Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
Remittances, Social Change, and Rural Transformation: A Case Study of Banyusri Village, Boyolali
Rural-urban migration and remittances play a central role in shaping socio-economic restructuring in agrarian villages facing structural constraints, including Banyusri Village. Migration has emerged as an adaptive livelihood strategy in response to land scarcity, declining agricultural productivity, and persistent rural-urban income disparities, while remittances function as a critical source of household and community support. Using a qualitative case study approach based on in-depth interviews, participant observation, and document analysis, this study examines migration patterns, forms and uses of remittances, and their impacts on socio-economic transformation in Banyusri. The findings show that migration is driven by structural rural pressures and reinforced by intergenerational migrant networks that facilitate, normalize, and perpetuate mobility over time. Remittances enhance household economic resilience by supporting consumption, education, healthcare, savings, and productive investment in high-value agricultural sectors. At the community level, migrant contributions strengthen religious, cultural, and social infrastructure, reinforcing collective participation and social cohesion. At the village level, remittances stimulate economic regeneration by generating employment opportunities, circulating capital, and expanding collective assets; however, they also produce emerging inequalities through differentiated consumption patterns, the rise of “successful migrant” social strata, and potential household dependency. Overall, the study demonstrates that remittances operate not only as financial transfers but also as transformative social resources that reshape household strategies, community relations, and broader rural development pathways. By analyzing how remittances are mobilized, utilized, and socially interpreted, this research contributes to wider debates on migration, rural livelihoods, and the dynamics of rural transformation in Indonesia
Dampak Inklusi In-ovo Feeding Vitamin E dan Selenium pada Histomorfometri Bursa Embrio Itik Hibrida
Vitamin E dan selenium adalah dua nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh serta mendukung fungsi vital organ. Peran vitamin E (VE) dan selenium (Se) sebagai antioksidan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa penetasan itik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur histologi bursa fabricius embrio itik setelah inklusi in-ovo vitamin E dan selenium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu K0 (kontrol), K1 (inklusi in-ovo 0,1 mL NaCl 0,89%), K2 (inklusi in-ovo 0,1 mL VE dan Se), dan K3 (inklusi in-ovo 0,15 mL VE dan Se). Perlakuan diberikan pada saat telur tetas berumur 14 hari, inkubasi diakhiri pada hari ke-26. Pembuatan preparat bursa menggunakan metode paraffin dan pewarnaan hematoksilin eosin. Parameter yang diamati berupa jumlah dan diameter plika, jumlah dan diameter folikel, tebal epitelium, diameter lumen, tebal korteks dan medula. Data diuji dan dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata (P0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa injeksi vitamin E dan selenium secara in-ovo berpotensi mengoptimalkan perkembangan struktur histologi folikel bursa fabricius, pada gilirannya mendukung kerja sistem imun itik hibrida. Vitamin E and selenium are two important nutrients that play a role in maintaining body health and supporting vital organ function. The role of vitamin E (VE) and selenium (Se) as antioxidants can be utilized to improve duck hatchability. This study aims to analyze the histological structure of the bursa fabricius of duck embryos after in-ovo inclusion of vitamin E and selenium. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments, namely K0 (control), K1 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of 0.89% NaCl), K2 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of VE and Se), and K3 (in-ovo inclusion of 0.15 mL of VE and Se). The treatments were administered when the eggs were 14 days old; egg incubation ended on day 26. Bursa preparations were made using the paraffin method and stained with hematoxylin-eosin. The parameters observed were the number and diameter of plicae, the number and diameter of follicles, the thickness of the epithelium, the diameter of the lumen, and the thickness of the cortex and medulla. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5% (α = 0.05) and the Kruskal-Wallis test. The results showed a significant difference (P0.05). Based on the results of this study, it can be concluded that in-ovo injection of VE and Se has the potential to optimize the histological structure of the bursa fabricius follicles, which in turn supports the immune system of hybrid ducks
Potensi Energi Gelombang Laut di Indonesia: Studi Kasus Teknologi WaveForce di pantai Tanjung Siambang
