Universitas Diponegoro: Undip E-Journal System (UEJS) Portal
Not a member yet
9349 research outputs found
Sort by
The Effect of a Combined Gel of Black Cumin (Nigella sativa L.) and Mangosteen Peel (Garcinia mangostana L.) Extracts on Collagen Formation in the Healing of Traumatic Ulcer Wounds in Wistar Rats (Rattus norvegicus)
Ulkus traumatikus merupakan lesi jaringan lunak rongga mulut akibat rusaknya epitel karena trauma. Terapi umum menggunakan triamcinolone acetonide efektif, tetapi berisiko efek samping jangka panjang. Sebagai alternatif, tanaman herbal seperti jintan hitam dan kulit manggis yang mengandung thymoquinone dan xanthone dapat meningkatkan kolagen melalui stimulasi PDGF, TGF-β, dan EGF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel kombinasi ekstrak jintan hitam (Nigella sativa L.) dan kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap pembentukan kolagen pada penyembuhan ulkus traumatikus tikus Wistar (Rattus norvegicus). Metode Randomized Post Test Only Controlled Group Design dilakukan pada 40 ekor tikus Wistar yang terbagi menjadi 10 kelompok (K-, K+, P1, P2, dan P3) dengan 2 time series (hari ke-6 dan 12). Kolagen pada area ulkus traumatikus mukosa labial rahang bawah tikus Wistar dianalisis dari preparat dengan pewarnaan Masson’s trichrome menggunakan digital slide scanner dengan perbesaran 100x, lalu diuji statistik dengan Independent t-Test dan One-Way ANOVA. Hasil menunjukkan kelompok gel kombinasi memiliki rata-rata luas area kolagen yang lebih tinggi pada hari ke-6 dan 12 dibanding kelompok lain. Dapat disimpulkan bahwa gel kombinasi ekstrak jintan hitam dan kulit manggis berpengaruh terhadap pembentukan kolagen pada penyembuhan ulkus traumatikus tikus Wistar.A traumatic ulcer is a lesion on oral soft tissues caused by trauma. Treatment with triamcinolone acetonide is effective, although prolonged use may result in adverse effects. As an alternative, black cumin and mangosteen peel, which contain thymoquinone and xanthones, can promote collagen formation during the wound healing process. This study aims to determine the effect of a gel containing a combination of black cumin (Nigella sativa L.) and mangosteen peel (Garcinia mangostana L.) extracts on the formation of collagen in the healing of traumatic ulcers in Wistar rats (Rattus norvegicus). A randomized post test only controlled group design method was conducted using 40 Wistar rats with 2 observation times (days 6 and 12). The mice were divided into 5 groups: control groups administered with base gel (K-) and triamcinolone acetonide 0,1% (K+), treatment groups administered with 40% black cumin (P1), 15% mangosteen peel (P2), and a combination of 20% black cumin and 10% mangosteen peel extract gel (P3). Collagen was analyzed using Masson's trichrome staining, followed by statistical analysis with Independent t-Test and One-Way ANOVA. The results showed that the combination gel group had a higher average collagen area on days 6 and 12 compared to the other groups. These findings indicate that the combination gel of black cumin and mangosteen peel extracts promotes collagen formation in the healing of traumatic ulcers in Wistar rats
HUBUNGAN DEFISIENSI MIKRONUTRIEN DAN BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) DENGAN SKIZOFRENIA
Skizofrenia merupakan gangguan neuropsikiatri kronik yang ditandai oleh gangguan neuroplastisitas, salah satunya melalui penurunan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). BDNF berperan penting dalam neurogenesis, plastisitas sinaps, serta regulasi neurotransmiter dopamin dan glutamat yang berkaitan dengan gejala negatif dan gangguan kognitif pada skizofrenia. Penurunan kadar BDNF berkontribusi terhadap memburuknya fungsi otak dan respons terapi pada pasien skizofrenia.Status gizi berperan penting dalam regulasi ekspresi dan aktivitas BDNF. Defisiensi energi, protein, asam folat, vitamin B6 dan B12, asam lemak omega-3, vitamin D, serta mineral seperti zink dan zat besi dapat meningkatkan inflamasi dan stres oksidatif serta mengganggu metilasi DNA, sehingga menurunkan ekspresi BDNF. Kondisi ini menyebabkan gangguan plastisitas sinaps dan fungsi kognitif, yang pada akhirnya memperberat gejala klinis skizofrenia.Dalam kerangka diagnosis gizi, pasien skizofrenia umumnya memenuhi kriteria etiologik malnutrisi menurut GLIM, yaitu adanya penyakit kronik dengan inflamasi derajat ringan hingga sedang dan asupan zat gizi yang tidak adekuat. Bila disertai kriteria fenotipik seperti penurunan berat badan, indeks massa tubuh rendah, atau penurunan massa otot, diagnosis malnutrisi dapat ditegakkan. Menurut ASPEN, kondisi ini termasuk malnutrisi terkait penyakit kronik, sehingga intervensi gizi menjadi bagian penting dari penatalaksanaan skizofrenia sebagai terapi adjuvan untuk mendukung peningkatan BDNF dan perbaikan fungsi otak.Kata kunci: defisiensi, mikronutrien, BDNF, schizofrenia
