E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
5310 research outputs found
Sort by
Kurikulum Merdeka: Pendampingan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru SD di Wonosobo dan Banjarnegara
The lack of comprehension of the Merdeka Curriculum among elementary school teachers generally affects how they implement differentiated learning in the classroom. This program aims to 1) assist elementary school teachers with the Merdeka Curriculum; 2) assist elementary teachers with the student diversity in differentiated learning; and 3) share best practices in differentiated learning implementation with elementary teachers. To accomplish the aforementioned goals, especially for 24 primary school teachers, a variety of strategies were used, including offline and online workshops. The findings of the interview and the workshop observations indicate that elementary school teachers' comprehension of the Merdeka curriculum has improved. To assist them in putting differentiated learning into practice, the majority of them are adept at modifying the teaching module (MA), which covers understanding learning outcomes (CP), expanding them into learning objectives (TP), and so on. Elementary school teachers in Kab. Banjarnegara & Kab. Wonosobo now have a greater knowledge of differentiated learning in the classroom and the Merdeka curriculum after attending the workshops. It is intended that teachers can completely incorporate differentiated learning into the classroom to provide students with relevant learning experiences
Peningkatan Pengetahuan Pembuatan Rangkaian Elektronika Menggunakan Proteus Di SMKN 3 Kota Tegal
This community service activity was initiated in response to the limited ability of students at SMKN 3 Kota Tegal to design and analyze electronic circuits, due to inadequate access to industry-standard simulation software. The purpose of this program was to enhance students’ knowledge and skills through training in electronic circuit development using Proteus software. The implementation method consisted of preparation, training sessions, hands-on practice, and ongoing monitoring and evaluation. Participants included eleventh-grade students from the Electronics Engineering Department and accompanying teachers, who engaged in activities ranging from component introduction, circuit simulation, PCB design, to practical PCB fabrication using CNC machines. Evaluation results indicated a significant improvement in students’ understanding and technical capabilities, evidenced by an increase in average test scores from 75 to 93, and a 133 percent rise in the number of students achieving top score ranges. Furthermore, a shift was observed in teaching methods, from conventional whiteboard instruction to digitally integrated simulations. In conclusion, the Proteus-based training effectively enhanced students’ technical competencies, bridged the gap between theoretical concepts and practical applications, and better prepared vocational graduates to meet the demands of a technology-driven industrial environment.
The Language and Power of The Characters in the Film “Free State of Jones
This study discusses the relationship between power and language in theFree State of Jones film which is analyzed using Fairclough's theory.Language is a tool used by humans to communicate with each other.Sometimes when humans communicate using language there are certainpatterns that can be seen from the interaction. These patterns then becomedifferences when one person communicates or talks to another person.These differences can occur due to factors such as who the speaker is andwho he is speaking to. The more dominant the speaker's position, the moredifferent the conversation is with the other party, plus the other party is ina submissive position. This can be interpreted that there is a relationshipbetween language and power. Which is then divided by Fairclough intopower of language and power behind language. A real example of thisstatement can be seen from the analysis of the Free State of Jones film. Thisstudy uses a qualitative design. The results of the study show that there is arelationship between power and language which is exemplified by the maincharacter, Newt Knight. Newt uses language as a tool to gain power. Heconvinces others to agree with what he wants. Newt Knight also became avictim of the Power behind language, where he was forced to obey hissuperiors who had different goals than him
The Use of Positive and Negative Adjectives in Shaping Protagonists and Antagonists in Children’s Books
