Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Rancangan dan Implementasi Sistem Deteksi Longsor Berbasis SMS dan Progressive Web Apps
ABSTRAKSebagian besar daerah di Indoensia, terutama Propinsi Bengkulu termasuk salah satu daerah yang rawan bencana longsor, karena sebagian besar wilayah ini dilalui oleh jalur patahan gempa yang cenderung menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Hal ini menyebabkan bencana longsor menjadi masalah yang perlu di waspadai oleh masyarakat khususnya yang berada di area topologi tanah yang labil. Pada penelitian ini sistem deteksi bencana longsor dirancang untuk dapat mengetahui kondisi pergerakkan tanah secara real time sebagai bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) terhadap bahaya terjadinya longsor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mendeteksi kondisi Bahaya dan mengirimkan SMS “Awas Longsor†pada nomor tujuan, saat tegangan sensor kelembaban tanah bernilai 3 V, sensor piezoelektrik bernilai 0,06V dan sensor accelerometer bernilai 1,574 V. Selanjutnya rancangan modul alat deteksi longsor juga menghasilkan delay waktu pengiriman SMS peringatan dini longsor pada sistem sekitar 5 detik dari hasil pengukuran sensor pada mikrokontroller.Kata kunci: deteksi longsor, kelembaban, piezoelektrik, accelerometer, sms ABSTRACTMost areas in Indonesia, especially Bengkulu Province, are one of the areas prone to landslides, because most of these areas are traversed by earthquake fault lines which tend to cause soil conditions to become unstable. This causes landslides to become a problem that needs to be alerted by the community, especially those in areas of unstable soil topology. In this study, a landslide detection system is designed to be able to determine the condition of ground movement in real time as part of an early warning system against the danger of landslides. The test results show that the system detects a "Bahaya" condition and sends an SMS "Awas Longsor" on the destination number, when the soil moisture sensor voltage is 3V, the piezoelectric sensor is 0.06V and the accelerometer sensor is 1.574 V. Furthermore, the design of the landslide detection module also produces a delay in sending SMS early warning landslides to the system about 5 seconds from the measurement results of sensors on the microcontroller.Keywords: landslide detection, humidity, piezoelectric, accelerometer, sm
Clustering Fenomena Corona Discharge berdasarkan Suara menggunakan Metode LPC dan Euclidean Distance
ABSTRAKKegagalan isolasi akibat fenomena tegangan tinggi seperti corona discharge (CD) masih banyak terjadi pada sistem kelistrikan di Indonesia. Hal ini disebabkan belum dapat dilakukannya deteksi dini kegagalan isolasi. Salah satu bentuk CD berupa suara. Sebagai langkah awal deteksi dini kegagalan isolasi diperlukan suatu penelitian yang dapat mengklaster suara CD (pada kubikal 20 kV) yang merupakan tujuan penelitian. Berdasarkan pengamatan pada elektroda jarum-batang berjarak 3 cm diperoleh breakdown terkecil pada 34,3 kV. Klasifikasi suara CD ditetapkan menjadi 3 cluster yang dimulai dari tegangan cubicle 20 kV hingga sebelum breakdown terjadi yaitu 33 kV. Clustering dilakukan menggunakan metode linear predictive coding (LPC) sebagai ekstraksi ciri dan Euclidean distance sebagai pencocokan pola hasil ekstraksi. Adapun suhu di dalam kubikal antara 27,5℃ - 35,3℃ dan kelembaban berkisar 70% - 95%. Hasil akurasi clustering rata-rata yang diperoleh adalah 100% untuk data training dan 85,15% untuk data testing.Kata kunci: corona discharge, Euclidean distance, kegagalan isolasi, linear predictive coding, tegangan tinggi ABSTRACTInsulation failures due to high voltage phenomena such as corona discharge (CD) are still common in the electricity system in Indonesia. This is because early detection of insulation failure cannot be carried out. One form of CD is sound. As the first step in early detection, a study is needed to cluster CD sound (at 20 kV cubical). By observations on the needle-rod electrode at 3 cm, the smallest breakdown was at 34.3 kV. CD sound classification is set into 3 clusters starting from a cubicle voltage of 20 kV until before breakdown occurs, which is 33 kV. Clustering was carried out using linear predictive coding (LPC) as feature extraction and Euclidean distance as pattern matching extracted results. The temperature and humidity inside the cubical are 27.5℃-35.3℃ and 70%-95% respectively. For training and testing data average clustering accuracy results obtained are 100% and 85.15% respectively.Keywords: corona discharge, Euclidean distance,, insulation failure, linier predictive coding, high voltag
Sistem Monitoring Infus dengan Human Machine Interface secara Wireless
