Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
Not a member yet
    166 research outputs found

    Bicara Seks dengan Anak: Panduan Bagi Orang Tua dalam Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak Sesuai Usia di Desa Mojongapit

    No full text
    Pendidikan seksual pada anak adalah topik yang penting untuk dipahami oleh semua orang tua. Pendidikan seksual yang diberikan kepada anak perlu disampaikan oleh orang tua sesuai dengan tahap perkembangan usia anak. Pendidikan seksual yang disampaikan pada anak dapat dimulai dari mengenalkan nama-nama bagian tubuh dengan benar termasuk alat kelamin dan menjelaskan fungsinya, memberikan pemahamna tentang area tubuh yang boleh disentuh dan tidak serta memperkenalkan konsep pubertas dan perubahan tubuh yang akan terjadi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak dan menggunakan metode pendekatan yang sesuai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi pada orang tua tentang cara memberikan pendidikan seksual pada anak sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan ibu yang memiliki anak usia balita, kader dan bidan desa. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui ceramah dan diskusi interaktif serta dievaluasi dengan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Hasil dari kegiatan ini seluruh peserta berperan aktif selama penyampaian materi dan antusias dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pemateri dan menjawab pertanyaan dengan tepat. Kesimpulan terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik pendidikan seksual pada anak sesuai usia

    Hubungan Usia Ibu dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Primigravida di Puskesmas Kendalkerep Blimbing Kota Malang

    No full text
    Latar Belakang: Anemia lebih sering dijumpai dalam kehamilan, hal ini dikarenakan selama kehamilan sel darah merah bertambah banyak, akan tetapi bertambahnya sel darah merah kurang dibanding dengan bertambahnya sel plasma. Salah satu faktor penyebab terjadinya anemia yaitu usia ibu yang terlalu muda. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil primigravida. Metedologi: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian analitik korelasional dan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu hamil primigravida trimester I dan III di Puskesmas Kendalkerep Blimbing Kota Malang dengan jumlah 45 ibu hamil. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan jumlah 42 ibu hamil yang telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah alat cek hemoglobin (Easy Tauch GCHb) dan KTP ibu hamil. Hasil: Uji statistik didapatkan ibu hamil dengan usia 35 tahun (81.8%) mengalami anemia. Analisis uji Chi Square menunjukkan nilai signifikasi (p) = 0,005 (p<0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan antara usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Diharapkan ibu untuk mencari informasi tentang usia yang aman dalam merencanakan kehamilan

    Edukasi Pentingnya Pemeriksaan ANC Terpadu bagi Ibu Hamil

    No full text
    Penurunan AKI dan AKN sudah terjadi namun angka penurunannya masih dibawah target RPJMN. Target RPJMN 2024 yaitu AKI 183 per 100.000 kelahiran hidup dan AKN 10 per 1000 kelahiran hidup. Hasil penelitian dengan judul “Implementasi Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Masa New Normal Pandemi Covid-19 di Puskesmas Tasikmadu” didapatkan  responden yang melakukan ANC selama kehamilan secara teratur sesuai jadwal sebanyak 24 orang (60%) sedangkan yang tidak tercapai cakupan kunjungannya sebanyak 16 orang (40%). Permasalahan yang dijumpai pada mitra adalah masih kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ANC terpadu bagi ibu hamil, yang mana penting bagi hamil sebagai salah satu upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ANC terpadu. Kegiatan terlaksana dengan efektif, dibuktikan dengan hasil yang menunjukkan adanya peningkatan ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 50% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan. Ibu hamil menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan ANC terpadu sebagai deteksi dini komplikasi. Kader akan memantau dan memastikan setiap ibu hamil di wilayahnya melakukan ANC secara teratur

    Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kualitas Tidur pada Remaja di SMA N 1 Mengwi

    No full text
    Latar Belakang: Kemajuan teknologi dan informasi di seluruh dunia semakin pesat. Indonesia merupakan salah satu negara yang terliba. Hal yang terkait erat dengan hadirnya internet adalah penggunaan media sosial khususnya pada remaja. Tujuan  Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja. Metedologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan correlative study menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 310 orang remaja Hasil: Didapatkan nilai p = 0.000 (p<0.05) dengan nilai koefisien korelasi (r) 0.531. Kesimpulan: Ada hubungan intensitas media sosial dengan kualitas tidur mununjukkan hubungan yang sedang dan berarah positif

