E-Journal Universitas Muhammadiyah Semarang
Not a member yet
5310 research outputs found
Sort by
PENGABDIAN SAFARI KB IMPLAN
Program safari keluarga berencana (KB) Implan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang efektif. Kegiatan safari KB implan di Kota Semarang bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan edukasi mengenai penggunaan kontrasepsi implan. Melalui pendekatan langsung dan interaktif, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami manfaat, cara penggunaan, serta efek samping dari kontrasepsi ini. Metode pengabdian ini melalui tiga tahapan, yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini yaitu kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan di RS Unimus pada tanggal 02 Mei 2024. Akseptor yang mengikuti pemasangan dan pelepasan KB implan merupakan wanita usia subur sejumlah 50 orang. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan pemahaman akseptor tentang KB Implan
EDUKASI SUAMI SEBAGAI DUKUNGAN KB PASCA SALIN DI KELURAHAN SRONDOL SEMARANG
Pemerintah mencanangkan sebuah program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, yaitu program Keluarga Berencana (KB). Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia serta tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan kesehatan reproduksi, program KB digunakan sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dengan program ini, laju pertumbuhan penduduk pada periode 2010-2035 diprediksi akan mengalami penurunan menjadi 0,62% (Bappenas 2017). Pelayanan KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat/obat kontrasepsi segera setelah persalinan dikerjakan dalam 10 menit setelah keluarnya plasenta sampai jangka waktu 42 hari setelah melahirkan yang tujuannya mengatur jarak kelahiran, jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, salah satu jenis metode pasca persalinan adalah IUD Post Placenta yang keuntungannya dapat meningkatkan capaian peserta KB baru MKJP, menurunkan angka Unmet need, meningkatkan contraceptive prevalence Rate (Kemenkes RI, 2020). Tujuan Memberikan edukasi tentang KB pasca persalinan di Kelurahan Srondol Kota Semarang. Metode yang digunakan dengan action research dan Pemberian edukasi, terhadap suami sebagai dukungan KB pasca Salin di kelurahan Srondol Kota Semarang. Hasil kegiatan ini adalah Masyarakat dapat mengetahui pentingnya dukungan suami atau keluarga untuk mewujudkan keberhasilan program KB, sehingga dapat ikut serta mensukseskan program pemerintahan dan meminimalisi kejadian kehamilan yang tidak diinginkan. Kesimpulan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan suami sebagai dukungan KB pasca Salin di kelurahan Srondol Kota Semarang
Penerapan pursed lips breathing terhadap frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia
Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan yang dapat terjadi pada anak dan umumnya disertai dengan infeksi akut pada bronkus yang disebut bronkopneumonia. Bronkopneumonia menyerang saluran pernafasan dengan manifestasi klinis batuk, pilek, demam, dan disertai dengan sesak nafas. Pneumonia menjadi masalah utama yang meyebabkan kematian pada balita sebesar 79.486 di tahun 2021. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pursed Lips Breathing terhadap frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan yang menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan Pursed Lips Breathing pada anak dengan Pneumonia yang berjumlah 3 orang subyek studi yang berusia 3-6 tahun. Pengukuran frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan tindakan selama 3 hari. Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi didapatkan frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen masing masing subjek studi mengalami penurunan frekuensi pernafasan dari 35 menjadi 28 dan kenaikan saturasi oksigen dari 92% menjadi 98%. Pursed Lips Breathing menjadi salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan frekuensi pernapasan dan meningkatkan saturasi oksigen
Klasifikasi Kendaraan Menggunakan Convolutional Neural Network untuk Sistem Gerbang Tol Otomatis di Kota Pintar
Konsep kota pintar menjadi isu penting dalam pengembangan kota-kota besar di dunia, di mana kota diharapkan dapat memberikan kehidupan yang lebih nyaman, teratur, sehat, dan efisien. Smart transportation sebagai bagian dari smart city berperan penting dalam meningkatkan tata kota yang lebih baik, termasuk pada sistem jalan tol. Saat ini, Gardu Tol Otomatis (GTO) di Indonesia masih menggunakan sensor yang sering kali salah dalam mengklasifikasikan truk gandeng. Penelitian ini memanfaatkan kamera digital yang telah terpasang di pintu tol untuk melakukan klasifikasi jenis kendaraan dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN). CNN dipilih karena kemampuannya dalam mengenali pola dan fitur pada citra kendaraan melalui struktur jaringan saraf tiruan. Database yang digunakan terdiri dari 440 citra kendaraan, meliputi Truck, Taxi, Minibus, Jeep, Heavy Truck, Family Sedan, Bus, dan SUV. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model CNN yang dikembangkan mencapai akurasi rata-rata sebesar 95%. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem transportasi pintar dengan meningkatkan akurasi klasifikasi kendaraan di gerbang tol, sehingga dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi. Implikasi dari penelitian ini dapat mendukung penerapan smart transportation dalam konteks smart city yang lebih luas
