Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Tela’ah Pustaka: Pemanfaatan Smartphone App Ptsd Coach Sebagai Program Self-Management Dalam Mengatasi Gejala Post-Traumatic Stress Disorder
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan salah satu kondisi yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana. Estimasi prevalensi PTSD bervariasi, sebagian besar berada di kisaran 20-40% dalam studi bencana dan lebih rendah 3-5% di beberapa populasi. PTSD yang tidak tertangani menyebabkan tingginya prevalensi depresi, masalah kesehatan dan penurunan kualitas hidup sehingga diagnosis dini dan intervensi tepat waktu penting untuk perbaikan dan pencegahan setiap komplikasi. Penanganan PTSD dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan psikoterapi namun faktanya sedikit penderita PTSD menerima perawatan dengan berbagai alasan misalnya masalah logistik, kepercayaan tentang pencarian pengobatan yang tepat, kekhawatiran tentang pemikiran orang lain, dan menganggap bahwa masalah bisa diatasi sendiri. Dengan demikian diperlukan adanya pendekatan alternatif dalam mengatasi permasaahan tersebut. PTSD Coach merupakan salah satu aplikasi smartphone yang berguna sebagai self management dalam pengelolaan gejala PTSD
Identifikasi Karakteristik Penderita Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat
COVID-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh coronavirus yang termasuk betacoronavirus yang berkaitan dengan penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2. Setelah ditemukan pada akhir tahun 2019 dalam waktu yang relatif singkat COVID-19 telah menyebar di 213 negara dengan jumlah kematian sebanyak 175.825 orang dari 2.549.632 kasus yang terkonfirmasi. Sedangkan di Indonesia didapatkan jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 7.775 kasus dengan jumlah meninggal sebanyak 647 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa hasil press release dari satgas pencegahan dan penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat periode Mei sampai Juni 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 643 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbanyak pasien pada kelompok umur 26-35 tahun sebanyak 140 orang (21,8%), dengan Jenis kelamin laki-laki sebanyak 402 orang (62,5%), dan sebagian berasal dari Kota Mataram yaitu sebanyak 235 orang (36,5%), yang tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terkonfirmasi didapatkan 410 orang (63,6%), dan yang memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19 sebanyak 327 orang (50,9%). Kesimpulan sebagian besar penderita terkonfirmasi positif COVID-19 antara bulan Mei-Juni 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Barat paling pada kelompok umur 26-35 tahun, jenis kelamin laki-laki dan memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19
Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Terjadinya Ketuban Pecah Dini: Survey Study
Ketuban pecah dini (KPD) merupakan penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan terjadinya KPD diantaranya adalah Riwayat anemia dalam kehamilan, Riwayat infeksi saluran kemih, status social ekonomi rendah, Riwayat KPD sebelumnya dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko terjadinya KPD baik dari faktor social demografi maupun faktor kondisi klinis di Ruang Bersalin RSUD Provinsi NTB. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan melihat medical record dari responden yang mengalami KPD pada tahun 2019 sejumlah 175 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat yakni melihat presentase faktor resiko. Hasil penelitian menunjukkan status multigravida tingkat pendidikan menengah dan status tidak bekerja merupakan faktor sosio demografi terbanyak masing-masing sebesar 53%, 63,8% dan 86%. Dari faktor kondisi klinis riwayat infeksi merupakan faktor resiko yang paling menonjol pada pasien KPD yakni sebanyak 119 responden (68%), sementara itu, Riwayat anemia dalam kehamilan menjadi faktor kondisi klinis ke dua terbanyak sebesar 45% atau 79 responden. Temuan penelitian ini dapat dijadikan penguatan kepada ibu hamil dengan optimalisasi pelaksanaan kegiatan kelas ibu di puskesmas serta dapat lebih meningkatkan promosi kesehatan dan inovasi pembelajaran baik di desa maupun di puskesmas
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Toddler
Anak adalah individu yang unik dengan kebutuhan yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang belum terbentuk dengan baik, sehingga sering sakit dan terpaksa dirawat di rumah sakit yang sering menyebabkan reaksi rawat inap. Reaksi anak-anak yang mengalami rawat inap termasuk kecemasan dan ketakutan. Salah satu teknik non-farmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan anak adalah dengan memberikan terapi bermain puzzle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan akibat penyakit rawat inap balita di Bangsal Durian RSUD Klungkung. Penelitian ini menggunakan desain pre-experiment dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test. Penentuan sampel menggunakan teknik insidental. Jumlah sampel 27 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket tingkat kecemasan. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon signed rank. Hasil pre-test didapatkan mayoritas anak mengalami kecemasan berat sebanyak 14 responden (15.9%) dan didapatkan hasil post-test sebagian besar anak mengalami kecemasan ringan sebanyak 22 responden (81,5%). Uji statistik diperoleh nilai p (0,000) <α(0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan akibat rawat inap balita. Anak yang mengalami rawat inap dapat diberikan terapi bermain puzzle mengurangi respons kecemaan yang mereka hadapi
Pengaruh Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh brisk walking excercise terhadap penurunan tekanan darah. Desain penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan one group pretest-posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 60 dan 18 orang direkrut sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh brisk walking excercise terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik dengan nilai p masing-masing 0,000 (sistolik) dan 0,003 (diastolik). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara brisk walking excercise terhadap penurunan tekanandarah pada lansia dengan hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan dalam tatalaksana pasien hipertens