    Persepsi Perawat Tentang Profesionalisme Keperawatan

    No full text
    Latar belakang: Profesionalisme keperawatan memiliki dampak dalam penyelenggaraan layanan keperawatan. Selain itu persepsi perawat terhadap profesionalisme juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi persepsi perawat tentang profesionalisme keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif fenomologi dan jumlah sampel yang diambil 13 parisipan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi perawat tentang perawat professional adalah perawat yang dapat mengatasi permasalahan pasien melalui asuhan keperawatan yang dilandasi aspek pengetahuan, keterampilan, rasa empati dan caring sebagai aspek afektif, serta bekerja mengikuti aturan dan berintegritas. Kesimpulan Penelitian ini bisa dijadikan bahan evaluasi bagi lahan penelitian untuk meningkatkan pemahaman perawat tentang profesionalisme keperawatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang prima

    Dukungan SIMS (Suami dalam Persiapan Menyusui) pada Ibu Hamil dengan dan tanpa Pengalaman Menyusui: Studi Komparatif Di Desa Wisata Panji, Buleleng

    No full text
    Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan pondasi utama nutrisi untuk bayi baru lahir. Meskipun ASI sangat penting dikonsumsi oleh bayi baru lahir, namun belum semua ibu  memberikan ASI secara eksklusif. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui perbandingan dukungan suami dalam persiapan menyusui (breastfeeding father) pada ibu hamil yang sudah pernah menyusui dengan yang belum pernah atau gagal menyusui sebelumnya, dengan harapan dapat memberikan dasar bagi pengembangan program atau intervensi yang dapat meningkatkan praktik menyusui di masyarakat. Metedologi: Penelitian ini adalah analitik komparatif desain cross-sectional, teknik sampling non-probability sampling jenis purposive sampling. Kriteria inklusi melibatkan ibu hamil trimester II dan III, multigravida, serta ibu yang memiliki atau tidak memiliki pengalaman menyusui/sebelumnya menggunakan susu formula. Hasil: Dalam penelitian ini, dukungan suami dalam persiapan menyusui pada ibu hamil dengan pengalaman menyusui (90%). Namun, kelompok ibu hamil tanpa pengalaman menyusui cenderung kurang mendapat dukungan suami (90%). Analisis komparasi antar dua kelompok menggunakan Mann Whitney didapatkan p-value 0,000 yaitu terdapat perbedaan signifikan pada kedua kelompok. Kesimpulan: Dukungan suami berperan penting dalam persiapan menyusui, terutama pada ibu hamil. Perawat perlu mengembangkan intervensi yang melibatkan suami dalam persiapan menyusui untuk meningkatkan dukungan dan persiapan menyusui sejak masa kehamilan

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Orang Tua Tentang Pemberian Pertolongan Pertama Cedera Pada Anak Berkbutuhan Khusus (ABK) Di SLB Denpasar

    No full text
    Latar Belakang : pengetahuan dengan sikap orang tua yang kurang baik dapat menyebabkan orang tua sering kali memilih tindakan yang tidak tepat ketika memberikan pertolongan pertama cedera pada anak, sehingga menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan berunjung kematian pada anak, terlebih lagi pada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang berisiko lebih tinggi mengalami cedera karena memiliki keterbatasan fisik, mental-inteklektual, sosial maupun emosional. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua tentang pemberian pertolongan pertama cedera pada ABK di SLB N 1 Denpasar. Metedologi: desain yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Maret – Mei 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB N 1 Denpasar. Menggunakan metode total sampling yaitu 231 responden. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji spearmean rho. Hasil: mayoritas tingkat pengetahuan dan sikap orang tua tentang pemberian pertolongan pertama cedera pada ABK berkategori baik. Hasil uji statistik menggunakan spearmean rho didapatkan p <0,001 yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua tentang pemberian pertolongan pertama cedera pada ABK. Kekuatan kolerasi bernilai 0,476 dikatakan sedang serta arah kolerasi positif yang berarti semakin baik tingkat pengetahuan maka semakin baik pula sikap tentang pemberian pertolongan pertama cedera. Kesimpulan: mayoritas orang tua ABK memiliki pengetahuan dengan sikap yang baik sehingga perlu dipertahankan agar orang tua mampu menolong anak ketika mengalami cedera akibat kecelakaan rumah tangga atau kegawadaruratan lainnya

    Upaya Pencegahan Komplikasi Hipertensi dengan Edukasi Berbasis Health Belief Model dan Mengontrol Tekanan Darah

