Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kopi sebagai Media Oral Hygiene pada Pasien Kanker Kepala Leher terhadap Derajat Mukositis
Pasien kanker yang menjalani kemoterapi maupun radioterapi dapat mengalami masalah pada rongga mulut yaitu terjadinya mukositis. Mukositis menyebabkan ketidaknyaman pada mulut, ketidakmampuan untuk mentoleransi makanan atau cairan (disfagia) sampai akhirnya mengalami penurunan status gizi, mukositis juga dapat menimbulkan dampak pada fisik, psikologis, dan ekonomi. Oral hygiene saat menjalani kemoterapi maupun radiasi merupakan perawatan yang teraman dan termurah dalam menanggulangi mukositis. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan derajat mukositis dengan oral hygiene menggunakan larutan kopi. Desain dalam penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan penelitian pretest- posttest with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani terapi radiasi di poli Radioterapi RSUP dr. Kariadi Semarang. Penilaian derajat mukositis dinilai dari instrumen WHO. Data dianalisis dengan uji paired t test dan independence t-test untuk melihat pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata derajat mukositis sebelum diterapkan oral hygiene menggunakan kopi adalah 3 di kelompok intervensi dan 3 pada kelompok kontrol, setelah diterapkan oral hygiene dengan kopi nilai rata-rata mukositis menjadi 2 pada kelompok intervensi dan pada kelompok kontrol mempunyai nilai rata-rata untuk mukositis tetap berada pada derajat 3. Terdapat perbedaan yang signifikan pada derajat mukositis pasien kanker kepala leher yang menjalani radioterapi sebelum dan sesudah penerapan oral hygiene dengan kopi pada kelompok intervensi p<0.05 dan terdapat pengaruh oral hygiene dengan kopi terhadap derajat mukositis p<0.05
Psikoedukasi Caregiver Terhadap Peningkatan Perawatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe II
Salah satu penyakit kronik yang memerlukan perawatan dalam waktu cukup lama adalah Diabetes Mellitus. Caregiver sebagai orang terdekat dengan penderita dituntut memiliki kemampuan yang mumpuni dalam manajemen Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian untuk menganalisis psikoedukasi caregiver terhadap peningkatan perawatan penderita Diabetes Mellitus. Desain penelitian dengan pendekatan quasi experiment prepost with control group. Jumlah responden sebanyak 46 caregiver dan penderita Diabetes Mellitus yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi serta terbagi menjadi 2 kelompok. Persepsi penderita Diabetes Mellitus merupakan variabel dalam penelitian ini. Uji statistik yang digunakan dengan uji t dengan tingkat signifikan p 0.05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0.001< 0.05 maka dapat disimpulkan ada perbedaan persepsi perawatan yang diterima oleh penderita Diabetes Mellitus antara kelompok dan intervensi setelah diberi psikoedukasi pada caregiver. Psikoedukasi caregiver merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan manajemen pengelolaan pada penderita Diabetes Mellitus
Kecemasan dan Kualitas Hidup pada Penderita Kanker Ovarium
Kualitas hidup pasien kanker sangat penting untuk diketahui, terutama pada aspek kecemasan. Kecemasan sering menjadi komponen yang tidak penting untuk penelitian, namun ternyata penting untuk diketahui pada wanita penderita ovarian cancer. Tujuan Penelitian untuk mengidentifikasi kualitas hidup dan kecemasan pada wanita penderita kanker ovarium. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey menggunakan kuisioner, subyek penelitian adalah wanita penderita kanker ovarium sebanyak 41 responden dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik responden penderita kanker servik rerata terbanyak adalah pada usia >45 tahun, dengan status ekonomi rendah, berpendidikan rendah, dan lama menderita kanker >6 bulan. Hasil survey yang didapatkan adalah pada skala gejala terdapat domain sosial yang memiliki nilai rerata tertinggi 83,29 ± 23,87 dan skala gejala nilai rerata tertinggi adalah kelelahan 50,44 ± 26,93. Skor kecemasan pada responden memiliki rerata 29,83 ± 24,72 yang berarti mengalami kecemasan sedang. Pelayanan pendukung dapat lebih ditingkatkan ini sesuai dengan hasil penelitian yang didapat, bahwa perlu adanya pembinaan spiritual atau layanan khusus psikologis pada pasien yang sudah dalam tahap terminal, sehingga hal tersebut dapat membantu pasien untuk semangat hidup dalam melawan kanker maupun mencapai kematian yang dama
Gambaran Perilaku dan Motivasi Cuci Vagina pada Wanita Usia Subur dengan Servisitis di Puskesmas II Denpasar Selatan
Pendahuluan: Servisitis merupakan kasus yang paling sering dijumpai di Bali dan Denpasar khususnya di Puskesmas II Denpasar Selatan. Salah satu etiologi non infeksi penyebab dari servisitis adalah perilaku cuci vagina. Cuci vagina adalah proses pembilasan atau pembersihan vagina dengan memaksa air atau cairan lain masuk ke dalam rongga vagina untuk membersihkan atau membilas keputihan dan lainnya. Peneliti tertarik mengetahui tentang gambaran dan motivasi perilaku cuci vagina pada WUS dengan servisitis di Puskesmas II Denpasar Selatan.
