Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
1717 research outputs found
Sort by
Kajian Eksperimental Pemanfaatan Sampah Plastik HDPE Terhadap Berat Isi Beton Ringan
ABSTRAKSampah plastik yang tidak didaur ulang sebelum dibuang dapat menjadi masalah lingkungan serius. Pada penelitian ini menginvestigasi penggunaan limbah plastik HDPE (High Density Polyethylene) sebagai pengganti sebagian agregat halus dalam campuran beton. Dengan variasi penambahan limbah plastik HDPE sebesar 0%, 3%, 5%, dan 7% dari total pasir, Benda uji pada percobaan ini berupa silinder beton yang akan diuji kuat tekan dan berat volume, dengan mix design yang sesuai dengan standar SNI 03-2834-2000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan agregat plastik HDPE pada campuran beton dapat mengurangi berat volume beton sebesar 1,03%, 2,35%, dan 6,16% untuk variasi 3%, 5%, dan 7%. Dari penelitian ini penambahan plastik HDPE dapat menghasilkan beton yang lebih ringan namun dengan penurunan dalam kuat tekan, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan yang spesifik dalam konstruksi.Kata kunci: beton, HDPE (High Density Polyethylene), berat isi ABSTRACTPlastic waste that is not recycled before disposal can be a serious environmental problem. This study investigated the use of HDPE (High Density Polyethylene) plastic waste as a partial substitute for fine aggregate in concrete mixtures. With variations in the addition of HDPE plastic waste of 0%, 3%, 5%, and 7% of the total sand, the test object in this experiment was a concrete cylinder that would be tested for compressive strength and volume weight, with a mix design that complies with the SNI 03-2834-2000 standard. The results of this study indicate that the addition of HDPE plastic aggregate to the concrete mixture can reduce the volume weight of concrete by 1.03%, 2.35%, and 6.16% for variations of 3%, 5%, and 7%. From this study, the addition of HDPE plastic can produce lighter concrete but with a decrease in compressive strength, so its use must be adjusted to specific needs in construction.Keywords: concrete, HDPE (High Density Polyethylene), compressive strength
Pemanfaatan Campuran Sludge Electrocoagulasi dan Fly Ash pada Sifat Karakteristik Paving Block
ABSTRAKPenelitian ini mencoba memanfaatkan campuran limbah fly ash dan SEC (Electrocoagulation of Sludge) menjadi material yang berguna untuk digunakan sebagai bahan penyusun paving block. Selama ini, limbah SEC dari pabrik tekstil hanya dikumpulkan sebagai bahan yang tidak berguna, sehingga memanfaatkan penggunaan material limbah ini menjadi lebih penting dalam rangka pengurangan limbah padat pada lingkungan sekitar. Untuk meningkatkan kuat tekan paving block, campuran fly ash, yang merupakan bahan limbah industri yang tidak dimanfaatkan. Komposisi campuran fly ash pada nilai 20% sedang komposisi variasi SEC sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Pada masing-masing kondisi dibuat 9 benda uji dengan pembagian masing-masing 3 benda uji untuk pengujian 7 hari, 28 hari dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi SEC makin tinggi akan mengurangi kuat tekan dan mutu paving block. Namun untuk variasi limbah SEC sebesar 5% masih dapat digunakan untuk campuran dengan target mutu pavingblock B. Penurunan nilai kuat tekan dikarenakan adanya pengaruh unsur karbon (C) dalam limbah SEC. Secara visual, Benda uji dengan kandungan SEC tinggi akan terlihat basah, dan mengalami proses pengeringan yang lama, hal ini dikarenakan SEC memiliki sifat menangkap air, dan sulit menguapkan air.Kata kunci: sludge, limbah tekstil, elektrokoagulasi, fly ash, pavingblock ABSTRACTThis research tries to utilize a mixture of fly ash waste and SEC (Electrocoagulation of Sludge) into a useful material to be used as a paving block material. So far, SEC waste from textile factories has only been collected as useless material, so making use of this waste material has become more important in order to reduce solid waste in the surrounding environment. To increase the compressive strength of paving blocks, mix fly ash, which is an unused industrial waste material. The composition of the fly ash mixture is 20%, while the SEC variation composition is 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. In each condition, 9 test objects were made, divided into 3 test objects each for 7 days, 28 days and 56 days testing. The research results show that adding a higher SEC concentration will reduce the compressive strength and quality of the paving block. However, a 5% variation in SEC waste can still be used for a mixture with a paving block quality target of B. The decrease in compressive strength is due to the influence of the carbon element (C) in SEC waste. Visually, test objects with a high SEC content will appear wet, and undergo a long drying process, this is because SEC has the property of capturing water, and is difficult to evaporate water.Keywords: sludge, textile waste, electrocoagulation, fly ash, paving block
