Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
    166 research outputs found

    Pengaruh Kombinasi Jus Wordu terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi

    No full text
    Tingginya kejadian hipertensi maka hipertensi menjadi masalah yang harus diatasi. Pada pengobatan herbal terapi pemberian jus (kombinasi wortel dan madu) dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi. Kombinasi jus wordu (wortel dan madu) memiliki kandungan seperti kalium yang mampu menjaga tekanan darah dan asetikolin yang membantu memperlancar pembuluh darah. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan rancangan one group prestest and posttest design. Penelitian dilakukan di Kelompok Lansia Wredha Shandi Kencana Desa Mas Ubud pada bulan Maret 2018. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 responden yang ditentukan menggunakan total sampling. Responden mengkonsumsi kombinasi jus wortel dan madu selama 1 minggu sebanyak 2 kali bersamaan dengan sarapan di pagi hari dan makan siang. Analisa menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui pengaruh kombinasi jus wortel dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Hasil uji wilcoxon p-value yaitu sebesar 0,001 maka p-value < α (0,05) pada pre-test-post-test tekanan darah maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pada nilai z hitung didapatkan z sistole sebesar -5.011, z diastole sebesar -5.353 dan z tabel dengan nilai 1,645. Dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh kombinasi jus wordu (wortel dan madu) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Di Kelompok Lansia Wredha Shandi Kencana Desa Mas Ubud

    Perspektif Keluarga dan Perawat tentang Kemitraan Keluarga Dalam Merawat Pasien di Intensive Care Unit

    Get PDF
    Perawatan pasien di Intensive Care Unit (ICU) tidak hanya melibatkan petugas kesehatan, tetapi juga memerlukan peran keluarga. Keluarga juga mengalami stres dan kecemasan selama menunggu pasien di ICU. Patient-Family Centered Care (PFCC) merupakan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan yang menempatkan pasien dan keluarga sebagai fokus pemberian asuhan keperawatan. Kemiraan keluarga sangat berperan dalam merawat pasien di ICU. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif keluarga dan perawat tentang kemitraan keluarga dalam merawat pasien di ICU. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi intepretatif. Informan adalah 10 perawat ICU dan 10 keluarga pasien sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang diambil dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat di Kota Semarang pada bulan April sampai Mei 2018. Analisis data dengan teknik intepretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan 4 tema utama tentang makna kemitraan keluarga, bentuk kemitraan keluarga, pengaruh kemitraan keluarga, dan tantangan penerapan kemitraan keluarga di ICU. Kemitraan antara perawat dan keluarga diartikan sebagai keadaan dimana perawat sebagai sumber informasi tentang kondisi pasien, perawat memberikan dukungan dan menghargai keluarga, kolaborasi antara pasien dan perawat, partisipasi keluarga dalam memberi dukungan bagi pasien, keluarga bisa mengungkapkan perasaanya pada perawat. Kemitraan keluarga meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi mempengaruhi pemberian asuhan keperawatan dan menambah beban kerja perawat. Perspektif keluarga tentang perawatan ICU dan ketidaksiapan perawat menjadi tantangan penerapan kemitraan keluarga di ICU. Kesimpulan dari peneliian ini adalah keluarga dan perawat memahami makna dan pengaruh kemitraan dalam merawat pasien di ICU, tetapi masih terdapat tantangan dan hambatan dalam penerapannya. &nbsp

    Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil antara Preeklampsia Ringan dan Preeklampsia Berat

    Get PDF
    Preeklampsia merupakan gangguan kesehatan yang terjadi khusus pada kehamilan yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Preeklampsia dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa dengan hemolisis umum, peningkatan enzim hati, jumlah trombosit yang rendah, dan peningkatan kadar hemoglobin (Hb) bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan preeklampsia ringan dan preeklampsia berat di RSUD Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan pre eklampsia di RSUD Kabupaten Kediri periode Januari-Agustus 2018 sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September menggunakan data rekam medis. Analisa data menggunakan uji independent t-test didapatkan rata-rata kadar hemoglobin pada ibu dengan preeklampsia ringan adalah 12,600 g/dL, sedangkan preeklampsia berat mencapai 13,188 g/dL dengan p>0,05 (0,102). Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan preeklampsia ringan dan preeklampsia berat. Penting bagi bidan dan tenaga kesehatan untuk selalu melakukan pemantauan secara rutin terhadap kadar hemoglobin ibu hamil

    Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Beresiko pada Remaja

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah prevalensi perilaku remaja yang beresiko semakin meningkat dan akibat yang ditimbulkan juga semakin mengkhawatirkan. Perilaku beresiko remaja memiliki dampak akan menurunnya kualitas kehidupan keluarga yang terjadi saat ini maupun dimasa yang akan datang. Angka kenakalan yang cukup besar ini bisa menjadi tantangan yang berat bagi pemerintah, terutama berkaitan dengan pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku beresiko pada remaja. Metodelogi dalam penelitian ini adalah analitik cross sectional. Jumlah sampel yang dibutuhkan peneliti sebagai subjek penelitian adalah sebanyak 263 orang responden dari jumlah populasi sebanyak 767 orang. Penentuan jumlah sample menggunakan accidental sampling dengan kurun waktu 2 bulan (Januari sampai Maret 2018). Analisa bivarian menggunakan chi-square. Hasil dan Pembahasan Faktor predisposisi yang paling banyak dengan kategori baik sebanyak 203 (77,2%), dari faktor Enabling paling banyak dengan kategori baik sebanyak 242 (92%), dari faktor Reinforcing paling banyak dengan kategori baik sebanyak 227 (86,3%). Adanya hubungan antara faktor predisposisi remaja dengan perilaku beresiko remaja. Adanya hubungan antara faktor Enabling remaja dengan perilaku beresiko remaja. Adanya hubungan antara faktor Reinforcing remaja dengan perilaku beresiko remaja. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan diperoleh baik melalui media tertulis maupun pengalaman. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Surji tahun 2015 diketahui kehadiran internet mempunyai pengaruh positif terhadap kehidupan remaja diantaranya, internet digunakan sebagai media untuk komunikasi yang efektif, menambah wawasan, menambah pertemanan, sarana berbisnis online

    Latihan Psikofisiologikal Tai Chi Terhadap Nyeri Lutut pada Osteoartritis

    Get PDF
    Nyeri merupakan masalah keperawatan yang paling banyak terjadi pada penderita osteoarthritis (OA). Upaya menurunkan nyeri dapat dilakukan dengan melakukan latihan psikofisiologikal tai chi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan psikofisiologikal tai chi terhadap nyeri lutut pada osteoartritis. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pre test post test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 dengan  metode sampling non-randomize. Analisa data menggunakan wilcoxon sign rank test. Alat ukur yang digunakan adalah numeric rating scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden dalam penelitian ini adalah 65 tahun, dengan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (70%). Perbadingan nilai nyeri sebelum dan sesudah latihan psikofisiologikal tai chi menunjukkan rata-rata nyeri sebelum diberikan intervensi adalah 5,20, dan rata-rata nyeri setelah diberikan intervensi adalah 3,83. Hasil uji perbedaan  skala nyeri sebelum dan setelah diberikan intervensi menggunakan wilcoxon sign rank test, diperoleh nilai Zhitung 4,396 dan nilai p=0,000 (α<0,05). Latihan tai chi bermanfaat dalam mengurangi nyeri dan sangat disarankan untuk populasi yang sesuai seperti lansia. Perlu dilakukan penelitian lebih banyak tentang efek tai chi sebagai intervensi dari perspektif keperawatan

    Gambaran Persepsi Ibu Hamil tentang Mitos Kehamilan

    Get PDF
    Kehidupan sosial budaya akan mempengaruhi persepsi ibu hamil yang seringkali lebih dominan membawa danpak negatif terhadap kesehatan reproduksi ibu dan kesehatan anak. Berbagai mitos kehamilan pada akhirnya menyebabkan ibu hamil kekurangan gizi seperti anemia dan kurang energi kronis (KEK) sehingga rentan terjadi perdarahan dan Berat bayi lahir rendah (BBLR). Peneliti ingin mengetahui gambaran persepsi ibu hamil terhadap mitos kehamilan di wilayah kerja puskesmas Dlingo II Bantul Yogyakarta. Penelitian ini berjenis deskriptif non analitik dengan rancangan cross-sectional. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 68 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil dalam penelitian ini adalah responden memiliki persepsi positif terhadap mitos kehamilan yaitu sebanyak 37 orang (54,4%) dan responden yang memiliki persepsi negatif sebanyak 31 responden (45,6%).  Ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Dlingo II Bantul Yogyakarta memiliki persepsi positif terhadap mitos, artinya responden percaya terhadap mitos kehamilan yang berada di masyarakat

