Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
    166 research outputs found

    Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Siswi SMA Kelas XI tentang Menstruasi dengan Perilaku Penanganan Dismenorrhea

    Get PDF
    Kesehatan reproduksi remaja menyangkut kualitas manusia Indonesia masa depan. Remaja adalah mereka yang berusia 10 – 19 tahun. Pada masa ini terjadi perubahan yang cepat dan nyata, dimana pada permulaan masa remaja putri ditandai dengan menstruasi. Salah satu gangguan pada saat menstruasi adalah dismenorrhea. Rata–rata remaja putri belum mengetahui perilaku penanganan dismenoorhea pada saat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan siswi SMA kelas XI tentang menstruasi dengan perilaku penanganan dismenorrhea. Metode penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik, dan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer dengan tehnik total sampling dan besar sampel 170 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner untuk siswi SMA. Pengolahan data dilakukan secara univariat yang disajikan dalam bentuk diagram distribusi frekuensi, kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat yang disajikan dalam bentuk tabel uji silang dan menggunakan rumus Chi Square. Dari uji Chi Square  didapatkan nilai X2  hitung 7,400 (lebih besar dari nilai X2 tabel yaitu 5,991), dan nilai p value = 0,025 dengan taraf signifikasi 5% (0,025<0,05). Dari hasil uji kontingensi di dapatkan nilai sebesar 0,204 dan hubungan antara tingkat pengetahuan siswi SMA kelas XI tentang menstruasi dengan perilaku penanganan dismenorrhea memiliki hubungan keeratan rendah. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan siswi SMA kelas XI tentang menstruasi dengan perilaku penanganan dismenorrhea dan memiliki keeratan hubungan rendah

    Penerapan Self Hypnosis Terhadap Disminorea Remaja di BPM Putu Mastiningsih, S.ST., SH., M.Biomed di Badung

    Get PDF
    Data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami disminorea dengan 10 - 15% mengalami disminorea berat. Di Indonesia angka kejadian dismenorea tipe primer adalah sekitar 54,89% sedangkan sisanya penderita dengan dismenorea sekunder. Dismenorea terjadi pada remaja dengan prevalensi berkisar antara 43% hingga 93%, dimana sekitar 74 - 80% remaja mengalami dismenorea ringan. Data yang diperoleh di BPM Putu Mastiningsih, SST.,SH.,M.Biomed pada bulan Oktober 2014 - Oktober 2015 yaitu sebanyak 12 orang yang mengalami disminorea, dengan 9 orang mengalami disminorea ringan dan 2 orang mengalami disminorea sedang dan 1 orang yang mengalami disminorea berat.  Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui dan mampu memberikan asuhan pada remaja dengan gangguan reproduksi disminorea. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek dari studi kasus ini adalah remaja yang mengalami disminorea berat, berlokasi di BPM Putu Mastiningsih, SST.,SH.,M.Biomed  waktu pelaksanaan 1 hari di BPM Putu Mastiningsih, SST., SH., M.Biomed (5 Desember 2015), dan kunjungan rumah dilakukan sebanyak 7 kali kunjungan. Metoda pengumpulan data yang digunakan terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara asuhan pada remaja dengan disminorea, format asuhan kebidanan pada wanita usia subur dengan gangguan reproduksi serta dituangkan dalam bentuk SOAP. Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif, pemberian KIE sesuai dengan kebutuhan serta penerapan hipnosis yaitu self hypnosis. Dapat disimpulkan Nn. S dalam keadaan baik dan sehat. Studi kasus ini diharapkan dapat bermanfaat bagi tenaga kesehatan dan diharapkan juga bagi tenaga kesehatan dapat memberikan asuhan yang komprehensif  dan konseling - konseling pada masyarakat tentang gangguan reproduksi, sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan reproduksi pada kalangan masyarakat luas

    Peningkatan Hasil Belajar Asuhan Kebidanan IV (Patologi) Melalui Metode Pembelajaran Inkuiri