Penerapan Konsep Desain Iklusif Dalam Perancangan Rumah Susun Laseta
ABSTRAK Ubanisasi di Kota Bandung semakin meningkat menjadikan kebutuhan hunian turut meningkat, terutama di area kawasan padat penduduk. Rumah susun vertikal menjadi solusi, namun sering kali mengabaikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, penerapan prinsip desain inklusif diperlukan untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi semua penghuni. Dalam merancang rumah susun Laseta di jalan Seokarno-Hatta Kota Bandung, dirancang dengan konsep desain inklusif. lokasi site terpotong oleh jalan umum jalan Sumber Sari selebar 5 meter. Komplek rumah susun ini di rancang dalam dua massa bangunan utama yang dapat menampung 2.500 orang. Rumah susun ini terdiri dari dua menara yang masing-masing memiliki ketinggian sembilan dan tujuh lantai, dua podium, dan satu basement semi-basement. Di dalamnya terdapat fasilitas apotek, tempat pengasuh anak, minimarket, dan area komersial. Metode perancangan mengutamakan analisis peraturan desain inklusif diantaranya adalah memenuhi kriteria jalur navigasi yang jelas, ramp yang memadai, dan elevator yang mudah diakses untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Dengan menggabungkan podium dengan area komersial dengan fasilitas umum diharapkan ekonomi dan kebutuhan masyarakat diperhatikan. Melalui perancangan rumah susun Laseta diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang inklusif yang menerima berbagai kebutuhan hidup penghuninya baik yang umum maupun berkebutuhan khusus. Kata kunci: aksesibilitas, desain inklusif, rumah susun, penyandang disabilitas ABSTRACT Urbanization in the city of Bandung is increasing, leading to a rise in housing demand, especially in densely populated areas. Vertical apartment buildings become a solution, but often neglect the needs of vulnerable groups, including people with disabilities. Therefore, the application of inclusive design principles is necessary to ensure accessibility and comfort for all residents.In designing the Laseta apartment complex on Seokarno-Hatta Street in Bandung City, it was conceived with an inclusive design concept. The site location is cut by the public road Sumber Sari, which is 5 meters wide. This apartment complex is designed with two main building masses that can accommodate 2,500 people. This apartment complex consists of two towers, each with a height of nine and seven floors respectively, two podiums, and one semi-basement. Inside, there are pharmacy facilities, a childcare center, a minimarket, and commercial areas.The design method prioritizes the analysis of inclusive design regulations, including meeting the criteria for clear navigation paths, adequate ramps, and easily accessible elevators to enhance user comfort. By combining the podium with commercial areas and public facilities, it is hoped that the economy and the needs of the community will be taken into account. Through the design of the Laseta apartment complex, it is hoped to become an inclusive living space that accommodates the various needs of its residents, both general and special needs.. Keywords: apartment buildings, inclusive design, accessibility, people with disabilitie
Pemanfaatan Limbah Serbuk Kaca dan Keramik Sanitary pada Pasta Geopolymer Berbahan Dasar Fly Ash
ABSTRAKPeningkatan kebutuhan beton berdampak pada kenaikan emisi CO₂ akibat produksi semen, sehingga diperlukan material pengikat alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan limbah serbuk kaca dan keramik saniter sebagai substitusi fly ash pada pasta geopolimer berbasis aktivator alkali. Metode penelitian menggunakan benda uji kubus 5×5×5 cm dengan variasi substitusi fly ash 0%, 25%, 50%, dan 75%. Aktivator alkali yang digunakan adalah larutan NaOH 10M dan Na₂SiO₃ dengan rasio 1:3. