Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan tentang KB IUD terhadap Keikutsertaan Akseptor KB IUD di PMB Ni G.P Sutreptininghati, A.Md.Keb
Latar Belakang: Alat kontrasepsi yang mempunyai efektivitas cukup tinggi dan merupakan alat kontrasepsi non hormonal serta bisa digunakan dalam jangka panjang yaitu Intra Uterine Device (IUD). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang KB IUD terhadap keikutsertaan akseptor KB IUD di PMB Ni G.P Sutreptininghati, A.Md.,Keb. Metedologi: Design penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 35 orang Akseptor KB aktif pada bulan Desember dengan teknik Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di PMB Ni G.P Sutreptininghati, A.Md.,Keb pada bulan Desember 2022. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Hasil: Hasil analisis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 nilai tersebut < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Pengetahuan tentang KB IUD Terhadap Keikutsertaan Akseptor KB IUD di PMB Ni G.P Sutreptininghati, A.Md.,Keb
Edukasi Pijat Oksitosin dan Endorphin Untuk Kesiapan Psikologis Ibu Hamil Menghadapi Persalinan
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisologis, walaupun demikian pada ibu hamil terjadi perubahan fisiologis dan psikologis sehingga dapat menyebabkan timbulnya ketidaknyamanan. Kehamilan trimester III merupakan trimester akhir kehamilan, periode ini adalah waktu untuk mempersiapkan persalinan baik fisik maupun mental. Jika ibu hamil tidak memiliki kesiapan maka akan mempengaruhi proses persalinannya.
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang pijat oksitosin dan endorphine sehingga ibu hamil memiliki kesiapan secara psikologis terhadap persalinan. Adapun kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi tentang tentang teknik pijat oksitosin dan endorphin. Terdapat 10 ibu hamil trimester III yang mengikuti kegiatan ini. Teknis kegiatan adalah memberikan pre test, kemudian dilanjutkan dengan memberikan edukasi pijat oksitosin dan endorphin, serta diakhiri dengan post test.
Hasil pengabdian ini menunjukkan sebelum diberikan edukasi rerata skor sebelum kegiatan adalah 5,6 setelah dilakukan kegiatan meningkat menjadi 9,4. Sama halnya dengan pengetahuan, skor sikap ibu sebelum kegiatan adalah 6 meningkat menjadi 9 setelah dilakukan kegiatan. Kesimpulan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan
Pengaruh Konseling PoPa-B Pada Ibu Nifas Terhadap Pengetahuan dan Keputusan Memilih Kontrasepsi di Klinik Ramlah Parjib Tahun 2023
Latar Belakang: Media informasi sangat berperan penting dalam mentransfer informasi kepada masyarakat. Banyak masyarakat belum mengetahui alat kontrasepsi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh konseling PoPa-B pada ibu nifas terhadap pengetahuan dan keputusan memilih kontrasepsi di Klinik Ramlah Parjib. Metedologi: Penelitian Quasi Eksperimental dengan One Group Pretest Posttest. Sampel penelitian berjumlah 41 orang dengan teknik Probability Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji statistik yang digunakan yakni Uji McNemar. Hasil : Pengetahuan responden sebelum diberikan konseling PoPa-B menunjukkan hampir seluruhnya berpengetahuan kurang. Sedangkan, setelah diberikan konseling PoPa-B hampir seluruh responden berpengetahuan baik. Hasil Uji McNemar didapatkan nilai ρvalue 0,000 < α 0,05, artinya adanya pengaruh konseling PoPa-B pada ibu nifas terhadap pengetahuan dan keputusan memilih kontrasepsi di Klinik Ramlah Parjib. Kesimpulan: Materi PoPa-B hendaknya dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan bidan dan sebagai sumber informasi yang inovatif.  
