyawa metabolit sekunder vanilin dengan menggunakan teknologi nanoelisitor dapat memberikan hasil maksimal bagi panen tanaman vanili. Disisi lain, vanilin yang merupakan senyawa aktif pada tanaman vanili juga memiliki khasiat sebagai obat dan bahkan dapat dimanfaatkan dalam bidang kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran nanoteknologi yang memiliki potensi pengaplikasiannya pada tanaman vanili, baik pada budidaya tanaman maupun pada pemanfaatan senyawa vanilin dalam bidang kesehatan dan kecantikan. Dari hasil yang didapatkan, nanoteknologi dalam bentuk nanofertilizer memiliki potensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman vanili serta dapat membantu tanaman dalam menghadapi cekaman biotik dan abiotik yang mengganggu pertumbuhannya. Nanoteknologi juga dapat diaplikasikan pada senyawa vanilin, dimana vanilin dalam bentuk nanopartikel berperan sebagai anti-inflamasi, anti-kanker, anti-oksidan, serta berperan sebagai senyawa pengikat alami yang mendukung penyembuhan luka. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai nanoteknologi dalam bidang kesehatan serta bidang kecantikan  Applications of nanotechnology, in the agriculture and health sector, are now increasingly being developed. Vanilla planifolia or vanilla plants, which are producers of vanillin compounds, have the potential for nanotechnology applications. Increasing plant growth using nanofertilizer technology and increasing vanillin secondary metabolite compounds using nanoelicitor technology can provide maximum yield for vanilla plant. On the other hand, vanillin, which is the active compound in the vanilla plant, also has medicinal properties and can even be used in the field of beauty. This research aims to explore the role of nanotechnology that has the potential for application in vanilla plants, both in plant cultivation and in the use of vanillin compounds in the field of health and beauty. From the results obtained, nanotechnology in the form of nanofertilizer has great potential in increasing the growth of vanilla plants and can help plants in dealing with biotic and abiotic stress that interferes with their growth. Nanotechnology can also be applied to vanillin compounds, where vanillin in the form of nanoparticles acts as an anti-inflammatory, anti-cancer, anti-oxidant, and also acts as a natural binding compound that supports wound healing. This ability can be used as nanotechnology in the health and beauty fields

    8,613

    full texts

    9,349

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