Rapid Response to Underweight: Effectiveness of a Short-Term Community-Based Intensive Nutritional Intervention
Background: Childhood stunting and undernutrition remain critical global health challenges. While long-term interventions are common, the efficacy of short-term, community-based intensive nutritional interventions (Pos Gizi) requires further empirical evaluation.Objective: This study aimed to analyze the clinical effectiveness of a 12-day intensive nutritional package on weight and height gain among underweight children under five in Garut District, West Java, using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design.Methods: The study included 69 children (aged 10–55 months) meeting the inclusion criteria, who received supplementary feeding and intensive health education over 12 days. Anthropometric data were collected at baseline and endline using standardized instruments. Data were analyzed using the Paired t-test and Cohen’s d effect size calculation.Results: Significant improvements were observed in both weight (p < 0.001) and height (p < 0.001) post-intervention. The mean weight gain was 0.20 kg (95% CI: 0.16–0.25), and the mean height gain was 0.65 cm (95% CI: 0.42–0.88). Effect size analysis indicated a large clinical impact on weight (d = 1.01) and a medium-to-large impact on height (d = 0.68).Conclusion: Short-term intensive nutritional interventions are effective in stimulating rapid weight rehabilitation. While linear growth showed statistical improvement, this likely reflects acute physical recovery rather than permanent structural growth. This model is recommended as an initial acceleration strategy to manage undernutrition
Evaluasi Penggunaan GITET Indramayu Dengan Menggunakan ETAP 1.19.1
Pembangunan GITET 500 kV Indramayu dilakukan untuk mendukung penyaluran daya antara PLTU Indramayu dan jaringan transmisi Jawa-Bali. Dalam sistem tegangan ekstra tinggi ini, pemasangan shunt reactor berfungsi mengontrol daya reaktif serta menjaga kestabilan tegangan pada saluran transmisi jarak jauh. Kedekatan lokasi GITET dengan pusat pembangkit menuntut adanya sistem pentanahan yang mampu membatasi arus gangguan tanah secara optimal. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan Neutral Grounding Reactor (NGR) pada shunt reactor GITET 500 kV Indramayu melalui pengumpulan data teknis, peninjauan lapangan, analisis desain proteksi, serta simulasi sistem menggunakan perangkat lunak ETAP versi 1.19.1 untuk memvalidasi respon sistem terhadap gangguan satu fasa ke tanah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemilihan nilai NGR yang tepat mampu membatasi arus hubung singkat satu fasa ke tanah, mengurangi risiko overvoltage, dan meningkatkan keandalan serta keselamatan operasi jaringan transmisi 500 kV. Kata kunci: GITET Indramayu, ETAP 1.19.1, aliran daya, tegangan, sistem distribus
Studi Kasus Manajemen Perubahan Berbasis BIM 5D pada Proyek Gedung Perkantoran dengan Jenis Kontrak Rancang dan Bangun
Perubahan atau variasi dalam pekerjaan konstruksi kerap terjadi selama pelaksanaan proyek. Variasi proyek konstruksi dapat menyebabkan efek negatif maupun positif pada proyek. Pada proyek konstruksi dengan skema kontrak rancang dan bangun, perubahan besar umumnya terjadi sejak penandatanganan kontrak hingga tahap serah terima akhir. Perubahan atau variasi yang muncul dalam proyek sering kali menimbulkan dampak negatif, sehingga dibutuhkan pengelolaan perubahan yang efektif dan efisien. Studi kasus dalam penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana BIM 5D efektif digunakan sebagai perangkat lunak dalam memantau proses manajemen perubahan pada proyek pembangunan gedung perkantoran dengan jenis kontrak rancang dan bangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus yang dilakukan pada proyek Pembangunan Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat lunak Cubicost (BIM 5D) dapat mempermudah penyedia jasa dalam mengelola perubahan (Change Management). Selain itu BIM 5D bisa memperbaiki dan menemukan kesalahan aritmatik yang terjadi pada data awal yang menggunakan metode konvensional. Kata kunci: BIM 5D, manajemen perubahan, rancang dan bangun, gedung perkantoran, quantity take of