THE EFFECTIVENESS OF WEB-BASED LEARNING MEDIA “GAMES TO LEARN ENGLISH” ON YOUNG LEARNERS' VOCABULARY MASTERY
Vocabulary is one of the essential parts of language that cannot be separated from learning English. It is challenging to master the four language skills without mastering a vocabulary because it is essential in language learning. The problem of this research is whether web-based learning media Games to Learn English to teach vocabulary to sixth-grade students at SD 1 Ternadi in the 2023/2024 academic year make a significant difference in vocabulary learning. This is an experimental study with one group pre-test and post-test. This study explores the difference in young learners’ vocabulary before and after being taught using web-based learning media Games to Learn English. Only one class in this study as respondents received the treatment as part of this design. The sig (2-tailed) value obtained is 0.00, which is less than 0.05, therefore there is a significant difference. As a result, the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected, there is a difference between the two values. It is proved that Games to Learn English is effective to teach vocabulary for sixth grade students at SD 1 Ternadi
Factors Influencing The Behavior of Pregnant Women in Triple Elimination Screening
Pregnant women are a vulnerable group to sexually transmitted infections such as HIV/AIDS, hepatitis B, and syphilis, which can have serious effects on both maternal and fetal health. These infections can be vertically transmitted from mother to baby, potentially leading to premature birth, low birth weight, congenital defects, or neonatal death. The objective of this systematic review is to identify the factors influencing pregnant women’s behavior in undergoing triple elimination screening. The databases used were PubMed, Science Direct, and Google Scholar. The keywords employed were factors influencing the behavior of pregnant women in triple elimination screening. A total of 7 articles were obtained from the literature search. The search results were filtered using the PICO framework and the CRAAP method. The study identified five factors influencing the behavior of pregnant women in triple elimination screening, namely: the role of healthcare providers, information sources, family support, utilization of prenatal classes, and maternal age. This analysis concludes that five factors influence the behavior of pregnant women in triple elimination screening: the role of healthcare providers, information sources, family support, utilization of prenatal classes, and maternal age. However, further research is needed to explore additional factors that may affect the behavior of pregnant women in triple elimination screening
Optimasi Penjadwalan Bendungan Sungapan di Sungai Waluh Menggunakan Data Debit Harian dengan Particle Swarm Optimization (PSO)
Pengelolaan sumber daya air yang efektif melalui sistem bendungan merupakan tantangan penting dalam manajemen infrastruktur air. Penelitian ini berfokus pada optimasi penjadwalan buka-tutup Bendungan Sungapan di Sungai Waluh menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) dengan memanfaatkan data debit harian. Tujuan utama penelitian adalah memaksimalkan efisiensi penggunaan kapasitas bendungan sambil meminimalkan risiko banjir di wilayah hilir. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan PSO dengan fungsi objektif yang mempertimbangkan batasan kapasitas bendungan maksimum 20 m³/s. Data yang digunakan mencakup pengukuran debit harian sepanjang tahun 2023. Hasil implementasi menunjukkan bahwa algoritma PSO berhasil mengoptimalkan jadwal operasional bendungan dengan membuka pintu air saat debit mendekati kapasitas maksimum dan menutupnya saat berada di bawah ambang kritis. Sistem ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko banjir sambil mempertahankan ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan PSO dalam optimasi penjadwalan bendungan memberikan solusi yang efisien dan dapat diadaptasi untuk pengelolaan sumber daya air yang lebih baik di masa mendatang
Analisis Spasial Prevalensi Stunting Berdasarkan Ketersediaan Air Bersih, Jamban Sehat, dan Keluarga Perokok di Kabupaten Musi Banyuasin
Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Faktor tidak langsung mempengaruhi stunting, disebut faktor sensitive, perlu di telaah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi stunting berdasarkan ketersediaan air bersih dan jamban sehat serta keluarga perokok di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain studi ekologi menggunakan pendekatan spasial, yang dilakukan dengan pemetaan menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG). Kelompok populasi penelitian adalah masyarakat wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin yang berjumlah 600 sasaran. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi yang buruk, seperti ketersediaan air bersih dan jamban sehat yang tidak memadai, serta paparan asap rokok merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko tersebut dengan kejadian stunting. Wilayah dengan cakupan sanitasi dan akses air bersih yang rendah, serta prevalensi merokok yang tinggi, cenderung memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa stunting merupakan masalah multifaktorial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait. Kesimpulan: Perbaikan sanitasi dan upaya pengurangan paparan asap rokok perlu dilakukan secara intensif untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia. Intervensi komprehensif yang meliputi perbaikan sanitasi, peningkatan akses air bersih, dan upaya pengurangan prevalensi merokok sangat diperlukan untuk mengatasi masalah stunting
PENGARUH PEMBERIAN TEH DAUN KERSEN DAN MADU HITAM TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGESANGAN
Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by an increase in blood sugar levels (hyperglycemia), which occurs because the pancreas does not produce enough insulin or the body cannot use the insulin that is produced. Cherry leaves and black honey contain saponin and flavonoid compounds that can inhibit the absorption of blood sugar from the intestines. The purpose of this study is to determine the effect of administering cherry leaf tea and black honey on reducing blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Pagesangan Health Center. This study is quantitative with an experimental method using a Pretest-Posttest With Control Group Design. Sampling was carried out using purposive sampling. The sample in this study consisted of 36 patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Pagesangan Health Center. The sample was divided into two groups: group A (given cherry leaf tea and black honey) and group B (given cherry leaf tea), with 18 participants in each group. The study was conducted over 7 days, and treatment was given once daily before meals. Blood sugar levels were measured using a glucometer, and blood samples were taken capillarily (rapid test). The results showed that there was an effect of administering cherry leaf tea and black honey on reducing blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The conclusion is that there is a significant effect of administering cherry leaf tea and black honey on reducing blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Pagesangan Health Center, Mataram City
Digital Analysis of the Beautiful Man in Indonesian Students’ Collective Memory
This study examines how students collaborate to develop the concept of the “beautiful man”. It explores how gender and cultural context shape collective memories. Based on 66 infographics created by first-year English Literature students at a university in Surabaya, this study investigates how Indonesian students collaboratively construct the concept of “beautiful man” through collective memory. The research employs a qualitative, corpus-based approach using 66 student-created infographics, which were converted into text and analysed through Voyant Tools. The analysis focuses on four categories: similarity, difference, real-life examples, and slogans. This methodological design enables both quantitative text mining and qualitative interpretation. The study reveals that makeup and self-care serve as both boundary markers and shared practices, highlighting similarities and differences. This suggests that students are blending traditional views of masculinity with more inclusive ideas. Real-life examples illustrate how schools, friends, family, and society shape perceptions of acceptance, resistance, and stigma. These everyday settings reveal how people judge and challenge gendered appearances, making them essential spaces for testing and redefining ideas of masculinity and beauty. The slogan category highlights values such as “embrace,” “uniqueness,” and “diversity,” reflecting new ideas of masculinity. Overall, the findings show that students actively engage with and reshape the meanings of male beauty through group discussions and their work. They are not just accepting traditional views but are constantly renegotiating masculinity in their campus culture