E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
    5310 research outputs found

    SIFAT KIMIA DAN SENSORIS MINUMAN AIR TAJIN YANG DITAMBAHKAN TEPUNG KEDELAI HITAM

    Get PDF
    Water tajin is rice boiled water which has many chemical components and can be developed as a functional drink that is useful for health. The addition of black soybean flour is known to increase chemical components, especially protein and antioxidants. The purpose of this study was to determine the chemical and sensory characteristics of the water-tajin drink added with black soybean flour. This study is an experimental study using a monofactor RAL (Completely Randomized Design) consisting of 6 variations in the concentration of the addition of black soybean flour (0, 1, 2, 3, 4 and 5%). The product was analyzed for chemical properties (total sugar, protein content, and antioxidant activity) and sensory properties (color, aroma, taste and texture). The results of this study showed that the addition of black soybean flour significantly affected the chemical properties (total sugar, protein content, and antioxidant activity). The addition of black soybean flour also significantly affected the sensory properties of aroma and texture, but had no significant effect on color and taste. The best treatment of starchy water drink was obtained in the addition of 2% black soybean flour with 8.32% total sugar, 3.0% protein and 6.61% antioxidant activit

    PROSES KOPING PASIEN STROKE TERHADAP PENYAKIT MENURUT MODEL ADAPTASI CALLISTA ROY

    Get PDF
    Latar Belakang : penyakit stroke menimbulkan perubahan fisik berupa perubahan kelumpuhan ekstremitas, gangguan indra rasa, dan gangguan dalam beraktivitas. Proses penyakit stroke mengakibatkan seseorang penderita mengalami masalah fisik maupun fisiologis yang membuat penderita merasa terganggu dengan keterbatasan dalam melakukan kontak sosial, tidak mau berinteraksi dengan orang lain seperti dulu karena tidak mampu melakukan berbagai aktivitas sehingga menimbulkan rasa malu dalam dirinya. Tujuan: mendeskripsikan proses koping penderita stroke terhadap proses penyakitnya menurut teori adaptasi Callista Roy. Metode: penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian berupa pendekatan etnografi, kriteria yang digunakan berusia 30-78 tahun dengan kriteria partisipan yang mengalami kelemahan dan kelumpuhan, jumlah partisipan sebanyak empat partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi semi terstruktur secara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisa tematik. Hasil : terdapat empat tema yakni 1) riwayat penyakit sebagai stresor, 2) ketidakberdayaan, 3) proses adaptasi secara fisik, psikis, dan sosial, 4) pembentukan mekanisme koping. Semua partisipan menyesuaikan diri terhadap perubahan pasca stroke dengan mekanisme koping adaptif. Kesimpulan: walaupun terjadi perubahan secara fisik, psikis, dan sosial, partisipan memilih mekanisme koping adaptif, salah satunya dengan melakukan pengobatan di klinik. Partisipan rutin memeriksakan kesehatan, rutin konsumsi obat, dan kelola stres dengan cara berdoa

    Pengaruh Media Pembelajaran Matematika Berbasis Zoom Meeting Terhadap Motivasi Belajar

    Get PDF
    Penyebaran Covid-19 telah membawa perubahan besar di segala bidang, termasuk pendidikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memaksimalkan pembelajaran meskipun ada keterbatasan. Salah satu aplikasi media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan platform zoom meeting. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak penggunaan media pembelajaran zoom meeting terhadap motivasi belajar siswa. Yang mendi subjek dalam penelitian ini siswa SMP.  Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan Nonequaivalent Contro Grup Design. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terlihat  bahwa penggunaan platform zoom meeting mempengaruhi  hasil belajar matematika siswa yang ditunjukkan  dengan nilai signifikansi 0,05. Terlihat hipotesis Ho bahwa penggunaan platform Zoom Meeting  tidak mempengaruhi motivasi dan hasil belajar tidak terbukti, sedangkan Ha terlihat bahwa pengguanaan platform zoom meeting mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa  dengan nilai kelayakan sebesar 0,05, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan platform Zoom Meeting memberikan dampak terhadap motivasi dan  belajar sisw

