Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
Not a member yet
    1717 research outputs found

    Pola Dan Karakteristik Kualitas Spasial Ruang Pada Pantai Di Kecamatan Kuta, Bali.

    Get PDF
    Pemanfaatan ruang pada Daya Tarik Kawasan Wisata Pantai di Kecamatan Kuta diasumsikan sebagai tuntutan dari kebutuhan ekonomi, sosial, budaya dan politik. Pariwisata selanjutnya dianggap telah mendefinisi ulang penggunaan ruang pada area wisata pantai di Bali. Ruang-ruang yang hadir tidak memiliki regulasi dan tidak terorganisir, sehingga menciptakan tata kelola dan memunculkan praktik konsumsi ruang yang mungkin terbentur oleh era digital saat ini. Kehadiran praktik konsumsi ruang ini menandakan adanya perbedaan antara konsep atas ruang yang dirancang sebelumnya, yang ternyata tidak sesuai representasi. Konsep dalam representasi ruang menyatakan bahwa ruang-ruang pada Daya Tarik Kawasan Wisata Pantai dibuat untuk memperlakukan semua pengguna sama, tidak menghadirkan fungsi lain, yaitu untuk kepentingan fungsi sosial dan budaya. Penelitian ini mengkaji bagaimana pola dan karakteristik kualitas spasial ruang secara sosial, sehingga persepsi dan kualitas terhadap efek kombinasi sifat-sifat yang tanggap terhadap kondisi budaya dan pengalaman serta ketertarikan pengguna didapatkan dan bagaimana gambaran perubahan fungsi dan kualitas toleransi kepada dampak kebutuhan ruang masyarakat lokal dan wisatawan, agar dapat mengetahui bentuk kualitas ruang secara arsitektur dalam bentuk diagram bentuk dan hakikatnya. Temuan pada akhirnya akan mengidentifikasi pola kualitas ruang secara arsitektur, sehingga masyarakat paham kombinasi ruang secara spasial dan lebih spesifik lagi pada ruang pantai di Daya Tarik Kawasan Wisata Pantai di Kecamatan Kuta

    Seminar Nasional Arsitektur Pertahanan 2022 - Apa yang Diajarkan oleh Pandemi Covid-19 serta Hikmah yang Bisa Kita Petik dari Arsitektur dan Permukiman Tradisional?

    No full text
    ABSTRAKKota merupakan salah satu karya manusia yang paling spekatakuler. Produk fisik ini terus bertransformasi, dibentuk dan membentuk manusia yang menghuninya. Perubahan formasi fisik, merupakan keniscayaan sebagai respons dari perubahan dan dinamika penduduk yang menghuni kota. Transformasi sekaligus menjadi bukti ketahanan kota terhadap berbagai macam kejadian yang dialaminya selama proses pertumbuhannya. Dalam tulisan ini, reaksi dan perubahan kota dan penduduknya terhadap pandemic covid-19 dievaluasi. Pada tahap awal, akan dibahas berbagai respons arsitektur dan desain kota dalam menghadapi pandemic dari berbagai lietrature. Selanjutnya, saya akan mengevaluasi pengalaman personal saat didiagnosis sebagai pasien yang terpapar virus yang pertamakali dideteksi di Kota Wuhan China ini. Pada tahap ketiga, evaluasi dilanjutkan dengan perkembangan kota sebelum masa hingga menjelang pandemic. Denpasar dijadikan sebagai contoh kasus. Dari sana, refleksi terhadap desain kota dan arsitektur dilakukan untuk melihat komponen-komponen permukiman yang membantu atau yang menghambat penyebaran virus. Pada tahap terakhir, akan dianalisis unsur-unsur yang mengalami perubahan selama masa pandemic. Hasil analisis menunjukkan bahwa merebaknya virus yang telah menimbulkan banyak kekacauan ini mendorong, bahkan memaksa, banyak aktivitas manusia harus disesuaikan ulang. Arsitektur dan permukiman tradisional memberi contoh tentang bentuk fisik yang adaptif terhadap berbagai bencana. Meski demikian, bukan berarti kita harus kembali ke masa lalu karena kehidupan berlangsung terus ke masa depan. Kemandirian dalam beberapa hal terutama pemenuhan kebutuhan dasar, pemanfaatan teknologi untuk membuat manusia saling terkoneksi satu sama lain dan dengan lingkungan fisiknya, serta aksesibilitas terhadap fasilitas kesehatan menjadi kata kunci penting di samping perbaikan kualitas lingkungan kota secara umum..Kata kunci: ketahanan kota, pandemic covid-19, tranformasi arsitektu.ABSTRACTCity is one of the most spectacular human works. This physical product continues to transform, shaped by and shape its inhabitants. City transformation is a necessity as a response to changes and the dynamics of the people who inhabit it. The transformation is also a testament to the city's resilience to the various events it experienced during its lifespan. In this paper, the reactions and changes of the city and its inhabitants to the COVID-19 pandemic are evaluated. At the initial stage, various literature that discussed architecture and urban design responses to the pandemic were examined. Next, I will evaluate my personal experience when I was diagnosed as a patient exposed to the virus. In the third stage, the evaluation is continued with the development of the city before the period until the time of the pandemic. Denpasar is selected as a case in point. From there, reflection on urban design and architecture is carried out to see the components of settlements that help or hinder the spread of the virus. In the last stage, the elements that have changed during the pandemic will be analysed. The results of the analysis show that the outbreak of the virus that has caused so much chaos has prompted, even forced, many human activities to be readjusted. Traditional architecture and settlements provide examples of physical forms that are adaptive to various disasters. However, that does not mean we have to go back to the past because life continues into the future. The ability of a city to fulfil its own needs in several respects, especially the fulfilment of basic needs, the use of technology to make people connected to each other and with their physical settings, and accessibility to health facilities are important keywords in addition to improving the quality of the urban environment in general.Keywords: architectural transformation, covid-19 pandemic, urban resilienc