    Get PDF
    Mata Kuliah Patologi adalah salah satu subjek yang paling penting bagi mahasiswa kebidanan dalam proses meningkatkan kompetensi yang terkait dengan mata kuliah kebidanan lainnya terutama tentang kegawatdaruratan/ komplikasi. Data di Akademi Kebidanan KARTINI Bali menunjukkan bahwa hasil belajar dari mata kuliah patologi menurun secara signifikan dari tahun ke tahun. Salah satu hal penting yang mempengaruhi hasil belajar adalah metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata kuliah patologi menggunakan metode pembelajaran inquiri. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan perbandingan kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah 107 sampel mahasiswa semester V dari Akademi Kebidanan KARTINI Bali. Uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan menggunakan metode pembelajaran inquiri

    Pengaruh Back Massage Terhadap Tingkat Nyeri Low Back Pain pada Kelompok Tani Semangka Mertha Abadi di Desa Yeh Sumbul

    Get PDF
    Low back pain is one of the musculoskeletal problems due to worse activity and causes the incurrence of sore, pain, and hurt. Pain management can be surmounted by non-pharmacological therapy through back massage. Back massage is a technique of giving massage on the back with smooth swab. This study aimed at knowing the influence of back massage towards the low back pain level to the Mertha Abadi watermelon farmers group. This study was pre experimental research, with one group pretest-posttest design. Sample consisted of 30 members of watermelon farmers which were chosen through purposive sampling. The data was analyzed with statistical test using Wilcoxon Signed Rank Test with the result obtained that p value 0,001 was less than α=0,05 (p<0,05) meant Ho was rejected and the hypotheses in this study was accepted, therefore it could be concluded that there was a significant influence of back massage towards the low back pain level to the Mertha Abadi watermelon farmers group in Yeh Sumbul village. Based on the result of this study, back massage is really needed to be applied in order to reduce pain to the low back pain patients. &nbsp

    Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri pada Persalinan Kala I Fase Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Kemalang

    Get PDF
    Rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan menjalar kearah paha. Nyeri persalinan disebabkan adanya regangan segmen bawah rahim dan servik serta adanya ischemia otot rahim. Beberapa pengelolaan nyeri persalinan secara farmakologis sebagian besar merupakan tindakan medis. Salah satu metode yang sangat efektif dalam menanggulangi rasa nyeri adalah dengan massage effleurage yang merupakan salah satu metode non farmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. Studi yang dilakukan oleh National Birthday Trust terhadap 1000 wanita menunjukan 90% wanita merasakan manfaat relaksasi dan untuk mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap pengurangan rasa nyeri pada persalinan Kala I Fase Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Kemalang. Metode penelitian adalah quasi eksperimental dengan pre and post test without control group desain. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner skala nyeri Numerical Rating Scale (NRS) Masaage Effleurage dan Wong – Baker FACES Pain Rating Scale. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Skala nyeri pretest adalah sedang sebanyak 22 orang (73,3%) dengan rata-rata sebesar 5,50 sedangkan post test adalah sedang sebanyak 20 orang (66,7%) dengan rata-rata sebesar 4,60. P value sebesar 0,001 (p < 0,05). Ada Pengaruh massage effleurage terhadap pengurangan rasa nyeri pada persalinan Kala I Fase Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Kemalang

    Hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pemilik Anjing Terhadap Pencegahan Penyakit Rabies di Dusun Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Mendoyo, Jembrana