Hubungan Motivasi Ibu Menyusui Dengan Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi yang penting untuk tumbuh kembangnya secara optimal baik fisik maupun mental. Saat ini angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah yaitu sebesar 30,2%. Faktor penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif meliputi pengetahuan, informasi, motivasi dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, dengan metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling, dan didapatkan 76 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik kendall's tau. Hasil penelitian menunjukkan, dari 76 responden sebagian besar motivasi ibu menyusui kuat dengan persentase 68,4% dan pemberian ASI eksklusif sebagian besar berhasil dengan persentase 73,7%. Uji statistik menunjukkan p value 0,001 < α 0,05, r = 0,635, yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, dengan hubungan yang kuat antar variabel serta arah yang positif. Berdasarkan hal tersebut perlu ditingkatkan peran perawat sebagai edukator maupun konselor untuk memberikan motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif selama masa nifas
Pengaruh Penggunaan Rompi Motif Kartun Terhadap Perilaku Kecemasan Anak Usia Pra Sekolah Selama Prosedur Injeksi Perset
Anak-anak selama proses rawat inap umumnya memerlukan tindakan invasif berupa suntikan atau infus. Prosedur yang menimbulkan nyeri cenderung menunjukkan reaksi perilaku yang negatif, termasuk anak yang tidak kooperatif sehingga menyulitkan pelaksanaan prosedur medis termasuk pemberian obat suntik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik distraksi rompi motif kartun terhadap perilaku kecemasan pada anak prasekolah pada saat prosedur injeksi intravena (IV). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra eksperimental dengan one group pre-test post-test design, sampel penelitian menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Pengumpulan data perilaku kecemasan bersifat kooperatif dan tidak kooperatif dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku cemas anak sebelum diberikan teknik distraksi sebagian besar tidak kooperatif yaitu 19 orang (63,3%) dan setelah diberikan teknik distraksi sebagian besar kooperatif yaitu 18 orang (60%). Analisis data dilakukan dengan wilcoxon sign rank test diperoleh nilai p = 0,001 <0,05 yang berarti terdapat pengaruh penggunaan rompi motif kartu terhadap perilaku kecemasan anak prasekolah selama prosedur injeksi IV perset. Penggunaan rompi motif kartun dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi perilaku kecemasan anak saat menjalani prosedur penyuntikan
Pengaruh Pijat Punggung Dengan Minyak Essensial Lemon Terhadap Nyeri Punggung Bawah pada Lansia
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan musculoskeletal akibat aktifitas yang kurang baik menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang sering diderita oleh lansia. Salah satu manajemen nyeri non farmakologis dapat dilakukan dengan pijat punggung dengan minyak essensial lemon. Pijat punggung merupakan teknik memberikan tindakan pijat pada punggung dengan usapan secara perlahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat punggung dengan minyak essensial lemon terhadap nyeri punggung bawah pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 17 orang yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan analisis paired t-test menunjukkan bahwa melakukan pijat punggung dapat menurunkan skala nyeri punggung bawah pada lansia dengan nilai ρ = 0,000 (<0,05). Dapat diambil kesimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian pijat punggung dengan minyak essensial lemon terhadap skala nyeri punggung bawah pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika. Berdasarkan hasil penelitian tersebut pijat punggung dengan minyak essensial lemon sebagai salah satu alternative intervensi keperawatan untuk mengurangi rasa nyeri punggung bawa
Tingkat Pengetahuan Akseptor KB Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dengan Keikutsertaan Terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
Keluarga Berencana (KB) menurut World Health Organisation (WHO) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval kelahiran, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami dan istri, menentukan jumlah anak dalam keluarga. Salah satu faktor yang memengaruhi keikutsertaan sebagai akseptor metode kontrasepsi jangka panjang adalah pengetahuan suami istri mengenai kontrasepsi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan akseptor KB tentang metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dengan keikutsertaan MKJP di banjar Air Kuning Kecamatan Jembrana. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu melakukan pengumpulan data dalam satu waktu dan tiap subyek penelitian diobservasi sekali saja. Hasil uji statistik chi square (X2) didapatkan hasil hitung untuk tingkat pengetahuan akseptor KB tentang metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebesar 61,267 dengan tingkat kemaknaan 95% dengan nilai p<0.05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan akseptor KB tentang metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dengan keikutsertaan terhadap MKJP. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi lebih banyak tentang kontrasepsi jangka panjang sehingga akseptor KB MKJP akan bertambah untuk mengontrol kehamilan dengan bai
Harga Diri pada Orang Terkonfirmasi Positif HIV di Tahun Pertama
Harga diri merupakan sebuah komponen penting dalam kehidupan orang dengan HIV/AIDS. Harga diri dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian inin adalah untuk melakukan penelusuran tentang harga diri pada orang terkonfirmasi positif HIV di tahun pertama. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi deskriptif. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh orang dengan HIV/AIDS yang menjalani pengobatan di RSD Mangusada. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive. Pengumpulan data harga diri menggunakan kuisioner Rosenberg Self Esteem Scale. Analisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian ini menggambarkan sebagian besar orang dengan HIV di tahun pertama berada pada kategori harga diri rendah 23 (52%), rata-rata usia responden adalah 33,27 tahun, didominasi oleh laki-laki sebanyak 30 (68%), tingkat pendidikan responden sebagian besar SLTA 27 (615), serta didominasi oleh responden yang sudah menikah 37 (84%). Temuan pada penelitian menjelaskan bahwa harga diri pada orang terkonfirmasi positif HIV di tahun pertama sebagian besar berada pada kategori rendah. Untuk itu identifikasi yang dilakukan sejak dini perlu dilakukan guna kefektifan pemberian asuhan keperawata