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi serbuk kaca menurunkan kuat tekan hingga 50% dibanding kontrol (100% fly ash), sedangkan substitusi keramik saniter 50% menghasilkan kuat tekan 35,77 MPa, mendekati kuat tekan kontrol 40,82 MPa. Dengan demikian, keramik saniter dengan kadar substitusi 50% direkomendasikan sebagai pengganti fly ash yang paling optimal.Kata kunci: geopolimer, fly ash, serbuk kaca, keramik saniter, kuat tekan ABSTRACTThe increase in demand for concrete has led to an increase in CO₂ emissions from cement production, necessitating the use of environmentally friendly alternative binding materials. This study examines the use of glass powder and sanitary ceramic waste as substitutes for fly ash in alkali-activated geopolymer paste. The research method used 5×5×5 cm cube test specimens with variations in fly ash substitution of 0%, 25%, 50%, and 75%. The alkali activators used were 10M NaOH and Na₂SiO₃ solutions with a ratio of 1:3. Compressive strength testing was carried out at 28 days. The results showed that glass powder substitution reduced compressive strength by up to 50% compared to the control (100% fly ash), while 50% sanitary ceramic substitution produced a compressive strength of 35.77 MPa, close to the control compressive strength of 40.82 MPa. Thus, sanitary ceramics with a substitution rate of 50% are recommended as the most optimal substitute for fly ash.Keywords: geopolymer, fly ash, glass powder, sanitary ceramics, compressive strength
Gain Enchancement of Microstrip Leaky-Wave 1x3 Antenna with V-Slot
This study aims to improve the performance of a microstrip leaky-wave antenna by adding a 1x3 array configuration and a V-slot structure for WLAN applications in the 5.925 − 6.425 GHz, using an FR-4 substrate with a dielectric constant of 4.6. Simulations were conducted to evaluate the parameters of S11, VSWR, bandwidth, and gain. The use of an array and V-slot aims to enhance both gain and bandwidth. Simulation results show the array and V-slot configuration achieved a bandwidth of 570 MHz (5.86 − 6.43 GHz) and gain of 7.02 dBi at 6 GHz. Compared to the microstrip leaky-wave antenna without a V-slot, the proposed configuration improved the bandwidth by 270 MHz (90%) and the gain by 0.82 dBi (13.3%). These results indicate that the addition of an array and V-slot structure effectively enhances antenna performance for wireless communication applications
Pengolahan Air Sungai Payau Pasca Proses Elektrokoagulasi Menggunakan Metode Adsorpsi
Air sungai payau merupakan salah satu air baku yang berpotensi untuk diolah menjadi air bersih. Namun, kadar salinitas yang tinggi menjadi salah satu tantangan air sungai payau untuk dijadikan air bersih. Proses elektrokoagulasi dengan kombinasi adsorpsi menjadi upaya untuk mengolah air sungai payau menjadi air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penurunan parameter dan waktu tinggal terbaik dari proses pengolahan kombinasi dari elektrokoagulasi dan adsorpsi terhadap air payau di Sungai Itik. Penelitian ini merancang bak elektrokoagulasi dengan kapasitas 135 L dan menggunakan plat aluminium sebagai elektroda sebanyak 5 buah anoda dan 5 buah katoda yang dialiri arus listrik sebesar 2 A dan tegangan 5 V. Selanjutnya, air diolah pada tabung filtrasi dengan proses adsorpsi yang menggunakan adsorben zeolit dan karbon aktif. Air sungai payau pada penelitian ini memiliki kadar salinitas sebesar 3,178 ppm, Total Dissolve Solid (TDS) sebesar 2,924 mg/L, pH sebesar 7.74, dan Kekeruhan sebesar 21.64 NTU. Pengolahan kombinasi elektrokoagulasi dan adsorpsi, kadar parameter Salinitas menjadi 2,824 ppm, Total Dissolve Solid sebesar 2,649 mg/L, pH sebesar 7.95, dan kekeruhan sebesar 3,04 NTU. Dengan demikian, pengolahan kombinasi elektrokoagulasi dan adsorpsi belum efektif dalam memperbaiki kualitas air pada parameter Salinitas dengan persentase efektifitas hanya mencapai 11,14 % dan Total Dissolve Solid (TDS) hanya mencapai 9,40% dan air olahan tersebut juga masih belum memenuhi standar mutu air bersih untuk kebutuhan higiene dan sanitasi
Enhancing Elementary Students' Robotics Understanding and Learning Engagement via Creative Project-Based Activities at SDN Margorejo 1 Surabaya
The perception of complexity and a lack of real-world relevance often hinder elementary school students' interest in robotics. This study aimed to evaluate the effectiveness of creative project-based learning in building a strong foundation in robotics and enhancing student engagement at SD Margorejo 1 Surabaya. By integrating design thinking principles and project-based learning, this approach sought to create authentic and meaningful learning experiences. Employing a qualitative case study methodology with a participatory action research design, fifth-grade students were involved in a series of robotics projects designed to address real-world problems in their local environment. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and project artifact analysis. The findings revealed that creative project-based learning significantly increased students' interest in robotics. Students not only grasped fundamental robotics concepts but also developed critical thinking, creativity, and collaboration skills. Moreover, this approach effectively strengthened students' understanding of STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) concepts and fostered awareness of robotics' relevance in daily life. This study concludes that creative project-based learning is an effective strategy for building a strong robotics foundation and cultivating student interest at the elementary school level