ABSTRAKPenelitian ini merealisasikan sebuah sistem monitoring infus yang bertujuan untuk memudahkan tenaga medis dengan menampilkan parameter-parameter dalam sebuah terapi infus intravena ke sebuah program Labview dengan menggunakan jaringan komunikasi UDP secara wireless. Labview dapat mengendalikan perangkat keras untuk mengatur jumlah tetesan/menit dan memonitoring parameter yang dikirim dari Wemos D1. Parameter yang dimonitoring diantaranya adalah jumlah tetesan, interval (ms), tetesan/menit, dan volume cairan infus. Sistem ini dilengkapi dengan alarm dan pemberhentian cairan infus secara otomatis sebagai peringatan ketika cairan infus terhenti dan bernilai < 50 ml. Waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan 450 ml cairan infus adalah 442-460 menit. Pada pengujian kestabilan sudut motor servo terhadap jumlah tetesan/menit, didapatkan hasil yang relatif konstan yaitu 18 tetesan/menit dan 21 tetesan/menit. Dengan begitu sistem monitoring infus dengan menggunakan Labview ini dapat dikatakan cukup layak digunakan sebagai sistem pengendali dan monitoring terapi infus intravena.Kata kunci: monitoring, infus, wemos D1, komunikasi UDP, labview ABSTRACTThis research is realizing an infusion monitoring system that aims to make medicians work easier by displaying parameters in an intravenous infusion therapy to a Labview program using a wireless UDP communication network. The hardware can be controlled by Labview to control drip/minute and monitor the parameters which sent by Wemos D1. Parameters are total drip, interval (in ms), drip/minute, dan infusion fluid volume. This system also designed with an alarm and automatic infusion fluid stopping to warn whether the infusion fluid stopped and valued < 50 ml. The infusion fluid spent 442 – 460 minutes to drained 450 ml of the bottle. From the stability testing of motor servo degree towards total drip/minute obtained a relative constant result, there are 18 drip/minute and 21 drip/minute. Therefore, this infusion monitoring system with Labview can be claimed as feasible enough to be a controlling and monitoring intravenous infusion therapy system.Keywords: monitoring, infusion, wemos D1, UDP communication, labvie
Implementasi Wireless Sensor Network pada Sistem Manajemen Gedung Menggunakan Protokol Komunikasi Modbus TCP
ABSTRAKWireless Sensor Network merupakan suatu solusi potensial dalam sistem manajemen gedung agar pengelolaan sumber daya gedung menjadi lebih efektif. Penelitian ini membahas mengenai implementasi wsn pada sistem manajemen gedung dengan menerapkan metode komunikasi Modbus TCP. Sistem terdiri dari monitoring volume sampah, pengendalian kunci pintu, tombol emergency dan sistem pengawasan video dengan memanfaatkan dashboard Node-RED dan Platform IoT Ubidots. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai program yang dibuat dengan nilai rata-rata error pembacaan sensor 2,52%, maksimal jarak antara Node sensor dengan Node sink yaitu 20 meter. Tingkat keberhasilan sistem kontrol kunci pintu melalui dashboard Node-RED dan Ubidots sebesar 100 % dengan masing-masing rata-rata delay sebesar 225ms dan 489 ms kemudian nilai rata-rata delay pengiriman pesan notifikasi whatsapp sebesar 2504 ms.Kata kunci: WSN, Building, Modbus TCP, Raspberry Pi, Node-REDÂ ABSTRACTWireless Sensor Network is a potential solution in building management systems so that building resource management becomes more effective. This study discusses the implementation of wsn on building management systems by applying the MODBUS TCP communication method. The system consists of garbage volume monitoring, door lock control, emergency buttons and a video surveillance system utilizing the Node-RED dashboard and Ubidots IoT Platform. The test results showed that the system functioned according to the program created with an average sensor reading error value of 2.52%, the maximum distance between the sensor Node and node sink is 20 meters. The success rate of the door lock control system through the Node-RED and Ubidots dashboards is 100% with an average delay of 225ms and 489 ms respectively and the average delay of whatsapp notification message delivery is 2504 ms.Keywords: WSN, Building, Modbus TCP, Raspberry Pi, Node-RE
Klasifikasi Tingkat Kematangan Pucuk Daun Teh menggunakan Metode Convolutional Neural Network
ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara besar pengekspor teh di dunia. Luasnya area perkebunan teh menyebabkan setiap blok tanam daun teh memiliki waktu petik dan tingkat kematangan yang berbeda. Sehingga salah satu upaya untuk mengetahui tingkat kematangan daun teh yaitu menerapkan sistem otomatisasi menggunakan pengolahan citra digital. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem klasifikasi tingkat kematangan pucuk daun teh dari jenis sampel varietas Assamica Klon (GMB 7) yang yang berada pada Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Penelitian ini menerapkan metode pengolahan citra digital dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan Arsitektur VGGNET19 dan ResNet50. Hasil pengujian sistem memperoleh nilai akurasi terbaik sebesar 97.5% dengan menggunakan arsitektur VGGNET19, Optimizer RMSprop, learning rate 0.01, batch size 32 dan epoch 100.Kata kunci: teh, klasifikasi, Convolutional Neural Network, VGGNET19, ResNet50 ABSTRACTIndonesia is one of the major tea exporting countries in the world. The large area of tea plantations causes each tea leaves planting block to have a different picking time and maturity level. So that one of the efforts to determine the maturity level of tea leaves is to apply an automation system using digital image processing. In this study, a classification system for the maturity level of tea leaves design from the Assamica Klon (GMB 7) variety sample located at the Gambung Tea and Quinine Research Center. This study applies a digital image processing method with the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm using VGGNET19 and ResNet50 Architecture. The results of the system test obtained the best accuracy value of 97.5% using the VGGNET19 architecture, RMSprop Optimizer, learning rate 0.01, batch size 32 and epoch 100.Keywords: tea, classification, Convolutional Neural Network, VGGNET19, ResNet5
Modular Vertical Garden Sebagai Solusi Praktis Urban Gardening Institut Teknologi Nasional
ABSTRAKPembangunan kota tanpa diimbangi dengan penyediaan lahan kosong untuk kawasan hijau dapat merusak lingkungan perkotaan. Menurunnya kualitas udara dan peningkatan polusi suara merupakan beberapa efek yang berdampak pada lingkungan hidup penduduk kota. Salah satu alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan vertical garden. Meningkatnya minat urban gardening, khususnya vertikultur, membuka peluang desain vertical garden yang dapat dengan mudah diterapkan di kawasan hunian. Untuk membantu meningkatkan hortikultur perkotaan, perlu dirancang vertical garden dengan mengedepankan ease of use. Penerapan sistem modular merupakan salah satu alternatif solusi untuk mencapai hal tersebut. Tujuan proyek desain ini adalah menghasilkan modular vertical garden system yang menawarkan ease of use untuk membantu penghijauan lingkungan perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan penerapan vertical garden sebagai alternatif penghijauan dalam mendukung smart environment. Proses desain menerapkan prinsip design thinking IDEO dengan melakukan identifikasi, pengumpulan dan analisis, brainstorming, pengembangan ide konkrit, dan proses implementasi.Kata kunci: urban gardening, vertical garden, pandemi, modular, ease of use ABSTRACTUrban development without a balance provision of vacant land for green areas can damage the urban environment. Declining air quality and increasing noise pollution are some of the effects that have an impact on the citizen environment. One alternative solution to overcome these problems is to apply a vertical garden. During the Covid-19 pandemic, the increasing interest in urban farming, especially verticulture, opened up opportunities for vertical garden designs that can be easily applied in residential areas. To help improve urban horticulture, it is necessary to design a vertical garden by prioritizing ease of use. The application of a modular system is an alternative solution to achieve this. The purpose of this design project is to produce a modular vertical garden system that offers ease of use to help urban greening. This study uses a qualitative method to describe how to apply a vertical garden as an alternative to greening to support a smart environment. The design process applies IDEO's design thinking principles by identifying, collecting and analyzing, brainstorming, developing concrete ideas, and implementing the process.Keywords: urban gardening, vertical garden, pandemic, modular, ease of us
Urea-Formaldehid Konsentrat Sebagai Bahan Baku Resin Urea-Formaldehid