    Get PDF
    Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah virus. Virus yang harus kita waspadai adalah rabies. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya  yang  di  akibatkan  oleh  partisipasi  masyarakat  yang  kurang.  Kasus  rabies  mendapat peringkat nasional tertinggi dari tahun 2009-2013 adalah Provinsi Bali. Kasus rabies meningkat pada tahun 2010-2011 di beberapa Kabupaten di Bali, Kabupaten tertinggi adalah Jembrana sebanyak 52%. Tujuan dari penelitian ini adalah   untuk mengetahui Hubungan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Pemilik Anjing Terhadap Pencegahan Penyakit Rabies Di Dusun Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Mendoyo, Jembrana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan rancangan yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional teknik sampling jenis non probability sampling yaitu dengan   purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 174 orang. Data analisis menggunakan uji statistik Mann Whitney untuk variabel umur, Chi Square untuk variabel pendapatan dan Rank Spearman untuk variabel pendidikan, pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur didapatkan hasil analisis p value = 0,001, varibel pendidikan p value = 0,003, variabel pendapatan p value = 0,029, variabel pengetahuan p value = 0,004 dan variabel sikap p value = 0,006 yang artinya bahwa p value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan  bahwa  hipotesa  dalam  penelitian  ini  diterima,  dimana  secara  statistik  berarti  ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, pendapatan, pengetahuan dan sikap dengan partisipasi pemilik anjing terhadap pencegahan penyakit rabies di Dusun Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Mendoyo, Jembrana

    Pengaruh Masase Perineum pada Derajat Laserasi Perineum Terhadap Primigravida di Puskesmas II Denpasar Barat

    Get PDF
    Laserasi perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan. Kerusakan tersebut biasanya lebih nyata pada primigravida dibandingkan multigravida. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi laserasi perineum yaitu masase perineum. Masase perineum merupakan teknik memijat pada daerah perineum pada masa kehamilan atau beberapa minggu menjelang persalinan guna meningkatkan perubahan hormonal yang melembutkan jaringan ikat, sehingga jaringan perineum lebih elastis dan lebih mudah meregang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masase perineum terhadap derajat laserasi perineum pada primigravida di Puskesmas II Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperiment, dengan rancangan pasca-test dengan pemilihan, dimana kelompok eksperimen diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok tidak diawali dengan pra-tes. Pengukuran hanya dilakukan setelah pemberian perlakuan selesai. Data di analisis dengan uji statistik menggunakan uji Mannn-Withney U Test nilai U statistik adalah 20,0 dan nilai U tabel (n1 = 10, n2 = 10 dengan a = 0,05) adalah 23 Nilai U statistik = 20 < 23 = nilai  U tabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Berarti terdapat perbedaan antara derajat laserasi yang diberikan masase dengan yang tidak diberikan masase. &nbsp

    Analisis Fungsional Terapi Tradisional dan Terapi Komplementer Alternatif Diera Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

    Get PDF
    Pelayanan dibidang kesehatan lebih baik dilakukan secara menyeluruh, karena manusia tidak dapat dipandang secara bagian perbagian. Kesepuluh sistem organ bekerjanya secara fungsional dalam mempertahankan tubuh agar tetap dalam keadaan seimbang. Penanganan penyakit secara menyeluruh/komprehensif meliputi penanganan secara konvensional dan non konvensional. Tulisan ini menggunakan metode analisis studi kepustakaan tentang peranan terapi non konvensional dalam penanganan penyakit.Penanganan konvensional meliputi semua penanganan yang telah terbukti secara ilmiah dan sudah dipergunakan oleh kalangan medis, sedangkan penanganan non konvensional belum seluruhnya terbukti secara ilmiah tetapi sudah ada digunakan oleh kalangan medis. Tujuan dari penulisan ini mengetahui peran yang bisa diambil oleh terapi non konvensional dalam penanganan penyakit diera JKN. Penanganan non konvensional terdiri dari terapi tradisional dan terapi komplementer alternative. Terapi ini ada beberapa yang sudah diperbolehkan digunakan sebagai terapi tambahan atau terapi pelengkap pada penanganan pasien, asalkan tidak bertentaangan dengaan terapi medis konvensional. Hal ini dibuktikan dengan telah diundangkannya peraturan peraturan mengenai terapi tradisional dan komplementer alternative. Hasil tulisan ini dapat dipergunakan oleh kalangan medis untuk  penanganan penyakit yang menyeluruh sehingga pasien menjadi lebih puas. Begitu juga dapat memberikan hasil yang baik kepada kendali mutu dan kendali biaya pada program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Perlu dilakukan penelitian dan pengembangan obat obatan tradisional dan obat komplementer alternatif oleh institusi pendidikan STIKES Bina Usada dan institusi kesehatan lain. Memasukkan terapi tradisional dan komplementer alternatif kedalam materi pengajaran kepada anak didik sehingga mereka lebih mengenal manfaat dan keuntungan penanganan pasien secara komprehensif

    Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Premagana, Gianyar

    Get PDF
    Gaya kepemimpinan merupakan suatu seni dan proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar mereka memiliki motivasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dalam situasi tertentu. Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 orang perawat, didapatkan hasil 7 (70%) orang perawat mengungkapkan pernah datang terlambat, cenderung mengeluh tentang hal-hal sepele, suka memperpanjang waktu istirahat dan bermain game dalam waktu kerja sehingga perawat bekerja tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap RSU Premagana, Gianyar. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 34 orang perawat pada bulan Februari 2017 di ruang rawat inap RSU Premagana, Gianyar. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan koefisien korelasi lambda (λ). Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memilih tipe gaya kepemimpinan kepala ruang model demokratis sebanyak 14 responden (41,2%) dan memiliki motivasi sedang sebanyak 15 orang (44,1%). Analisis bivariat dengan nilai korelasi Lambda sebesar 0,795 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang kuat dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari α = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap RSU Premagana, Gianyar. Pemenuhan faktor-faktor pendukung motivasi kerja perawat diperlukan untuk mempertahankan ataupun meningkatkan motivasi kerja perawat serta kepala ruang mampu meningkatkan gaya kepemimpinan demokratis yang sesuai dengan standar prosedur pelayanan sehingga mampu mendorong perawat melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan baik demi mencapai tujuan yang diinginkan

    Hubungan Karakteristik, Pengetahuan dan Sikap dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Ibu Pasangan Usia Subur di Puskesmas Talise

    Get PDF
    Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan deteksi dini kanker serviks. Cakupan program pemeriksaan IVA di Puskesmas Talise tahun 2015 masih rendah, sasaran target deteksi IVA  sebanyak 9019 jiwa, hanya 493 jiwa yang telah melakukan pemeriksaan IVA. Rendahnya kunjungan Ibu Pasangan Usia Subur (PUS) dikarenakan kurangnya kesadaran Ibu PUS terhadap pentingnya pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian diketahuinya hubungan karakteristik, pengetahuan dan sikap dengan pemeriksaan IVA pada Ibu PUS di Puskesmas Talise tahun 2017. Metode penelitian survei analitik, dengan rancangan case control. Populasi semua Ibu PUS umur 15-49 tahun yang melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Talise, bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Talise, tercatat di rekam medik dalam 2 bulan terakhir Januari-Februari 2017 sebanyak 27 orang, dengan teknik total sampling. Sampel penelitian 54 sampel, terdiri dari 27 kasus dan 27 kontrol. Berdasarkan uji statistik chi-square dan analisis Odss Ratio (OR). diperoleh hasil yaitu: umur (p-value=1,000, OR= 1,000), pendidikan (p-value= 0,028, OR= 3,455), status ekonomi (p-value 0,783, OR=1,164), paritas (p-value 0,761, OR=1,203), pengetahuan (p-value= 0,027, OR= 3,571), sikap (p-value= 0,000, OR= 8,313). Kesimpulan tidak ada hubungan antara umur, status ekonomi, dan Paritas dengan pemeriksaan IVA. Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, dan sikap dengan pemeriksaan IVA. Saran bagi Bidan di Puskesmas Talise untuk mensosialisasikan pentingnya pemeriksaan IVA yang mudah dipahami Ibu PUS secara menyeluruh di wilayah Puskesmas Talise, sehingga mampu meningkatkan kesadaran Ibu PUS untuk melakukan pemeriksaan IVA

    85

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