Pengenalan IPTEKS Xylografi untuk Pelajar SLTP
ABSTRAKPelatihan “Memperkenalkan iptek xylografi untuk siswa pelajar SLTP” ini merupakan suatu upaya untuk memperkenalkan iptek bagi masyarakat sejak dini. Pelajar SLTP yang sedang belajar ‘prakarya’ sangat dituntut untuk meningkatkan kemampuan kreatif dan keterampilan, dalam merancang bangun suatu karya seni rupa dan karya teknologi terapan sederhana. Perkenalan siswa SLTP dengan iptek xylografi yang berkembang dalam Seni grafis, dapat meningkatkan kreativitas, kecerdasan visual dan keterampilan olah seni. Hal ini terlihat dari sejarah perkembangan xylografi yang menghasilkan karya seni grafis yang spektakuler dan merubah zaman. Sampai pada akhirnya berkembang pesat dengan munculnya perkembangan teknologi cetak (printing) yang mutahir dan canggih. Belajar xylografi terkait dengan peningkatan ketekunan, kerajinan dan kemampuan menjaga fokus kerja yang tinggi. Dalam keterampilan mengukir atau mencungkil kayu, lino block atau karet, diperlukan kemampuan untuk berkonsentrasi yang cukup tinggi, sehingga dapat terhindar dai kecerobohan dan kecelakaan kerja. Kemampuan membuat sketsa gambar dan pencetakan pada media kertas, karton, kain, Tshirt dan totebag, dapat melahirkan karya yang bernilai seni tinggi dan nilai komersial yang memberikan keuntungan finansial. Kegiatan ini, walau dilaksanakan dengan waktu yang sangat terbatas, dapat memberikan sumbangsih iptek bagi masyarakat khususnya para siswa pelajar SLTP untuk mampu berlatih meningkatkan kemampuan diri di bidang seni rupa dan desain, khususnya terkait dengan pengembangan keterampilan prakarya yang menjadi salah satu mata pelajaran yang favorit bagi para siswa pelajar SLTP. Kata kunci: Xylografi, cukil, ukir, prakarya, desain, Seni Rup
Perancangan Logo Sosial Media Treats untuk Memperkuat Identitas Sub-Brand Toko Rumahan
ABSTRAKArtikel ini membahas proses perancangan logo untuk akun media sosial Treats, sub- brand dari PT Toko Rumahan Indonesia, dengan tujuan memperkuat identitas visual dan mendukung strategi pemasaran digital. Proses desain mencakup analisis konsep branding, riset visual, dan implementasi desain logo di platform Instagram. Evaluasi terhadap keberhasilan logo ini menunjukkan bahwa desain yang kuat dapat meningkatkan pengenalan merek dan keterlibatan pengguna. Artikel ini juga mengulas peran logo dalam membentuk citra merek di media sosial. Kata kunci: Desain Logo, Branding, Identitas Visua
Pengembangan Kuesioner Daring Yang Terotomasi Untuk Pengukuran Kualitas Layanan Departemen Food & Beverage Hotel di Bandung
ABSTRAKKualitas layanan merupakan suatu perhatian utama bagi Resto M yang merupakan bagian dari Departemen Food and Beverage suatu Hotel di Bandung. Untuk menjaga kualitas layanan ini, pihak hotel telah berusaha mengembangkan butir-butir pertanyaan kuesioner untuk menerima masukan dan komentar dari pelanggan. Proses pemasukan dan pengolahan data dari kuesioner tersebut saat ini dilakukan secara manual, sehingga dirasakan kurang efisien dan menjadi beban pekerjaan terutama pada saat jam sibuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis dalam makalah ini telah menghasilkan suatu perangkat lunak kuesioner daring yang dilengkapi otomasi dalam pengolahan datanya. Otomasi kuesioner daring dilakukan dengan menggunakan teknologi App Script. Dengan perangkat ini, hasil pendataan masukan pelanggan dan pengolahan datanya dapat dilakukan dengan sangat cepat sehingga memudahkan pihak manajemen hotel untuk mendapatkan informasi hasil kuesioner tersebut.Kata kunci: kualitas layanan; food and beverage; hotel; perangkat lunakABSTRACTService quality is a major concern for Resto M, which is part of the Food and Beverage Department of a hotel in Bandung. To maintain this service quality, the hotel has tried to develop questionnaire items to receive feedback and comments from customers. The process of entering and processing data from the questionnaire is currently done manually, so it is felt to be less efficient and a burden of work, especially during peak hours. The community service activity written in this paper has produced an online questionnaire software that is equipped with automation in data processing. Automation of online questionnaires is done using App Script technology. With this online software, the results of customer input data collection and data processing can be done very quickly, making it easier for hotel management to get information on the results of the questionnaire.Keywords: service quality; food and beverage; hotel; softwar