This study explores the role of positive and negative adjectives in shaping the portrayal of protagonists and antagonists in children's books. Adjectives play a crucial role in character development, influencing readers' perceptions and emotional connections with the characters. This research analyses how authors use positive adjectives to construct heroic and admirable protagonists, while negative adjectives are employed to depict villains and antagonistic figures. Through a qualitative analysis of selected children's literature, this study examines patterns of adjective usage and their impact on characterization. The findings reveal that positive adjectives contribute to creating relatable, moral, and inspiring protagonists, whereas negative adjectives reinforce the contrast between good and evil by establishing antagonists as undesirable or threatening. Understanding these linguistic choices enhances our comprehension of how language influences young readers' moral and emotional development. This study provides insights for educators, writers, and scholars interested in the intersection of linguistics and children's literature
PENDIDIKAN GIZI DAN PEMBUATAN SARAPAN SEHAT BAGI SISWA UNTUK MENURUNKAN MASALAH GIZI LEBIH DI SMA NEGERI 4 KOTA SEMARANG
Pada tahun 2022, prevalensi obesitas pada remaja usia 18 tahun di Kota Semarang mencapai 26,3%. Program edukasi gizi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya sarapan untuk mencegah kelebihan gizi. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 4 Semarang, dengan partisipasi 71 siswa, 54,9% di antaranya laki-laki. Sebanyak 14,4% siswa di sekolah ini mengalami gizi lebih. Metode kegiatan mencakup pendataan status gizi berdasarkan IMT dan edukasi gizi tentang sarapan sehat. Data dikumpulkan mencakup berat badan, tinggi badan, IMT, dan pengetahuan sarapan. Sebanyak 57,7% responden dikategorikan obesitas, dengan berat badan rata-rata 75,50 kg dan tinggi badan 163,17 cm. Rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 71,79 menjadi 84,26 setelah intervensi, dengan perbedaan signifikan (p = 0,000). Pengetahuan ibu siswa juga meningkat dari 59,78 menjadi 72,83 (p = 0,002). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat meningkatkan pemahaman siswa dan ibu siswa mengenai pentingnya sarapan sebagai langkah pencegahan obesitas.Pada tahun 2022, prevalensi obesitas pada remaja usia 18 tahun di Kota Semarang mencapai 26,3%. Program edukasi gizi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya sarapan untuk mencegah kelebihan gizi. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 4 Semarang, dengan partisipasi 71 siswa, 54,9% di antaranya laki-laki. Sebanyak 14,4% siswa di sekolah ini mengalami gizi lebih. Metode kegiatan mencakup pendataan status gizi berdasarkan IMT dan edukasi gizi tentang sarapan sehat. Data dikumpulkan mencakup berat badan, tinggi badan, IMT, dan pengetahuan sarapan. Sebanyak 57,7% responden dikategorikan obesitas, dengan berat badan rata-rata 75,50 kg dan tinggi badan 163,17 cm. Rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 71,79 menjadi 84,26 setelah intervensi, dengan perbedaan signifikan (p = 0,000). Pengetahuan ibu siswa juga meningkat dari 59,78 menjadi 72,83 (p = 0,002). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat meningkatkan pemahaman siswa dan ibu siswa mengenai pentingnya sarapan sebagai langkah pencegahan obesitas
Perbedaan Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Lokasi Tumor, Diameter Tumor, dan Subtipe Risiko Basal Cell Carcinoma
Latar Belakang: Basal cell carcinoma (BCC) adalah kanker kulit tersering dengan peningkatan jumlah kasus akibat paparan sinar matahari. Vascular endothelial growth factor (VEGF) adalah faktor proangiogenik yang kuat, dan berperan penting dalam progresi kanker kulit. Penelitian bertujuan membuktikan per-bedaan Ekspresi VEGF BCC berdasarkan karakteristik klinikopatologis pasien.Metode: Penelitian cross sectional menggunakan sampel blok parafin dari 39 pasien dengan diagnosis histopatologi BCC di RS Kariadi periode Januari 2017 hingga Desember 2020. Ekspresi VEGF dinilai secara semi-kuantitatif dengan menggabungkan skor persentase dan skor intensitas sel-sel tumor yang diwarnai diantara total sel-sel ganas. Data klinikopatologis yang diamati meliputi usia, jenis kelamin, lokasi tumor, diameter tumor, subtipe risiko BCC. Data akan dianalisis menggunakan uji uji beda (Chi-Square dan uji t tidak berpasangan atau Mann-Whitney).Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna ekspresi VEGF antar kelompok usia (p = 0,296); jenis kelamin (p = 0,822); lokasi tumor (p = 0,121); diameter ulkus (p = 0,660) ; subtipe risiko (p = 0,641) pasien BCC.Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna ekspresi VEGF berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, lokasi tumor, diameter tumor, dan subtipe risiko pasien BCC
Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penerapan Latihan Berjalan Kaki
Kondisi hiperglikemi dalam jangka panjang pada diabetes melitus tipe 2 (DMT2) akan menyebabkan terjadinya komplikasi baik mikrovaskular maupun makrovaskolar, untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi DMT2 diperlukan pendekatan salah satunya dengan penerapan latihan berjalan kaki. Tujuan dari studi ini adalah menerapkan latihan berjalan kaki untuk menurunkan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan melibatkan dua pasien DMT2 yang dipilih secara acak dengan kriteria inklusi penderita DMT2, usia 20-60 tahun, tidak sedang menjalani terapi insulin, tidak mengalami komplikasi diabetes seperti retinopati, nepropati, kaki diabetik dan penyakit kardiovaskular, tidak ada masalah sendi dan keseimbangan. Pasien diinstruksikan melakukan latihan berjalan 30 menit/hari selama lima hari dan dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan GDS 15 menit sebelum dan sesudah latihan (Pre dan Post). Hasil studi menunjukkan penurunan kadar GDS pada pasien 1 rata-rata sebesar 15,2 mg/dL (282,8 mg/dL - 267,6 mg/dL), dan pasien 2 sebesar 10,2 mg/dL (127 mg/dL - 116,8 mg/dL). Latihan berjalan kaki 30 menit/hari selama lima hari dengan intensitas sedang mampu menurunkan kadar GDS pada pasien DMT2. Latihan ini perlu dilakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal
Kompres Hangat Mampu Menurunkan Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III
Nyeri punggung sering dialami pada ibu hamil terutama dirasakan pada trimester III diakibatkan oleh peningkatan beban kehamilan dan peningkatan hormone estrogen dan progesterone yang berpengaruh terhadap pergeseran otot pada pinggul. Hal ini menimbulkan dampak seperti kram, bengkak, gangguan aktivitas, hingga gangguan pola tidur. Tujuan penerapan untuk menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan pada aplikasi ini dengan desain deskriptif melalui pendekatan studi kasus pada 3 klien yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu hamil trimester III, merasakan nyeri punggung, tidak ada trauma abdomen, panggul, dan tulang belakang. Kompres hangat diberikan pada pagi hari menggunakan air hangat dalam botol dengan suhu 46,5–51,5°C selama 15 menit dalam waktu 3 hari. Letak pengompresan di bagian lumbal L4-L5. Aplikasi ini dilakukan pada bulan Februari tahun 2025. Hasil yang diperoleh terjadi penurunan intensitas dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan, dengan variasi penurunan skala pada klien pertama nyeri menurun 3 skala, klien kedua dan ketiga menurun 2 skala. Kompres hangat memberikan efek vasodilatasi vaskuler dan merileksasikan otot, sehingga suplai darah yang kaya oksigen meningkat ke jaringan. Stimulasi termal dari kompres hangat dapat mengaktifkan serabut saraf tipe A-delta dan A-beta yang berperan dalam menghambat transmisi sinyal nyeri pada sistem saraf pusat melalui mekanisme gate control theory, sehingga persepsi nyeri berkurang. Tindakan ini aman dilakukan secara mandiri oleh klien dan keluarg
QUALITY OF LIFE ANALYSIS AMONG ELDERLY PATIENTS USING REMOVABLE PARTIAL DENTURES
Background: The elderlies are prone to the process of the gradual decreasing ability of the tissue for self-healing. This process greatly affects the dental structure and periodontal tissue leading to tooth decay. When it is not properly treated, it may disturb oral functions and activities influencing their life quality.Aim & Objectives: This research, therefore, aims to obtain the description of quality of life on elderly patients with removable denture at Prosthodontic Installation of Islmic Dental Hospital (RSIGM) Sultan Agung Semarang indonesia.Methods : Research was conducted with a descriptive method using the consecutive technique sampling method. Data were collected from 31 elderly patients with removable denture at the Prosthodontic Islmic Dental Hospital (RSIGM) Sultan Agung Semarang indonesia and quality of life was measured by Geriatric Oral Health Assesment Index (GOHAI) questionnaire. The assessment criteria were that if the score was 0.0–1.67, it meant the quality of life was poor; a score of 1.67–2.3 meant the quality of life was moderate; and a score of 2.4–3 meant the quality of life was good.Results: The results showed that the dimensions of physical function fell into the moderate criteria (2,25), while the dimensions of pain and inconvenience (2,55) and psychosocial aspects were considered good (2,50).Conclusion: It can be concluded that the general quality of life on elderly patients with removable denture at the Prosthodontic Clinic RSIGM Sultan Agung were goo
Hubungan Pola Pajanan dan Perilaku Individu dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pemulung di TPA Jatibarang Kota Semarang
Latar belakang: TPA Jatibarang Kota Semarang menghasilkan polusi udara akibat aktivitas pengelolaan sampah dan dari emisi kendaraan operasional. Pemulung yang bekerja di area ini berisiko tinggi mengalami gangguan fungsi paru karena terpapar polutan secara langsung dan berulang dalam waktu yang lama. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 66 responden yang dipilih secara acak dari 215 populasi pemulung. Data perilaku individu dan pola pajanan diperoleh melalui wawancara, sementara data gangguan fungsi paru dengan pengukuran menggunakan spirometri. Analisis data secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil menunjukkan prevalensi gangguan fungsi paru sebanyak 59,1% dai 66 pemulung. Terdapat hubungan signifikan antara lama pajanan (p-value = 0,001), durasi pajanan (p-value = 0,001), frekuensi pajanan (p-value = 0,009), dan kebiasaan merokok (p-value =0,005) dengan gangguan fungsi paru. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi gangguan fungsi paru pada pemulung di TPA Jatibarang cukup tinggi dan berkaitan dengan pola pajanan serta kebiasaan merokok. Perlu dilakukan manajemen risiko dan edukasi kepada pemulung