Metodologi: sampel dalam penelitian ini adalah WUS dengan servisitis yang berkunjung ke Puslesmas II Denpasar Selatan selama bulan Januari – Pebruari 2018, yaitu sebanyak 44 orang.
Hasil: Sebagian besar WUS dengan servisitis melakukan cuci vagina dengan menggunakan air saja yaitu 26 orang (59.09%), melakukan cuci vagina pada saat buang air kecil yaitu sebanyak 25 orang (56.82%), melakukan cuci vagina di rumah/tempat tinggal yaitu 38 orang (86.36%) dan melakukan cuci vagina sendiri yaitu 36 orang (81.82%). Sebagian besar motivasi perilaku cuci vagina pada WUS dengan servisitis karena merasa kotor yaittu sebanyak 23 orang (52.27%).
Diskusi: Masih ada WUS yang melakukan cuci vagina dengan air sirih, sabun mandi dan sabun khusus untuk cuci vagina. Penggunaan cairan selain air untuk cuci vagina ini mengakibatkan terjadinya kerusakan flora normal pada vagina sehingga mempermudah bakteri yang tidak menguntungkan untuk masuk dan menyebabkan infeksi pada vagina, servisitis atau penyakit kelamin lainnya
Studi Fenomenologi Pengalaman Orang Dengan HIV/AIDS Dalam Mencegah Penularan HIV
Angka kejadian HIV di Kota Mataram meningkat dalam 5 tahum terakhir. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah setempat terkait penanggulangan HIV/AIDS yang sudah dilaksanakan selama ini seperti melakukan pencegahan – pencegahan pada lingkungan agar tidak terkena penularan virus HIV/AIDS melalui kampanye dan penyuluhan tentang penggunaan kondom dan melakukan pengobatan untuk mereka yang sudah positif HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam mencegah penularan HIV. Metodologi yang digunakan adalah fenomenologi dengan jumlah partisipan sebanyak 6 orang, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Wawancara direkam dan kemudian dibuat dalam bentuk verbatim. Hasil penelitian mengungkapkan variasi berbagai pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam mencegah penularan. Lima tema didapatkan dalam penelitian ini meliputi partisipan terdiagnosis HIV/AIDS, upaya partisipan dalam pencegahan penularan, hambatan partisipan serta motivasi partisipan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS, dan dukungan yang diterima partisipan dalam upaya pencegahan penularan HIV. Berdasarkan temuan hasil tema tersebut disarankan agar perawat membantu upaya promosi kesehatan, partisipan mendapatkan dukungan dan motivasi untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan HIV/AID
Hubungan Peran Orangtua dalam Meningkatkan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada Anak Retardasi Mental
Anak dengan retardasi mental mengalami penurunan fungsi intelektual, adaptasi social, dan gangguan perkembangan. Anak dengan retardasi mental mengalami kesulitan dalam pemenuhan ADL (activity daily living ) seperti makan, minum, berpakaian, toileting, dan lain-lain. Sehingga membutuhkan peran orangtua dalam membantu mereka melakukan ADLnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan tingkat kemandirian activity daily living (ADL) pada anak retardasi mental di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik Sampling dengan purposive sampling sebanyak 46 orang tua anak dengan retardasi mental. Analisis data dilakukan dengan uji Kendall Tau dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa peran orang tua yang mendampingi anak retardasi mental di Yogyakarta dengan kategori tinggi sebanyak (58,7%). Tingkat kemandirian activity daily living pada anak retardasi mental dengan kategori tinggi sebanyak (47,8%). Hasil uji Kendall Tau diperoleh nilai p (0,007) < 0,05 dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,380. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan tingkat kemandirian activity daily living (ADL) pada anak retardasi mental di Yogyakarta. Melalui penelitian ini diharapkan anak retardasi mental yang didampingi dan dimotivasi orangtua lebih mampu secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti ADL nya
Pengaruh Intervensi Mindfulness Terhadap Intensitas Kecemasan pada Pasien Kanker Nasopharal dengan Radiasi
Kecemasan yang terjadi pada pasien kanker nasofaring pada masa radioterapi terutama disebabkan karena efek dari radiasi tersebut. Kecemasan pada tahap pengobatan menjadi sangat penting untuk diatasi karena dapat menyebabkan komorbiditas, trauma psikologis dan peningkatan mortalitas. Mindfulness merupakan psikoterapi yang efektif digunakan untuk mengurangi kecemasan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi mindfulness terhadap intensitas kecemasan pada pasien kanker nasofaring yang sedang menjalani pengobatan radiasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperiment pre-post control trial design. Tigapuluh tiga responden dipilh dengan consecutive sampling dan terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengukuran intensitas kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah diberikan mindfulness selama 6 sesi menggunakan instrument Hamilton rating scale for anxiety (HAM-A). Uji hipotesis dilakukan untuk melihat pengaruh mindfulness dengan membedakan hasil sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi pada kedua kelompok. Hasil Penelitian menunjukkan terjadi penurunan rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok perlakuan setelah diberikan intervensi mindfulness dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan mindfulness pada kelompok perlakuan dengan nilai P =0,001 (P<0,005)
