Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
    166 research outputs found

    Implementasi “ABC Obes” dalam Mencegah Obesitas pada Lansia di Desa Tibubeneng Bali

    No full text
     Obesitas pada lansia dapat terjadi karena menurunnya aktivitas pada masa lanjut usia. Dampak obesitas menyebabkan komplikasi terhadap gangguan kardiovaskular, hormon, dan keseimbangan. Modifikasi gaya hidup mejadi sehat diperlukan untuk mencegah terjadinya obesitas pada lansia. Program ABC Obes merupakan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam mencegah obesitas pada lansia di Banjar Dawas, Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi senam mencegah obesitas. Kegiatan ABC Obes ini diikuti oleh 30 orang lansia dengan menggunakan kuesioner pra dan pasca kegiatan untuk mengukur keberhasilan program. Setelah terlaksanyanya kegiatan ABC Obes diketahui terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta. Lansia diharapkan tetap menjaga pola hidup sehat melalui menjaga konsumsi makanan dan aktivitas fisik agar dapat mencegah terjadinya obesitas.&nbsp

    Kue Bangkit Khas Melayu Riau Dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) Sebagai Makanan Fungsional Balita Gizi Kurang

    No full text
    Latar belakang: Gizi kurang menjadi masalah tertinggi selama 5 tahun terakhir.  Akibat masalah gizi tersebut, seperti gagal tumbuh kembang fisik, kurang optimalnya pertumbuhan dan kecerdasan, bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian kue bangkit dari tepung ubi jalar ungu terhadap perbedaan berat badan sebelum dan sesudah intervensi dan mengetahui status gizi pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Riau. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2022-Juli 2023 di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita gizi kurang usia 12-59 bulan sebanyak 18 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.  Instrumen pada penelitian ini terdiri dari timbangan, meteran, lembar status standar gizi balita. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Dependen dan uji Wilcoxon pada SPSS 25. Hasil: Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan berat badan sebelum intervensi adalah 10.05 kg  dan berat badan setelah intervensi adalah 10.93 dengan nilai p= 0,005 dan perubahan status gizi balita setelah pemberian kue bangkit ubi jalar ungu sebesar -1,67 SD dengan p value = 0,020. Kesimpulan: Kue bangkit khas Melayu Riau dari ubi jalar ungu dapat dijadikan makanan fungsional pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru

    Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pelatihan Public Speaking di SMK Masmur Pekanbaru

    No full text
    Berbicara di depan umum menjadi masalah bagi sebagian remaja khususnya pada siswa dan siswi di sekolah. Ketidakmampuan berkomunikasi bisa membuat seseorang menjadi kurang percaya diri saat tampil di depan umum. Tidak semua orang tahu bagaimana teknik tampil didepan umum, sehingga perlu adanya pengetahuan dan keterampilan bagaimana bisa tampil didepan umum. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berjudul Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pelatihan public speaking Di SMK Masmur Pekanbaru. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang public speaking kepada para siswa/i sehingga mereka memiliki kemampuan untuk tampil didepan umum yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan diri siswa/i. Metode yang digunakan adalah metode penyampaian materi secara langsung, simulasi dan diskusi. Pelaksanaan dimulai dari tahap observasi awal, orientasi, pengenalan materi, praktek, dan diakhiri dengan evaluasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kognitif dan afektif yang signifikan bagi siswa/i

    Pemberdayaan Kader Posyandu Remaja Melalui Pelatihan Garopi (Yoga Dan Aroma Terapi) Di Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali

