Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
    166 research outputs found

    Analisis Patient Safety Ditinjau dari Perilaku Caring Perawat pada Pasien Dengan Resiko Jatuh

    Get PDF
    Latar Belakang: Pasien dengan resiko jatuh merupakan salah satu resiko insiden yang tidak diinginkan dalam lingkup rumah sakit. Resiko pasien jatuh hingga terjadi insiden mempunyai dampak merugikan bagi pasien, salah satu dampak yang merugikan adalah dampak cidera fisik yang mencakup luka lecet, luka robek, luka memar, bahkan dalam beberapa kasus berat jatuh dapat berakibat fraktur, perdarahan, dan cidera kepala. Tujuan Penelitian: Tujuan mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan Patient safety resiko jatuh. Metedologi: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Cross sectional. Populasi adalah Semua pasien pasien resiko jatuh. Besar sampel adalah 67 responden dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Variabel Independen penelitian adalah Perilaku Caring. Variabel dependen adalah Patient safety resiko jatuh. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa peraku caring perawat cukup baik sebanyak 35 responden (52,2%), Patient safety resiko jatuh yaitu cukup sebanyak 30 responden (4,8%). Hasil penelitian didapatkan bahwa p=0,000 terdapat hubungan perilaku caring perawat dengan Patient safety risiko jatuh. Kesimpulan: Perilaku caring perawat dengan Patient safety risiko jatuh memiliki hubungan yang signifikan, karena perilaku caring memberikan perawatan langsung, dan berespon terhadap setiap kondisi pasien

    Hubungan Kepercayaan Diri dengan Interaksi Sosial Anak Usia Prasekolah di TK Ratna Kumara Medahan

    No full text
    Latar Belakang: Anak usia prasekolah adalah anak yang berumur 3-6 tahun yang memiliki periode optimal untuk mulai menunjukkan minat dalam kesehatan serta menunjukkan interaksi terhadap lingkungan sosial. Interaksi sosial merupakan suatu proses hubungan dinamis yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok sehingga menimbulkan hubungan timbal balik untuk mencapai tujuan masing-masing. Salah satu hal yang dapat membantu anak dalam interaksi sosial adalah dengan memiliki rasa kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan keyakinan atas kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya. Dengan memiliki rasa kepercayaan diri anak dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri anak, sehingga anak mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan interaksi sosial anak usia prasekolah di TK Ratna Kumara Medahan. Metedologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kuantitatif desain korelasional dengan pendekatan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswi TK Ratna Kumara Medahan yang berjumlah 62 responden yang dipilih dengan metode simple random sampling. Uji analisia data yang digunakan adalah uji statistik non parametrik korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 45 anak (72,6%) memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan 44 anak (71,0%) memiliki kemampuan interaksi sosial yang baik. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil nilai p –value 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan positif signifikan antara variabel kepercayaan diri dengan variabel interaksi sosial. Kesimpulan: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang perkembangan anak khususnya mengenai kepercayaan diri dan interaksi sosial pada anak

    Perilaku Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tpe 2 di Ruang Janger RSD Mangusada Badung

    No full text
    Latar Belakang: Penyakit diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit tidak menular (PTM) yang jumlahnya meningkat cukup signifikan, menghabiskan biaya pengobatan yang tinggi, dan penderita seumur hidupnya harus meakai obat. Dengan demikian, penanganannya memerlukan suatu ketaatan perilaku penderita untuk meminum obat. Tujuan Penelitian: Untuk mengerti dan memahami perilaku minum obat pasien DM tipe 2 di ruang Janger RSD Mangusada Badung. Metedologi: Jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi, proses analisis data menggunakan mode Miles dan Haberman, serta alat analisis datanya menggunakan teori sosial focus norm theori. Hasil: Ditemukan bahwa ketidaktaatan pasien minum obat di rumahnya sebelum dirawat diakibatkan beberapa faktor di antaranya obatnya habis, keluhan-keluhan penyakitnya sudah tidak timbul lagi, lupa, atau malas mencari obatnya. Sedangkan ketaatan pasien minum obat di ruang Janger RSD Mangusada didasari oleh beberapa alasan di antaranya adalah kerutinan perawat memberikan obat dan menekankan pentingnya minum obat, adanya perilaku meniru semangat dan ketaatan dari pasien lain untuk minum obat, serta adanya keinginan dari dalam diri untuk cepat sembuh

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Secara Daring Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Menghadapi Menarche di SDN Cisauk Tangerang