ABSTRAKPanel kayu merupakan produk yang terbuat dari bahan kayu yang direkatkan dengan menggunakan resin, bahan perekat yang digunakan dalam produksi kayu lapis merupakan resin urea-formaldehid (UF). Resin UF adalah resin thermosetting yang terbuat dari urea dan formaldehid yang akan mengeras jika dipanaskan dan dapat dicetak ulang. Pada penelitian ini, pembuatan resin UF menggunakan bahan baku dari Urea Formaldehyde Concentrate (UFC). Tujuan dari penelitian ini mempelajari pengaruh perubahan sifat dan kinerja resin UF dari UFC, pengaruh rasio molar pada tahap metilolasi dan kondensasi, dan menguji efektivitas resin UF melalui aplikasi pembuatan panel kayu dengan cara menguji Internal Bonding (IB) Strength dan emisi formaldehid. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa pembuatan resin UF dengan bahan baku UFC memiliki gel time yang lebih panjang sehingga menurunkan IB Strength, dan free formaldehyde yang rendah sehingga emisi formaldehid akan menurun dibandingkan dengan nilai IB Strength maupun emisi formaldehid dari resin UF dari urea dan formaldehid.ABSTRACTWood panel are a product made of a wood inggriidients glued together by using resin. The main adhesive used in plywood production is urea-formaldehyde resin (UF). UF resin is a thermosetting resin made from urea and formaldehyde, where this resin to be hardened if heated and reprinted. The purpose of this research is affects changes in properties and performance from UF resin made from UFC, effects of molar ratio at the metylolation and condentation stage, and tests the effectiveness of UF resin with a wooden paneling application by testing Internal Bonding (IB) Strength, and formaldehyde emission. According to this research it has been obtained that UF resin with UFC material has a lengthly gel time therefor lower IB Strength value, and low free formaldehyde so that formaldehyde emission will decreased when compared with IB Strength value as well as formaldehyde emissions from UF resin with urea and formaldehyde materials
Perencanaan Sistem Penampungan Mata Air dan Sistem Pemompaan Transmisi Air Bersih di Komplek Pesantren Bayt Al-Quds Soreang
ABSTRAK Pesantren Bayt Al-Quds merupakan kompleks pesantren yang dekat dengan sumber mata air yang digunakan sebagai kebutuhan air bersih. Komplek terletak di kaki bukit, namun mata air berada di lembah sehingga untuk mendapatkan suplai air bersih diperlukan sistem yang dapat mengalirkan air dari mata air ke reservoir di kompleks. Sistem pompa dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam merencanakan sistem pompa, tahapan yang dilalui meliputi survey lapangan, mengidentifikasi masalah, studi literatur, mengumpulkan data, menganalisa data, merancang sistem mekanis tandon air bersih, perbaikan sistem pompa eksisting, dan dokumentasi hasil. Data primer diperoleh dari hasil survei dan pengukuran secara langsung, sedangkan data sekunder bersumber dari data warga sekitar dan pengurus pondok pesantren Bayt al-Quds serta data penelitian sebelumnya. Kebutuhan debit per hari di kompleks pesantren sebesar 10.165 L/hari dengan debit ketersediaan air sebesar 17.928 L/hari. Kompleks pesantren ini akan menggunakan bangunan penangkap dan penampung mata air dengan kapasitas 10 m3 (2 buah) yang kemudian ditransmisikan ke 2 posisi reservoir. Pompa diperlukan untuk memindahkan air dari penampung ke reservoir menggunakan pompa 1, dengan head 47,10 m, dan pompa 2, dengan head 23,26 m, dan pompa 3 yang hanya digunakan jika ada kerusakan atau sedang dilakukan perawatan. Kata Kunci: Mata air, Pengumpul, Penampung, Pompa. ABSTRACT The Bayt Al-Quds Islamic Boarding School complex is located near water spring that were used for clean water supply. The complex is located at the hillside and the spring is at the valley, therefore it will requires a system that can deliver water from the spring to the reservoir at the complex. A pump system can be used to accommodate the problem. Pump system designing includes field survey, problems identifying, research references, data collecting, data analyzing, reservoir mechanical system design, existing pump repairing, and documentation. Primary data is obtained from survey results and measurements directly, while secondary data is sourced from data from local residents and Bayt al-Quds boarding school administrators as well as data from previous research. The need for discharge per day in the complex amounted to 10,165 L/day with a water availability discharge of 17,928 L/day. This complex will use 2 tubs of spring reservoirs for different purposes, with a capacity of 10 m3 (2 apparatus). of spring reservoirs is 20,000 liters. A pump is needed to move water from the reservoir to the tubs using pump 1st, with a head of 47.10 m, pump 2nd, with a head of 23.26 m, and pump 3rd, which is only used if there is damage or maintenance is being done. Keywords: Spring Water, broncapture, reservoir, pump
Perancangan Air Pressure Tank dengan Bantuan PVElite Software Untuk Kebutuhan Praktikum Hidrolik dan Pneumatik