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Perilaku Mencuci Tangan Pengunjung di Rumah Sakit Umum Bali Royal
Keluarga pasien mempunyai peranan peting dalam pencegahan infeksi nosokomial dengan cara meningkatkan perilaku mencuci tangan dengan baik. Akan tetapi pelaksanaan cuci tangan pada keluarga pasien belum berjalan secara optimal karena disebabkan banyak keluarga pasien tidak mengetahui cara mencuci tangan yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengerauh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap perilaku Cuci Tangan Pengunjung di Rumah Sakit Umum Bali Royal. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan pendekatan pre test and post test control group design. Pengambilan sampel dengan teknik quata sampling yaitu sebesar 29 orang yang terdiri dari perlakuan yang mendapatkan pendidikan kesehatan melalui media leaflet dan kelompok kontrol yang mendapat prosedur edukasi yang berlaku di ruangan. Data dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon test, dan Mann whitney U test. Hasil uji statistik Mann Whitney U test menunjukkan ada perbedaan perilaku pengunjung mencuci tangan antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan p=<0,0001. Pendidikan kesehatan mengenai cuci tangan melalui media leaflet efektif meningkatkan perilaku pengunjung dalam mencuci tangan. Perawat diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan kepada keluarga pasien sehingga infeksi nosokomial dapat dicegah
Hubungan Fungsi Keluarga dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Desa Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan
Kualitas hidup lansia adalah kondisi fungsional lansia yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial dan kondisi lingkungan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan dengan metode wawancara, didapatkan hasil bahwa dari 10 lansia diperoleh lansia yang tidak bekerja sebanyak enam (60%) orang. Dari jumlah tersebut, diketahui lansia tidak mendapatkan dukungan keluarga yang cukup baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup lanjut usia di Desa Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dan rancangan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 35 lansia. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rank spearman untuk menguji hipotesis dalam populasi yang dilakukan pada dua variabel berskala ordinal.
Hasil menunjukkan bahwa dari total 35 responden didapatkan kualitas hidup lansia dengan kategori buruk sebanyak 16 responden (45,7%), kategori sedang sebanyak lima responden (14,3%) dan kategori baik sebanyak 14 responden (40%). Dari hasil analisis dengan menggunakan metode rank spearman dapat diketahui bahwa nilai korelasi sebesar 0,855 dan nilai p value < 0,05.
Penelitian ini menyarankan bagi keluarga agar lebih memperhatikan lansia sehingga lansia bisa memiliki kualitas hidup baik karena hasil penelitian ini menunjukkan kualitas hidup lansia buruk yang paling banyak dibandingkan dengan kualitas hidup lansia sedang dan baik
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di BPS Kabupaten Pringsewu Lampung Tahun 2016
Berdasarkan dari kajian beberapa penelitian menyebutkan bahwa anemia pada kehamilan memiliki faktor risiko untuk terjadinya hasil luaran persalinan yang buruk. Anemia pada kehamilan sendiri dapat mengganggu aktivitas ibu selama kehamilan sampai risiko kematian. Pada janin, anemia akan menimbulkan risiko persalinan prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR) hingga kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia di BPM Pringsewu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di BPM Kabupaten Pringsewu yang terdiri dari 90 ibu hamil yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dengan menggunakan uji chi square pada analisis bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 44,4% ibu hamil menderita anemia. Uji statistik menunjukkan hubungan yang bermakna pada pendapatan (ρ value=0,000), kepatuhan konsumsi suplementasi besi ( ρ value = 0,004) dan pendidikan kesehatan ( ρ value= 0,000) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan yang tidak bermakna antara pendidikan dan paritas dengan kejadian anemia (ρ value >0,0%). Simpulan, ibu hamil dengan pendapatan rendah, tidak patuh mengkonsumsi suplementasi besi dan tidak mendapatkan pendidikan kesehatan akan berhubungan signifikan dengan kejadian anemia