Energi gelombang laut menawarkan potensi besar sebagai sumber energi terbarukan, khususnya di Indonesia dengan garis pantai lebih dari 80.000 km. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas teknologi WaveForce, konverter energi gelombang laut (Wave Energy Converter, WEC), yang dirancang untuk memanfaatkan potensi gelombang laut di Indonesia. Studi dilakukan di Tanjung Siambang, Kepulauan Riau, dengan metode pengukuran langsung untuk mengamati pola dinamika gelombang dan efisiensi sistem konversi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WaveForce mampu mengubah energi mekanik dari gelombang menjadi energi listrik, meskipun tantangan terkait efisiensi dan daya tahan masih ditemukan. Studi ini menegaskan pentingnya pengembangan teknologi dan dukungan kebijakan untuk memaksimalkan potensi energi gelombang laut
Optimasi Kinerja Mesin Diesel dengan Campuran Biodiesel dan Aluminium Oksida sebagai Nanoadditif
Biodiesel, yang berasal dari sumber daya terbarukan seperti minyak nabati dan lemak hewani, merupakan pengganti ramah lingkungan untuk diesel tradisional, terutama karena dapat terurai secara hayati dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah. Meskipun ada keuntungan-keuntungan ini, tantangan seperti efisiensi energi yang lebih rendah dan peningkatan emisi nitrogen oksida menghambat penggunaannya yang lebih luas. Studi ini mengeksplorasi bagaimana penambahan nanopartikel aluminium oksida (Al₂O₃) ke dalam campuran biodiesel mempengaruhi kinerja mesin diesel. Penelitian ini mengkaji lima kombinasi bahan bakar yang berbeda: B30 (campuran biodiesel murni), B30 dengan Al₂O₃ pada konsentrasi 30, 50, 70, dan 90 ppm. Campuran-campuran ini diuji pada berbagai beban mesin untuk menilai dampaknya terhadap torsi dan brake power. Temuan menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel Al₂O₃ secara signifikan meningkatkan kinerja mesin. Peningkatan torsi tertinggi sebesar 4,14% dan peningkatan brake power sebesar 6,22% diamati pada campuran B30+Al₂O₃ 70 ppm, terutama dalam kondisi beban tinggi. Peningkatan kinerja yang diamati dapat dikreditkan pada atomisasi yang lebih efektif, pencampuran udara-bahan bakar yang lebih baik, dan sifat katalitik dari nanopartikel, yang semuanya berkontribusi pada efisiensi pembakaran yang lebih baik. Namun, pada konsentrasi 90 ppm, terjadi penurunan kinerja yang sedikit, kemungkinan disebabkan oleh agregasi nanopartikel, yang dapat menghambat efisiensi pembakaran. Konsentrasi optimal sebesar 70 ppm memberikan hasil terbaik, menunjukkan potensinya untuk meningkatkan efisiensi biodiesel. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi stabilitas jangka panjang dispersi nanopartikel dalam biodiesel dan untuk memahami dampaknya terhadap umur mesin
Physicochemical and Antioxidant Properties of Carapa procera Seed Oil from Korhogo, Côte d’Ivoire
Vegetable oils are gaining increasing interest due to their diverse applications in the food, pharmaceutical and cosmetics sectors. Carapa procera D.C (Meliaceae) is a tree found in the forests of tropical Africa. In Côte d'Ivoire, the seed oil from this plant is especially recommended for food and skin care. This study aimed to characterize the physicochemical properties, fatty acid and antioxidant activity of C. procera seed oil extracted by traditional methods , in order to assess its potential as alternative edible oil, with possible complementary applications in personal care products. The sample oil was supplied by a local producer from Korhogo. Analytical methods for oils were employed using pharmacopoeia assays, AOAC standard methods such as moisture content, acidity, peroxide value, saponification index, iodine value, impurity level and pH. Methyl esters were derived from the oily mixtures through an esterification process and were analyzed by GC/FID and GC/MS systems. The antioxidant activity was investigated using the DPPH radical scavenging method. C. procera oil is dominated by unsaturated fatty acids (59.2%, versus 38.7% saturated fatty acids). A total of fifteen free fatty acids were identified through their methyl esters. They represent 97.9% of the total chemical composition. The three main compounds are oleic acid (49.1 %), palmitic acid (28.5%) and stearic acid (8.3%). C. procera oil showed low antioxidant activity (IC50 > 400 µg/mL) compared with vitamin C (IC50=7.99 µg/mL). Further studies will investigate the antibacterial and anti-inflammatory properties of C. procera oil to better understand its potential as a functional ingredient in food system, with additional possibilities for non-food uses
Karakterisasi Reservoir Hidrokarbon Menggunakan Analisis Seismik Multi-atribut di Lapangan Teapot Dome, Wyoming, USA