ABSTRAK Air pressure tank adalah tempat untuk menampung udara bertekanan. Perancangan menggunakan standar ASME VIII.. Air pressure vessel harus dapat memenuhi kebutuhan udara bertekanan pada pada modul HPC-03 dan modul HPC-04. Debit yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan modul HPC-03 yaitu sebesar 25x10-4 m3/s selama 6 menit dan pada modul HPC-04 sebesar 2,78x10-5 m3/s selama 7 menit. Pengisian udara bertekanan dilakukan saat praktikum tidak berjalan atau setiap 1 sesi praktikum. Air pressure vessel yang dirancang bertipe vertikal dan beroperasi pada tekanan 25 bar serta memiliki volume total sebesar 48838,38 in3. Air pressure tank ini memiliki 3 buah nozzle berukuran ½ in yang berfungsi sebagai nozzle inlet udara bertekanan dari kompressor, nozzle outlet sebagai komponen untuk mengeluarkan udara bertekanan kedalam sistem pneumatik pada modul HPC-03 dan modul HPC-04, dan drain nozzle untuk menguras udara bertekanan serta mengeluarkan air yang ada jika terjadi pengembunan. Perancangan dan pemodelan air pressure vessel menggunakan bantuan Software PVElite. Dari Software PVElite didapatkan ketebalan minimal pada shell yaitu 0,6250 in dan ketebalan minimal pada head yaitu 0,6112 in dengan MAWP air pressure vessel adalah 403,163 psi. Kata kunci: pressure vessel, air pressure tank, pneumatik, PVElite, ASME VIII. ABSTRACT Pressure vessel is a container for compressed air. Design according to ASME VIII. Air pressure vessels on the HPC-03 and HPC-04 modules must be capable of meeting compressed air requirements. The discharge required to operate the HPC-03 module is 25x10-4 m3/s for 6 minutes, while the discharge required to operate the HPC-04 module is 2.78x10-5 m3/s for 7 minutes. Every single practicum session or when the practicum is not in progress, compressed air is refilled. The pressure vessel designed as a vertical air pressure vessel with 48838.38 in3 of total volume and operates at a pressure of 25 bar. This air pressure tank has three nozzles in ½ in, one of which serves as a pressured air nozzle inlet from the compressor, nozzle outlet as a component for extracting compressed air for the pneumatic system on the HPC-03 and HPC-04 modules, and a drain nozzle for draining pressurized air and removing water in the event of condensation. Using PVElite software, air pressure vessels may be designed and modeled. According to the PVElite software, the minimum shell thickness is 0.6250 in and the minimum head thickness is 0.6112 in, with the MAWP air pressure vessel being 403.163 psi. keywords: pressure vessel, air pressure tank, pneumatik, PVElite, ASME VIII
Fuzzy Tsukamoto untuk Memprediksi Estimasi Persediaan Darah
ABSTRAKUnit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) selama ini kesulitan menyediakan jumlah kantong darah yang sesuai dengan permintaan rumah sakit karena jumlah permintaan darah lebih tinggi daripada ketersediaan darah. Kondisi persediaan darah yang tidak selalu tersedia sesuai dengan jumlah permintaan darah menjadi masalah serius bagi UTD PMI dalam pengelolaan ketersediaan darah. Oleh karena itu UTD harus mengetahui persediaan darah dalam satu tahun ke depan. Informasi tentang persediaan darah dimasa yang akan datang dapat dilakukan menggunakan Fuzzy Tsukamoto. Fuzzy Tsukamoto memprediksi estimasi persediaan darah menggunakan data penerimaan dan permintaan darah dari Golongan A+, O+, B+ dan AB+. Berdasarkan hasil perhitungan akurasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) didapatkan nilai akurasi rata-rata untuk prediksi estimasi persediaan darah berada dibawah 10%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa prediksi persediaan darah menggunakan Fuzzy Tsukamoto memiliki nilai kepercayaan yang sangat baik karena kurang dari 20% berdasarkan ketentuan MAPE.Kata kunci: darah, Fuzzy Tsukamoto, prediksi, MAPE, persediaanABSTRACTThe Indonesian Red Cross Blood (PMI) of Transfusion Unit (UTD) has had difficulty providing the number of blood bags by the hospital's request because the number of requests for blood is higher than the availability of blood. The condition of blood supply that is not always available following the blood demand is a severe problem for UTD PMI in managing blood availability. Therefore the Blood Transfusion Unit must know the blood supply for the next year. Future blood supply information can be done using the Fuzzy Tsukamoto method. Fuzzy Tsukamoto predicts the estimation of blood supply using data on receipts and requests for blood from Groups A+, O+, B+ and AB+. Based on the results of the calculation of accuracy using Mean Absolute Percentage Error (MAPE), the average accuracy value for predicting the estimated blood supply is below 10%. These results indicate that the prediction of blood supply using Fuzzy Tsukamoto has an excellent confidence value because it is less than 20% based on the MAPE.Keywords: blood, Fuzzy Tsukamoto, prediction, MAPE, stoc