    Factors Affecting Cognitive Function in Elderly

    Get PDF
    Background: The number of cognitive impairments in elderly increases gradually every year. The increasing number of elderly can bring various impacts. It has a positive impact if the elderly are in good health. It becomes a negative impact if the elderly have health problems. Mini-Mental Status Examination (MMSE) is a standard and simple test to evaluate cognitive function in elderly.Objective: To determine factors affecting cognitive function in elderly at Bandar Lor Sub-District, Sukorame Public Health Center, Kediri.Methods: This study used an analytical observational study with a cross-sectional design. The sample is 448, using simple random sampling technique. Respondents filled out MMSE questionnaire. Bivariate data analysis used chi-square test. Multivariate data analysis used a logistic regression test.Results: Factors affecting cognitive function in elderly are age, education, living together, history of illness, social activity, depression, MNA, work, physical activity, and marital status. Meanwhile gender, insomnia, and smoking have no effect. Multivariate test results found 3 factors that most affects cognitive function are depression (p = 0,000; OR 2,773; CI95% 1,643-4,680), MNA (p = 0.006; OR 1,928; CI95% 1,209-3,706), physical activity (p = 0.001; OR 0.926; CI95% 0.144-0.609).Conclusion: Family relationships and social support are essential to improve cognitive function

    Screening Policy for Early Detection of Cervical Cancer

    Get PDF
    Cervical cancer is one of the leading causes of cancer-related deaths among women worldwide. Early detection through effective screening programs has been proven to reduce the incidence and mortality rates of cervical cancer. Objective: This study aims to analyze screening policies for early cervical cancer detection. Methods: A literature review from various references will be used. Results: The findings indicate that the primary screening techniques include cytology tests (Pap smear and liquid-based cytology), visual inspection (VIA and VILI), and HPV-DNA testing. Challenges in implementing screening programs include a lack of trained healthcare personnel, unequal access to services, and low adherence to follow-up for abnormal screening results, particularly in remote and low-income areas. Indonesia has adopted a national strategy aligned with WHO recommendations, encompassing health promotion, pre-cancer screening, appropriate referral pathways, standard facilities and equipment provision, and HPV vaccination policies. Conclusion: This study concludes that comprehensive guidelines are needed to regulate the organization and implementation of screening programs, including recommendations for target age groups, screening intervals, and a sustainable system for evaluation and monitoring to enhance the effectiveness of early cervical cancer detection

    Perilaku Self-Harm pada Mahasiswa Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners di Universitas Swasta Yogyakarta

    Get PDF
    Mahasiswa keperawatan merupakan individu yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi serta belajar dalam bidang ilmu keperawatan. Selama menjalani perkuliahan mahasiswa mengalami banyak tekanan serta stresor seperti tuntutan akademik, sulit menyesuaikan diri, serta perasaan khawatir yang dirasakan. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan konflik akan melakukan segala cara dalam menanganinya, sehingga tidak sedikit mahasiswa melakukan koping negatif berupa self-harm. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran perilaku self-harm pada mahasiswa keperawatan dan pendidikan profesi ners di Universitas swasta Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling, sampel sebanyak 147 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dari Kusumadewi Self-harm Inventory (SHI) dinyatakan valid dan reliabel. Analisa data yang digunakan yaitu univariat. Hasil: Penelitian menunjukan mahasiswa yang melakukan perilaku self-harm ringan sebanyak 14,4% dan sebanyak 1,4% menunjukan kecendrungan psikopatologi. Perilaku yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa yang melakukan self-harm yaitu memukul diri sendiri sebanyak 85,7%. Simpulan dan saran: Perilaku self-harm pada mahasiswa disebabkan oleh berapa faktor seperti usia dan jenis kelamin, namun tidak ditemukan pada faktor ekonomi keluarga

    Optimasi Deteksi Kanker Kulit Dalam Meningkatkan Keakuratan Dengan Penerapan Efisien Convolutional Neural Network Dan Model EfficientNetB2

    Get PDF
    Skin cancer, associated with ultraviolet exposure, can result from genetic mutations in skin cells. Risk factors include family history, fair skin, moles, weakened immunity, and solar keratosis. Diagnosis involves skin examination and biopsy. Previous studies using Convolutional Neural Networks (CNNs) successfully classified skin cancer with up to 99% accuracy. This method is effective in detecting and classifying skin diseases. The image classification model development process involves structured steps. The dataset is divided into training, validation, and testing sets. Data augmentation is performed with ImageDataGenerator to enrich the dataset. The CNN model (EfficientNetB2) is customized and trained for 50 epochs. Evaluation of the test data includes metrics such as loss, accuracy, precision, recall, and F1- score. Visualization of Classification Reports and Confusion Matrix ensures in-depth analysis of model performance and focuses attention on predictions. The study uses Kaggle's "HAM10000 Preprocessed Data" with 11,644 data and three attributes, showing variations before normalization. The CNN model peaks at the 8th epoch with 86% accuracy, but there is a risk of overfitting. Evaluation using Classification Report and Confusion Matrix provides detailed insight into the model's performance on each skin cancer class, supporting diagnosis and management. This article highlights the positive impact of using the EfficientNetB2 model in skin cancer detectionthrough an efficient Convolutional Neural Network (CNN). The model'soptimal size and structure produce superior feature representations. Evaluation, including Classification Report and Confusion Matrix, demonstrates the model's superiority in classifying skin cancer types, especially 'akiec' and 'bcc', with high accuracy, significantly improving detection performance