Inversi seismik merupakan metode yang umum digunakan dalam karakterisasi reservoir hidrokarbon. Namun, pendekatan ini terkadang belum cukup untuk merepresentasikan hubungan antara parameter seismik dan properti fisik batuan reservoir. Oleh karena itu, analisis seismik multi-atribut digunakan untuk meningkatkan korelasi antara kedua parameter tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi porositas menggunakan analisis multi-atribut, serta mengevaluasi kualitas reservoir berdasarkan hasil estimasi porositas pada zona F1WC dan F2WC dari Formasi Frontier di Lapangan Teapot Dome. Data penelitian mencakup log sumur dari empat sumur (48-X-28, 88-DX-3, 67-1-TpX-10, dan 64-JX-15) serta data seismik 3D post-stack. Inversi berbasis model dilakukan untuk memperoleh volume impedansi akustik, yang kemudian digunakan sebagai masukan dalam analisis multi-atribut bersama atribut seismik lainnya. Korelasi antara porositas hasil multi-atribut dengan porositas dari log mencapai 0,766 dengan estimasi porositas berkisar 15–19%. Zona F1WC mempunyai porositas tertinggi (18%) di sumur 48-X-28 berasosiasi dengan impedansi akustik rendah, sedangkan area selatan (sekitar sumur 64-JX-15) memiliki porositas lebih rendah (17%) dengan impedansi akustik tinggi. Sebaliknya, zona F2WC memberikan porositas lebih rendah (16–17%) namun lebih konsisten antar sumur dan selaras dengan pola struktur. Meskipun sumur 64-JX-15 tetap menunjukkan porositas rendah dan impedansi tinggi, zona F2WC merepresentasikan kontrol kompaksi lebih stabil serta potensi reservoir lebih baik dibandingkan F1WC
IDENTIFIKASI DAN PERBAIKAN MESIN PEMBENTUK KEJU MOZERRELLA
Kegiatan pengabdian Iptek Desa Binaan Undip (IDBU) melalui sinergisitas UMKM Kampung Susu, Pemerintah Desa dan Bumdes dilakukan untuk meningkatkan dan menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis bahan baku susu sapi perah yang melimpah di desa Banyuanyar kecamatan Ngampel kabupaten Boyolali. Tujuan kegiatan diprioritaskan pada pengembangan diversifikasi produk turunan susu akan diprioritaskan pada rancang bangun peralatan untuk pembentukan keju jenis mozzerella berbasis teknologi poros berulir ganda. Realisasi perbaikan mesin pembentuk keju masih dalam capaian identifikasi ketidaksempurnaan membentuk keju mozerella. Ada indikasi kebocoran di mesin pembentukan sehingga tekanan yang dibangkitkan oleh poros berulir tidak mencapai tekanan operasional. Identifikasi mesin pengaduk juga menunjukkan bahwa mesin mengalami kendala kaitan gear transmisi yang sering patah. Indikasi penyebab kerusakan adalah beban putar yang tinggi dan tiba-tiba/kejut. Identifikasi mesin pasteurisasi menunjukkan pengatur temperatur yang tidak stabil dan sistem pengadukan untuk pasteurisasi yang masih terbuk
PEMBENTUKAN PUSAT PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA: BANK SAMPAH ORGANIK DI DESA SIJERUK
The Tri Dharma of Higher Education includes education, research and community service. In order to fulfil these obligations, Diponegoro University is implementing a community service program in Sijeruk Village. This program aims to increase public awareness of organic waste management, which so far has not been managed well. This activity includes counselling, demonstrations and training regarding organic waste management, including the formation of a Waste Bank. Through this program, it is hoped that the community can apply the knowledge gained to overcome waste problems in their environment, thereby creating a cleaner and healthier environment. The results of this activity show that people are starting to understand the importance of good and sustainable waste management
Evaluasi Label Halal Pada Bakso Aci di Kota Garut
Kehalalan produk merupakan aspek krusial dalam industri makanan, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Penentuan kehalalan suatu produk memerlukan serangkaian pengujian dan observasi yang hasilnya harus disesuaikan dengan ketentuan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan label halal pada produk bakso aci yang beredar di Kota Garut, baik yang telah mencantumkan label maupun yang belum. Metode yang digunakan meliputi observasi melalui survei, wawancara, serta studi literatur, dengan tambahan analisis terhadap data dari database LPPOM MUI guna mengetahui status sertifikasi halal masing-masing produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 industri bakso aci yang ditemukan, sebanyak 15 sampel telah memiliki sertifikat halal, sementara 22 lainnya belum. Temuan ini mencerminkan masih adanya tantangan dalam penerapan sertifikasi halal, terutama terkait kurangnya pemahaman pelaku usaha mengenai prosedur sertifikasi dan minimnya kesadaran akan pentingnya label halal
Composite Curve Pada Teknologi Pinch
Teknologi pinch adalah teknik berdasar ilmu termodinamika yang digunakan untuk mengoptimalkan konsumsi panas pada sistem proses industri menggunakan perancangan dan optimasi jaringan penukar panas (Heat Exchanger Network/HEN). One tool utama pada pendekatan teknologi penukar panas adalah curve komposit yang memaparkan hubungan antara entalpi dan suhu aliran panas (panas/steam) dan aliran dingin (cooling). Penelitian ini membahas penerapan yang dilakukan pada aliran proses sebanyak 11 aliran proses (4 aliran panas dan 7 aliran dingin) dengan variasi ΔTmin sebanyak 10°C, 12°C, 14°C, 20°C dan 22°C. Parameter yang digunakan berupa kepanasan panas (thermal capacity), perubahan entalpi dan entalpi kumulatif pada setiap interval panas. Hasil yang didapatkan menginformasikan bahwa perurungan ΔTmin akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan panas berakibat pada biaya instalasi yang mahal. Sebaliknya, ΔTmin yang makin besar akan menurunkan efisiensi tetapi mengurangi kompleksi sistem. Dengan demikian perlu ditentukan ΔTmin yang tepat. Kata kunci: pinch technology, composite curve, ΔTmin, heat integration, energy efficiency, Heat Exchanger Networ