    Demam Berdarah dengue (DBD) di Banjar Tegal, Tegallalang Gianyar

    Get PDF
    Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang angka kematiannya masih cukup tinggi di Indonesia. Penyakit musiman ini mempunyai siklus lima tahunan untuk menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Di Indonesia tahun 2015 terjadi sebanyak 129.179 kasus dengan kematian 1.240 orang . Di Provinsi Bali tahun 2015  terjadi 9.826 kasus dengan jumlah kematian 19 orang. Di Gianyar tahun 2015 kasus DBD sebanyak 2.032 dengan jumlah kematian 6 orang, dan tahun 2016 terdapat 1.758 kasus kasus dengan jumlah kematian delapan orang. Di wilayah kerja Puskesmas 1 Tegallalang Banjar Tegal  menempati urutan pertama kasus DBD dengan jumlah 48 kasus dengan tidak ada kematian. Metode penelitian ini adalah kualitatif berparadigma interpretative, dengan desain studi kasus.  Tidak semua informan mengetahui bahwa penyakit DBD disebabkan oleh virus. Ada beberap diantaranya   mengatakan penyebabnya adalah nyamuk. Kebanyakan informan tahu bahwa penularan DBD melalui nyamuk. Lingkungan Banjar Tegal Tegalalang cukup bersih, dikarenakan masyarakatnya rutin melakukan gotong royong seminggu sekali, membersihkan got, melakukan kegiatan 3M, dan juga melakukan fogging saat ada kasus DBD. Saat observasi, lingkungan sudah terlihat tidak ada air tergenang, sampah tidak berserakan, kaleng bekas tidak ada, tanaman dihalaman rumah  teratur. Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan dan pegangan bagi masyarakat Banjar Tegal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan penularan DBD dengan cara mememlihara kebersihan lingkungan

    Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas II Denpasar Selatan

    Get PDF
    Salah satu penyebab buruknya aspek kesehatan di Indonesia adalah tidak meratanya pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.40 tentang sistem Jaminan sosial nasional (SJSN). Berdasarkan data di Puskesmas II Denpasar Selatan terdapat 689 orang pengguna BPJS, dimana setelah di wawancarai sebanyak sepuluh orang terdapat tujuh diantara sepuluh orang mengatakan tidak puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskemas II Denpasar Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang digunakan adalah pasien yang berkunjung atau berobat ke Puskesmas II Denpasar Selatan menggunakan BPJS sebanyak 253 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan p value= 0,001 dengan kepuasan pasien dimana nilai p < 0,05. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dan acuan untuk penelitian selanjutnya agar dapat melakukan pengkajian lebih mendalam tentang faktor-faktor lainnya yang berkontribusi terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS seperti suasana, image

    Kunjungan Ibu dengan Status Gizi Balita di Desa Ketapang Raya Lombok Timur

    Get PDF
    Masa balita periode dua tahun pertama kehidupan merupakan periode emas (golden age) sekaligus kritis bagi seorang balita karena mengalami tugas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi di masa tersebut dapat bersifat permanen dan tidak dapat pulih kembali walaupun kebutuhan gizi di masa selanjutnya terpenuhi. Masalah gizi kurang pada balita dibedakan menjadi dua, faktor langsung dan faktor tidak langsung. Tujuan penelitian untuk menganalisis Hubungan Antara Kunjungan Ibu Peserta Posyandu Terhadap Status Gizi Balita di Desa Ketapang Raya, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian bersifat deskriptif analitik, studi korelasional ini menggunakan pendekatan crosssectional. Jumlah populasi 110 dengan besar sampel 86 orang tua dan balita. Teknik sampling adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistic dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 didapatkan hasil p – value 0,838, didapatkan p>α sehingga disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kunjungan ibu ke posyandu dengan status gizi balita. Kesimpulan, tidak ada hubungan antara kunjungan ibu ke posyandu dengan status gizi balita dengan tingkat korelasi p=0,022 atau lebih besar dari tingkat kesalahan 0,05. Ibu diharapkan lebih memahami dan mengerti tujuan dan manfaat posyandu sehingga ibu aktif dan rajin mengunjungi posyandu demi kesehatan bayi dan balita mereka

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensitas Nyeri Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah di BRSU Tabanan

    Get PDF
    Pasien pasca operasi fraktur seringkali mengeluh rasa nyeri, nyeri yang dirasakan pasca operasi disebabkan karena terjadinya torehan, tarikan, manipulasi jaringan dan organ. Hasil penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi karakteristik dari responden dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 30 responden pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik insidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor – faktor yang berhubungan secara signifikan terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah adalah jenis kelamin (p = 0,001), tingkat pendidikan (p = 0,001), mekanisme koping (p = 0,001) dan dukungan keluarga (p = 0,001) dengan nilai α = 0,05 sedangkan faktor usia (p= 0,330) dan pengalaman tindakan operasi yang menyebabkan nyeri (p= 0,770) yang artinya tidak ada hubungan faktor usia dan pengalaman tindakan operasi yang menyebabkan nyeri terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah (p>0,05). Hasil penelitian ini bermanfaat bagi praktisi keperawatan sebagai acuan asuhan keperawatan dalam melakukan manajemen nyeri pasca operasi fraktur ekstremitas bawah untuk mempertimbangkan faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, mekanisme koping dan dukungan keluarga. Saran dari hasil penelitian ini perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nyeri

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