    No full text
    Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang. 70-90% remaja mengalami gangguan menstruasi berupa nyeri haid (dismenore). Adanya gangguan dismenore ini akan mempengaruhi aktivitas sehari-harinya termasuk aktivitas akademik, sosial dan olahraganya. cara non farmakologi yang dapat dilakukan adalah relaksasi nafas, terapi musik, akupuntur, akupresur, aroma terapi dan yoga. Posyandu remaja merupakan wadah mempersiapkan remaja sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas. Pelatihan kader diharapkan dapat menambah pengetahuan kader yang dapat disalurkan kepada remaja lainnya sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan remaja Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pemberdayaan kader posyandu remaja melalui pelatihan garopi (yoga dan aroma terapi) di desa Sibang Kaja. Terdapat 40 kader posyandu remaja. Teknis kegiatan adalah memberikan pre test, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yoga dan aroma terapi, serta diakhiri dengan post test. Terjadi peningkatan pengetahuan kader yang sebelumnya sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 20 orang (50%), dan hanya 5 orang (12,5%) memiliki pengetahuan baik. Setelah diberikan pelatihan yoga dan aroma terapi, sebagian besar kader posyandu remaja memiliki pengetahuan baik yaitu 31 orang (82,1%), dan tidak ada kader posyandu remaja yang memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan , terdapat peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan yoga dan aroma terapi

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Yogyakarta

    No full text
    Latar Belakang: Prevalensi penderita HT dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dengan pertambahan usia, lansia mengalami penurunan fungsi fisiologis karena proses penuaan sehingga pada lansia banyak muncul penyakit tidak menular. Pengetahuan lansia merupakan hal yang memiliki andil dari banyak factor yang berkaitan dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi obat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi dan dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat hipertensi di Yogyakarta. Metedologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 71 responden penderita Hipertensi. Uji statistic yang digunakan adalah analisis korelasi spearman rank untuk mengetahui korelasi antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat. Hasil: Berdasarkan hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebagianbesar yaitu 31 responden (43,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan 38 responden (53,5%) memiliki tingkat kepatuhan minum obat rendah. Hasiluji Spearman rank terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p value 0,000 < 0,05) dengan kekuatan hubungan kuat, dibuktikan dengan nilai correlation coeficient yaitu 0,871. Kesimpulan Perawat perlu memberikan edukasi tentang penyakit hipertensi dan pentingnya minum obat dengan metode yang lebih sederhana sehingga mudah untuk di ingat terutama oleh lansia

    Pemberian Edukasi Audio Visual Meningkatkan Pengetahuan Dalam Mencegah Penularan Covid-19

    No full text
    Latar Belakang: COVID-19 belum mereda dan diperlukan pencegahan COVID-19 dengan Protokol 5M. Salah satu cara mensosialisasikan 5M yaitu menggunakan metode audio visual. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh   media edukasi audio visual terhadap peningkatan pengetahuan 5M  dalam upaya mengatasi penularan COVID-19. Metedologi: Desain penelitian ini adalah pre experimental dengan desain One Group Pretest Posttest dengan jumlah sampel 41 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil: Hasil uji analisis ditemukan bahwa tingkat pengetahuan tentang 5M sebelum di berikan edukasi mayoritas pada pengetahuan cukup sebanyak 29 responden (70,7%) dan setelah di berikan edukasi mayoritas menjadi pengetahuan baik  sebanyak 33 responden (80,5%). Nilai mean rank sebelum 65,61, dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 81.95 dengan selisih nilai 20.50. Hasil nilai p-value diperoleh 0,001 (p<0,05), dan nilai Z hitung -5.638. Hal ini menunjukan bahwa  ada pengaruh pemberian edukasi dengan media audio visual terhadap tingkat pengetahuan tentang 5M dalam upaya mengatasi penularan COVID-19. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan pemberian edukasi dengan audio visual dapat mempengaruhi pengetahuan tentang 5M dan dilakukan untuk membantu meningkatkan upaya mengatasi penularan COVID-19

    Kelelahan Mata pada Mahasiswa Keperawatan Selama Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Latar Belakang: Proses belajar mengajar secara daring selama Pandemi COVID-19 telah berlangsung lebih dari 1 tahun. Pembelajaran daring ini meningkatkan durasi penggunaan perangkat digital. Peningkatan durasi ini dapat menimbulkan dampak pada kesehatan mata peserta didik khususnya mahasiswa. Tujuan Penelitian: Riset ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan kelelahan mata serta upaya yang dilakukan oleh mahasiswa STIKes Wira medika untuk mencegah dan mengatasi kelelahan mata. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuesioner visual fatigue index  yang disebarkan secara online ke seluruh mahasiswa keperawatan STIKes Wira Medika Bali dengan responden berjumlah 165 mahasiswa. Hasil: Sebanyak 119 mahasiswa mengalami kelelahan mata (72,1 %). Upaya yang dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menjauh sejenak dari layar monitor, memejamkan mata dan tidur Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa mengalami kelelahan mata selama pembelajaran daring. Upaya pencegahan kelelahan mata yang diketahui oleh mahasiswa masih terbatas sehingga perlu sosialisasi tindakan preventif pencegahan kelelahan mata pada pembelajaran daring