    Comparative Study on the Comfort of Public Space in Residential Settlement (Case Study: RBRA Kalpataru & RPTRA Anggrek)

    Get PDF
    In addition to its roles as a water catchment and green space, a city's public space is a location for people to congregate and participate in activities together. For these reasons, public space is a vital component of the design of a city. As study objects, we will be using Child-Friendly Playrooms (RBRA) Kalpataru and Child-Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA)Anggrek in our investigation. It is anticipated that the availability of child-friendly public places would facilitate the fulfilment of children's rights, making it possible for them to live, grow, develop, and engage in social activities to the fullest extent possible. The primary topics discussed in this research are the design and requirements of both public spaces in communities with varied environmental and cultural settings. Observation and interviews are the methods that were used in this investigation. This research aims to discover how the general population feels about the comfort level in public spaces. Aspects of thermal comfort, safety, circulation, amenities, noise, and view are evaluated as part of the comfort assessment. RPTRA Anggrek was found to have a comfort level with an average score of 94.5 (very good), which was higher than RBRA Kalpataru, which got an average score of 68 (moderate).Â

    Klasifikasi Tumor Payudara Berbasis Ciri Tekstur pada Citra Mammografi Menggunakan Metode Naive Bayes

    Get PDF
    ABSTRAKKanker payudara adalah jenis kanker yang terjadi pada sebagian besar wanita. Kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan berlebih atau perkembangan sel jaringan payudara yang tidak terkendali. Mammografi merupakan metode terbaik untuk deteksi dini kanker payudara karena dapat menunjukkan lesi secara dini. Namun, analisis terhadap mammogram ini masih dilakukan secara manual oleh ahli medis, sehingga perlu perangkat tambahan. Telah banyak penelitian tentang olah citra untuk deteksi kanker secara otomatis. Pada penelitian ini digunakan metode Naive Bayes untuk klasifikasi citra tumor jinak dan tumor ganas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengklasifikasi citra mammografi berdasarkan dua kelas yaitu tumor jinak dan tumor ganas dengan berbasis ciri tekstur menggunakan histogram dan Gray Level Co-occurrence Matrix  (GLCM). Penelitian ini menunjukkan hasil akurasi sebesar 80%, sensitivitas sebesar 90%, dan spesifitas sebesar 70%. Oleh karena itu, penelitian ini bisa dijadikan perangkat tambahan untuk klasifikasi tumor payudara ganas dan jinak.Kata kunci: Tumor Payudara, Mammografi, Klasifikasi Naive Bayes.ABSTRACTBreast cancer is a type of cancer that occurs in most women. Breast cancer occurs due to overgrowth or uncontrolled development of breast tissue cells. Mammography is the best method for early detection of breast cancer because it can show lesions early. However, the analysis of this mammogram is still done manually by medical experts, so additional devices are needed. There have been many studies on image processing for automatic detection. In this study, the Naive Bayes method was used to classify images of benign tumors and malignant tumors. The purpose of this study is to classify mammographic images based on two classes, namely benign and malignant tumors based on histogram textures and Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM). This study showed an accuracy of 80%, sensitivity of 90%, and specificity of 70%. Therefore, this study can be used as an additional tool to classify malignant and benign tumors.Keywords: Breast Cancer, Mammografi, Naive Bayes Classificatio

