E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
5310 research outputs found
Sort by
Volatility Clustering dan Leverage Effect pada Indeks ESG Leaders: Studi Kasus PGAS & PGEO di Pasar Modal Indonesia
Studi ini bertujuan menganalisis fenomena volatility clustering dan leverage effect pada Indeks ESG Leaders di pasar modal Indonesia, dengan fokus pada pengaruh return PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Data mingguan periode 7 Januari 2024 hingga 27 Juli 2025 dianalisis menggunakan model Exponential GARCH (EGARCH) untuk menguji persistensi volatilitas serta respons asimetris terhadap return positif dan negatif.Hasil estimasi menunjukkan bahwa baik return PGAS maupun PGEO tidak berpengaruh signifikan terhadap return indeks, mengindikasikan keterbatasan kontribusi jangka pendek dari kedua emiten terhadap kinerja indeks. Pada persamaan varians, temuan mengonfirmasi adanya volatility clustering, di mana volatilitas tinggi cenderung berlanjut pada periode berikutnya. Selain itu, leverage effect signifikan pada tingkat 10% menunjukkan bahwa return negatif meningkatkan volatilitas secara lebih besar dibanding return positif, selaras dengan literatur yang menekankan sensitivitas investor terhadap berita buruk, khususnya dalam konteks ESG. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen risiko portofolio berbasis ESG di pasar negara berkembang
PERAN DP3AP2KB DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI KOTA KEDIRI
Latar belakang: Perkawinan anak masih menjadi masalah serius di Kota Kediri, dengan angka dispensasi kawin yang cukup tinggi. Praktik ini berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi remaja putri. DP3AP2KB Kota Kediri telah melaksanakan berbagai program pencegahan, namun efektivitasnya terhadap kesehatan reproduksi belum sepenuhnya terukur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Dengan sampel berjumlah 100 remaja putri usia 15–19 tahun yang telah mendapat intervensi dari DP3AP2KB. Dipilih mengunakan sampling insidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis mengunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan DP3AP2KB dalam pencegahan perkawinan anak dengan kesehatan reproduksi remaja putri (p value < 0,05). Dukungan sosial dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah juga berhubungan signifikan terhadap kesehatan reproduksi remaja putri (p value < 0,05). Kesimpulan: Peran DP3AP2KB dan dukungan sosial yang memadai berkontribusi positif terhadap peningkatan kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Kediri. Tujuan: : Menganalisis pengaruh keterlibatan DP3AP2KB dan dukungan sosial terhadap kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Kediri. Hasil: Distribusi responden berdasarkan peran DP3AP2KB dalam pencegahan perkawinan anak menunjukkan bahwa sebanyak 73 responden (70,9%) menilai keterlibatan DP3AP2KB dalam kategori baik. Distribusi responden berdasarkan dukungan sosial menunjukkan bahwa 74 responden (71,8%) mendapatkan dukungan sosial yang baik dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Pada variabel kesehatan reproduksi, sebanyak 75 responden (72,8%) memiliki kondisi kesehatan reproduksi yang sehat. Kesimpulan: peran DP3AP2KB dan dukungan sosial yang memadai berkontribusi positif terhadap peningkatan kesehatan reproduksi remaja putri di Kota Kediri. Saran: Disarankan peningkatan edukasi berkelanjutan dan kolaborasi multisektor dalam upaya pencegahan perkawinan anak
ANALISIS UJI KINERJA PEMUTUS TENAGA (PMT) 150 KV PADA GARDU INDUK SANGGRAHAN
The Circuit Breaker (PMT) is a critical component in ensuring the reliability of 150 kV transmission systems, which requires periodic testing to maintain optimal performance. This study aims to evaluate the operational feasibility of a 150 kV circuit breaker at the Sanggrahan Substation using three assessment parameters: insulation resistance, contact resistance, and synchronizing performance. The research method includes onsite testing using a 5 kV megger, RMO-600 micro-ohmmeter, and a 50 Hz Breaker Timing Analyzer, supported by interviews and literature review. The results show that the insulation resistance of all phases is significantly above the minimum standard of 0.015 GΩ, with leakage currents ranging from 0.009–0.023 mA, indicating excellent insulation conditions without signs of degradation. The measured contact resistance of 40.4–43.4 μΩ meets the requirement of being below the 50 μΩ threshold, confirming clean and stable contact performance with minimal heating potential. Furthermore, the synchronizing test demonstrates operating time differences of only 0.45 ms for opening and 0.35 ms for closing, well below the 10 ms tolerance. These findings indicate that the circuit breaker is in a highly reliable operating state and contributes positively to system reliability through reduced failure risk and improved switching performance
Penerapan aromaterapi dengan minyak esensial melissa dalam pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien Sindrom Koroner Akut
Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyakit kegawatdaruratan dimana terjadi penyempitan pembuluh darah koroner sehingga aliran darah menuju otot jantung mengalami penurunan secara mendadak. Penyakit SKA memicu peningkatan stres dan perubahan parameter hemodinamik pada pasien. Terapi pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA menggunakan terapi nonfarmakologis, yaitu pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa. Studi kasus bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa terhadap tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Pemberian aromaterapi dilakukan selama 1 hari dalam 1 kali penerapan selama 90 menit. Tingkat stres diukur dengan kuesioner State Trait Anxiety Inventory Trait (STAI-T). Intervensi dilakukan dengan meneteskan 2 tetes minyak aroma esensial melissa pada patch dan menempelkannya pada masker medis yang diberikan kepada pasien. Tekanan Darah (TD) dan frekuensi detak jantung diukur per 10 menit saat pemberian aromaterapi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat stres dan penurunan TD, serta penurunan frekuensi detak jantung. Subjek 1 setelah dilakukan penerapan tingkat stresnya menurun menjadi skor 40 (stres ringan), TD 120/60 mmHg, dan frekuensi detak jantung 85 x/menit. Subjek 2 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres menurun menjadi skor 35 (stres ringan), TD 104/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 82 x/menit. Subjek 3 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres mengalami penurunan menjadi skor 38 (stres ringan), TD 98/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 67 x/menit. Terapi aromaterapi dengan minyak esensial melissa dapat mengelola tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA
Penerapan konsumsi kapsul serbuk daun kelor (Moringa oleifera) dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada lansia
Anemia bukan hanya menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh remaja ataupun ibu hamil, tetapi juga bisa terjadi pada lansia. Lansia mengalami penurunan fungsi tubuh terutama pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh lansia adalah anemia. Terapi non farmakologi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin salah satunya yaitu konsumsi suplemen makanan serbuk daun kelor (Moringa oleifera). Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan konsumsi suplemen makanan kapsul serbuk daun kelor terhadap peningkatkan kadar hemoglobin. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan melalui penerapan jurnal tentang terapi konsumsi serbuk daun kelor pada pasien anemia selama 7 hari terhadap 3 subyek studi yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kadar hemoglobin subyek studi diukur dengan alat GCHb merek Easy Touch sebelum terapi dimulai. Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan konsumsi suplemen makanan kapsul serbuk daun kelor 3x500 mg, mengalami peningkatan 2 g/dL dengan rerata awal 10,36 g/dL (anemia sedang) setelah dilakukan penerapan menjadi 12,36 g/dL (non Anemia). Penerapan ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen makanan daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada lansia
The Effect of Animated Videos on Knowledge and Attitudes of Elementary School Students
The behavior of consuming unhealthy snacks among schoolchildren is still high, which can reduce students’ health. One intervention to improve this behavior is providing education about knowledge and attitudes toward healthy snacks. The aim of this study was to identify the effect of healthy snack education using animated videos on knowledge and attitudes. This research used a quantitative method with a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The sample consisted of 112 respondents, with 56 respondents in each group. The instruments used were knowledge and attitude questionnaires that had been tested for validity and reliability. The intervention included a pretest, animated video screenings, and leaflets in the intervention group, conducted twice, followed by a posttest. In the control group, the intervention included a pretest, leaflets, and a posttest. The study was conducted in two public elementary schools in West Jakarta. The analysis of independent variables between the control and intervention groups using the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.001 for knowledge and 0.044 for attitudes. These results indicate that educational media using animated videos about healthy snacks has an effect on improving the knowledge and attitudes of elementary school students in West Jakarta
Interpersonal Support And Motivation Of Woman Of Childbearing Age In VIA Examination: A Cross-Sectional Study
Cervical cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia. The VIA examination is important for early detection, but the participation of women of childbearing age is still low, partly due to the lack of interpersonal support from husbands, family, health workers, and friends. To determine the relationship between interpersonal support (husband, family, health workers, and friends) and motivation of WUS members of PCA Aisyiyah Gumelar to undergo VIA examination. This quantitative research uses a correlation study design with a cross-sectional approach. A sample of 82 women of childbearing age (WUS) was taken using total sampling techniques. Data was collected through an interpersonal support questionnaire including husband, family, health workers, friends, and motivation, with a research time frame of May 31, 2025, and analyzed using the Spearman rank test (α = 0.05) and logistic regression. The results show a significant relationship between interpersonal support and the motivation of WUS. Support from husbands (p = 0.000; r = 0.533), support from family (p = 0.000; r = 0.614), support from health workers (p = 0.000; r = 0.485), and support from friends (p = 0.000; r = 0.491). Interpersonal support from husbands, family members, healthcare workers, and peers is significantly associated with motivation to undergo VIA screening. These findings indicate statistical associations rather than causal relationships