    No full text
    Latar Belakang: Menarche merupakan menstruasi pertama yang terjadi pada usia 12-15 tahun atau ketika masa pubertas. Pengetahuan remaja tentang menstruasi akan mempengaruhi cara pandang remaja terhadap menarche. Dampak pandemi Covid-19 memaksa pendidikan dan pembelajaran dilakukan secara daring termasuk pendidikan kesehatan dengan metode penyuluhan. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis Pengaruh pendidikan kesehatan secara daring terhadap  tingkat pengetahuan remaja putri menghadapi menarche. Metedologi: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif, Dengan desain penelitian pre eksperimen menggunakan rancangan The one group pre-test post-test design dengan menggunakan instrumea kuisioner. Sampel dalam penelitian ini merupakan remaja putri usia 9-13 tahun dengan total sampel 45 siswa. Hasil: menunjukan adanya pengaruh pendidikan kesehatan yang signifikan terhadap pengetahuan responden, dengan nilai p =0,000  (p< 0,05). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan siswi memiliki pengetahuan baik sebanyak 2 orang (4,4%) dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan secara daring menjadi 24 orang (53,3%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa informasi kesehatan sangat diperlukan untuk diberikan kepada siswi dalam menghadapi dan mempersiapkan diri menghadapi  menarche. Kesimpulan: bahwa pendidikan kesehatan sangat penting diberikan kepada siswi dalam menghadapi dan mempersiapkan diri menghadapi  menarche.         &nbsp

    Hubungan Pengukuran Richmond Agitation Sedation Scale (RASS) dengan Keberhasilan Weaning Ventilator di Ruang Intensif UPTD. RSUD Bali Mandara Provinsi Bali

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyapihan dari ventilator mekanik dapat didefinisikan sebagai proses pelepasan ventilator baik secara langsung maupun bertahap. Salah satu cara untuk mengurangi kebutuhan ventilator adalah sedasi dan agitasi yang terukur dengan menggunakan skor Richmond Agitation and Sedation Scale (RASS). Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengukuran Richmond Agitation Sedation Scale (RASS) dengan keberhasilan weaning ventilator di Ruang Intensif UPTD. RSUD Bali Mandara. Metedologi: Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain case control. Sampel penelitian ini berjumlah 48 responden dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji Lambda untuk mengetahui hubungan antara pengukuran RASS dengan keberhasilan weaning ventilator dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata usia responden > 65 tahun yaitu 17 responden (35,4 %), sebagaian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu 48 responden (62,5 %) sedangkan perempuan yaitu sebanyak 18 responden (37,5 %). Dengan skor RASS yaitu sedang sadar (0) dengan 22 responden (45,8%), dengan tingkat keberhasilan weaning sebesar sebanyak 30 responden (62,5 %) dengan mode SPN CPAP dengan 16 responden (88,9%) sementara kegagalan terjadi pada 18 responden (37,5 %). Analiss bivariat dengan uji Lambda menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0.001 (p ≤ 0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan ada hubungan antara pengukuran Richmond Agitation and Sedation Scale (RASS) dengan keberhasilan weaning ventilator

    Hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Kelas VIII di SMP Negeri 2 Kuta Utara

    No full text
    Latar Belakang: Salah satu perubahan yang terjadi pada remaja putri adalah terjadinya menstruasi. Menstruasi yang terjadi secara berulang dan teratur setiap bulan pada akhirnya akan membentuk suatu siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang terjadi pada remaja putri tidak selalu teratur karena  sebagian remaja putri mengalami masalah terkait gangguan siklus menstruasi yang salah satu faktor penyebabnya adalah indeks masa tubuh dari remaja tersebut. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 2 Kuta Utara. Metedologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Teknik sampling dengan teknik probability sampling yaitu simple random sampling. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi siklus menstruasi, timbangan badan digital dan pengukur tinggi badan. Data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 35,7% responden dengan indeks masa tubuh normal dan 42,9% mengalami siklus menstruasi normal. Berdasarkan uji hipotesis didapatkan bahwa p=0,001 dan r=0,539 yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di SMP Negeri 2 Kuta Utara. Kesimpulan: Perawat diharapkan dapat meningkatkan perannya sebagai edukator dalam mengedukasi dan memberikan informasi kepada remaja untuk dapat menjaga status gizi dan juga indeks masa tubuh sehingga siklus menstruasi dapat teratur

    Studi Deskriptif Perilaku Anak Usia 9-12 Tahun Tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Madrasah Diniyah Awaliyah Ma’arif Nu 01 Al-Hidayah Demaan Jepara

    No full text
    Latar Belakang: Wabah COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi global. Angka COVID-19 di Jepara pada anak usia 9-12 tahun 107 kasus terkonfirmasi. Sistem imunitas pada anak belum sempurna dapat membuat anak lebih rentan terinfeksi virus corona Mulai bulan juli 2020 sudah diberlakukan kegiatan pembelajaran oleh ketua Madrasah Diniyah Awaliyah Ma’arif Nu 01 AL-Hidayah Demaan Jepara. Tujuan: Penulisan ini untuk mengetahui gambaran perilaku anak usia 9-12 tahun tentang pencegahan penularan COVID-19 di Madin Awaliyah  Al-Hidayah Demaan Jepara. Metode: Jenis penulisan deskriptif, populasi penulisan adalah seluruh siswa Madin Awaliyah Ma’arif Nu 01 Al- Hidayah Demaan Jepara yang berusia 9-12 th. Sampel 49 responden, Tehnik sampling menggunakan total sampling dan  instrumen  yang digunakan ceklis dan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Sebagian besar anak usia 9-12 tahun  di Madin Al- Hidayah tidak melakukan perilaku pencegahan penularan COVID-19. Mencuci tangan dengan baik 44 orang (89,8 %) tidak mencuci tangan dengan baik dan benar 5 orang (10,2 %). Tidak memakai masker 31 orang (63,3 %) memakai masker 18 orang (36, 7%) , tidak jaga jarak fisik 31 orang (63,3 % )jaga jarak fisik (36,7 %). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi ibu mengkonsumsi tablet besi di PMB Luh Putu Yuniasih, S.ST, hal ini menunjukkan pengetahuan merupakan penentu adanya motivasi pada ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi

    Hubungan Dukungan Suami Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di Rumah Sakit TK II Udayana Denpasar

    Get PDF
    Latar Belakang: Kehamilan suatu keadaan fisiologis, tetapi juga dapat menjadi suatu kekhawatiran bagi mereka. Selama kehamilan tidak sedikit ibu yang mengalami rasa takut dan cemas, karena kehamilan periode kritis maturitas yang dapat menimbulkan stress. Dukungan suami yang diberikan kepada wanita hamil dapat menumbuhkan perasaan tenang, aman, dan nyaman sehingga dapat mempengaruhi kecemasan ibu hamil. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami terhadap tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan. Metedologi: Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriktif korelasi dengan menggunakan populasi sebanyak 28 orang ibu hamil primigravida trimester III, dengan  tehnik  sampel yang digunakan adalah total sampling  yaitu populasi sebagai sampel. Data diuji dengan menggunakan  metode uji  cross sectional, dengan menggunakan kuisioner dalam pengumpulan data. Analisa data merupakan lanjutan dari pengolahan data. Analisa yang digunakan adalah analisa univariant dan bivariant, untuk menentukan hubungan variable yang terkait dengan uji chi – square dengan tingkat kepercayaan 95%  dengan  nilai alpa 0,05, bila pValue ≤ 0,05 maka uji statistic bermakna, jika pValue > 0,05 maka hasil tidak bermakna.  Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III dengan nilai Value = 0,463 dengan nilai significannya 0,013. Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara kecemasan dan dukungan suami dalam menghadapi persalinan. Diharapkan perawat bisa menerapkan penelitian lebih lanjut tentang hubungan tingkat kecemasan primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan

    Hubungan Stigma Sosial dan Kualitas Hidup pada Anak dengan HIV/AIDS di Yayasan VSE Jakarta Barat

    No full text
    Latar Belakang: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi memperburuk kualitas hidup pada anak dengan HIV/AIDS seperti stigma sosial yang muncul dilingkungan masyarakat. Stigma sosial yang beredar pada masyarat dan memandang atau diskriminasi anak dengan HIV/AIDS dapat menurunkan kualitas hidup pada anak sehingga tidak mau mengikuti pengobatan atau hilang semangat pada anak dengan HIV/AIDS. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan stigma sosial dan kualitas hidup pada anak dengan HIV/AIDS. Metedologi: Penelitian ini mengunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner stigma sosial dan lembar kuesioner kualitas hidup yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Chi Square. Hasil: Terdapat kualitas hidup tidak baik sebanyak 12 responden (66,7%), dan  sebanyak 6 responden dengan kualitas hidup baik (33,3%). Stigma baik sebanyak 12  responden dengan  kualitas hidup baik sebanyak 1 (8,3%) dan sebanyak 11 responden  memiliki kualitas hidup baik sebesar (91,7%).  Hasil uji stastistik Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara stigma sosial dan kualitas hidup dengan p-value = 0,02 dengan nilai normal < (0,05).  Kesimpulan: Hal ini menunjukan stigma sosial berpengaruh pada kualitas hidup anak karenadengan stigma yang ditrima dapat menurun kan imun tubuh anak dan menurunkan kualitas hidup sehari-hari pada anak dengan HIV/AIDS

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tablet Besi dengan Motivasi Ibu Mengkonsumsi Tablet Besi di PMB Ni Luh Putu Yuniasih, S.ST

    No full text
    Latar Belakang: Zat besi merupakan mineral yang diperlukan oleh semua sistem biologis di dalam tubuh, kekurangan zat besi disebut anemia defisiensi besi. Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelelahan saat bersalin, perdarahan serta melahirkan bayi dengan anemia defisiensi besi Kurangnya motivasi ibu untuk mengkonsumsi tablet zat besi, sering disebabkan oleh pengetahuan yang dimiliki oleh ibu tentang efek samping yang ditimbulkan oleh tablet zat besi tersebut Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet besi dengan motivasi ibu mengkonsumsi tablet besi di PMB Luh Putu Yuniasih, S.ST. Metode: Penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 40 responden, yang dilakukan di PMB Luh Putu Yuniasih, S.ST dari bulan Oktober-Novermber 2021. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan responden sebagian besar kategori kurang dan tingkat motivasi kategori cukup. Nilai korelasi Spearman Rho sebesar 0,608 dan p value = 0,00, yang artinya Ha diterima atau ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan motivasi ibu mengkonsumsi tablet besi. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi ibu mengkonsumsi tablet besi di PMB Luh Putu Yuniasih, S.ST, hal ini menunjukkan pengetahuan merupakan penentu adanya motivasi pada ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