    KORELASI BENTUK DAN FASADE TERHADAP FUNGSI BANGUNAN BANDUNG CREATIVE HUB

    Get PDF
    ABSTRAK Bentuk dan fungsi tidak dapat dihilangkan dari suatu produk arsitektur dan merupakan bagian terpenting dari suatu karya arsitektur, penambahan fasade sebagai elemen penghidup pada suatu karya arsitektur. Korelasi antara bentuk dan fasade dapat mencerminkan fungsi sebuah bangunan dan dapat mempengaruhi aktifitas pengguna didalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganaliasa kembali apakah bentuk dan fasade memiliki korelasi terhadap fungsi bangunan dengan baik. Penelitian ini mengambil kasus bangunan bandung Creative Hub yang bentuknya tidak beraturan dengan fungsi sebagai wadah para pegiaat kreatif untuk kawasan kota bandung dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif korelasional yaitu dengan membuat deskriptif secara sistematis, faktual dan akurat dengan untuk mengkaji tingkat keterkaitan antara bentuk dan fasade terhadap fungsi bangunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk dan fasade berpengaruh terhadap fungsi bangunan dan aktivitas didalamnya. Kata kunci: Korelasi, Fasade,Bentuk,Fungsi ABSTRACT The form and function can not be removed from an architectural product and is the most important part of an architectural work, the addition of the facade as a living element to an architectural work. The correlation between shape and facade may reflect the function of a building and may affect user activity within the building. This study aims to re-examine whether the shape and fasade has a correlation to the function of the building well. This study took the case of building Creative Hub bandung which irregular shape with function as a container for the creative pegiaat for the city of Bandung and surrounding areas. The method used is using descriptive correlational method that is by making descriptive in systematic, factual and accurate with to study the level of linkage between form and fasade to building function. The results showed that the shape and fasade affect the function of buildings and activities therein. Keywords: Correlation, Facade, Shape, Function

    Ruang Terbuka Terhadap Aktivitas Parkir dan Non Parkir Pada Kampus Sub Urban dan Urban

    Get PDF
    ABSTRAK Kampus adalah tempat mahasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi. Kota Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki banyak kawasan pendidikan dan kampus terbanyak di provinsi Jawa Barat. Kampus di Bandung terdapat dua tipe yaitu urban dan sub urban. Kampus Urban adalah kampus yang berada di tengah perkotaan sedangkan kampus sub urban adalah kampus yang berada di pinggiran kota. Kampus yang dijadikan objek penelitian ini adalah Universitas Islam Bandung sebagai kampus urban dan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai kampus sub urban. Dua tipe kampus yang terdapat di kota Bandung memiliki perbedaan terhadap ruang terbuka yang terbentuk dari pola tata massa bangunan yang dapat menghasilkan aktivitas. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan yang terjadi diantara keduanya seperti aktivitas parkir dan non parkir pada ruang terbuka yang di akibatkan dari pola tata massa bangunan pada kampus urban dan sub urban. Penelitian ini di tujukan untuk menganalisis pola tata massa bangunan dan aktivitas parkir dan non parkir pada ruang terbuka di kampus urban dan sub urban. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metoda analisis kualitatif. Dari penelitian ini, dihasilkan bahwa aktivitas parkir dan non parkir yang terjadi pada ruang terbuka dan pola tata massa bangunan pada kampus urban dan sub urban adalah berbeda Kata kunci: kampus urban, kampus sub urban, Bandung. ABSTRACT Collage is a place for students to pursue higher education.The city of Bandung as one of the big cities in Indonesia has many educational and collage areas in the province of West Java. There are two type of collage that are urban and sub urban .The urban collage mostly located in the center of the city, meanwhile the sub urban collage mostly located in downtown of city, the writer used Universitas Islam Bandung as urban collage and Universitas Pendidikan Indonesia as sub urban collage, and the writer decided to used those collage as the object of the research. The types of these collage has a different in open space case that composed by the pattern mass of building which is becoming many activities, in this case that thing would be causing so much trouble, one of them is parking activity and non parking in open area that caused by pattern arrangement building mass, the purpose of the research to analyze the pattern arrangement of mass building and parking activity or non parking activity in open space at urban and sub urban collage. The method of the research using qualitative analyzing. Using this research, the method will state that the parking activity and non parking activity that happens in open space and pattern arrangement building mass in urban and sub urban collage ia different. Keywords: Urban Collage, Sub urban collage, Bandun