PENGARUH VARIASI SUHU PADA MICROWAVE DIGESTER UNTUK DELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah padat hasil industri kelapa sawit yang masih kurang dimanfaatkan secara optimal padahal memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku material biopolimer. Namun kandungan lignin yang besar pada struktur TKKS menjadi hambatan utama karena bersifat kompleks dan sukar terdegradasi. Oleh karena itu diperlukan proses pendahuluan (pretreatment) yang efisien untuk menguraikan lignin tanpa merusak struktur selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu terhadap kinerja proses delignifikasi TKKS menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) dengan pelarut NaOH. Proses dilakukan pada daya konstan 300 W dengan variasi suhu 80°C, 100°C, 120°C, 140°C, dan 160°C. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen padatan, komposisi kimia dengan metode Chesson-Datta, dan identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu menurunkan yield padatan dari 86,27% pada 80°C menjadi 74,37% pada 140°C sementara kandungan lignin berkurang signifikan hingga 22,63% pada 160°C. Analisis FTIR memperlihatkan penurunan intensitas pita aromatik lignin pada 1593 cm⁻¹ serta penguatan pita C-O di rentang 1100-1028 cm⁻¹ menandakan peningkatan kemurnian selulosa. Kondisi optimum dicapai pada suhu 160°C dengan efisiensi delignifikasi tertinggi dan stabilitas selulosa tetap terjaga. Hasil ini menunjukkan bahwa MAE bersuhu tinggi efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas biomassa TKKS sebagai sumber bahan baku berkelanjutan di industri hijau
Women and Power Relations in Indonesian Classical Historiography: A Feminist Approach
Classical historiography is frequently recounted in an elitist manner, predominantly emphasizing the contributions of the masculine elite, such as men who ascended to kingship, without adequately considering the roles of individuals behind significant events, particularly the contributions of women. Consequently, there is a need for a revised perspective in the writing of classical history that acknowledges the significant roles of women during the Hindu-Buddhist kingdom era, thereby enabling Indonesian classical historiography to more accurately reflect human experiences. This study employs a feminist approach to examine classical history with a focus on the roles of women. The objective is to develop a new perspective in classical history by utilizing auxiliary theories to enhance historical narratives. The study employs historical research methods, including heuristics, verification, interpretation, and historiography. Through the application of auxiliary approaches such as feminism, new insights have emerged, revealing that women made contributions in classical history that were equally significant as those of men. Notable examples include Gayatri Rajapatni, who played an intellectual role in the prosperity of the Majapahit Kingdom; Tribhuwana Tunggadewi, who maintained Majapahit's hegemony by successfully quelling the Sadeng and Këta rebellions during her reign; and Ratu Sima, whose wisdom was evident in her leadership of the Kalingga Kingdom. The findings of this research can be further explored through the development of additional classical historical research
Transformasi Ruang Kota: Studi Perkembangan Coffee Shop Sebagai Bagian dari Urban Lifestyle di Perkotaan Majene