    Implementasi Sistem Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Operasional Pelabuhan Batubara PTA

    Get PDF
    Latar belakang: Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada operasional pelabuhan batubara PTA dengan fokus pada identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan implementasi pengendalian risiko. Metode: Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan semi-kuantitatif dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu Spearman’s Correlation. Hasil: Terdapat sebanyak 499 bahaya yang terbagi menjadi 8 kategori utama. Bahaya mekanis sebesar 28,54% dan bahaya lingkungan kerja sebesar 26,22% sebagai bahaya dominan. Penilaian risiko menunjukkan distribusi tingkat risiko AA sebesar 9,22%, A sebesar 47,90%, B sebesar 30,26%, dan C sebesar 13,23%. Terdapat hubungan positif signifikan antara jumlah bahaya dengan tingkat risiko A (nilai r2=0.810 pada p-value <0.001), serta korelasi positif dengan pengendalian risiko secara administratif (nilai r2=0.891 pada p-value <0.001) dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (nilai r2=0.656 pada p-value <0.001). Kesimpulan: Implementasi pengendalian risiko didominasi oleh pengendalian administratif sebesar 61,42% dan penggunaan APD sebesar 16,17%

    Analisis Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan

    Get PDF
    Latar belakang: Perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) bertujuan untuk menjamin ketersediaan, distribusi, dan kualitas tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Namun, Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan masih menghadapi tantangan berupa kekurangan tenaga kesehatan, keterbatasan anggaran, serta distribusi yang tidak merata. Berdasarkan peta kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2024, terdapat kekurangan sebanyak 481 tenaga kesehatan masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan. Tenaga kesehatan masyarakat yang mengalami kekurangan tersebut terdiri dari tenaga epidemiologi, promosi kesehatan (promkes), kesehatan kerja (kesja), dan administrasi kesehatan (adminkes). Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menganalisis data yang dikumpulkan dari wawancara mendalam dengan informan yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam program tersebut, meliputi Kepala Seksi SDMK, Penanggung Jawab Program Renbut, dan Penanggung Jawab Program SISDMK di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Januari 2025. Hasil: Ketidaksesuaian prosedur dalam pengusulan dan persetujuan formasi tenaga kesehatan di tingkat kabupaten/kota mengakibatkan ketimpangan dalam jumlah, jenis, distribusi, dan kualifikasi tenaga kesehatan. Pergantian tenaga perencana yang sering terjadi mengurangi konsistensi dan kompetensi, yang pada gilirannya mempengaruhi pemanfaatan data dan sistem informasi. Keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama dalam merencanakan kebutuhan tenaga kesehatan yang optimal. Selain itu, kurangnya integrasi sistem informasi SDMK dan data yang tidak lengkap menghambat analisis kebutuhan, yang diperburuk oleh terbatasnya pelatihan bagi pengelola sistem informasi. Kesimpulan: Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan menghadapi hambatan akibat perbedaan kebijakan, kompetensi, serta pergantian tenaga perencana, keterbatasan anggaran, dan sistem informasi yang belum terintegrasi

    KARAKTERISTIK KIMIA, WARNA, DAN SENSORIS MINUMAN INSTAN TEH KOMBUCHA DAUN TIN BERDASARKAN KONSENTRASI MALTODEKSTRIN

    Get PDF
    Fig leaves are leaves that have high antioxidant activity because of the bioactive components contained in them. Flavonoids included in complex polyphenols are compounds that are difficult to digest optimally and steeping fig leaves have a bitter taste so that simplification of complex compounds into simpler compounds and taste improvements are made, one of which is through the fermentation process by making instant fig leaf kombucha tea. Making kombucha into an instant drink is the chosen alternative because it is easy to consume and can extend shelf life. The process of making instant fig leaf kombucha tea uses a spray drying method, so a coating material is needed, namely maltodextrin. The purpose of this study was to determine the exact concentration of maltodextrin in making instant fig leaf kombucha tea in terms of chemical characteristics (antioxidant activity and vitamin C levels), color intensity, and sensory. The concentration of maltodextrin used is (10,15,20,25,30%). This study used a 1-factor Complete Randomized Design (RAL), namely maltodextrin concentration. The results showed that variations in maltodextrin concentration had an effect on antioxidant activity, vitamin C, color intensity, and sensory. The best treatment was at a maltodexrine concentration of 10% with an antioxidant activity value of 55.26%, vitamin C 74.30 mg / 100g, color 50.54, and sensory value of 3.1

    4,728

    full texts

    5,310

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