    Analisa Pengaruh Temperatur Sealing terhadap Kuat Tarik dan Gugus Fungsi pada Material Komposit LDPE-NILON-AL sebagai Fleksibel Packaging

    Get PDF
    ABTRAK Kemasan plastik fleksibel merupakan salah satu kemasan yang dibutuhkan dalam mengemas suatu produk makanan dan produk lainnya dalam bentuk, solid, powder, dan liquid. Pada kemasan plastik fleksibel dengan campuran material komposit ( LDPE-Nilon-Al ) menunjukan bahwa variasi suhu sealing 160 °C adalah suhu yang paling baik karena pada suhu tersebut hasil permukaan sealing pada kemasan plastik fleksibel terlihat lebih sedikit mengalami kerusakan akibat perlakuan panas. Berdasarkan karakteristik pengujian Scanning Electron Microscope (SEM) terlihat morfologi permukaan material komposit ( LDPE-Nilon-AL ) memiliki hasil permukaan yang baik dan memiliki hasil terbesar pada komposisi unsur rata – rata carbon 68,89 wt%. Hasil pengujian kuat tarik hasil sealing  dengan standard ASTM F88 yang didapatkan adalah 106 N. Sementara itu, hasil karakteristik spectra FTIR menunjukan gugus fungsi N-H secondary amide stretching, O-Al-OH, dan C-H alkil pada bilangan gelombang 3297,66 cm-1, 1199,50 cm-1, dan 2933,18 cm-1. Kata kunci : Kemasan Fleksibel, Fourier Transform Infared Spectroscopy, Scanning Electron Microscope, Sealing Strength. ABSTRACT Flexible packaging is one of the packages needed to package a food product and other products in solid, powder, and liquid forms. In flexible plastic packaging with a mixture of composite materials (LDPE-Nylon-Al) shows that the variation of the sealing temperature of 160 °C is the best temperature because at that temperature the sealing surface on flexible plastic packaging looks less damaged due to heat treatment. Based on the SEM test, it can be seen that the surface morphology of the composite material (LDPE-Nylon-AL) has a good surface yield and has the largest yield at an average composition of 68.89 wt% carbon. The results of the tensile strength test for sealing with the ASTM F88 standard obtained are 106 N. Meanwhile, the results of the FTIR characteristics show the NH secondary amide stretching, O-Al-OH, and CH alkyl functional groups at wave numbers 3297.66 cm-1, 1199 .50 cm-1, and 2933.18 cm-1 Keywords : Flexible packaging, Fourier Transform Infared Spectroscopy, Scanning Electron Microscope, Sealing Strength

    Perbandingan Metode Fellenius dan Bishop pada Stabilitas Lereng Bendungan Leuwikeris dengan Bantuan Aplikasi Komputer

    Get PDF
    ABSTRAKBendungan Leuwikeris merupakan bendungan tipe urugan batuan sehingga memiliki kerentanan terhadap bahaya keruntuhan akibat beban material penyusun maupun gaya-gaya luar yang terjadi. Hal tersebut yang mendasari perlunya perhitungan stabilitas lerang bendungan dalam perencanaannya. Analisis stabilitas lereng tubuh bendungan menggunakan bantuan aplikasi komputer dengan membuat simulasi kondisi muka air dan menerapkan kondisi gempa OBE. Simulasi kondisi muka air yang ditinjau dalam analisis adalah kondisi muka air kosong atau setelah kosntruksi, kondisi muka air normal, kondisi muka air banjir dan kondisi muka air surut cepat. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa angka keamanan terbesar tanpa penerapan gempa dibagian hulu bendungan adalah 3,251 sedangkan  dibagian hilir bendungan 2,657. Untuk angka keamanan lereng tubuh bendungan terbesar dengan penerapan gempa kondisi OBE dibagian hulu bendungan adalah 2,262 dan dibagian hilir bendungan adalah 1,868. Secara keseluruhan angka keamanan lereng tubuh bendungan dalam kondisi aman dan telah memenuhi atau berada diatas batas yang disyaratkan.Kata kunci: stabilitas lereng, tubuh bendungan, angka keamananABSTRACTThe Leuwikeris dam is a rockfill type so it has a vulnerability to the danger of collapse due to the load of the constituent materials and external forces that occur. This is what underlies the need for calculating the slope stability in its design. Analysis of the slope stability using computer applications by simulating water level conditions and applying earthquake conditions. Simulations of water level conditions that are reviewed in the analysis are after construction, normal, floods and rapid drawdown conditions. Based on the results of the analysis, it was found that the greatest safety factor without an earthquake condition in the upstream of the dam was 3.251 while the downstream was 2.657. For the safety factor of the largest dam slope with the application of an earthquake condition upstream of the dam is 2.262 and downstream is 1.868. Overall, the safety factor for the slopes of the dam is in a safe condition and has met or is above the required limits.Keywords: slope stability, dam, safety facto