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Masyarakat
Derajat kesehatan masyarakat dapat dicapai dengan tatanan perilaku hidup bersih dan sehat. Negara majumenyumbang angka perilaku hidup bersih dan sehat diatas 80%, negara berkembang berada dikisaran 40,6%. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2017 persentase PHBS di Indonesia sekitar 60,8%, pencapaian ini masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu 70%. Penduduk Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Hal ini berdampak juga pada masalah sampah yang merupakan hasil buangan akhir dari perseorangan ataupun rumah tangga. Tujuan dalam pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam menerapkan pengelolaan sampah untuk menjadikan lingkungan masyarakat menjadi lebih sehat. Masyarakat menyetujui bahwa menjaga lingkungan tempat tinggal tetap bersih yang dilakukan secara bersama-sama akan memudahkan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik
Pendidikan Kesehatan Gerakan Masa Depan Sehat Dengan Mencegah Dan Kendalikan Si Manis Berujung Kronis (Diabetes Melitus) Sejak Dini Di Banjar Umahanyar, Abiansemal, Badung
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit genetik dan terjadi ketika kadar gula dalam darah tidak berada pada nilai seharusnya yang bisa disebabkan karena sekresi insulin, cara kerja insulin atau bahkan bisa gabungan dari keduanya (Ryadi, Prabowo and Defi, 2017). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) diketahui adanya peningkatan prevalensi DM pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2013 dari 1,1% meningkat menjadi 2,1%. Kemudian prevalensi DM yang terdiagnosis dokter di Provinsi Sumatera Barat mencapai 1,3% dan 1,4% di Kota Padang (2). Faktor risiko diabetes mellitus di bagi 2, yaitu factor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan factor risiko yang dapat dimodifikasi.
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk agar masyarakat mengetahui dan paham tentang penanggulangan dan pencegahan diabetes mellitus sehingga dapat mencegah dan menurunkan komplikasi dari diabetes melitus.`Penatalaksanaan diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya komplikasi menurut (Indonesia, 2015) adalah dengan latihan jasmani.
Hasil pengabdian ini menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan 11 orang (39.3%) yang memiliki pengetahuan kurang dan 2 orang (7.1%) memiliki pengetahuan baik, sedangkan setelah diberikan penyuluhan 5 orang (17.9%) memiliki pengetahuan cukup, dan 23 orang (82.1%) memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan, pemberian penyuluhan tentang pubertas meningkatkan pengetahuan remaja sebanyak 82.1% dibandingkan sebelum diberikan penyuluhan
Petrikor Posyandu: Sebagai Upaya Konsolidasi Health Literacy Kader
Posyandu merupakan Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola kader kesehatan dengan bimbingan dari petugas Puskesmas, lintas sektor dan lembaga terkait lainnya untuk bisa mengkaji data masyarakat dan menginterpretasikan data tersebut dalam suatu laporan serta memberikan penyuluhan kesehatan, dan mendampingi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting kader mempunyai health literacy yang tinggi dalam upaya mengoptimalkan semua langkah operasional Posyandu. Memberikan konsolidasi health literacy kepada kader dengan PETRIKOR POSYANDU (Pertemuan Rutin pemberian Informasi Komunikasi menggunakan Kartu Operasional Revitalisasi Posyandu). Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 3 bulan di 8 Posyandu Kabupaten Jember dengan pengawasan sekaligus pendampingan dan konsolidasi health literacy melalui kartu terkait informasi kesehatan yang terbaru. Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh tim health literacy kader meningkat 31% dari pre-test ke post-test sehingga kegiatan Posyandu menjadi lebih optimal dan sesuai SOP. PETRIKOR Posyandu dapat menjadi media yang komunikatif, mudah digunakan serta membangkitkan minat kader dalam kegiatan konsolidasi health literacy kader melaksanakan 5 meja Posyandu setiap bulannya
Pengaruh Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Terhadap Suhu Tubuh Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Nicu RSD Mangusada Badung
Latar belakang: Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) rentan mengalami hipotermia dikarenakan lemak subkutannya sangat tipis sehingga mudah dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas suhu pada Bayi Berat Lahir Rendah adalah dengan mengaplikasikan Kangaroo Mother Care (KMC). Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujan untuk mengetahui pengaruh metode Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap suhu tubuh Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Ruang NICU RSD Mangusada Badung. Metodelogi: Penelitian ini menggunakan metode pre experimental dengan desain one-group pre-post tes design. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil: Rata-rata suhu tubuh bayi sebelum diberikan KMC adalah 36,25oC dan 36,67oC setelah diberikan KMC. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rang test, pada tingkat kemaknaan α = 0,05 diperoleh nilai p-value 0,000 < α (0,05) dengan demikian H1 diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap suhu tubuh Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Ruang NICU RSD Mangusada Badung