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN AKSEPTOR METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG
Laju pertumbuhan penduduk akan berdampak pada pembangunan ekonomi negara. Adanya kontrol terhadap laju pertumbuhan penduduk perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan pendudukan yang tidak terkendali berakibat tidak tercapainya tujuan pembangunan. Upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah yaitu melalui program Keluarga Berencana (KB). Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu lama dan memiliki tingkat efektifitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Jenis metode kontrasepsi jangka panjang yaitu metode kontrasepsi mantap (pria dan wanita), implant dan intra uterine device (IUD). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan peran serta kader kesehatan dalam meningkatkan jumlah akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan dan tanya jawab menggunakan video MKJP serta dilakukan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 30 Juli 2025 diikuti 20 orang kader kesehatan. Terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan dengan rerata pretest adalah 70,8 dan rerata posttest 81,7. Peningkatan rerata pengetahuan kader menunjukkan bahwa penyuluhan dengan video edukasi MKJP efektif meningkatkan pengetahuan kade
Pijat oketani efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui pasca sectio caesarea
Persalinan metode sectio caesarea dapat menimbulkan komplikasi berupa kesulitan menyusui akibat keterlambatan ibu dalam melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada jam pertama setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya stimulasi produksi Air Susu Ibu (ASI) sehingga produksi ASI kurang. Upaya untuk mengatasi kondisi ini dengan terapi non farmakologis berupa pijat oketani. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat oketani terhadap peningkatkan produksi ASI pada ibu post partum sectio caesarea di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan pada 3 subjek studi. Pengambilan data dilakukan pada subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu tidak ada riwayat operasi payudara atau tumor payudara, kehamilan tunggal, usia kehamilan 38-42 minggu (aterm), tidak ada kelainan anatomi pada payudara, bayi bisa menyusu. Intervensi yang dilakukan yaitu pijat oketani selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan selama 15 menit pemijatan. Hasil studi kasus menunjukkan 3 subyek studi mengalami peningkatan pada frekuensi menyusui, BAK dan BAB. Pada subjek 1 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 4x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 2 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 3x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 3 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 7x/hari; BAK 4x/hari; BAB 1x/hari. Pijat oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI karena adanya rangsangan pada alveoli yang dapat merangsang hormon prolaktin
The Correlation Between Autonomous Learning and Reading Ability of Grade X students at SMAN 2 BAE KUDUS
Abstract Reading ability plays a crucial role in students’ English proficiency and overall academic performance. However, preliminary observations at SMAN 2 Bae Kudus indicated that many students still experienced difficulties in understanding English texts. One factor believed to contribute to this issue is the level of autonomous learning possessed by the students. Autonomous learning refers to students’ ability to take charge of their learning process, including planning, monitoring, and evaluating their learning strategies. This study aims to investigate the correlation between autonomous learning and reading ability among tenth-grade students of SMAN 2 Bae Kudus. This research used a quantitative correlational design involving students from class X. Data were collected using two instruments: an autonomous learning questionnaire and a reading comprehension test. The results of the Spearman rank correlation analysis showed that there is a positive and significant correlation between autonomous learning and reading ability (r = 0.621, p < 0.05). This means that students with higher levels of autonomous learning tend to have better reading comprehension. These findings highlight the importance of integrating learner autonomy–based strategies in the English learning process to support improved reading outcomes.Keywords: autonomous learning; reading ability; correlation; EFL; senior high school student