    ESTIMASI INHALATION EXPOSURE CONSENTRATION (IEC) PARTIKULAT TERESPIRASI DAN BLACK CARBON DI KAWASAN INDUSTRI DAERAH BANDUNG DAN CIMAHI

    No full text
    Salah satu dampak dari aktivitas industri adalah pencemaran udara ambien akibat paparan partikulat terespirasi dan Black Carbon (BC) yang berdampak pada kesehatan pekerjanya. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Industri Kota Bandung dan Cimahi di lima (5) lokasi titik sampling yaitu Cibeureum, Cimahi, Padalarang, Bandung Wetan dan Buahbatu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas udara di area tersebut berdasarkan indeks ISPU dan Inhalation Exposure Concentration (IEC) dari TSP, PM10, PM2.5 dan BC. IEC dihitung sebagai potensi paparan partikulat respirasi dan BC kepada pekerja melalui jalur inhalasi. Studi ini membuktikan bahwa di Kawasan Industri daerah Bandung dan Cimahi mengandung BC rentang 0,90-1,65 µg/m3. Sedangkan tingkat pencemaran udara untuk PM2.5 di kawasan industri, daerah Bandung Wetan berada dikategori “Sedang†dan daerah Buahbatu menunjukkan kategori “Tidak Sehatâ€. Hasil perhitungan IEC diketahui bahwa bagi pekerja outdoor dan masyarakat di kawasan industri daerah Bandung dan Cimahi terpapar IEC TSP berkisar 10,29-36,99 µg/m3; IEC PM10 berkisar 6,65-34,69 µg/m3; IEC PM2,5 antara 2,24-19,83µg/m3 dan BC ada di rentang 0,20-0,36µg/m3. PM2.5 dan PM10 berkorelasi positif dengan TSP dengan nilai korelasi  berturut-turut r= 0,999 dan r = 0,909

    Perangkat Budidaya Microgreen berbasis Internet of Things

    Get PDF
    ABSTRAKMicrogreen merupakan sayuran muda yang lebih kaya akan gizi jika dibandingkan dengan sayuran dewasa. Sayuran ini dibudidayakan dengan waktu yang cepat sekitar 10 – 14 hari setelah proses pembibitan. Masa yang cepat ini menuntut pemeliharaan yang baik. Kebutuhan ini mendorong penelitian tentang perangkat budidaya microgreen yang mampu mengontrol kelembapan dan intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media sarana perangkat budidaya microgreen berbasis Internet of Things. Perangkat ini memberikan hasil yang baik dengan nilai akurasi pada pembacaan kelembapan 15% 30%, 60%, 80%, dan 90% masing-masing sebesar 93,47%, 96,29%, 98,83%, 97,08%, dan 99,05%. Sedangkan akurasi pada pembacaan intensitas cahaya pada jarak 10 cm dan 15 cm masing-masing sebesar 99,98% dan 99,85%. Waktu tunda yang dibutuhkan untuk mengirim ke IoT platform adalah 0,5 – 2 s. Perangkat ini mampu membaca parameter dengan baik dan dikirimkan ke cloud Antares.Kata kunci: microgreen, sayuran, Internet of Things, akurasi, kelembapan media ABSTRACTMicrogreens are young vegetables but more nutritious compared to mature vegetables. Microgreens are cultivated with a fast time period around 10-14 days after the seeding process. This fast period requires good maintenance by keeping the media moist and light requirements on microgreens. This need encourages research on microgreen cultivation devices that are able to control humidity and light intensity. This study aims to create a microgreen cultivation device based on the Internet of Things. This device gives good results with accuracy values at 15%, 30%, 60%, 80%, dan 90% humidity readings of 93,47%, 96,29%, 98,83% 97,08%, and 99,05% respectively. Meanwhile, the accuracy in light intensity reading at a distance of 10 cm and 15 cm is 99,98% and 99,85%, respectively. The delay time required to send to the IoT platform is 0,5 – 2 s. This device is can read all parameter and send it to Antares IoT platform.Keywords: microgreen, vegetable, Internet of Things, accuracy, soil moistur

    1,600

    full texts

    1,717

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional: Jurnal Itenas Online
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