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Di Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang
Latar Belakang : Lima tahun terakhir kasus campak dan rubella banyak bermunculan di Indonesia. Hingga desember 2018 sebanyak 57.056 kasus campak dan rubella yang dilaporkan. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi lanjutan campak rubella pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Metodologi : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita berusia 25 bulan sampai 59 bulan di Wilayah KerjaPuskesmas Tebing Tinggi pada bulan April s/d Juli 2021. Tekhnik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental samplingdengan jumlah sampel 56 orang ibu hamil.Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data skunder didapatkan dengan melihat catatan buku KIA dan Data primer menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian yang didapatkan dari 56 responden terdapat 27 responden berpengetahuan kurang, 12 responden berpengetahuan cukup dan 17 responden berpengetahuan baik, 56 responden terdapat 33 responden bekerja yang jauh dan 23 responden tidak bekerja Dari 56 responden terdapat 30 orang dengan pendidikan dasar, 17 orang dengan pendidikan menengah dan 9 orang dengan pendidikan tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Kesimpulan : Disarankan puskesmas khususnya bidan melakukan penggunaan pada program imunisasi khususnya imunisasi lanjutan campak rubella yang dapat dilakukan dengan membentuk kader masyarakat dalam melakukan pendekatan kepada ibu hamil, nifas dan ibu yang memiliki anak bayi.
Kata Kunci:
Pengetahuan, Pekerjaan, Pendidikan, Imunisasi Campak
 
Pengaruh Gymball Exercise Terhadap Tingkat Nyeri Pinggang Ibu Hamil Tm III di Puskesmas Ubud II
Latar belakang: Kehamilan adalah proses fisiologis normal. Kehamilan normal mengubah sistem fisiologis secara bermakna, yang dapat mempengaruhi status kesehatan ibu dan janin. Perubahan fisiologis pada ibu hamil TM III yaitu tubuh berubah secara bertahap, perubahan postur dan cara berjalan yang dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada pinggang. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mencegah nyeri pinggang perlu diberikan latihan-latihan dan olahraga seperti Gymball. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Gymball Exercise terhadap tingkat nyeri pinggang ibu hamil TM III. Metodelogi: Penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest- Postest test. Dengan teknik purposive samplling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang ibu hamil TM III. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan Gymball Exercise terhadap penurunan skala nyeri ibu hamil TM III dengan nilai p value yaitu 0,000 lebih besar dari α 0,05. Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Gymball Exercise terhadap penurunan tingkat nyei pinggang ibu hamil TM III di Puskesmas Ubud II
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Keperawatan Tentang Perawatan Paliatif Pada Anak Dengan Kanker Dan Non Kanker Di Denpasar
Latar Belakang: Perawatan paliatif merupakan perawatan yang diberikan secara menyeluruh kepada pasien maupun keluarga pasien yang menderita penyakit mengancam jiwa. Permasalahan yang dijumpai adalah pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan tentang perawatan paliatif ditemukan masih kurang. Pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan yang kurang dikhawatirkan akan berdampak pada ketidakmampuan melakukan perawatan paliatif. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan tentang perawatan paliatif pada anak dengan kanker dan non kanker di Denpasar. Metedologi: Desain comparative study dengan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi keperawatan tingkat IV dengan jumlah sampel 238 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang disebarkan secara online dalam bentuk google formulir. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Dari 238 responden, sebanyak 50,4% dari total responden memiliki pengetahuan kurang terkait perawatan paliatif pada anak kanker dan sebanyak 63,4% memiliki pengetahuan kurang terkait perawatan paliatif pada anak non kanker. Sikap mahasiswa keperawatan sebanyak 86,6% dari total responden memiliki sikap cukup terkait perawatan paliatif pada anak kanker dan sebanyak 87,4% memiliki sikap cukup terkait perawatan paliatif pada anak non kanker. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test, didapatkan terdapat perbedaan antara pengetahuan kanker dengan non kanker serta sikap kanker dengan non kanker (p-value < 0,05). Kesimpulan: Responden mayoritas memiliki pengetahuan kurang dan sikap yang cukup tentang perawatan paliatif pada anak dengan kanker dan non kanker. Terdapat perbedaaan pengetahuan dan sikap terkait perawatan paliatif pada anak dengan kanker dan non kanker