Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Tekanan Darah Terhadap Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Desa Adat Bualu
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada diatas batas normal yaitu ≥140 mmHg untuk sistolik dan ≥80 mmHg untuk diastolik. Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat. Data Riskesdas Tahun 2013 menunjukkan hipertensi di Indonesia sebesar 25,8% dan di Bali jumlah penderita hipertensi sebesar 840.851 jiwa. Menurut hasil studi pendahuluan di Desa Adat Bualu, didapatkan bahwa dari sepuluh masyarakat yang menderita hipertensi adalah sebanyak tujuh orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat di Desa Adat Bualu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 298 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Uji statistik menggunakan Uji Mann-Whitney dan Kai Kuadrat dengan derajat kemaknaan (nilai α = 0,05). Hasil penelitian dengan Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat hubungan usia terhadap kejadian hipertensi (p value = 0,001). Dan hasil Uji Kai Kuadrat didapatkan bahwa terdapat hubungan jenis kelamin, riwayat keluarga, konsumsi garam, konsumsi lemak, merokok dan konsumsi alkohol terhadap kejadian hipertensi dengan p value masing-masing variabel yaitu jenis kelamin p value = 0,001, riwayat keluarga p value = 0,001, konsumsi garam p value = 0,001, konsumsi lemak p value = 0,001, merokok p value = 0,001, konsumsi alkohol p value = 0,001. Sedangkan tidak terdapat hubungan olahraga terhadap kejadian hipertensi dengan p value = 0,856
Penerapan Metode “Guided Writing” dalam Menulis Deskripsi Keluarga pada Level Bahasa Inggris Dasar Bagi SPK di Daerah Badung dan Denpasar
Bahasa Inggris adalah salah satu kemampuan komunikatif yang harus ditingkatkan pada era globalisasi karena bahasa Inggris sangat penting. Bagi mereka yang bekerja di sektor kesehatan, memahami Bahasa Inggris juga merupakan suatu kewajiban, terlebih lagi dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang salah satunya meminta para perawat untuk dapat bersaing di era globalisasi ini. Menulis merupakan fokus pembahasan dalam penelitian ini karena beberapa perawat masih mengalami kesulitan dalam menulis deskripsi keluarga akibat kurangnya pembendaharaan kata dan mereka juga merasa kesulitan dalam menggabungkan kata menjadi suatu kalimat yang padu. Guided writing dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam menulis dan dapat meningkatkan kemampuan menulis mereka. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen atau single group pre-test and posttest. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Terdapat dua jenis tes yang digunakan yaitu pretest dan post test. Berdasarkan data yang telah didapatkan, kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan dalam menulis. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesiapan dan terlalu banyaknya beban yang dirasakan oleh mereka
Penerapan Penerapan Self Hypnosis Pada Ny “SW” Umur 40 Tahun dengan Kista Ovarium (Penatalaksanaan pada Gangguan Reproduksi dengan Kista Ovarium di Ruang Dara RSUD Wangaya)
Kista ovarium adalah kantung yang abnormal mengandung cairan cair atau setengah cairan yang ada di organ ovarium dan dapat mengganggu fungsi normal ovarium. Berdasarkan data rekam medis RSUD Wangaya, jumlah kasus kista ovarium pada tahun 2015 adalah 60 kasus. Faktor-faktor yang mempengaruhi kista ovarium adalah riwayat keluarga, usia dan gaya hidup tidak sehat. Tujuan dari studi kasus ini adalah dapat diterapkan pada gangguan reproduksi perawatan oleh kista ovarium menggunakan self hypnosis. Metode perawatan kebidanan pada Ibu "SW" menggunakan metode deskriptif kualitatif menjelaskan dan memberi pemahaman secara umum dan interpretasi tentang berbagai perilaku dan pengalaman manusia untuk menceritakan pemecahan masalah berdasarkan data. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Perawatan kebidanan telah diberikan tidak ada gat antara teori dan praktik di lapangan baik dari penilaian data subjektif, objektif, analisis dan pengobatan kista ovarium. Perawatan yang diberikan diberikan dengan perawatan di rumah sakit. Studi kasus ini diharapkan bisa bermanfaat bagi praktisi kesehatan, institusi, juga untuk penulis selanjutnya dimana sebagai referensi dalam gangguan reproduksi dengan kasus ovarium khususny
Pengaruh Pendidikan Sex Dengan Kesiapan Psikologi Remaja Putri Pra-Pubertas Menghadapi Menarche di SDN 1 Kerambitan Tabanan