Perkembangan coffee shop di Perkotaan Majene menunjukkan transformasi signifikan dalam ruang kota kecil yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan fisik. Transformasi ini berupa pergeseran fungsi ruang publik tradisional menjadi ruang multifungsi modern yang melayani interaksi sosial, produktivitas, dan rekreasi, terutama bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran spasial coffee shop dan gaya hidup urban yang terwujud dalam praktik third place di coffee shop, serta mengkaji keterkaitan aktivitas nongkrong dengan transformasi gaya hidup, pola konsumsi, dan dinamika tata ruang serta sosial-ekonomi di Majene. Metode yang digunakan adalah mixed-methods, menggabungkan analisis spasial GIS dan survei kuesioner terhadap 200 responden dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan sebaran coffee shop yang mengelompok di Kecamatan Banggae Timur, dengan karakteristik pengunjung didominasi mahasiswa, frekuensi kunjungan malam, pengeluaran terjangkau, dan preferensi desain interior serta fasilitas digital. Coffee shop berperan sebagai katalis perubahan gaya hidup urban yang inklusif, memperkuat jejaring sosial, serta mendukung transformasi identitas urban perkotaan Majene ke arah pembangunan yang positif dan berdaya saing
Hubungan Parameter Perairan dengan Struktur Komunitas Rumput Laut di Perairan Pulau Maspari, Sumatera Selatan
Pulau Maspari merupakan pulau kecil dan terpencil yang terletak di bagian selatan Selat Bangka, Provinsi Sumatera Selatan. Pulau Maspari diketahui memiliki beberapa potensi sumber daya hayati laut, termasuk rumput laut. Sampai saat ini belum ada informasi ilmiah mengenai kondisi rumput laut yang berada di Pulau Maspari dan minimnya data terkait parameter lingkungan perairannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter perairan dan keanekaragaman rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang dilaksanakan pada Juli 2024 menggunakan metode eksploratif di tujuh stasiun sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan spesies rumput laut yang teridentifikasi dari tujuh stasiun, yaitu Caulerpa lentillifera, Cladophora prolifera, Derbesia sp., Ulva lactuca, Padina minor, Sargassum polycystum, Acanthophora spicifera, dan Gracilaria salicornia. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa parameter perairan seperti suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur komunitas rumput laut, dengan persentase total sumbu F1 dan F2 mencapai 69,51% serta sumbu F1 dan F3 mencapai 41,59%. Indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi ditemukan di stasiun 7, sedangkan indeks dominansi tertinggi terdapat di stasiun 3, 4, dan 6. Penelitian ini diharapkan dapat menyediakan data dasar tentang struktur komunitas rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang berguna dalam membantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan serta konservasi ekosistem perairan
Evaluasi Algoritma Estimasi Klorofil-A di Muara Sungai Sengkarang, Pekalongan
Klorofil-a merupakan salah satu pigmen yang dimiliki oleh fitoplankton yang berfungsi membantu proses fotosintesis, sehingga dapat dijadikan indikator penting untuk mendeteksi eutrofikasi di perairan. Pengukuran konsentrasi klorofil-a dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode penginderaan jauh menggunakan suatu algoritma yang diterapkan untuk mengonversi data nilai numerik reflektan dari citra satelit menjadi nilai estimasi konsentrasi klorofil-a. Metode tersebut memiliki keunggulan hemat waktu dan biaya dibandingkan dengan analisis laboratorium. Penerapan algoritma yang sesuai dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang mendekati nilai aktual di lapangan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi performa tiga algoritma klorofil-a dari penelitian terdahulu, yaitu: algoritma Maslukah; algoritma Case 2 Regional CoastalColour (C2RCC); dan algoritma Putri di perairan Muara Sungai Sengkarang, Pekalongan dengan menggunakan citra Satelit Sentinel 2. Pengambilan sampel lapangan dilakukan pada tanggal 30 Mei 2024 dengan jumlah stasiun sebanyak 37 titik stasiun pengamatan. Konsentrasi klorofil-a in situ memiliki rentang nilai 2,10 - 9,42 µg/L dengan rata-rata 5,78 µg/L. Algoritma Maslukah menunjukkan performa terbaik (RMSE = 4,57 µg/L; MAPE = 99,40; bias = 4,38; R2 = 0,53) dibandingkan dengan algoritma C2RCC (RMSE = 7,17 µg/L; MAPE = 70,39; bias = 2,95; R2 = 0,40) dan algoritma Putri (RMSE = 7,31 µg/L; MAPE = 157,52; bias = 7,10; R2 = 0,28). Variasi spasial-temporal untuk status trofik pada periode bulan April hingga bulan September tahun 2025 didominasi oleh kelas mesotrofik dengan rentang konsentrasi klorofil-a sekitar 5,1 - 20 µg/L