E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
    5310 research outputs found

    Peningkatan Risiko Stroke Non-Hemoragik Setelah Pemberian Ketorolac Pada Pasien Dengan Proktokolitis: Laporan Kasus

    No full text
    Latar Belakang: Stroke non-hemoragik disebabkan oleh penyumbatan arteri yang mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, menyebabkan kematian jaringan saraf. Di Indonesia, prevalensi stroke meningkat dari 7% pada tahun 2013 menjadi 10,9% pada tahun 2018, dengan sekitar 2,1 juta penyintas. Faktor risiko utama meliputi hipertensi, diabetes, dislipidemia, obesitas, dan merokok. Obat anti-inflamasi nonsteroid seperti ketorolac diketahui dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, termasuk stroke non-hemoragik, terutama pada pasien dengan penyakit inflamasi kronis.Kasus: Seorang pria berusia 57 tahun datang ke IGD RSUD Kota Yogyakarta dengan keluhan nyeri perut, sulit buang air besar dan buang angin sejak 3 bulan yang lalu. Kemudian pasien diberikan infus asering, injeksi ketorolac dan ranitidin. Tiga jam kemudian pasien tiba-tiba sulit diajak komunikasi, tampak linglung, sulit bicara dan sulit menggerakkan tubuh sisi kiri. MSCT Scan upper dan lower abdomen menunjukkan dolichocolon dengan proktokolitis, sedangkan CT-Scan kepala non kontras menunjukkan lesi hipodens regio oksipital kanan dengan kesan infark hiperakut. Diagnosis ditegakkan sebagai stroke non hemoragik dengan proktokolitis.Kesimpulan: Ketorolac dapat meningkatkan agregasi trombosit, vasokonstriksi, serta ketidakseimbangan prostasiklin tromboksan A2, sehingga memperbesar risiko trombosis serebral. Oleh karena itu, pemberian ketorolac harus dipertimbangkan secara hati-hati. Alternatif analgesik dengan risiko kardiovaskular dan gastrointestinal lebih rendah, serta pemantauan yang sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi serius

    Hubungan Mekanisme Koping Dengan Ide Bunuh Diri Pada Remaja

    No full text
    Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan psikologis akibat perubahan emosi, tuntutan sosial, dan faktor lingkungan. Ketidakmampuan dalam menghadapi tekanan tersebut dapat memengaruhi mekanisme koping yang digunakan sehingga berpotensi memunculkan ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara mekanisme koping dan ide bunuh diri pada remaja di SMA Negeri 1 Kintamani. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian terdiri atas 273 remaja berusia 14-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Brief Cope Inventory untuk menilai mekanisme koping dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire untuk menilai ide bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki mekanisme koping adaptif dan sebagian besar tidak memiliki ide bunuh diri. Secara umum terdapat kecenderungan bahwa remaja dengan mekanisme koping yang lebih adaptif memiliki tingkat ide bunuh diri yang lebih rendah dibandingkan remaja dengan mekanisme koping yang kurang adaptif. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan mekanisme koping adaptif pada remaja melalui dukungan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan guna mencegah munculnya ide bunuh diri

    Pengaruh E-Booklet SADARI terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

    No full text
    Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, sehingga deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menjadi sangat penting. Namun, tingkat pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian e-booklet terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pre-test–post-test pada 22 siswi kelas X SMA Negeri 1 Susut yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang SADARI. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Setelah pemberian e-booklet, mayoritas responden mengalami peningkatan pengetahuan hingga berada pada kategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media e-booklet efektif digunakan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. E-booklet juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang fleksibel, menarik, dan mudah diakses guna mendukung upaya deteksi dini kanker payudara pada kelompok usia remaja

    Penerapan Teori Konservasi Levine Pada Pasien Dengan Acute Coronary Syndrome; Studi Kasus