Pra-pubertas yaitu masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Remaja adalah waktu seorang perempuan mampu mengalami perubahan yaitu dengan terjadinya menarche atau haid pertama. Informasi tentang menstruasi akan berpengaruh siap atau tidaknya seorang remaja putri dalam menghadapi menarche. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 10 sampel diperoleh 7 orang siswi mengatakan tidak siap menghadapi menarche dan 3 sisiwi mengatakan siap. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan menggunakan rancangan penelitian pre eksperimental dengan menggunakan pendekatan pre post test design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswi kelas V dan VI yang belum mengalami menstruasi di SDN 1 Kerambitan Tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu sebanyak 34 responden. Hasil uji menggunakan wilcoxon dengan nilai p value sebesar 0,001 artinya p < 0,05 maka penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengaruh pendiikan sex dengan kesiapan psikologi remaja putri pra-pubertas menghadapi menarche di SDN 1 Kerambitan. Informasi dan pengetahuan akan mempengaruhi kesiapan sesorang dalam menyikapi sesuatu yang dihadapinya, maka dari itu pendidikan sex tentang menstruasi perlu diberikan pada remaja putri yang akan menghadapi menarche agar remaja putri paham dan siap untuk menghadapi menarche
Hubungan Karakteristik Sosio Demografi, Status Kepesertaan dengan Kepuasaan Pasien dalam Pelayanan KIA di Puskesmas III Denpasar Selatan
Kepuasan pasien merupakan bagian menyeluruh dalam pelaksanaan jaminan mutu layanan kesehatan yang meliputi lima dimensi tangible, reability, responsiveness, assurance dan empaty. Kepuasaan pasien sangat tergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan (Pohan, 2006). Desain penelitian ini adalah cross-sectional analitik. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas III Denpasar. Besar sampel yaitu 78 orang, dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel bebas adalah umur, pendidikan, pekerjaan dan status kepesertaan dan variabel terikatnya kepuasaan pasien. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariate (chi square) dan multivariate (regresi logistic). Sebagian besar usia pasien kategori dewasa (51.3%), sebagian besar pendidikannya tinggi (76.9 %), sebagian besar tidak bekerja (62,8%), sebagian besar status kepesertaan asuransi (56,4%) dan sebagian besar menyatakan puas terhadap pelayanan (66.7%). Analisi bivariat diperoleh hubungan yang signifikan antara umur (p=0.002), pendidikan (p=0.004), pekerjaan (0.008) , status kepesertaan (0.024) dengan kepuasaan pasien. Pada analisis multivariate umur memiliki faktor dominan yang berhubungan signifikan dengan kepuasaan (p=0.014, OR=4,307). Simpulan dari penelitian ini ada hubungan antara variable umur, pendidikan, pekerjaan, pendidikan dan status kepersertaan terhadap kepuasaan pasien. Variabel umur memiliki hubungan yang bermakna dan berpeluang 4 kali lebih besar dari pendidikan, pekerjaan dan status kepesertaan dalam mempengaruhi kepuasaan pasie
Pengaruh Self-Management Education Terhadap Pemberdayaan Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di RSUD Wangaya Denpasar
PPOK merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kronik di seluruh dunia. Tahun 2020 PPOK diprediksi sebagai penyebab kematian keempat di dunia. Pemberdayaa pasien untuk berpartisipasi aktif dibutuhkan dalam penanganan pasien PPOK. Akan tetapi, pemberdayaan pasien PPOK dalam mengelola penyakitnya masih rendah. Self management education merupakan salah satu intervensi untuk meningkatan pemberdayaan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh self management education terhadap pemberdayaan pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan pre test and post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling yaitu sebesar 36 orang yang terdiri dari 18 kelompok perlakuan yang mendapatkan self management education melalui media booklet dan 18 kelompok kontrol yang mendapat prosedur edukasi yang berlaku di ruangan. Sampel diambil dari populasi pasien PPOK di Poliklinik paru RSUD Wangaya yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diambil meliputi karakteristik responden, pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan, self efficacy dan gejala PPOK. Data dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Paired t test, dan Mann whitney U test. Hasil uji statistik Mann Whitney U test menunjukkan ada perbedaan komponen pemberdayaan (pengetahuan, sikap, tindakan, kemampuan mengambil keputusan dan self efficacy) antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan p=<0,0001, sedangkan untuk gejala PPOK tidak terdapat perbedaan dengan p=0,713. Self management education efektif meningkatkan pemberdayaan pasien PPOK, tetapi belum efektif menurunkan gejala PPOK. Penelitian di tempat yang berbeda dengan responden yang lebih homogen dan waktu pengamatan yang lebih panjang perlu dikembangkan untuk penelitian selanjutny