    Pemantauan Perkembangan Bahasa pada Anak 1-2,5 Tahun di Puskesmas I Denpasar Selatan

    No full text
    Latar Belakang: Pada masa balita ini perkembangan kemampuan bahasa berlangsung sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan selanjutnya. Sehingga setiap kelainan atau penyimpangan sekecil apapun bila tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik akan mengurangi kualitas sumber daya manusia kelak di kemudian hari. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran perkembangan bahasa pada anak usia 1-2,5 tahun di Puskesmas I Denpasar Selatan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan form KPSP.  Teknik analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil: Data di atas dapat diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden (55 %) memiliki perkembangan bahasa yang tidak sesuai dengan usianya dan hampir setengahnya responden (45%) memiliki tumbuh kembang bahasa yang sesuai. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan Perkembangan bahasa pada anak 1-2,5 tahun di Puskesmas I Denpasar Selatan sebagian besar dalam katagori tidak sesuai

    Dukungan Sosial Menurunkan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III

    No full text
    Latar Belakang: Kecemasan adalah salah satu masalah psikologis yang dialami oleh ibu hamil trimester III dan hal ini perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu proses kehamilan dan persalinan, seperti terjadinya preeklampsia dan bayi lahir premature. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Dukungan sosial salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ini. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh ibu hamil, semakin rendah kecemasan menjelang kelahiran. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III. Metedologi: Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan crossectional. Data dikumpulkan dengan Teknik purposive sampling, menggunakan alat ukur skala dukungan sosial dan skala kecemasan, dengan besar sampel 70 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III dengan signifikansi p = 0,001, sedangkan faktor lain yang juga mempengaruhi tingkat kecemasan adalah umur dengan p = 0,001,  tingkat Pendidikan dengan p = 0,031, status pekerjaan dengan p = 0,030 dan paritas dengan p = 0,000.  Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III. Kecemasan juga berhubungan dengan umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan paritas

    Pengaruh Status Gizi Terhadap Disminorea pada Remaja di Kota Pekanbaru

    No full text
    Latar Belakang: Nyeri menstruasi atau dismenore sering dialami oleh beberapa wanita khususnya di usia produktif, bahkan angka kejadian dismenore di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% wanita mengalami dismenore disetiap negaranya. Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi terjadinya menstrusi, adanya keluhan-keluhan selama menstruasi maupun lamanya hari menstruasi. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh status gizi  terhadap dismenore. Metedologi: penelitian  kuantitatif analitik dengan design cross sectional dimana seluruh variabel diobservasi dalam satu waktu. Penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 60 orang. Tehnik pengambilan sampel dengan  menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Prosedur pengolaan data dengan Editing, Coding, Processing,Cleaning. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Mayoritas  responden memiliki status gizi tidak normal yaitu 33 orang (55%) dan mayoritas responden tidak mengalami disminorea sebanyak 32 orang (53,33%). mayoritas responden memiliki status gizi tidak normal mengalami disminorea sebanyak 24 orang (72,7%) sedangkan responden yang memiliki status gizi normal mayoritas tidak mengalami disminorea sebanyak 23 (85,2%). Berdasarkan uji chi-square di peroleh nilai P Value 0,000 <0,05 artinya ada pengaruh antara status gizi  terhadap disminorea pada remaja di Kota Pekanbaru. Hasil OR  5,3 artinya responden yang memiliki status gizi tidak normal beresiko 5 kali mengalami disminorea dibandingkan responden yang memiliki status gizi normal. Kesimpulan: Terdapat pengaruh status gizi terhadap disminorea pada remaja di Kota Pekanbaru

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