    No full text
    Acute Coronary Syndrome (ACS) ) menjadi permasalahan global dan penyumbang kematian terbesar di dunia. Risiko kematian akibat ACS meningkat secara signifikan terjadi dengan adanya penuaan dan keterlambatan penatalaksanaan. Komplikasi dari ACS yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian adalah  Ventrikel Septum Rupture (VSR). Salah satu pendekatan keperawatan adalah pendekatan konservasi energi Myra E Levine yang  bertujuan untuk meningkatkan konservasi energi yang dimiliki pasien. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis menggunakan  teori  konservasi  Levine  pada  Ny. MM  dengan diagnosis medis ST Elevasi Miocard Infact (STEMI) di ruang intensif komprehensif.  Metode penulisan studi kasus menggunakakan metode single case design. Hasil penerapan studi kasus dengan pendekatan konservasi energi ini di dapatkan tripocognsosis dari integritas konservasi diantaranya penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, resiko infeksi, gangguan keseimbangan elektrolit, ketidakstabilan kadar glukosa darah dan gangguan ventilasi spontan, sedangkan untuk integritas konservasi energi adalah nyeri dan penurunan toleransi aktifitas. Intervensi berfokus pada perawatan jantung akut dan pemantauan respirasi. Hasil dari studi kasus ini dianalisis diagnosis keperawatan yang didapat dari pasien. Penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan konservasi Levine dalam dapat dilakukan dalam berbagai setiing keperawatan baik pada fase kritis dan termina

    SISTEM DETEKSI DAN PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN MENGGUNAKAN YOLOv11 DAN PADDLEOCR

    No full text
    Penelitian ini mengembangkan sistem Automatic License Plate Recognition (ALPR) terintegrasi untuk mendeteksi, membaca, dan mengidentifikasi asal plat nomor dari sebuah gambar. Dengan memanfaatkan arsitektur deep learning YOLOv11 untuk deteksi objek dan PaddleOCR untuk pengenalan karakter, model dilatih menggunakan 2.926 gambar dari Roboflow Universe dan berhasil mencapai kinerja yang sangat baik dengan mAP50 sebesar 0.883. Sistem ini diimplementasikan sebagai aplikasi web interaktif menggunakan ReactJS dan Flask, yang secara efisien mengekstrak teks plat nomor beserta informasi asal daerahnya, menunjukkan potensi signifikan untuk aplikasi dunia nyata seperti manajemen parkir dn pengawasan lalu lintas.

    Hubungan Self Efficacy terhadap Perilaku Pengobatan pada Pasien TB

    No full text
    TB Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberkulosis yang menyerang paru-paru. Dalam proses pengobatan diperlukan self efficacy yang dapat mempengaruhi perilaku pengobatan seseorang. Apabila Self efficacy tinggi pada pasien TB Paru, maka akan membantu meningkatkan rasa yakin dan mampu melakukan perawatan diri seperti personal hygiene, perilaku hidup sehat, taat melakukan pengobatan dan mampu memahami informasi yang diberikan petugas Kesehatan. Mengetahui hubungan Self efficacy terhadap perilaku pengobatan pada pasien TB di Poli Paru TB RSUD H Badaruddin Kasim Maburai Tabalong. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin, dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, total sampel berjumlah 130 orang. Data self efficacy dikumpulkan dengan Questionnaire ASES (Adherence Self efficacy Scale), untuk mengukur perilaku pengobatan menggunakan Treatment Self Regulation Questionnaire (TRSQ). Analisis bivariat menggunakan uji Sperman Rank. Analisis bivariat didapatkan hasil nilai P-Value 0,000 < 0,005, sehingga Ha diterima dan Ho di tolak. Self efficacy pada pasien TB di Poli Paru TB RSUD H Badaruddin Kasim Maburai Tabalong berada pada rentang baik sehingga mendorong terjadinya perilaku pengobatan yang baik pula. Self efficacy sangat diperlukan agar pasien yakin dalam menjalani pengobatannya

    Effectiveness of mentoring method on optimization of intravenous fluid documentation at Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital

    No full text
    Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital (SSIDH) introduced a documentation system for intravenous fluids in nursing care. Despite providing comprehensive technical guidelines to all nurses, there were challenges in the recording of intravenous fluids. Researchers sought to improve this by utilizing the mentorship method to re-explain the application of technical guidelines for completing intravenous fluid sheets. The study aimed to assess the effectiveness of the mentoring method in optimizing intravenous fluid sheets. Quasi-experimental research using a pretest-posttest with a control group design was employed. Respondents had an average age of 37.02 years, a work period of 9.63 years, and a majority held bachelor's degrees. Common blank items in intravenous fluid documentation included allergies, the number of bottles administered, and the name and initials of the nurse. Differences in documentation and knowledge scores were observed before and after the mentorship activity (p<0.05). Mentorship proved effective in optimizing the documentation of infusion fluids and increasing knowledge

    Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Stunting melalui Edukasi Interaktif di Sekolah

    No full text
    Stunting is a chronic health problem due to long-term lack of nutritional intake that affects childrens growth and development, both physically and cognitively. Prevention of stunting is not only focused on toddlers, but must start from adolescence as future mothers and fathers. Unfortunately, teenagers knowledge about stunting is still relatively low. This community service activity aims to increase adolescents knowledge about stunting through interactive educational methods in schools. The methods used were participatory lectures, group discussions, interactive quizzes held at SMAN 1 Pangkah, Tegal Regency. A total of 48 grade X students were involved as respondents. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure the increase in knowledge. The results showed an increase in the average score of knowledge from 58,2 (pre-test) to 83,7 (post-test). In addition, participants showed high enthusiasm during the activity, indicated by active participation in discussion and question and answer sessions. Interactive education is proven to be more effective in improving adolescents understanding than conventional methods because it is able to create a fun learning atmosphere and build a sense of belonging to health issues. This activity shows that school-based stunting education with an interactive approach can be a targeted preventive strategy and needs to be replicated in other schools. It is hoped that similar activities can contribute to reducing stunting rates through increasing awareness from adolescence

    Pengembangan Kompetensi Tajwid melalui Metode SQ (Shahibul Qur’an) bagi Pemula

    No full text
    Mastery of tajwid (rules of Quranic recitation) is a fundamental element in reading the Qur’an correctly. However, some members of Pemuda Muhammadiyah and Nasyiatul 'Aisyiyah in Rawalo Subdistrict, Banyumas, still face difficulties in reciting the Qur’an according to proper tajwid principles. This Community Service Program (PkM) aims to enhance tajwid competence through the Shahibul Qur’an (SQ) method—an interactive approach emphasizing talaqqi (direct instruction), repetition, and immediate feedback. The program involved 30 participants and was conducted through a series of activities: pre-test, training, guided simulation, and post-test. It adopted a Participatory Action Research (PRA) approach, positioning facilitators as reflective companions. Based on the initial survey, 70% of participants had not fully understood tajwid, and 80% had never been introduced to the SQ method. After the training, significant improvements were recorded: 90% of participants gained a better understanding of tajwid, 85% found the SQ method helpful, and 75% experienced increased confidence in teaching the Qur’an. Participants also showed high motivation and interest in using SQ as an alternative learning method. The method’s effectiveness was evident through improved articulation (makhraj), phonetic characteristics (sifat huruf), and accurate recitation via repetition. The training also fostered institutional support, including the establishment of new Qur’an learning centers (TPQ) initiated by local Muhammadiyah and Nasyiatul 'Aisyiyah cadres. This program is recommended to be implemented sustainably, with structured follow-up programs, funding support, reporting mechanisms, and expanded partnerships to optimize the broader impact of the SQ method on community-based Qur’anic education

    A Systematic Review of AI-Based and Teacher-Based Writing Assessment

    No full text
    Establishing valid and reliable writing assessments in education remains a persistent challenge, especially with the emergence of artificial intelligence (AI) as a tool in evaluation. Although previous studies have investigated both AI-based and teacher-based writing assessments, few have addressed them through a systematic lens, leading to fragmented insights and inconsistent frameworks. This study aims to investigate the current state- of-the-art of AI-based and teacher-based writing assessments and to identify emerging debates and research directions in the field. A total of 258 articles were collected from Scopus, ScienceDirect, JSTOR, Emerald, and Ebscohost, and filtered using PRISMA guidelines. Eight articles met the inclusion criteria. The findings reveal that AI-based assessments offer high consistency and efficiency in evaluating surface-level language features, but struggle with assessing higher-order discourse aspects such as coherence, argumentation, and rhetorical structure. Conversely, teacher-based assessments provide richer, context-aware feedback, yet are limited by issues of subjectivity and scalability. A hybrid model that integrates AI efficiency with human insight emerges as a promising solution to balance reliability and validity in writing assessment. Nevertheless, key debates remain regarding AI's scoring authority, construct validity, ethical concerns and, implementation across diverse educational contexts. This study calls for the development of unified frameworks and teacher training to support equitable and effective AI-human collaboration in writing assessment

    4,728

    full texts

    5,310

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