    No full text
    Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi yang merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner dan gagal ginjal, dimana penyakit jantung iskemik dan stroke merupakan penyebab kematian terbesar di dunia selama 15 tahun terakhir yaitu 15,2 juta kematian. Beberapa cara dalam mengurangi akibat tekanan darah tinggi adalah dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif dari penyakit hipertensi. Health Belief Model (HBM) adalah upaya promotif untuk mengubaah tingkah laku seseorang yang didasarkan pada pemahamannya. Edukasi Health Belief Model efektif dalam meningkatkan perilaku preventif maupun pengetahuan pasien terkait penyakitnya. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan sebagai pemberian edukasi Upaya pencegahan komplikasi hipertensi berbasis Health Belief Model pada masyarakat desa papahan, kecamatan tasikmadu, kabupaten karanganyar. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan edukasi/ penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah. Sasaran pelaksanaan kegiatan merupakan Masyarakat Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu kabupaten karanganyar. Metode pelaksanaan Kegiatan ini ditujukan bagi warga Desa Papahan, Tasikmadu, Karanganyar. Dilaksanakan pada hari minggu di bulan Januari tahun 2024 mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Papahan, prosedur pelaksanaan kegiatan meliputi: Sebelum Hari pelaksanaan dan saat hari pelaksanaan. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan bahwa yang menderita hipertensi terbanyak  perempuan 69 %  sedangkan laki-laki 39%. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) memberikan dampak positif dalam meningkatakan pemahaman upaya pencegahan komplikasi hipertensi meliputi minum obat sesuai anjuran dokter, mengontrol tekanan darah secara rutin, aktivitas fisik, diit sehat, kelola stres, mencegah obesitas, tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol. Disarankan bagi masyarakat di desa papahan kecamatan Tasikmadu kabupaten Karanganyar untuk selalu menjaga pola hidup sehat yang diawali dengan konsumsi nutrisi yang cukup agar terhindar dari hipertensi pada umumnya dan komplikasi hipertensi pada khususnya, sehingga meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

    Edukasi Pentingnya Jajanan Sehat Bagi Anak Sekolah di SD Negeri 1 Wawoangi Kabupaten Buton Selatan

    No full text
    Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu cara masyarakat untuk dapat menjaga kualitas kesehatannya. Program PHBS terdapat beberapa indikator yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan PHBS, salah satunya adalah memilih jajanan Sehat. Pengabdian yang kami lakukan melalui metode penyuluhan dengan melibatkan seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Wawoangi yang berjumlah 20 orang. Para siswa/i sangat antusias mengikuti penyuluhan yang kami lakukan, hal ini dapat dilihat dari sebagian besar peserta dapat menjawab pertanyaan dari tim pengabdian Masyarakat. Sehingga para siswa/i menyadari akan manfaat memilih jajanan sehat, bagaimana cara memilih jajanan yang baik dan benar, dan apa saja ciri-ciri jajanan sehat. Pentingnya edukasi terkait jajanan sehat bagi anak sekolah sebagai langkah awal untuk mencegah masalah Kesehatan pada anak sekolah

    Pengaruh Gejala Depresi pada Ibu Postpartum terhadap Keberhasilan Pemberian Asi di Puskesmas Minggir Kabupaten Sleman

    No full text
    Latar Belakang: Kelancaran pengeluaran ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor psikologis yaitu kecemasan. Pada umumnya ibu pasca persalinan sering mengalami kelelahan dan perubahan mood seperti kecemasan, cemas terhadap dirinya dan cemas memikirkan bayinya. Kecemasan tersebut dapat mempengaruhi kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Tujuan Penelitian: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gejala depresi pada ibu postpartum terhadap keberhasilan pemberian ASI. Metedologi: Penelitian ini menggunakan metode mixed method. Pendekatan kuantitatif menggunakan cross sectional untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dan terikat. Responden dalam penelitian ini sebanyak 38 ibu postpartum. Pendekatan kualitatif secara fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam untuk mengetahui pengaruh gejala depresi pada ibu postpartum terhadap keberhasilan pemberian ASI. Penelitian ini menggunakan uji statistik dengan Chi-Square. Hasil: Penelitian ini menggunakan uji statistik dengan Chi-Square didapatkan p 0,420 (0,05) berarti bahwa gejala depresi postpartum tidak berpengaruh pada keberhasilan pemberian ASI. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini, ibu yang tidak memiliki gejala  depresi lebih berhasil memberikan ASInya dari pada ibu yang memiliki gejala. Faktor yang mempengaruhi gejala depresi postpartum yaitu faktor obstetri, biologi, psikologi dan sosiodemografi. Namun faktor yang paling dominan mempengaruhi yaitu faktor sosiodemografi

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal CARING (Center of Research Publication in Midwifery and Nursing)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